NONA

NONA
Makin tak mengerti


__ADS_3

Illona hanya diam setelah Rico menjelaskan bagaimana hidup pria itu, Ares maksudnya.


"Si bodoh itu bahkan pergi dengan Odel dan anak-anaknya," Rico menghela, mengusir iba sebelum melanjutkan, "bahkan, Ares bilang ia akan kembali pada Odel."


Illona mencelos, tak menyangka pun tak mempersiapkan.


Menolak di kasihani, Illona buru-buru memasang wajah sinis, sebelum berujar, "Baguslah, terima kasih untuk infonya."


Paham dengan keadaan, ia pamit pergi. Meski kelakuan yang ia miliki tak jauh beda dari Ares tapi Rico masih sadar diri untuk tak meninggalkan seseorang tanpa kepastian.


Ares ini memang ***** dan berengsek kebangetan, apa sih yang ada di otaknya saat memilih kembali pada Odel padahal ia tahu seberapa bejat perempuan itu. Kenapa harus mau menerima padahal ada Illona yang Rico kira bisa membuat Ares sadar.


***


Illona terluka, merasa terhina dan di buang. Tapi, harusnya itu biasa kan? seharusnya ia tak sekecewa ini bila hatinya tak ikut bermain.


Ares memang mematahkan harapannya, tapi yang lebih membuatnya tak terima adalah ia di putuskan tanpa kejelasan. Salah nya yang meminta Ares menjadi bagian dari semua rencana-rencana membuat masalah, nyatanya semua gagal.


Setelah apa yang mereka lakukan dan setelah apa yang sudah mereka bicarakan, ini yang Illona dapatkan. Dibuang tanpa perasaan. Apalagi dengan alasan memilih wanita lain, ini konyol! batinnya tak terima.

__ADS_1


Bagus Illona, kembali menjadi wanita naif lagi, bodoh dan malah termakan perasaan yang ia sendiri tak yakin akan bertahan sampai kapan.


***


Ares menolak tidur bersama, karena bayang Illona yang selalu ia lihat dimana-mana juga perasaan menggebu yang ia miliki tak pernah mampu membuatnya menjadi pria tegas.


Odel sempat menatap kecewa sebelum akhirnya mengerti dan keluar dari kamar pria itu.


Ares meremas kasar rambutnya, menyalurkan kekesalan pada diri sendiri yang sudah bertindak sejauh ini. Bukankah ia yang menjanjikan dan memberi keyakinan pada Illona? Mengapa menjadi seperti ini, ia mengacaukan segalanya. Karena bukan hanya Illona yang harus ia hadapi, ada Adrie kakak tiri yang juga harus ia lawan saat memilih membawa pergi Odel beserta anak mereka.


Seharusnya Ares tak menerima panggilan itu, membiarkan kakaknya dan Odel menyelesaikan masalah sendiri setelah mereka membuang dirinya. Bukan malah menyeret kembali.


Tindakan tadi tak ia pikirkan lebih dulu, terlalu terburu-buru. Mengapa tak ia tanya lebih dulu? Atau paling tidak ia temui dulu kakaknya bukan berlagak bagai pahlawan yang menyelamatkan dunia.


Ada lebih dari seratus pesan yang Ares kirimkan, tak di baca bahkan di balas. Terkekeh lirih Ares memejamkan mata mengusir sesak di dada kala ia mengingat wajah Illona yang bingung dan ia tinggalkan begitu saja dan tanpa perasaan ia acuhkan.


"Gue rasa, Illona memang menakjubkan." Ares diam sesaat setelah ia menerima panggilan dari Rico.


"Mungkin orang lain enggak akan sadar segimana baiknya dia, tapi..." ada jeda panjang, "... Gue rasa kali ini Illona pakai hati, lo, sudah menghancurkannya." Lalu sambungan di tutup sepihak. Ares ingin bertanya lebih, ia ingin tahu bagaimana mana kabar Illona. Sebab hatinya tak tenang saat memutuskan untuk pergi.

__ADS_1


Rico marah. Jelas saja ia sudah keterlaluan kali ini. Meninggalkan hati lain demi menyelamatkan hati seseorang yang bahkan menyakitinya.


Karena setelah ia bersama Odel beberapa hari ini, debar itu tak muncul. Hanya ada perasaan kosong dan hampa. Bukan perasaan menggebu atau cubitan-cubitan menyenangkan seperti saat bersama Illona.


Saat Odel ingin menyerahkan diri pun ia tak mau, ia masih ingat bahwa Odel masihlah kakak iparnya.


Mengapa perasaan ingin kembali di awal malah membuat Ares bingung. Karena saat matanya dan Odel bertemu hanya keinginan untuk lari, bukan untuk memiliki.


***


Illona kembali mabuk dan tak pulang, sama seperti hari-hari sebelumnya ia yakin putrinya akan membuat masalah.


"Kamu harus balas kelakuan Ares, mas." Ysabelle tak rela, putrinya kembali di buang karena wanita lain.


"Kamu tau aku gimana kan?" Jawab Taka dengan ekspresi yang sulit di artikan.


***


***Sorry for typo...

__ADS_1


Terima kasih sudah membaca💙💙💙***


__ADS_2