NONA

NONA
Sesuatu yang baru


__ADS_3

Illona punya pacar.


Adalah kalimat empat tahun lalu. Tapi, demi keselamatan jiwa dan hatinya Illona mau pacaran lagi.


Iya, ia akan mencari pria yang cocok untuk dijadikan tameng dan senjata dalam membuat masalah tentu saja.


Tapi masalahnya disini ia benar-benar lupa bagaimana caranya mendapatkan pacar.


Ia terbiasa membeli pria atau pria-pria itu yang datang karena ada maunya.


Well, demi perawatan kecantikannya yang tak main-main ia akan mulai membuat drama. Pura-pura mabuk atau pura-pura menjatuhkan barang lalu kenalan atau langsung seret aja ke kamar atau apapun itu lah. Yang penting ia harus punya pacar.


Dan rencananya langsung di setujui semesta, ada Ares Yudoaji di sana. Ah... Illona mulai menyukai rencananya. Anak menteri keuangan dan pemilik perusahaan otomotif, menarik.


"Well, siapa yang kita temui disini?" Ares menoleh, demi memastikan suara siapa yang ia dengar. di sana, dengan dress pendek warna merah jelas Illona tampak paling berbeda.


Ares menatap menggoda dan di balas tak kalah mengundang oleh Illona.


Sama-sama kaya dan berengsek jelas mereka setipe. Dan Illona makin mensyukuri idenya kali ini.


***


Mereka tak jadi main.

__ADS_1


Hampir menyentuh inti acara Illona tiba-tiba bangun dan mengurung diri di kamar mandi.


Dua jam dan Ares mulai kehilangan kesabaran. Bagaimana mungkin Illona bisa berhenti saat sedang naik-naiknya.


Sialan! Ares tak berhenti mengumpat sejak ia ditinggalkan Illona masuk ke kamar mandi.


Keluar dengan keadaan kacau dan perasaan tak menentu bukan pilihan tepat. Ia tak ingin si berengsek Ares melihat dirinya dalam keadaan kacau. Jadi pilihannya adalah ia bertahan hingga Ares pergi mencari pelepasan lain. Itu lebih baik daripada dikasihani oleh manusia macam Ares.


Ares kesal, lebih tepatnya marah dan nafsu. Illona mempermainkannya. Dan ia tak suka, harusnya ia angkat kaki dan mencari wanita lain tapi sialannya hati kecilnya melarang. Ia benci harus merasa empati dan tertarik. Tapi manusia sejenis Illona tak boleh ia lepas begitu saja.


Gairah sialan!


Ares menahan dengan sekuat mungkin. Tapi alih-alih mengumpat seperti tadi Ares malah terkekeh. Ia harus tahu sesuatu tentang si iblis betina itu.


Tapi disini Illona sudah sesat. Tidak perlu tenaga sebenarnya untuk menyesatkan Illona.


Ares tak menyangka si iblis betina, wanita tukang dandan atau si penyuka pria sewaan kini malah keluar dari toilet setelah dua jam tolong garis bawahi bagian dua jamnya ia di toilet!


Setan itu kabur saat ia sedang ingin-inginnya. Dan taraaa! Illona keluar dengan wajah yang menurut Ares lebih cantik dan terlihat polos. Lebih manariknya lagi keluar dengan mata sembab dan hidung merah. Tampilan yang tak banyak orang ketahui, kalau saja Illona keluar dengan tampang polos macam ini Ares yakin hanya sebagian orang yang akan mengenali.


Illona yang berbeda.


"Ada alasan yang lebih masuk akal? karena aku rasa kamu bukan perawan."

__ADS_1


Illona malas menjawab, sejujurnya ia sedang malu.


"Atau kamu mulai kehilangan minat?" Illona tak tahu.


"Atau sebenarnya rumor itu bohongan. Kamu bukan wanita yang suka menyewa pria."


"Bagian aku yang suka menyewa pria adalah fakta."


"Lalu kenapa denganku kamu berhenti?" Illona pun tak mengerti.


"Aku tak tahu." jawabnya jujur.


Dan tanpa peduli dirinya berbusan atau tidak Ares mendekat lalu mendekap.


Dan sepanjang yang Illona ingat ini adalah pertama kalinya ia menangis di pelukan pria. Lucunya pria macam Ares yang sebelas-duabelas dengan dirinya.


"Kali ini kamu ku maafkan, lain kali jangan harap!" Ares tak tahu mengapa ia malah memberikan pelukan dan bukannya pergi atau marah. Walau awalnya ia juga marah dan mengumpat juga. Tapi melihat Illona dalam kondisi seperti ini gairahnya surut juga.


Baguslah adik kecilnya masih bisa diajak bekerja sama selama mereka berpelukan.


***


***Sorry for typo...

__ADS_1


Terima kasih sudah membaca💙💙💙***


__ADS_2