NONA

NONA
Kelakuan setan


__ADS_3

Lagi-lagi masalah.


Illona dan masalah adalah sahabat baik yang saling mandampingi. Bagitu erat, tak mau di pisahkan walau sebentar saja.


Taka mungkin mengampuni juga selalu memahami, tapi tidak dengan Ysabelle yang sudah siap dengan wajah bengis.


"Apa hobi barumu adalah menyentuh milik oranglain?" Tanpa basa-basi sangat Ysabelle sekali.


"Pria itu yang menawarkan diri! Anda tak tahu apa-apa nyonya!" balas Illona keras. Sungguh ia pun kesal. Sangat, sialan memang si Ben, menyodorkan pria yang ternyata beristri dan tololnya ia tak banyak tanya seperti biasanya.


karena meski kelakuan bak setan, Illona masih ingat untuk tak menyentuh atau merusak hubungan sesuci, sesakral pernikahan. Ia juga takut dikutuk sang Kuasa bila berani menggangu sebuah keluarga.


"Istrinya menunggumu Ita." Taka berkata lembut, enggan menarik urat untuk menegur Illona.


"Ada di Sunshine cafe." Lanjutnya, lalu memaksa Ysabelle ikut dengannya. Dan ajaibnya wanita yang selalu merasa muda itu menurut tanpa bantahan dan dampratan seperti sebelumnya.


Illona tak suka sikap tenang pria itu. Juga tak suka dengan perbuatannya yang seolah menjaga agar Ysabelle tak banyak bicara. Dan lebih tak suka pada bagaimana Ysabelle menurut.


kenapa bukan dulu saja begitu?


Buru-buru Illona menggeleng, jangan terpengaruh. Mungkin saja mereka sedang membuat rencana hukuman yang lebih kejam.


seperti dulu mungkin.


***


Ada wanita berwajah lembut dengan dress selutut tengah tersenyum padanya.


Illona tak suka dalam situasi ini.


"Saya Tere, maaf menggangu." senyum itu tak pudar meski Illona memasang wajah angkuh.


"Seharusnya mas Derril jujur pada saya," Tere menunduk. Memberanikan diri untuk memulai bercerita karena wanita di depannya hanya melotot dengan tatapan sinis.


"Saya tak menyangka kalau-"Tak mampu melanjutkan kalimat selanjutnya. Meski sebenarnya hatinya hancur, nafasnya sesak.


"Uang yang di dapat dalam waktu semalam dan dengan nominal tak sedikit mustahil uang halal kan mbak?" Illona tak mau menjawab.


"Seharusnya hari ini saya di operasi mbak. Kanker hati stadium 3," Tere makin menunduk pun Illona yang sibuk mengusir iba dalam dada.


"Mas Derril memang salah, tapi sayalah alasan kesalahannya. Dia bisa berbuat demikian. Menjual diri, di gebuki oleh kakak-kakaknya karena menganggap berselingkuh saat istrinya terbaring di rumah sakit. Lalu di usir dengan hina oleh kedua orangtuanya." Illona tak mau berhadapan pada situasi ini.


Ah, ini mulai masuk akal. pria semalam memang tak banyak bicara bahkan tanpa ada pemasaran seperti biasa, langsung pada inti acara tanpa ada salam pembuka.

__ADS_1


"Kalau mbak berkenan, tolong ceritakan semuanya pada keluarga kami agar mas Darril tak di usir dan dipaksa bercerai dengan saya." Tere terisak, bukan hanya fisiknya yang nyeri batinnya pun merintih pedih.


Ada rasa tak rela saat suaminya melakukan itu dengan orang yang ada dihadapannya.


Tere mulai membayangkan kegiatan mereka, tidak! seharusnya Tere tak marah! Iya, jangan! Derril terpaksa, ia sudah dengar semuanya. Namun sesak memang tak bisa di atur manusia sesukanya.


Illona tak paham mengapa akhir-akhir ini hidupnya dikelilingi pria tak tau diri yang bahkan di lindungi dan di bela oleh wanita bak bidadari.


"Kapan?"


Tere tersenyum penuh syukur. Ia terpaksa melakukam ini, meminta Illona yang menjelaskan karena keluarganya bahkan tak percaya pada apa yang ia ceritakan. "Hari ini mbak, sebelum kakak saya mengajukan gugatan."


Dan Illona hanya perlu menurutinya kan?


***


Illona iri.


Pada Tere yang berbesar hati.


Pada Derril yang mencinta sepenuh hati.


Malam itu harusnya ia sadar, tak ada lagi rasa liar saat melakukan. Jelas saja, pria itu terpaksa.


Ia jadi miris sendiri.


Denyut ini familiar, saat Tere bercerita bahwa ia sedang hamil anak pertama. Adalah juga alasannya menolak melakukan operasi. Ia amat takut bayinya tak selamat jika ia egois dengan melakukan operasi. Toh, masih ada cara lain untuk sembuh. Itu yang Illona dengar.


Illona menajamkan mata, seseorang ada di seberang sana.


Sosok yang ia ketahui pasti.


Illona benar-benar tak terduga, dengan tiba-tiba saja mencium wajah si pria di depan wanita yang tak kalah menor darinya.


Dan yang lebih menarik adalah pria itu membalasnya.


Gotcha!!


Belum sempat air itu di siramkan Illona mundur.


"Bu, Retni? maaf saya tidak melihat anda." Illona merapihkan rambutnya anggun dan pria di sampingnya malah tersenyum penuh undangan.


Illona tahu arti tatapan itu.

__ADS_1


"Jadi direktur Ysa and Taka Corporate begini kelakuan aslinya sangat memalukan!" Balas Retni sengit. Ia tak suka mainannya dimainkan oranglain.


"Lho saya melakukan apa memangnya?" Illona sok polos sekali.


"Saya bisa lapor ibu mu atas kelakuan hinamu barusan!" Retni masih menarik urat untuk memancing emosi Illona.


"Dan saya juga bisa lapor pada bapak Wisnu Tedjakusuma. Bahwa istri seagamis anda memiliki simpanan yang bahkan umurnya lebih muda dari anak anda sendiri." Illona tak suka di acam.


"KAMU! BENAR-BENAR-AKHH!" Retni memilih pergi, jelas. Ia takut ada oranglain lagi yang Illona bawa. Ia tahu seberapa licik wanita didepannya.


Ia ketakutan atas citra yang sudah ia bangun puluhan tahun silam bisa hancur karena Illona yang memiliki karakter perpaduan antara setan dan iblis bila menyangkut masalah oranglain.


"Ciuman mu oke juga?" Illona menoleh, memindai mahluk didepannya.


Apa nenek-nenek tadi tak geli bila harus beradu aksi dengan pria model begini?


Dan pede sekali Illona mau dengannya.


"Sorry, mulut lo bau balsem! bekas nenek-nenek soalnya."


Pria itu shock.


Bau balsem katanya?


Sebentar.


Sepertinya ia ditipu. Kurang ajar! bagaimana kalau si tua Retni tak mau memakai jasanya lagi.


harusnya saat teman-temannya menyinggung kelakuan iblis neraka bernama Illona ia harusnya ingat. Bukan malah terbuai dan membalas.


Tapi, mau bagaimana tadi itu enak.


Ah, sepertinya ia tahu harus apa.


***


Illona puas, ia tak mau dua orangtua itu lega.


Karena bagi Illona menyelesaikan masalah dengan masalah adalah bentuk permainannya.


Biarkan aku mengatur kalian. Tekan Illona dalam hati.


***

__ADS_1


***Sorry for typo...


Terima kasih sudah membaca💙💙💙***


__ADS_2