
Adalah Illona pecinta dunia malam
berbalut sekelumit kisah kelam.
Karena Illona adalah lambang wanita dengan predikat mudah di dapat dan di ajak menginap.
memadu asmara dengan penuh suka cita, tanpa mau tahu akan seperti apa yang ia dapat.
Illona pernah mendekati pria baik-baik, sayang belum tuntas niat ia utarakan pria itu sudah menolak dengan tegas. bahwa yang ia cari jelas wanita berakhlak tinggi dan bukan wanita nakal berhak tinggi.
Maka setelah apa yang terjadi ia hanya tahu bahwa pria berengsek memang tercipta untuknya si wanita berengsek pula.
***
"Lo bisa pulang sekarang, nanti gue transfer." Lirih Illona sebelum terlelap.
Dan pria muda itu mematung, matanya meredup. Juga ada cubitan-cubitan perih dalam hatinya.
Karena bagi mereka melihat Illona yang menyewa pria itu sudah biasa. Tak aneh lagi dan normal. Yah, Illona memang sudah hina bagi mereka.
Pria tadi masih bergeming, enggan beranjak pun pergi. Ada yang salah dengan otaknya. Ia tak paham mengapa jadi melibatkan perasaan di bisnis hina ini.
hubungan mereka hanya sebatas saling membutuhkan, Illona yang butuh kehangatan dan ia yang butuh dana untuk menunjang kehidupan kekasihnya.
Hatinya terpelintir pedih, kala Illona seolah acuh dan menggangap biasa kegiatan mereka seolah tak berarti. Ah, ia lupa bahwa bukan ia saja pria panggilan milik Illona juga entah sudah keberapa mereka melakukannya.
Windu namanya, pria entah keberapa yang seringkali Illona pesan dengan tujuan menuntaskan sebuah kebutuhan dan kepuasan. Atau mungkin juga sebagai ajang untuk menggiring sebuah pengakuan.
from: bby❤️
nanti tf lagi yah sayang🤗❤️❤️💋
Dan pesan itu hanya Windu baca tak berniat ia balas apalagi mengiyakan.
Dipandangi lagi wajah jelita itu, merasa miris dengan dirinya sediri. Mengapa wanita secantik, sekaya dan seberpedidikan macam Illona tak mencari pria untuk diseriusi? Atau bahkan seorang yang seharusnya Illona hubungi dalam keadaan ini.
Bukan ia atau bahkan mereka yang seringkali Illona sewa. Dan untuk pertama kali semenjak mereka melakukannya baru kali ini Windu benar-benar merasa Illona berbeda.
"Kenapa lo belum pulang?" tanya Illona setelah mengerjap beberapa kali. Matanya memindai, mengapa pria itu malah tidur dengan posisi duduk dan memegangi tangannya erat.
"Heh! lo bangun! tangan gue kenapa di pegang sih?" gerutuan itu membangunkan Windu. ia tak sadar tertidur dengan posisi duduk dan lagi tangannya dan Illona yang saling bertaut. Karena setelah memperhatikan Windu tak sadar malah tertidur dan entah ia yang lelah atau memang perasaannya yang merasa nyaman dan tenang.
Ah, lagi-lagi perasaan sentimentil.
Illona melotot, menunggu suara Windu dengan tampang tak suka.
"Perlu gue ingetin lagi? kalau kita cuman dua orang yang kenal dan kebetulan saling membutuhkan. bisa menyingkir! gue mau ke kamar mandi." Illona buru-buru beranjak pergi. Ia sudah terlambat meeting dengan komisaris besar hari ini. Bisa ia pastikan pria tua itu akan memberinya kuliah panjang.
memikirkan saja sudah membuat Illona mual dan sebal.
Sementara Windu kini makin sendu, matanya mengerjap berat dengan sesak yang tak ia tahu dengan pasti karenanya.
"Kalau lo masih mau gue sewa tolong jaga sikap!" Dan Illona pergi dengan angkuh.
Sekali lagi Windu menghela, mengapa rasa sesaknya malah semakin berat bersamaan dengan Illona yang keluar kamar hotel.
***
__ADS_1
"Jadi, alasan apalagi yang dipakai oleh ibu direktur kita ini?" Illona menutup mata untuk beberapa detik sebelum kembali menyorot pria tua yang sejati nya tak layak lagi kerja.
"Saya rasa alasan itu tak dibutuhkan. Meeting lancar dan kita berhasil bekerja sama." Regastaka makin menajamkan penglihatannya.
"Karena saya rasa anda tahu alasannya." Illona pamit, tanpa repot-repot menunggu jawaban pria tua itu.
Dan mata tuanya makin meredup kala Illona membanting keras pintu ruangannya.
***
"Kenapa ibu selalu ganggu hubungan saya?" Gadis muda itu berurai air mata.
"Lelakimu yang datang dan menawarkan. Jadi pastikan mencari pria baik, bukan pria berwajah baik yang kelakuannya bejat. Lo maen kurang greget." Illona pergi dengan menghapus bibirnya yang baru saja pria itu Jahili.
Wanita muda itu tak menyangka, Reno kembali berulah dan saat temannya memberi tahu kalau pacarnya sedang ada di toilet wanita dengan atasannya.
Illona. Wanita tak punya hati dan tak berakal budi itu. Juga berengseknya Lelakinya juga tak ada harga diri.
melemparkan tubuhnya untuk sebuah
ambisi. Kepentingan pribadi juga mungkin karena hasratnya sendiri.
***
Illona menjatuhkan tubuhnya dengan lemas. Hari ini ada berapa orang yang menggujinya dengan kelakuan super absurd.
Tak masuk akal, tiba-tiba dan membuatnya mual. Kecuali bawahannya, Si berengsek Reno yang melempar dirinya demi sebuah jabatan. Ia menyukai cara pria itu, pria itu membangun sebuah cerita yang selalu Illona ulang.
Dan wanita muda tadi yang tak Illona kenali memang beberapa kali memergoki-nya. Ah, gadis menarik, masih setia dengan si pria kardus padahal ia tahu lelaki itu seringkali main api dengan alasan ambisi.
"Bisa jaga sikapmu ibu Illona atau ingin ku panggil Ita?" Illona mengejap, wanita tua itu datang tanpa aba-aba.
Berengsek! kenapa Illona tidak mendapatkan informasi kalau nyonya Regastaka akan kemari.
"Menjaga sikap yang mana maksud anda?" Illona jadi sebal sendiri, apa tidak bisa pasangan suami istri ini tidak menggangunya sehari saja.
"Sikap yang seharusnya di cerminkan wanita baik-baik tentu saja." Nyonya Ysabelle tentu tak mau kalah memasang wajah masam.
"Bukankah anda mengatur segalanya nyonya?" mata wanita tua itu menajam, jelas tak terima dengan ucapan Illona.
"Karena kalau tak ku atur kau akan membuat masalah." Balas Ysabelle sengit.
"Bukankah yang terpenting adalah aku menghasilkan uang?" Balas Illona tak kalah sengit.
Bisa-bisanya wanita tua ini berkata tentang menjaga sikap. Sangat tak sadar diri sekali.
Karena bagi Illona wanita ini pun tak ada bedanya.
"Teruslah berbuat sesuka mu Ita!" lalu Ysabelle melenggang pergi dengan pintu yang di banting keras.
Diam-diam Illona mulai merasa marah, terhina dan tentu saja terluka atas panggilan itu.
Ita, lirihnya pedih.
***
Ysabelle selalu merasa ia adalah wanita sukses dengan kehidupan sempurna.
__ADS_1
Cantik, kaya, berasal dari keluarga terpandang dan memiliki suami yang mencintai nya setengah mati. Juga satu-satunya putri yang selalu membuatnya bangga, merasa berhasil menjadi seorang istri dan ibu.
Dan Ysabelle melupakan fakta bahwa dirinya jugalah alasan seseorang berubah.
***
Illona membuat masalah.
Bukan pertama kali memang, sering bahkan.
"Apa ibu bisa memecatku dan mempertahankan Reno?" Illona tak tahu siapa nama gadis ini. Yang jelas dia adalah orang yang memergoki kelakuannya di toilet tempo hari lalu.
"Siapa namamu?"
"Lola, bisa kita bicara?"
"Oke, ada apa?"
"Saya mau Reno tidak di pecat bu."
"Dengar, Lola. Reno memang berengsek, jangan menghancurkan hidupmu. Kau sudah lihat bukan bagaiman dan apa yang dilakukan dengan saya?" Tekan Illona di akhir kalimat.
Ia tak habis pikir, mengapa gadis ini bisa setotol ini?
Ah, menggelikan.
Romansa penuh dosa.
"Saya hamil dan Reno harus tetap bekerja demi kami." Lola tak sanggup. Ia bahkan membongkar aibnya sendiri.
Illona mengerjap sebelum menjawab, "Jangan coba-coba menipu!"
Lola tak menjawab hanya saja ia berikan sebuah kertas berlogo rumah sakit ternama.
SURAT KETERANGAN HAMIL.
Dan untuk beberapa detik Illona mematung dan melempar kertas itu. Berlari bagai orang gila, bergetar dan menahan tangis.
Lola terkejut. Atasannya melempar begitu saja kertasnya dan pergi bagai orang kerasukan.
Dan Lola sempat menangkap atasannya itu berkaca. Seperti siap menangis.
Mana mungkin, wanita sejenis Illona menangis kan? batin Lola menyakini.
Tapi, ada hal penting yang Lola lupakan. Seberapa bajingannya pun perbuatan Illona ia tetaplah manusia.
Hati kecilnya masih bermain.
***
Yang bisa Illona lakukan adalah memesan hotel dan memanggil pria-pria bayarannya.
***
***Sorry for typo...
Terima kasih sudah membaca💙💙💙***
__ADS_1