NONA

NONA
Menuju masalah sebenarnya


__ADS_3

"Pastikan kopinya panas Sofia!" kata Illona sebal, dengan lirikan sinis andalan.


"Tadi panas kok bu," Sofia menolak di salahkan. Toh, kopi itu akan Illona tiup juga sebelum di teguk.


"Ganti kopi atau..."


"Baik bu, saya ganti," potong Sofia cepat. Bahaya kalau mak lampir itu sudah mengeluarkan ancamannya.


Memilih berlalu dengan gerutuan dan rasa dongkol.


Menyeringai lalu mulai membuka ponsel demi melihat ada berita baru apa hari ini.


Dan ngomong-ngomong, nyonya Ysabelle belum datang dan marah-marah seperti biasanya. Atau bisa saja Ysabelle sedang menyiapkan hukuman yang lebih gila. Ia sedang mengakumulasikan kesalahan dan masalah yang Illona buat.


"Ini bu, kopinya sudah saya ganti." kata Sofia dengan suara sengaja di lembutkan padahal dalam hati ingin berteriak. Sedang Illona malah terus menatap dan tak peduli bila Sofia sudah kembali dengan kopi panas pesanannya.


Lalu tanpa aba-aba Illona malah pergi tanpa pamit atau bahkan meminum kopi yang Sofia yakini akan berakhir di tong sampah, sama seperti cangkir kopi yang lain. Kadang ia tak mengerti mengapa Illona harus repot minta kopi jika akhirnya di buang dan ditinggalkan begitu saja.


Sofia tahu sejak memutuskan bekerja bersama Illona lima tahun yang lalu, ia sudah manambah dosa dengan sangat cepat. Seperti kali ini misalnya, harusnya yah, harusnya kalau memang mau pergi kenapa malah minta kopi lagi. Ini juga pergi tanpa pamit, Sofia ini masih manusia, belum berubah jadi gantungan kunci kok malah di lewati begitu saja.


***


"Odel menolak di ceraikan," kata Adrie dengan suara geram. Bagaimana bisa wanita itu berbuat sesuka hati, pergi dengan Ares dan membawa anak mereka. Lalu, sekarang menolak ia ceraikan.


Ada Illona yang kembali berpikir, sengaja ia mendatangi Adrie untuk tahu secepat apa berita yang mereka bawa.


"Padahal berita itu sudah naik dan rame kan? apa si Ares menghubungimu?" tanya Adrie panasaran, karena sesaat berita tentang dirinya dan Illona naik dan menjadi viral adiknya itu tak memberi protes apapun malah pesan dari Odel yang membuatnya jengkel.


"Enggak ada tuh," bohong Illona. Ares bahkan tak putus menghubungi dan menerornya dengan pesan penuh tanda tanya. Yang tentu saja mengundang tawa, pria itu egois dan tak tahu diri. Setelah memutuskannya begitu saja, menghilang selama beberapa hari lalu di susul dengan kembalinya hubungan mereka dan sekarang berlagak bagai korban yang membutuhkan penjelasan. Dan Illona semakin muak saat Ares menolak menjelaskan apa yang terjadi antara dirinya dan Odel.


"Apa mereka sedang mempernainkan kita? menolak di ceraikan lalu Ares yang tak ada kabar. benar-benar manusia tak tahu diri." Adrie mungkin dendam dengan semua hal yang berhubungan dengan sang adik tiri hingga melupakan ada korban lain dari semua yang sudah ia rencanakan. Anak mereka yang tak tahu apa-apa, ia seolah menutup mata untuk semua pengorbanan Odel. Untuk tatapan penuh sayang yang wanita itu layangkan, serta untuk mau berpura-pura jatuh cinta pada Ares. Hingga membuat drama paling epik di keluarga Yudoaji, wanita itu rela mengorbankan nama baiknya demi melindungi Adrie, si tak tahu diri yang sebenarnya.


"Lebih tak tahu diri mana dengan mu bapak Adrie Prawita Yudoaji. melempar kesalahan untuk sang adik tiri dan istri sendiri, menyusun berita palsu demi menutupi skandalmu sendiri? berpura-pura bekerjasama denganku demi membalas kaburnya Odel yang bahkan karena kesalahanmu sendiri? menyimpan wanita lain di apartemenmu, jadi siapa yang lebih tak tahu diri di sini?" Jika Adrie merasa Illona berpihak padanya dan mau bekerjasama, maka jawabannya adalah tidak sama sekali. Ia mengetahui pasti siapa perempuan yang selama ini Adrie simpan rapat-rapat. Perempuan berengsek yang pernah menghancurkannya di masa lalu.


Karena alasan sesungguhnya ia ingin Ares juga terluka, melihat Illona dan Adrie yang bersama pasti akan memicu sakit hati pada Ares kan?

__ADS_1


Wajah pria itu pias, tak menyangka pun tak mempersiapkan bahwan Illona akan tahu. Seharusnya ini tak aneh, Illona punya uang untuk mencari informasi apapun. Ia terkecoh, ia kira memanfaatkan wanita patah hati ini akan mudah nyatanya tidak.


"Kalau aku jadi Odel sudah kulenyapkan kau dan wanita busuk itu!"


"Dia bukan wanita busuk Illona! jaga mulutmu!" Protes Adrie keras, ia tak terima. Wanitannya jelas wanita baik-baik.


"Kau memang bodoh, membela penipu?Jadi sebutan apa yang cocok untuk wanita perebut calon suami orang lain dan sekarang menjadi wanita simpanan hah? jawab aku Adrie? wanita seperti apa itu? bilang padanya aku akan membayar apapun untuk bisa membuatnya menderita! bilang padanya untuk berhenti bermain dengan pria milik orang lain!" Illona tahu, membuka sebagian dari masa lalunya adalah sebuah kesalahan.


"Aku turut prihatin padamu dan Odel." lalu berlalu pergi.


Awalnya Illona tak tahu, jelas saja, hatinya sedang patah saat Ares memilih Odel di banding dirinya. Lalu, memutuskan mencari alasan sebenarnya, menemukan fakta yang membuatnya mual hingga ia tahu ada wanita yang lebih jahat darinya di belakang ini semua. Yang Illona yakini tujuan wanita itu hidup hanya untuk membuat kekacauan dan merusak kebahagian sesama wanita.


Illona kira wanita itu sudah bahagia dengan merebut kebahagiaannya, atau paling tidak sedang menikmati karma dengan pedih. Bukan malah berperan jadi wanita iblis yang tak tahu malu juga malah membuat keributan semakin parah.


***


"Berhenti menangis dan membuat Ares pusing lo benar-benat menyusahkan!" Kata Rico keras. Jujur saja kepalanya masih pusing, bekerja sendiri lalu di paksa datang karena teman kampretnya itu sedang sakit. Malas rasanya, lebih-lebih melihat wajah Odel yang membuatnya memutar kisah silam. Seperti di paksa mengingat bagaimana hancurnya Ares dulu.


"Kamu enggak tau rasanya jadi aku, di buang setelah berjuang dan di sakiti setelah menyakiti banyak hati. Kamu enggak ngerti," balas Odel sendu. ia salah dan ia megakui itu, semenjak memutuskan bercerai pun ia selalu merasa bersalah. Melihat Ares yang tak kembali merajut kisah asmara membuatnya bimbang dan tak lepas. Meski orang lain menilainya bahagia dengan menikahi Adrie mereka tak tahu, ada Odel yang menangis setiap malam karena rasa bersalah. Karena berpura-pura bahagia sudah menjadi bakat Odel sejak lama.


Mata wanita kurus itu makin sendu, lalu padangannya memindai pelan. Ada putrinya yang sengaja tidur di sofa takut sang ibu kabur, memegangi baju bagian bawah seolah Odel akan pergi.


Menggigit bibir keras, menahan isakan yang ingin sekali Odel keluarkan. Lalu dengan tangan gemetar ia sentuh sang putri hati-hati.


"Maafkan ibu sayang." katanya lirih dengan air mata tak mau berhenti.


Odel tak menyangka jika karmanya sesakit ini, nyaris membuatnya kehilangan kewarasaan dan melupakan kedua anaknya yang masih sangat kecil untuk memahami rumitnya kisah orangtuanya sendiri.


***


Illona kembali ke kantor setelah meneguk dua atau tiga shot vodka, yang di sambut senyum lima jari oleh Sofia.


"Bereskan laporan mengajuan pinjaman hari ini lengkap dengan tanda tangan pak Taka, lalu cek kembali laporan keuangan bulan ini."


"Oh, iya, bilang untuk semua HOD* untuk meeting jam enam, kita lembur." lanjutnya.

__ADS_1


"Baik bu." Sofia tak mau protes, meski sebenarnya ingin pun ia tahan. Ada raut lelah dan kesedihan di wajah bosnya, walau sudah di poles setebal apapun sayangnya kali ini tetap telihat.


***


Ares mengerjap menyesuaikan cahaya yang masuk, ingin bangkit tapi denyutan di kepalanya membuatnya kembali berbaring.


Ia tak ingat apa yang terjadi, lalu mencari ponselnya. Barangkali Illona mengirimi pesan atau bahkan meneleponnya.


Ares kembali kecewa karena tak ada satu pun pesan dari wanitanya, ralat mantan wanitanya, ia bodoh kalau masih berharap setelah ia sendiri yang menghancurkan harapan itu. Ia menebas janjinya dengan begitu tega dan sekarang ia malah berlaku egois dengan mengharapkan Illona lagi.


Sadar diri Res. Hatinya mengingatkan, yang justru semakin membuat rasa bersalahnya semakin dalam.


Samar-samar Ares mengingat ia sudah tak makan dua hari ini karena berita Adrie dan illona, kakaknya seperti sedang melakukan pengulangan. Merebut miliknya lagi.


Tak peduli saat Odel menawarinya makan dan malah pergi untuk mabuk-mabukan.


Acuh pada dua keponakannya sendiri, padahal dalam hatinya sudah berjanji untuk selalu memberikan kasih sayang mengantikan ayah kandungnya sendiri.


Juga ia mengabaikan semua telepon dan amukan sang ibu.


Ares terserat bu...


Karena keputusannya sendiri.


Ares tak tahu harus bagaimana lagi, masalah ini terus menerus datang dan saling berganti. Tak peduli jika ia belum siap serta sakitnya patah hati.


***


******note :


HOD : Head of departemen /kepala bagian/divisi


Sorry for Typo...


Terima kasih sudah membaca💙💙💙***

__ADS_1


__ADS_2