
"Tumben lo enggak main?"
"Males," lalu buru-buru menambahkan, "Rasanya juga masih sama, gitu-gitu aja."
"Wah, parah lo! Mulai insyaf nih gue liat-liat."
"Auh ah pusing gue."
"Lo cantik asli, kaya dan pinter, jangan mau di bodohin kayak dulu yah."
"Telat lo ngasih tau gue udah bodoh kemarin."
Tak jauh dari mereka seorang pria mendengar dengan jelas, ada syukur dan gembira di hatinya kala Illona sudah sendiri lagi. Kendati belum pasti, tapi ia yakin Illona tak akan menerima Ares lagi.
Mengangguk mengerti, ia harus menyusun rencana untuk kembali. Kembali pada cinta yang dulu ia tinggalkan, hati yang sudah ia hancurkan. Sulit, ia yakin. Tapi akan jauh lebih sulit jika ia menyerah seperti dulu.
Maka setelah merasa pantas, ia kembali. Berharap Illona mau membuka hati kembali dan membiarkan mereka saling memiliki.
***
Ares tahu cepat atau lambat semua orang akan menyerangnya. Adalah Taka menjadi yang pertama, ia memutus semua hubungan bisnis tanpa alasan bahkan menolak berunding. Lalu, di susul dengan berita sang ibu yang kecewa karena Ares malah kembali pada Odel. Lengkap dengan berita perselingkuhan antara dirinya dan Odel. Ia tahu ada Adrie di belakang ini semua. Kakaknya seolah melempar semua kotoran yang bahkan adalah milik kakaknya sendiri. Karena yang Ares tahu selingkuhan sang kakak sudah hamil. Adrie akan melalukan apapun untuk membuat namanya bersih dan tak mau di salahkan tentu saja. Belum lagi sang ayah yang pasti sangat siap menyerangnya. Membela si sulung mati-matian, hingga lupa ada Ares yang membatin kecewa.
"Aku sudah dikirimin surat cerai Res," Odel menunduk, lalu mendongak sebelum menambahakan, "Adrie tega membuang kami." Padahal Odel sudah memberinya segala. Meninggalakan Ares dengan begitu kejam, menuruti apapun yang pria itu katakan. Tapi, apa yang Odel dapat? Derita yang tak lelah Adrie beri padanya. Karma atas segala kelakuan tak berperasaannya. Bahkan yang ia dengar selingkuhan Adrie sudah mengandung. Odel seperti di paksa untuk merasakan perasaan Ares dulu, terkhianati lebih-lebih di curangi dengan menghadirkan anak dari rahim wanita lain.
__ADS_1
"Kita akan hadapi sama-sama Del, ada aku." Ares tahu ia makin kacau dengan memberi harapan. Tapi, bagaimana ia harus bersikap bila Odel yang biasanya tertawa bahagia kehilangan gairah hidup. Padahal ada dua mahluk kecil yang menggantungkan hidupnya pada sang ibu.
Demi kemanusiaan dan dua keponakannya yang bahkan belum mengerti apa yang terjadi.
Karena meski terlambat menyadari, Ares tahu bukan perasaan cinta yang ia rasakan. Perasaan iba dan nelangsa saat ia ingat bagaimana ia di buang ayah kandungnya sendiri. Adelia dan Adreas tak boleh merasakan hal serupa. Meski Adrie tetap ingin berpisah ia akan memastikan kedua bocah itu tak kekurangan kasih sayang seorang ayah.
"Kamu mau kita kembali bersama Res?" Tanya Odel penuh harap. Hanya Ares harapannya kali ini. Keluarganya sendiri sudah tak sudi, mengingat apa yang sudah ia lakukan di masa lalu.
"Tapi hatiku bukan lagi milikmu Del, aku memilih menyelamatkan kalian karena iba, seperti melihat diriku di masa lalu." Ares tak mau mengakui perasaan ingin kembali yang mengebu di awal pada Odel. Karena, semua rasa itu sirna saat pandanganya tak menemukan Illona. Bodoh sekali memang, ia benar-benar berlagak bagai pria labil yang tak bisa membaca perasaannya sendiri.
Dan baru saja Odel kehilangan harapan yang sejak tadi ia pupuk dalam-dalam.
***
"Senang melihatmu lagi," Adrie mengecup pipi kanan dan kiri Illona.
Tersenyum samar, lalu mengangguk, "Ada apa?"
"Ares memang tak tau diri, setelah memilikimu ia bahkan berselingkuh dengan kakak iparnya sendiri." Desah Adrie terluka, berlagak bagai orang patah hati, ia mau Illona percaya padanya.
Mengerjap beberapa kali, sebelum menjawab, " Biarkan saja, Ares tidak sepenting itu untuk kita bahas." Karena yang sesungguhnya terjadi Illona mati-matian menahan sesak dan sumpah serapah pada si kutu kupret Ares.
"Maksudku kau tak sakit hati?"
__ADS_1
"Hubungan kami tidak sedalam itu untuk membuatku sakit hati, ayolah, kau tau bagaimana cara bermainku." Illona masih memasang wajah datar, menatap sinis. Padalah dalam hati ia berusaha keras untuk tetap menjadi wanita angkuh.
"Atau... kita bisa melakukan hal yang sama?" Tanya Illona menggoda, bermain dengan Yudoaji lainnya bukan masalah kan? toh, hatinya sudah kebas.
"Kau mengundangku Illona," Menarik. Adrie yakin ini akan jauh lebih seru jika Illona juga ikut bermain dengannya.
Mereka sengaja berpose intim, saat tahu ada yang dengan sengaja mengambil gambar mereka.
Illona menolak di kasihani karena patah hati dan di khianati, maka menjadikan Adrie alat adalah keputusan yang tepat untuk saat ini.
"Kau luar biasa Illona," katanya dengan nafas memburu, ia tergoda pada pesona si setan betina ini.
"Aku tak ingin bermain, ada acara lain. Jadi permisi."
Seringainya tak ia tutupi lagi saat Illona pergi, wanita itu benar-benar godaan untuk mahluk adam yang imannya tak setebal benang macam dirinya.
Ahh, Illona...Wanita itu sungguh membuatnya tertantang.
***
***Sorry for typo...
Terima kasih sudah membaca💙💙💙***
__ADS_1