NONA

NONA
Masih di lingkaran yang sama


__ADS_3

Ares takjub.


Illona yang ada didepannya kini bukan gadis yang menangis seperti anak kucing yang kehilangan induknya, bukan pula gadis lugu tanpa make-up dan tatapan lembut penuh perasaan.


Karena yang ada didepannya adalah Illona si manusia pencipta masalah, menor dan tentu dengan tatapan sombong juga menggoda.


Ares benar-benar tak habis pikir bagaimana bisa orang berubah secepat itu dalam waktu singkat.


"Jadi pacarku atau kita menjadi orang asing?" Sinis Illona dengan wajah masam. Antara gengsi dan butuh sebenarnya. Ia tak mau basa-basi apalagi sampai si sialan ini mengungkit drama tadi malam.


"Whoaaa.... Illona kita kembali!! Jadi kamu menawariku? Dan apa pelukanku tak membuatmu luluh sayang?"


Cih sayang katanya. Sebal Illona dalam hati.


"Lumayanlah 6,5 dari 100 nilai pelukanmu." Ketus Illona. Ia larikan padangan pada apapun, malunya itu lho masih kerasa.


"Sangat tahu diri sekali ya? Oke kita pacaran." Putus Ares ia tak mau menyia-nyiakan kesempatan mengencani iblis betina di depannya. Ia tak perlu banyak berpikir untuk menerima atau menolak ajakan Illona karena


baginya ia bisa memanfaatkan wanita ular ini.


Illona-nya. Ahh... Batinnya berbisik geli.


"Oke." Lalu pergi tanpa ada kecupan atau ucapan penuh romansa atas jadian mereka.


Ares tekekeh tak habis pikir, mengapa pula ia mengharapkan sesuatu yang sejatinya tak ia sukai.


Memacari wanita sejenis dedengkot setan macam Illona adalah tantang tersendiri untuknya. Biasanya gadis-gadis yang ia kencani sejenis wanita sok lugu, munafik, matrealistis selangit, manja dan berotak udang.

__ADS_1


"Kita lihat apakah seorang Illona akan jatuh cinta." Ares bertaruh demi harga diri nya ia akan mendapatkan hati wanita itu.


***


Illona memang gila... Tapi, ada yang lebih gila jika ia tak memutuskan untuk menjadi pacar Ares.


Ia akan berusaha, apapun itu akan ia lakukan. Demi sepatu Cinderella yang hilang satu ia akan melupakan apapun yang bisa membuatnya sakit lagi.


Dan Ares adalah tameng dan senjatanya. Pria berengsek dan tak tahu diri menurutnya itu memang harus ia mainkan kali-kali.


Kecuali drama pelukan dan tangisan yang ingin Illona hilangkan.


Sialan! Kenapa rasa hangat dan melindunginya masih bisa Illona rasakan.


Ahh... Illona lupa jika yang ia hadapi adalah pemain dengan jam terbang sama dengan nya atau bahkan lebih, jelas sekali si buaya itu bisa membuatnya nyaman.


Meski sudut hati terdalamnya merasa takut...


Sebab manusia kadang lupa bagaimana hati bekerja.


***


Ysabelle tak suka main-main.


Ia benci bodoh dan naif.


Ia juga benci pengkhianat dan jajaran alasan mereka.

__ADS_1


Ia benci lemah di depan orang.


Ia benci di kasihani.


Tapi, yang sesungguhnya paling ia benci adalah bertemu dengan akar masalah hidupnya.


Pengecut memang. Ya... mau bagaimana lagi. Kadang seseorang bisa sembuh dengan menyimpan masalah tanpa repot-repot membuka si biang masalah.


"Nyonya sudah janji kan?"


"Saat saya pantas saya boleh kembali."


"Pantas mendapat caci maki maksud anda?" Hidup dengan aturan ketat membuat Ysabelle menerapkan hal serupa dalam hidup rumahtangganya. Meski ia menyangkal tindakannya kadang ada yang kelewatan.


Jadi mendapati pria yang menagih janji, ralat memohon kesempatan di masa silam untuk bisa masuk dalam kehidupan seseorang yang berarti dalam hidupnya di masa kini terlebih dengan catatan hitam yang ia miliki. Ysabelle masih tak sanggup mengiyakan.


"Selama yang anda mau saya tak masalah, caci maki atau mungkin anda bisa menyewa tukang pukul?" Ide bagus, mengapa ia tak menggunakan cara kasar untuk menyeret orang ini keluar dari hidupnya.


"Daripada memohon untuk sebuah kesempatan, mengapa tak kau cari saja hal lain selain masuk dan menciptakan masalah baru, membuat kekacauan lalu menghilang bagai manusia tak berdosa."


Bisakah Ysabelle lari dari sesuatu yang ia tutupi, berhenti untuk merasa terbebani atau pun membuang kenangan apapun yang sudah terjadi.


***


***Sorry for typo...


Terima kasih sudah membaca💙💙💙***

__ADS_1


__ADS_2