NONA

NONA
Alasan sebenarnya


__ADS_3

Illona murka.


Seseorang menyebarkan foto dirinya dan salah satu teman mainnya dalam keadaan tak bermoral. Ada foto dirinya di salah satu akun gossip yang tak sengaja ia liat. Dan hampir semua mentag nama akun miliknya.


Illona tak habis pikir kapan foto itu di ambil? Dan mengapa bisa tersebar begitu saja?


Ada rasa senang sebenarnya, tapi entah mengapa rasa yang paling mendominasi adalah perasaan marah, cemas, takut dan kecewa.


Jujur Illona tak paham, seharusnya ia bahagia karena tak perlu memutar otak untuk membuat masalah. Setelah berita tentang putusnya hubungaan ia dengan Ares beberapa Minggu lalu. Lalu di susul dengan berita dirinya dekat dengan Adrie yang bahkan sekarang menghilang entah kemana. Illona tak mengerti mengapa pria itu harus menghapus dan meleyapkan bukti kedekatan mereka. Atau bisa jadi pria itu ketakuatan karena rahasinya Illona ketahui. Yang bahkan membuat Illona kesal, tapi mengapa kali ini lain perasaannya?


Apa karena pertemuan penuh sentimentil dua hari lalu dengan si Lola yang pada akhirnya pintar juga karena memilih mempertahankan bayi mereka dari pada menggugurkan nya. Karena untuk alasan tertentu Illona setuju dengan keputusan sekaligus bangga karena mau mempertahankan sang bayi.


Atau hati dan otaknya mulai waras dan ingin menjadi perempuan baik. Bisa saja setan yang ada pada dirinya berpindah tempat dan sudah bosan karena Illona memanglah biang masalah.


Jujur saja Illona takut bila harus kembali menjadi wanita baik dan penuh kebodohan.


Menjadi seperti Lola misalnya, gadis lugu, polos, naif dan enggak tanggung-tanggung tololnya. Karena, mau-mau saja di perlakukan seenaknya oleh si bodoh Reno yang tidak jadi ia pecat. Meski di akhir sadar enggak menjamin gadis itu akan luluh lagi kan?


Tidak! Jangan sampai ia seperti dulu lagi. Sama seperti saat ia memutuskan menjatuhkan hati pada Ares.


Dan untuk membuatnya tetap gila Illona harus keluar.


Tapi baru saja ia keluar , tepat di depan pintu ruangan, nyonya Ysabelle sudah lebih dulu datang dan menamparnya keras.


Illona mematung.


Kaget.


Dan sedikit takut.


Pasalnya untuk kali pertama ia di tampar dengan begitu keras. Setelah banyaknya masalah yang ia perbuat dan kegilaan lain yang ia lakukan.


"KALAU KAU TAK INGIN MENJADI ANAKKU LAGI BILANG! JANGAN TERUS MENCARI MASALAH DAN MASALAH! KAU SUDAH BESAR ITA! APA MENURUTMU LUCU MENYEBAR AIBMU SENDIRI HAH! BANNER BESAR YANG KAU PASANG DENGAN GAMBAR TAK SENONOH ITU ADA DI DEPAN HOTEL DAN PARAHNYA KARENA ITU AYAHMU TERKENA SERANGAN JANTUNG!!"


Illona membeku, lebih tepatnya tak menyangka. benarkah? Apa ini maksud dari perasaannya. Illona bahkan tak tahu ada banner di depan hotel. Ia kira foto itu hanya ada di akun gossip, bukan malah dipasang menggunakan banner besar. Illona tak mengerti sungguh.


Ia mulai memikirkan kemungkinan-kemungkinan buruk. Otak Liarnya memaksa untuk lebih keras berpikir.


Ayahnya serangan jantung.


Yang bahkan tak Illona ketahui penyakitnya.

__ADS_1


Yang ia tahu kalau ayahnya galak, sehat, bugar dan tak memiliki penyakit apapun.


Benarkah?


Apa Ysabelle sedang membuat prank? atau ini adalah hukumannya yang tak ia dapat kemarin. Hukuman atas putusnya kisah cinta yang Ysabelle setujui untuk pertama kali setelah sekian banyak waktu terlalui.


"Masih tak percaya Ita?" Dan dengan kasar Ysabelle melempar kertas keterangan kesehatan milik Taka tepat di wajahnya.


"Datang jika kau ingin datang, tapi kalaupun kau tak ingin. Segeralah tanda-tangani surat keluarnya kau dari keluarga Regastaka." ada nada pahit di akhir kalimat.


Ysabelle melenggang pergi tak peduli pada berapa banyak karyawan yang baru saja menonton dirinya dan sang putri.


Ia sudah tak peduli pada citra keluarga bahagia yang ia bangun dengan penuh usaha dan kadangkala berderai airmata.


Ia bahkan sempat-sempatnya memandangi beberapa orang dengan tatapan sinis. Seolah sedang menunjukkan inilah keluarganya yang asli.


Bukan potret keluarga penuh senyuman dengan kekayaan. Keluarga bahagia dengan satu putri tanpa cacat, sempurna dan peduli sesama.


Karena sesungguhnya dibalik foto yang ia usahakan ada beberapa makian dan ancaman untuk sang putri.


Miris.


Ia mengupayakan sebuah citra penuh suka cita padahal yang ada hanyalah keluarga penuh kebohongan dan kerusakan dimana-mana. Saking banyaknya ia tak sempat menghitung ada berapa banyak kerusakaan di keluarga nya.


Illona Arzeitta Regastaka.


Wanita itu berubah terlampau jauh, tak mampu ia kejar meski ia tahu apa sebabnya.


Putrinya bahkan rela berbuat hina demi sebuah misi masa lalu.


Sudah tak ada lagi Ita yang ceria dan selalu membuatnya bangga.


Yang ada adalah Illona di hidupnya, Illona si pembuat masalah dan membuatnya hilang akal. Bukan Ita-nya yang manis dan selalu mengandalkannya dalam hal apapun.


Illona tumbuh dengan perasaan keliru, ia bertahan dengan cara kotor yang tak mampu Ysabelle sentuh. Tak bisa ia gapai kepelukannya.


Tak bisa ia kendalikan dengan tujuan kebaikan. Karena yang ada hanyalah ancaman demi ancaman demi menyelamatkan sang putri.


Yang ia tahu pasti hati putrinya sudah tak peduli.


Tuhan.

__ADS_1


Sesak ini.


Bagaimana bisa ini terus terjadi?


***


Illona masih merenung, jongkok dengan tangan bergetar membaca ulang setiap kalimat yang tersusun rapi dalam kertas kesehatan milik sang ayah.


Disana bahkan ditulis kapan tanggal sang ayah menderita penyakit jantung. Tanggal, bulan dan tahun yang sama dengan perginya sang bayi. Bayi milik Illona lebih tepatnya. Semua alasan yang selama ini Illona gunakan untuk tetap waras dengan menjadi gila dan hina. Luka yang sengaja ia gunakan demi pembenaran dari segala hal amoral yang ia lakukan.


Ahh, miris... Bahkan ia sempat... Di operasi demi membuatnya tak di kenali.


Dan sebelum semuanya makin menjadi Illona buru-buru masuk mobil menuju rumah sakit yang namanya ada di kertas tadi.


Dalam lubuk hatinya terdalam Illona meminta, memohon, merintih pada yang Kuasa yang seringnya Illona lupa. Ia hanya mau ayahnya sembuh, karena selain Ysabelle si pengatur dan pemarah, yang Illona percaya hanyalah kedua orangtuanya. Ibu dan Ayahnya yang bahkan tak pernah sekali pun meninggalkan nya walau apapun yang terjadi.


Dulu sekali ia gagal mempertahankan miliknya yang seharusnya saat ini sudah besar. Seharusnya sudah ia bahagiakan dengan cara apapun. Tapi, semua tak lagi sama, sejak... Illona bahkan tak berani mengingatnya. Luka yang sejatinya ia buat sendiri, lalu semua hal yang telah terjadi membuatnya menjadi Illona seperti saat ini. Hingga ia lupa bahwa kedua orangtuanya semakin menua, ia bahkan sengaja membuat masalah demi masalah dan lupa bagaimana membuat bahagia dua sosok yang menghadirkannya kedunia.


sampai di pelataran parkir Illona menenggelamkan wajahnya pada kemudi, mengatur nafas, sebab... Sesaknya tak mau pergi dan semakin bertambah.


Perih ini mengapa harus terjadi lagi?


Tak bisakah hanya sekali?


mengapa sering sekali?


Dengan cepat ia merubah wajahnya menjadi sinis dan angkuh. Kemudian mulai menyusuri koridor rumah sakit. Illona tak perlu bertanya, toh ia sudah tahu. Semua informasi sang ayah ada pada kertas tadi.


Tepat di pintu VVIP nomor 35 dengan pintu sedikit terbuka membuat siapa saja bisa mendengar apa yang di bicarakan.


Sekali lagi Illona mematung bersama suara ayahnya yang ia yakini sedang bersama Ysabelle.


"Seharusnya kita tidak melenyapkan anak Illona bu... Aku berdosa, cucuku... Anak Illona yang sudah kita buang, ini karma. Bahkan Illona membenci dan menggutuk kita bu.. Aku benci diriku sendiri bu..." Rintihan itu, lalu disusul suara kedua orangtuanya yang menangis sukses membuat Illona terduduk lemas. Nafasnya memburu lalu ribuan sesak yang lebih besar menyerangnya dalam satu kali tembakan.


"Ibu... Ayah..." rintihnya tak sanggup, sesak ini membuatnya tercekik, tersiksa, lalu pandangan nya makin memudar kala retinanya menangkap sepasang suami istri dengan bayi dalam gendongan.


"Nak... Ibu harus apa?" dan rintihan itu membuatnya tak bisa bernafas hingga kesadarannya berkurang, lalu semuanya gelap.


***


Sorry for typo...

__ADS_1


Terima kasih sudah membaca💙💙💙


__ADS_2