NONA

NONA
Menyelesaikan masalah lain


__ADS_3

Illona memasang wajah datar andalan.


Ada Ares di depannya kini, setelah hampir seminggu ini ia di terror dan di paksa bertemu.


"Kamu makin cantik Na," katanya. Ares lagi jujur, Illona emang makin cantik, ck, gitu yah kalau udah jadi mantan kadang suka lebih memukau, beda gitu kelihatan nya pas masih jadi pasangan. Eh, tapi, mereka ini udah putus apa belum sih.


"Jelas," ketusnya memutar bola mata.


"Kok telepon aku enggak di angkat?"


"Enggak penting," ia membuat gerakan seolah sedang membersihkan debu.


"Aku kangen lho," tersenyum canggung, "suka banget inget kamu."


"Hmm."


"Aku mau jel-"


"Enggak perlu!" potong Illona cepat, "enggak guna dan enggak penting."


"Tapi aku yang mau, Na." mohonnya, ia enggak mau yah, pertemuannya jadi percuma. Ares enggak mau gagal lagi kayak yang dulu.


"Aku udah denger dari Rico..," spontan saja Ares langsung menyunggingkan bibirnya.

__ADS_1


"... Tapi percuma, aku itu paling anti kasih kesempatan kedua, soalnya berasa kayak ikutan ulangan dua kali, soalnya sama, jawabannya sama, terus nilai akhirnya juga sama, Males mikir." lalu, yah, senyum pria itu surut seketika.


Menelan ludah kelu, ia edarkan pandangan kemana pun. Seumur-umur baru kali ini Ares merasa amat grogi, padahal pas dulu akad aja ia enggak segugup ini. Bisa gitu yah, beberapa bulan enggak ketemu ia jadi idiot begini.


Padahal Ares udah mikir ini sepanjang jalan, ia mau jelasin apapun atau meminta kesempatan, lalu mereka baikan, terus punya hubungan lagi, ah, Ares terlalu muluk-muluk ternyata.


"Aku juga mikir, kalau sebenernya kamu enggak suka aku beneran, yah, salah aku yang mulai main-main kayak gitu. Jadi mungkin ini balasan yang bisa aku terima. Kamu benar, sama benarnya dengan keputusan yang kamu ambil..." Ares enggak setuju, karena jelas ia memang udah sayang sama Illona. Sayang banget malah.


"Kamu masih sangat mencintai Odel, aku yakin perasaan kamu sama aku cuman euforia karena kita ngerasa sama. Sama bejat maksudnya, karena aku pun sama. Aku enggak benar-benar sayang sama kamu."


"Na, aku sayang beneran sama kamu, tolong percaya, perasaan aku buat Odel udah enggak ada," jawabnya sambil geleng-geleng enggak setuju. Bisa gawat kalau Illona ngira kayak gitu.


Tolong, yah, tolong Ares enggak mau gagal lagi, salahnya juga dulu hobi banget mainin cewek-cewek yang tulus suka sama dia.


Gitu tuh, kalau kelebihan minum alkohol, bohong terus... sama yah, ngaco kayak Ares gini lah.


"Kemarin aku replek Na, sumpah, aku cuman niat bantu. Ada ponakan aku juga kan?" boleh dong kali ini Ares ngeles, ia enggak mau pisah sama Illona. Walau tampang putri kelakuan kayak nenek sihir begitu Ares beneran sayang kok.


"Udah yah, enggak usah banyak ngomong. Enakan kita jadi temen aja. Please, aku enggak bisa. Karena menurutku alasan kamu pilih Odel dan enggak ngasih penjelasan kayak secara enggak langsung kamu menegaskan perasaan dan pilihan," asli Illona udah capek di bohongin sama mahluk adam model Ares begini.


Dulu yah, dulu banget, pas baru-baru putus dari Ibra Illona pernah mau deket sama cowok baik-baik, saking baiknya belum Illona rayu udah di usir duluan. Katanya ia butuh wanita berakhlak tinggi bukan wanita yang hobi pakai sama jajan sepatu hak tinggi. Yah, mundur langsung. Padahal pas di awal pedekate mau terima apa adanya, ckckck, bohong banget pas tahu gimana kelakuannya.


Jadi biarkan Illona dan prinsipnya, ia tak menerima kesempatan kedua. Lho, bukannya Tuhan aja pemaaf masa Illona sebagai hambanya enggak. Yah, itu, itu, kurangnya Illona. Ia belum mampu legowo sepenuhnya. Ia masih suka dendam yang udah nyakitin.

__ADS_1


"Apa enggak bisa kita mulai pelan-pelan?" tanya Ares lagi, ia memang menyesal tak memberi Illona penjelasan, tapi, Ares tak menyesal menolong Odel. Karena Ares tahu saat itu yang ia junjung tinggi adalah rasa kemanusiaan dan keselamatan mental kedua keponakannya.


Illona hanya menggeleng sebagai jawaban, ia tatap wajah Ares dengan lembut sembari ia berikan senyuman tulus. Sama seperti dirinya dan Ibra, maka Ares pun berhak mendapatkan perlakuan yang sama.


Ares nyaris menangis, senyum tulus milik Illona adalah hal paling jarang yang ia lihat. Mungkin hanya 3 kali dengan sekarang. Karena seringnya Illona cuman senyum sinis sambil melotot.


"Aku minta maaf, maaf banget, makasih yah, untuk beberapa bulan kemarin. Tapi, kamu harus tau aku benar-benar senang bisa ketemu sama kamu." dan Illona tak menolak di peluk.


Dalam hati ia juga mengamini, ia bersyukur pernah dekat dengan Ares meski cara dan kelakuan mereka salah. Ia belajar banyak dari pria itu, ia tahu hidup Ares tak pernah mudah bahkan saat masih dalam kandungan. Illona juga memaafkan, ck, salahnya juga sih, pakai main-main sama Ares. Tapi, jujur Illona tak menyesal, meski yah, kemarin ia merasa sakit hati. Illona merasa deja vu, sama seperti dulu saat Ibra memilih Fransiska. Ia juga jadi marah karena Ares lebih memilih Odel. Walau kita tahu semua enggak sama dengan apa yang sebenarnya terjadi. Dan Illona Kira Ares terlalu baik untuk wanita macam dirinya.


Waktu itu bahkan Illona hampir berpikir untuk berakhir dengan Ares, tapi yah, memang sudah jalannya. Ia harus belajar lebih keras untuk bisa ikhlas dengan kisah yang ia miliki.


"Bagus yah! giliran sama aku enggak mau di peluk, ini sama mantan malah asik pelukan," Illona menoleh, memicing tak suka pun dengan Ares yang merasa terganggu. Barusan itu dia lagi enak-enaknya pelukan malah di ganggu begitu.


Ada Ibra tepat di empat langkah dari meja mereka sambil menuntun Olive yang tengah berkesiap sebal padanya, juga ekspresi wajah anak kecil itu seolah ikut kesal. Persis seperti memergoki ibunya berselingkuh.


Dan omong-omong siapa yang bocorin Illona mau ketemuan sih! bisa enggak itu bapak dan anak enggak ganggu hidupnya sehari aja.


Ck, mana mereka kompak melotot begitu lagi, belum lagi Ares masih saja anteng rangkul.


Kenapa sih?! hidup Illona harus di kelilingi pria-pria gagal move on.


susah emang jadi cewek mempesona luar biasa macam dirinya.

__ADS_1


Yah, namanya juga hidup ada aja cobaannya. Direbutin cowok gini masuk cobaan enggak sih?!


__ADS_2