
Ibra itu baik.
Amat baik hingga di takdirkan menjadi anak Ganesha yang jangan ditanya seberapa buruk kelakuannya.
Ia mencintai ibunya lebih dari apapun, sama saat ia menjatuhkan hati pada Illona. Ia jatuh cinta untuk pertama kalinya. Jatuh sejatuhnya.
Lucu memang, saat teman-teman yang lain bahkan sudah hilang keperjakaannya saat masih SMA, Ibra tidak. Dan bodohnya malah dengan Illona berani berlaku macam-macam.
Dulu Ibra yakin, mereka akan menikah, punya anak dan jadi keluarga impian. Tapi, ternyata Ibra terlalu serakah dalam meminta, ia lupa jika mungkin saja Tuhan marah padanya atas semua kelakuan yang tidak bisa di benarkan.
Ibra pikir, hidupnya akan lebih baik saat memutuskan menuruti keinginan sang ayah juga menekan egonya sendiri demi bisa menghasilkan uang.
Ibra suka, pada senyum yang Illona beri kala mereka akan makan bersama dengan uang hasil kerja kerasnya.
Bahkan mereka seringnya menghabiskan waktu untuk berkeliling mencari makanan gerobak pinggir jalan, sambil sesekali menggoda atau sengaja mengganggu anak-anak yang asik main bola. Karena setelahnya mereka akan makan bersama dengan cerita-cerita yang membuatnya bahagia.
Ia gantungkan harapan, ia letakkan impian, ia persembahkan segalanya tapi, ternyata ada tangan Ganesh yang menghancurkan itu semua.
Ibra di ancam.
Pria tua tak tahu diri itu meminta untuk tutup mulut, menghamili Fransiska yang bahkan adalah temannya.
Dipaksa selalu ada saat wanita itu ingin periksa kandungan, lalu meninggalkan Illona begitu saja, kadang-kadang malah Ibra memilih menuruti perintah ayahnya di banding pergi dengan Illona. Menahan luapan emosi yang inginnya ia keluarkan, tapi tak bisa. Ada senyum ibunya yang di pertaruhkan.
Ibra tak sanggup bila sang ayah sudah mulai bertitah, dengan ancaman-ancaman paling memuakan.
Hingga ia tahu Illona mengandung, Ibra sempat berpikir untuk jujur pada sang ibu.
Sumpah, anak itu adalah anak yang Ibra harapkan kendati hadir dengan cara yang tak benar. Ia bahagia, sangat. Tapi, sayang ibunya sakit dan berengseknya Ganesh mengunakan itu untuk ancaman lainnya.
Dan kalau boleh jujur, Ibra kecewa.
Ia marah pada Fransiska yang mau-mau saja jadi simpanan dan malah berlagak bagai korban yang menuntutnya untuk bertanggungjawab.
Ibra juga sempat merusak ruangan sang ayah, ruangan yang pria itu gunakan untuk acara tak bermoralnya.
Ia juga marah pada dirinya sendiri yang tak mampu jujur pada Illona saat itu, ia memilih menyimpan sendiri takut menyakiti, tapi akhirnya mereka malah bertemu di klinik kandungan dengan kesalahpahaman baru. Atau lebih tepatnya kesalahan, karena dari awal Ibra sudah salah dengan tak jujur.
Lalu semua makin suram kala Taka juga ikut ambil bagian, menghilangkan bayinya tanpa rasa bersalah.
Ibra meraung, memohon bahkan bersujud demi bayi itu di pertahankan. Dan apa yang Ibra dapat? Ia tak dapat apapun, selain amarah dan ucapan ketus dari Taka Dan Ysabelle.
Ia gagal sebagai manusia, anak dan calon ayah.
Lucu dan miris.
Nyaris membuat gila, lalu dipaksa meninggalkan Illona dengan hati keduanya yang sama-sama hancur, kacau dan derita tak berujung. Episode paling pedihnya adalah saat sang ibu tahu, bagaimana Ganesh bersikap tapi bertahan demi anak. Sesuatu yang sering terjadi, ibu yang mengorbankan kebahagiaan demi anak-anak tak kehilangan sosok seorang ayah.
Dan Ibra makin tak mampu menahan semua tangisan, ungkapan perasaan serta kacaunya pemikiran.
Ia tumpahkan segalanya.
Ia beberkan bagaimana ia bersikap.
Ia sebut semua hal yang sudah terjadi.
__ADS_1
Lalu, semua terjadi begitu saja.
Ibunya memilih bercerai.
Ia putus kuliah.
Juga putus cinta.
Karena satu harapannya sudah di tebas Taka tanpa sisa, saat sebelum ia pergi dari Indonesia ia sempat meminta satu kesempatan bertemu dengan Illona, sayang semua tak bisa. Ysabelle hanya bisa memberinya kesempatan kedua saat ia sudah pantas.
Dengan berat hati Ibra menerima, maka memilih pergi sembari memperbaiki diri adalah jalan paling tepat.
Dan setelah berbulan-bulan ia di hubungi, Illona yang kena depresi dan memutuskan operasi plastik. Ia datang dengan harapan di terima, sekali lagi harapannya di hancurkan, diusir dan hanya bisa melihat wanitanya dari jauh.
Ibra masih terima, ia bahkan melepas mimpinya. Ia banting setir, bekerja di kapal pesiar dan lucunya malah menjadi barista.
Jujur saja Ibra tak suka minuman beralkohol pun minum kopi.
Karena yang Ibra suka hanya coklat panas dan Illona.
Di bulan pertama ia berontak, lalu di bulan selanjutnya malah menikmati. Ia jadi suka minum vodka atau menghabiskan setidaknya tiga cangkir americano.
Semua berubah.
Hingga ia tak mengenali dirinya sendiri.
Ia kacau dan akhirnya depresi.
Dan pemicunya adalah kabar bahwa Illona menjadi wanita nakal.
Ibra ingat, ibunya pernah memohon pada Taka untuk mengizinkannya bertemu dengan Illona.
Taka menolak.
Dan Ibra makin parah.
Ia tak bisa menahannya.
Hingga ada bayi lucu bermata biru yang sengaja di buang di depan rumahnya.
Ternyata memilih mengadopsi bayi itu adalah pilihan paling di syukuri ibunya.
Ibra sembuh, meski kadang kambuh.
Tapi setidaknya ada pengalihan.
Pelan-pelan mereka bangkit, lalu memutuskan untuk pulang ke Indonesia.
Ibra rutin bertemu Ysabelle, demi diizinkan bertemu dengan Illona.
Hingga yang ia dengar Illona selalu menyewa pria, perasaannya kacau dan tak rela. Tapi, ia ingat ia bukan siapa-siapa. Maka yang ia lakukan adalah pergi minum lalu pulang pagi.
Dan perasaannya makin terluka saat Illona punya pacar yang di restui Taka dan Ysabelle.
Ibra makin menjadi, ia juga memilih sama gilanya dengan menyewa wanita.
__ADS_1
Benar-benar sinting!
Ia bahkan mencoba obat terlarang.
Sampai ia dengar Illona putus dengan alasan di selingkuhi, Ibra marah. Tapi, perasaan bahagia yang paling menguasainya saat itu, ia kira harapan miliknya ada dan bisa ia dapatkan.
Dengan penuh percaya diri ia kembali meminta izin pada Ysabelle yang kurang ajarnya malah tak di izinkan.
12 tahun ia terluka.
Menderita.
Merasa tak berguna.
Di penuhi rasa bersalah dan penyesalan.
Menanggung segalanya juga memikul pedihnya hati, yang seringnya ia tangisi di setiap malam sepi.
Ibra ingat, ia pernah di izinkan, tapi malah kembali meniduri Illona. Rencana Ysabelle yang konyol dan enggak masuk akal. Ia menahan pria yang Illona sewa dan menyuruhnya datang.
Illona mabuk dan tak menyadari, mirisnya ia di tinggal sendiri.
Apa saat itu Illona sadar siapa yang menidurinya, kalau iya Ibra yakin nilainya makin ambruk dan tak berharga.
Dan semesta ternyata sukanya bercanda, ia malah bertemu saat menemukan Illona pingsan. Hatinya makin kurang ajar karena terus berharap Illona dan Illona. Sibuk berpikir bahwa mereka bisa kembali bersama.
Sampai pada pembicaraan mereka yang Ibra kira tak berefek sama sekali. Illona masih menolak semua penjelasannya pun makin membencinya.
Ibra lelah sebenarnya, tapi hatinya tak mengizinkan untuk menyerah. Jadi, walau tertatih ia masih gigih. Maka, yang sering ia lakukan adalah memupuk harapan banyak-banyak dan terus menyirami dengan impian-impian yang ia buat sendiri.
Karena bertahan dengan luka ternyata membuatmu semakin kuat.
Ibra juga sudah menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi pada kedua orangtua Illona.
Mereka percaya.
Tapi, tak mampu menerima.
Ahh, hati selalu saja terluka tanpa henti.
Omong-omong yang Ibra dengar ayahnya baru saja menikah lagi dengan wanita yang bahkan umurnya jauh di bawah Ibra.
Ayahnya tak memilih Fransiska, bahkan yang ia dengar anak mereka di serahkan ke panti asuhan.
Gila memang!
Lalu Fransiska memilih menjadi simpanan lagi, iya..., lagi.
Ibra jadi penasaran apa karma tak datang pada wanita itu?
Kok hobi banget hancurin hubungan orang, hubungan sesakral pernikahan lagi.
Enggak ngerti lagi sih, Ibra. Otak wanita itu ada dimana, mungkin saja ia tak hadir saat pembagian otak dan perasaan.
Yah..., mungkin saja kan?
__ADS_1