Nona Bar-Bar Kesayangan Tuan Muda

Nona Bar-Bar Kesayangan Tuan Muda
Meminta Aiden Menyanyi


__ADS_3

Kota mulai menggelap dan terlihat kelap-kelip lampu dari berbagai tempat mengisi malam di kota besar itu. Membuat kota lebih hidup dan lebih berwarna.


Namun jalanan terlihat begitu sepi, sepanjang jalan tak terlihat satu orang pun yang melintas, begitu sepi bagai tak ada penghuni yang tinggal disana. Mungkin orang-orang malas keluar rumah setelah hujan deras yang mengguyur kota.


Semilir angin malam yang dingin berhembus pelan, menyapu kulit dengan belaiannya. Seorang gadis baru saja meninggalkan sebuah cafe bersama pria yang kini telah berstatus sebagai kekasihnya.


Cinta memeluk lengan Aiden yang tersembunyi di balik kain kemejanya. Senyum cerah terlihat menghiasi wajah cantiknya. Dia tidak pernah merasa sebagai ini.


"Kak Ai, lihat di sana. Bagaimana kalau kita bergabung bersama mereka?" Seru Cinta sambil menunjuk kerumunan orang yang sedang berkumpul di satu titik. Orang-orang itu sedang menyaksikan sebuah pertunjukkan musik yang dibawakan oleh musisi jalanan.


"Cinta, jangan lari, pelan-pelan saja." Seru Aiden melihat Cinta yang begitu antusias, bahkan dia sampai berlari.


"Ayo Kak Ai, mereka membawakan lagu kesukaanku dan aku tidak ingin melewatkannya."


Aiden mendengus geli. Dan tidak tidak memiliki pilihan lain selain menuruti permintaan Cinta. "Baiklah,"


Cinta membelah kerumunan tersebut supaya bisa sampai di barisan paling depan. Dia tidak akan puas jika tidak melihat dari posisi paling dekat dengan para musisi tersebut.


"Kak Ai, bagaimana kalau kau menyanyikan satu lagu untukku?" Usul Cinta sambil menatap kekasihnya itu penuh harap.


"Nyanyi apa? Aku tidak bisa nyanyi." Jawabnya


"Ayolah, hanya satu lagu saja, ya." Pintanya memohon. Cinta menatap Aiden dengan tatapan penuh harap, dia benar-benar ingin kekasihnya itu menyanyikan satu lagu untuknya. "Ya," Cinta kembali memohon.


Aiden mendesah berat. Jika tidak di turuti pasti dia akan terus saja merengek seperti anak kecil. "Lagu apa?"


"Em, apa ya? Yang jelas lagu itu harus bagus." Jawab Cinta.


Aiden meninggalkan Cinta dan menghampiri para musisi jalanan tersebut. Aiden terlihat berbicara dengan salah satu dari ketiga musisi jalanan tersebut, entah apa yang mereka bicarakan, jarak Cinta dan mereka terlalu jauh.


Sang Vokalis mundur dan beralih pada gitar, sedangkan posisinya digantikan oleh Aiden. Musik 'Sing For You' mulai di mainkan, disusul dengan suara merdu Aiden yang berpadu menjadi satu dengan musik, hingga menciptakan harmonisasi yang sempurna.


Semua orang yang ada di sana dibuat bungkam oleh suara Aiden yang lembut. Termasuk Cinta. Cinta tidak menduga jika Aiden memiliki suara yang bagus.

__ADS_1


"KAK AI!! AKU MENCINTAIMU!!" seru Cinta. Dia tidak peduli meskipun semua mata menjadikannya pusat perhatian.


Aiden hanya menggelengkan kepala melihat tingkah gadisnya. Setelah menyelesaikan lagunya, Aiden menghampiri Cinta yang tampak begitu kegirangan. Dia masih tidak percaya jika Aiden memiliki suara seindah itu.


"Itu tadi sangat luar biasa, suara Kak Ai sangat merdu. Lain kali Kak Ai, harus menyanyi lagi untukku, oke."


"Hn, aku tidak janji. Sudah malam, sebaiknya aku antar kau pulang." Ucap Aiden yang kemudian di balas anggukan oleh Cinta.


-


Aiden menghentikan mobilnya di depan gerbang rumah Cinta, saat dia melihat seorang pemuda duduk di atas motor besarnya yang terparkir di depan pagar rumah gadis bermarga Su tersebut.


"Cinta, dari mana saja kau? Kenapa kau pergi dengan pria ini?"


"Memangnya kenapa? Aku mau pergi dengan siapa pun itu tidak ada hubungannya denganmu!!" Jawab Cinta.


"Bagaimana bisa kau mengatakan jika aku tidak ada hubungannya dengan kebersamaan kalian itu?! Aku adalah pria yang seharusnya kau cintai, hanya aku yang boleh kau sukai, bukan dia!!"


"Tidak, aku tidak akan minggir sebelum kau menyuruh dia pergi!!"


"Dasar pemaksa, kau pikir aku tidak bisa masuk ke dalam?!" Ucap Cinta.


Cinta memanjat pagar yang memiliki tinggi sekitar tiga meter tersebut tanpa kesulitan, dan apa yang dia lakukan tentu saja membuat Aiden dan Steven terkejut bukan main.


"Cinta, apa yang kau lakukan?!" Seru Aiden.


"Tentu saja memanjat pagar, apa lagi?!" Jawab Cinta setelah dia mendarat dengan mulus. "Kak Ai, besok pagi jemput aku oke. Aku kau supaya kau mengantarkan ku ke kampus. Aku mencintaimu." Cinta melambaikan tangan pada Aiden dan pergi begitu saja.


Steven yang merasa marah menghampiri Aiden lalu menarik pakaiannya. "Apa yang sudah kau lakukan padanya? Bagaimana bisa Cinta berpaling padamu, sedangkan selama ini dia mencintaiku?!"


"Sebaiknya tanyakan sendiri saja pada dirimu sendiri!!" Aiden menyentak tangan Steven dari pakaiannya dan pergi meninggalkannya begitu saja.


-

__ADS_1


"Kak Ai, kau sudah datang?" Seru Cinta saat melihat ke datangan Aiden di rumahnya. "Ayo masuk dulu, beri aku 15 menit untuk bersiap." Ucap Cinta yang kemudian di balas anggukan oleh Aiden.


Rumah tampak sepi, karena semua orang sudah berangkat dan sibuk dengan pekerjaan masing-masing.


Gita pergi keluar kota untuk menghadiri acara amal. Carell ke luar negeri untuk perjalanan bisnis, sedangkan Cris, Cinta tidak tau karena saudara kembarnya itu sudah menghilang sejak pagi tadi.


Lima belas menit Cinta datang dengan pakaian berbeda. Sebuah dress selutut bermotif bunga berlengan terlihat memagut tubuh rampingnya dengan sempurna. Tak ketinggalan polesan make up tipis yang semakin menyempurnakan penampilannya.


"Kak Ai, aku sudah siap." Seru Cinta.


"Kau sangat cantik dengan dress itu." Ucap Aiden memberi pujian.


"Tentu saja, kalau aku tidak cantik mana mungkin Kak Ai mau denganku." Ucapnya, Aiden mendengus geli. Dengan gemas dia menarik ujung hidung mancung Cinta.


"Dasar kau ini, ya sudah ayo kita berangkat." Cinta mengangguk. Keduanya berjalan beriringan meninggalkan kediaman keluarga Su.


.


Setelah tiga puluh menit berkendara. Mereka tiba di kampus. Sebuah kecupan singkat Aiden darat kan pada bibir tipis tersebut sebelum meminta Cinta untuk turun.


"Nanti jemput." Pinta Cinta setengah merengek.


"Seperti biasa kan?" Cinta mengangguk. "Ya sudah, masuk gih." Pinta Aiden yang kemudian di balas anggukan oleh gadis itu.


Setelah memastikan Cinta sudah masuk ke dalam. Mobil Aiden mulai bergerak menuju jalan raya, dan bergabung dengan kendaraan yang lainnya. Dia ada meeting pagi ini, untuk itu dia harus segera bergegas.


Aiden adalah pria yang profesional dalam pekerjaan. Dia selalu datang tepat waktu , baik itu ketika di kantor ataupun ketika Meeting dengan Klien nya, dia tidak pernah terlambat. Karena baginya waktu adalah uang.


-


Bersambung.


Hallo Riders, Author Ijin buat Hiatus dulu ya. Authornya lagi hamil muda dan sedikit teler. Pasti para ibu yang sudah pernah hamil dan punya anak pasti paham. Author kembali dalam beberapa hari ya.

__ADS_1


__ADS_2