
Sita tidak bisa menyembunyikan kebahagiaan dan keterkejutannya saat mengetahui jika Cinta masih hidup. Sita adalah salah satu orang yang paling sedih atas kepergian Cinta. Mengingat jika mereka sudah bersahabat sejak lama.
Dan di sini mereka sekarang. Cinta dan Sita saat ini berada di kantin. Cinta akhirnya bisa kuliah kembali dan mengejar ketertinggalannya selama satu tahun ini.
Orang-orang yang ada di sana tentu saja memberikan berbagai reaksi berbeda-beda, ketika melihat kedatangan Cinta setelah dia dinyatakan meninggal satu tahun yang lalu.
Tidak sedikit yang histeris dan ketakutan. Tapi Cinta menganggap jika hal tersebut sebagai sesuatu yang wajar.
"Cinta, ceritakan bagaimana kau masih hidup setelah dinyatakan meninggal?'
"Singkat cerita. Selama ini aku mengalami amnesia, dan orang yang dikuburkan hari itu bukan aku. Paham sekarang."
"Tuhan masih menyayangimu, Cin. Dan aku sangat bahagia ternyata sahabatku masih hidup dan dalam keadaan baik-baik saja."
"Aku juga senang karena akhirnya bisa bertemu lagi denganmu,"
Cinta melihat jam yang melingkari pergelangan tangannya. Wanita itu kemudian bangkit dari duduknya. Dia harus pergi sekarang, karena sebentar lagi Aiden akan datang menjemputnya.
"Sit, aku duluan."
Cinta dan Sita kemudian berpisah. Sita kembali ke kelas karena masih ada satu materi lagi, sedangkan Cinta pergi ke parkiran, mungkin Aiden sudah menunggunya di sana.
.
"Kak Ai." Cinta melambaikan tangannya saat melihat keberadaan suaminya. Pria itu tersenyum lebar melihat kedatangan istri tercintanya.
Aiden membuang rokoknya yang tinggal setengah. Dan sebuah ciuman langsung menyambut kedatangan Cinta di sana. "Sudah lama menunggu?" Ucap Cinta setelah Aiden mengakhiri ciumannya.
Aiden menggeleng. "Aku baru saja tiba, sudah siap?" Cinta mengangguk. Aiden berjalan memutar kemudian membukakan pintu untuk Cinta. Wanita itu tersenyum lebar.
"Terimakasih, Kak Ai."
Mobil Aiden mulai bergerak perlahan meninggalkan parkiran dan melaju menuju jalan raya yang padat dengan kendaraan. Cinta tidak tau kemana Aiden akan membawanya pergi, mungkin pria itu ingin memberikan sedikit kejutan untuknya?
.
Aiden menghentikan mobilnya di sebuah restoran yang lokasinya tak terlalu jauh dari kampus Cinta. Meskipun sudah makan siang, tapi Cinta tak menolak saat Aiden mengajaknya untuk singgah di sebuah restoran.
Karena alasan privasi, Aiden memilih ruangan VIP. Dia tidak ingin jika acara makan siangnya bersama Cinta sampai terganggu. Itulah kenapa dia memilih VIP.
"Sayang, kau ingin makan apa? Mau aku pilihkan atau pilih sendiri?" Tanya Aiden.
Cinta menggeleng. "Aku sudah makan siang tadi. Mungkin minum saja," jawabnya.
__ADS_1
"Seperti biasa?" Cinta mengangguk. Tanpa bertanya lagi. Aiden sudah hapal makanan dan minuman kesukaan Cinta di luar kepala.
"Kak Ai, kenapa kau memilih restoran ini? Bukankah di sini hanya membuang-buang uang saja ya? Makanan di sini terlalu mahal.",
"Kenapa? Apa kau tidak nyaman di sini? Perlu kita pindah dari sini?"
Cinta menggeleng. "Tidak perlu, di sini saja tidak apa-apa. Aku hanya merasa jika makanan di sini terlalu mahal." Ujarnya.
Perbincangan mereka diinterupsi oleh kedatangan seorang pelayan yang datang mengantarkan pesanan mereka. Pelayan itu sesekali mencuri pandang pada Aiden. Dan karena kecerobohannya itu. Tanpa sengaja dia malah menumpahkan minuman pada Cinta.
"Sebenarnya kau ini bisa kerja tidak sih?!" Amuk Aiden pada pelayan di depannya.
"Ma..Maaf Tuan, sa..saya tidak sengaja." Ucapnya penuh sesal.
"Lihat karena kecerobohan mu, pakaian istriku jadi kotor!!"
"Sekali lagi saya minta maaf, Tuan."
"Sudah pergi sana, dan bawakan minuman yang baru untuk istriku."
"Baik, Tuan."
Bulu kuduk Cinta berdiri melihat tatapan dan sorot mata Aiden yang terlewat tajam. Cinta akui, saat marah suaminya ini memang sangat menyeramkan. Dan mencari masalah dengan Aiden sama saja dengan bunuh diri.
Dugg..
Aiden terkejut. Sontak dia menoleh dan mendapati Cinta yang baru saja menubruk tembok di samping pintu. Pria itu hendak berdiri dan menghampiri wanita itu. Tapi hal tersebut dia urungkan.
"Ya Tuhan, apa yang harus aku lakukan?" Gumam Aiden memejamkan mata kanannya. Hatinya perih melihat keadaan Cinta saat ini. Dan dia harus segera menemukan donor mata untuk istrinya.
Selang beberapa saat Cinta kembali. Wanita itu tersenyum pada Aiden, seolah tak terjadi apa-apa, padahal dia tidak dalam keadaan baik-baik saja. Cinta tidak ingin membuat suaminya itu sampai cemas.
Aiden tidak boleh tau bagaimana keadaannya saat ini. Karena hal itu bisa membuatnya cemas dan khawatir.
"Ada apa dengan kening mu? Kenapa memar?" Tanya Aiden pura-pura tidak tau.
"Ah, ini. Tidak apa-apa, hanya sedikit kepentok pintu. Kak Ai, sebaiknya kau segera makan. Makanan bisa dingin jika tidak segera di habiskan."
"Baiklah, kau benar. Aku akan makan sekarang."
-
Max baru saja menemukan sebuah fakta yang sangat mengejutkan. Yakni dalang di balik kecelakaan maut yang nyaris menewaskan Cinta dan Aiden.
__ADS_1
Aiden meminta supaya kecelakaan satu tahun yang lalu di selidiki lagi, karena dia merasa ada yang ganjil pada kecelakaan yang dia dan Cinta alami. Dan hari ini akhirnya Max mendapatkan fakta baru.
Dalam rekaman CCTV yang dia dapatkan. Ternyata Steven lah orang yang berada di balik insiden tersebut. Dialah yang mengemudikan truk Pertamina yang menabrak mobil Aiden dengan sengaja.
Kemudian Max menghubungi Aiden dan memberitahunya, jika Steven lah dalang di balik kecelakaan tersebut.
Tut.. Tut... Tut...
Panggilan tersambung. Tapi sayangnya tidak ada jawaban dari Aiden. Max tidak tau apa yang sedang di lakukan oleh majikannya tersebut. Mungkin saja dia sedang bersama istrinya.
Karena tidak ada jawaban. Max mengetik sebuah pesan yang kemudian dia kirimkan pada Aiden. Aiden harus segera tau.
"Presdir, saya berhasil menemukan siapa dalang di balik kecelakaan yang Anda dan Nyonya muda alami. Ternyata pengemudi truk itu adalah Tuan Muda Steven."
-
Ting...
Perhatian Aiden teralihkan oleh denting suara pada ponselnya. Penasaran siapa yang mengirim pesan tersebut, Aiden pun segera membukanya. Ternyata dari Max.
"Presdir, saya berhasil menemukan siapa dalang di balik kecelakaan yang Anda dan Nyonya muda alami. Ternyata pengemudi truk itu adalah Tuan Muda Steven."
"BRENGSEK!!"
Cinta yang sedang menikmati pemandangan di luar terlonjak kaget karena ulah Aiden. Tiba-tiba saja pria itu menggebrak meja di depannya dengan keras.
"Kak Ai, kau ingin membuatku mati jantungan ya?!" Amuk Cinta kesal. Wanita itu mengusap dadanya yang berdebar tak karuan karena terkejut.
Aiden mendesah berat. "Maaf, Sayang. Aku tidak sengaja melakukannya. Aku baru saja mendapatkan kabar dari Max, jika Steven lah dalang di balik kecelakaan yang kita alami satu tahun yang lalu." Tutur Aiden menjelaskan.
"Apa? Jadi Steven lah pelakunya?" Aiden mengangguk."Ini tidak bisa dibiarkan. Kak Ai, kita harus membuat bajingan itu membayar mahal apa yang telah dia lakukan pada kita. Dia, harus menerima hukumannya!!"
"Masalah ini serahkan padaku, biar aku sendiri yang membereskannya. Kau tidak perlu ikut campur apalagi mengotori tanganmu hanya untuk membalas perbuatan bajingan itu!!"
"Memangnya apa rencana, Kak Ai?" Cinta menatap Aiden penuh selidik.
Pria itu menyeringai tajam. "Tentu saja sebuah rencana yang pastinya menguntungkan mu!!"
"Hah, maksud Kak Ai?" Cinta benar-benar tidak tau dengan rencana Aiden yang sebenarnya. Tapi dia berdoa semoga suaminya ini tidak bertingkah yang aneh-aneh, apalagi sampai merugikan orang lain.
Karena Cinta tau jika Aiden adalah tipe orang yang sangat pendendam. Dan Cinta sendiri tidak tau balasan seperti apa yang akan Aiden berikan pada Steven untuk membalas semua perbuatannya.
-
__ADS_1
Bersambung.