Nona Bar-Bar Kesayangan Tuan Muda

Nona Bar-Bar Kesayangan Tuan Muda
Akhir Yang Bahagia


__ADS_3

Hari-hari berlalu begitu cepat. Tidak terasa kandungan Cinta kini memasuki bulan ke 9. Kelahiran anak pertama mereka hanya menghitung hari atau jam saja, karena si jabang bayi bisa lahir sewaktu-waktu.


Kebahagiaan terlihat jelas di raut wajahnya. Semua orang begitu menjaganya, bahkan Ibu dan kedua kakaknya selalu siaga untuk menjaganya. Cinta tidak merasa keberatan sama sekali, karena itu adalah bentuk kasih sayang yang mereka berikan untuknya.


"Sayang, jangan banyak bergerak. Cinta, kau harus banyak istirahat, biar mama saja yang memasak untuk semua orang."


Cinta tersenyum tipis. "Tidak apa-apa Ma, terlalu banyak diam membuatku merasa bosan. Untuk saat ini saat ini saja, biarkan aku membantu ne." Pintanya memohon. Gita menggeleng.


"Sekali tidak tetap tidak. Apa kau ingin suami tampan mu itu memarahi Mama habis-habisan karena di kira mama lah yang memaksamu untuk melakukan ini dan itu."


"Tapi, Ma...?!" Rengek Cinta.


"Ekhemmm...!!"


Perhatian dua wanita berbeda usia itu teralihkan oleh suara deheman seseorang.


Keduanya menoleh dan mendapati seorang pria yang hanya memakai jeans hitam dan kaos oblong hitam tanpa lengan berdiri di ambang pintu sambil melipat kedua tangannya, memperlihatkan otot-otot lengannya yang kokoh. Tidak terlalu besar namun terlihat kuat.


Cinta mendesah, memang sejak di nyatakan hamil oleh Dokter. Aiden menjadi sangat overprotektif padanya, namun Cinta tidak merasa keberatan ataupun kesal. Karena bagaimana pun juga itu adalah bukti rasa cinta Aiden untuknya.


"Aduh, perutku.... sakit.."


"Cinta?!"


Aiden meninggalkan tempatnya dan menghampiri sang Istri. Pria itu melihat Cinta yang sedang meringis kesakitan sambil memegangi perutnya, wanita itu juga terlihat berkeringat.


Melihat hal itu membuat Aide menjadi sangat panik. "Ma, bagaimana ini? Cinta kesakitan, apa yang harus aku lakukan?"


"Jangan panik, Nak. Sepertinya Istrimu akan segera melahirkan. Mama akan meminta Carell untuk menyiapkan mobil." kata Nyonya Gita dan berlalu begitu saja.


"Ahhh.... Kak Ai... sakittt..."


Segera Aiden mengangkat tubuh Cinta bridal style. Di luar sudah ada Carel dan Cris yang sudah menunggunya. Aiden membawa Cinta masuk kedalam mobil milik Carel, lalu menyandarkan kepala Cinta di dadanya.


"Sabar sayang, kita akan segera ke rumah sakit. Bertahan untukku dan anak kita." Aiden menggenggam tangan Cinta, ia terus berdoa agar persalinan Istrinya berjalan lancar.


Sementara di belakang terlihat arak-arakan, semua orang ikut mengantarkan Cinta ke rumah sakit.


Sungguh betapa beruntungnya Cinta memiliki orang-orang yang begitu peduli padanya. Semenjak Steven meninggal, kini hidup Cinta semakin baik. Karena tidak ada yang berusaha mengusik kebahagiaannya dan Aiden.

__ADS_1


.


Rasa cemas menyelimuti perasaan Aiden. Bagaimana tidak, sudah hampir 2 jam Cinta berada di ruang persalinan namun belum ada tanda-tanda bila bayinya akan segera lahir.


Pria itu terus berdoa semoga persalinan itu berjalan lancar, Cinta serta anaknya baik-baik saja. Sampai suara tangis bayi terdengar nyaring memecah di dalam keheningan.


Sontak saja Aiden bangkit dari duduknya yang bersamaan dengan pintu ruang persalinan terbuka. Dua orang perawat keluar sambil menggendong dua bayi mungil yang berjenis kelamin laki-laki dan perempuan yang kemudian mereka serahkan pada Aiden dan Nyonya Su.


"Selamat Tuan, bayi Anda kembar. Istri anda juga baik-baik saja." ucap Dokter wanita itu sambil menepuk bahu Aiden dan berlalu begitu saja.


Aiden menatap putri yang berada dalam dekapannya itu penuh haru lalu pandangannya ia alihkan pada sosok mungil yang ada di dalam gendongan sang Ibu mertua.


Air matanya jatuh begitu saja, Aiden menangis haru. "Nenek, aku titip putriku. Aku akan menemui Cinta." kata Aiden lalu menyerahkan putrinya pada Nenek Merry.


"Huaaa... Kak Carel, lihatlah mereka sangat lucu-lucu. Aku jadi gemas." histeris Cris yang begitu bahagia.


"Kau benar, Cris. Itu artinya kita sudah menjadi paman." Jawab Carel


"Si bungsu mirip Cinta saat masih bayi. Lihatlah saja, hidung, bibir, mata dan bentuk wajahnya." ujar Carel yang kemudian di balas anggukan oleh Nyonya Gita, dia sependapat dengan Ibunya..


"Dan si sulung aku rasa mirip Aiden saat masih kecil. Dia tampan dan seperti photo kopinya." Ujar Gita sambil menciumi pipi gembil cucu sulungnya.


Mereka semua yang ada di sana tidak bisa menahan air matanya lagi. Mereka sampai menangis haru, mereka saling memeluk. Rasa bahagia mereka semakin lengkap dengan hadirnya si kembar.


Bagaimana tidak? Karena mereka masih belum menemukan pasangan hidup hingga detik ini sehingga tidak salah bila dia mendapatkan predikat bujang abadi.


.


Cklekkk...!!!


Decitan pintu terbuka menyita perhatian Cinta. Wanita itu menarik sudut bibirnya melihat kedatangan sang Suami. Aiden memeluk Cinta dan mencium pucuk kepalanya


"Terimakasih sayang." bisiknya bergumam.


Cinta menutup matanya. Merasakan kecupan Aiden pada keningnya, wanita itu mengangkat kedua tangannya dengan senang hati dia membalas pelukan sang suami


"Kau sudah melihat mereka?" Cinta mengangkat wajahnya, matanya bersirobok dengan mata kanan milik Aiden.


Aiden mengangguk. "Mereka benar-benar sempurna. Jessica dan Jimmy, sangat cantik dan tampan, si bungsu mirip sekali denganmu. Dia secantik dirimu sayang." ujar Aiden sambil mengusap rambut panjang Cinta penuh sayang.

__ADS_1


Cinta tersenyum tipis. "Dan si sulung sangat mirip denganmu, Kak Ai. Dia tampan seperti papanya." Aiden terkekeh, laki-laki yang baru saja menjadi ayah itu menagkup wajah Cinta dan mencium singkat bibirnya.


"Kau masih terlihat lemah, Sayang. Sebaiknya kau istirahat, aku akan menemanimu di sini. Si kecil bersama Mama dan yang lain." Cinta tersenyum kemudian mengangguk


"Baiklah."


Aiden duduk di samping Cinta, menggunakan salah satu tangannya sebagai bantalan kepala wanitanya.


Cinta memposisikan kepalanya dengan nyaman dengan lengan suaminya sebagai bantalannya. Rasa hangat menyelimuti perasaannya, ia sungguh beruntung karena memiliki Aiden di sisinya.


-


Waktu berlalu dengan cepat. Kini si kembar sudah berusia 1 tahun. Dan hari ini Cinta serta Aide merayakan ulang tahun kedua buah hati mereka. Pesta di adakan dengan meriah, Jessica dan Jimmy terlihat begitu cantik dan tampan.


Keduanya berada di dalam gendongan kedua orang tua mereka. Aiden menarik Cinta menggunakan tangan satunya, memeluk sang wanita dan mencium keningnya "Terimakasih sayang, karena sudah menyempurnakan hidupku." kata Aiden sambil mengulum senyum lembut.


"Tidak seharusnya berterimakasih, Kak Ai. Bukankah sudah selayaknya, dan apa yang aku berikan padamu adalah bukti cinta kita." tutur Cinta.


"Kalian berdua cepat kemari lah. Kita berfoto dulu." seru Cris dari ruang tamu.


Cinta dan Aiden beriringan menghampiri keluarga dan rekan-rekannya dengan si kecil berada di dalam gendongan mereka. Mereka segera bergabung dengan yang lain yang memang sudah menunggunya.


Aiden dan Cinta berdiri bersebelahan. Kakak-kakak Cinta berdiri di samping Aiden dan wanita itu.


Nyonya Gita, Nenek dan Kakek duduk di depan mereka berdua. Si Kakek duduk di apit Nyonya Gita dan Nenek Merry, si kecil Jessica berada di pangkuannya sedangkan Jimmy berada di gendongan ayah dan ibunya.


Tidak ada kesedihan terpancar dari raut wajah mereka, selain kebahagiaan. Setelah semua yang terjadi dan bagaimana kisah Cinta serta Aiden yang di warna berbagai rintangan akhirnya berada di titik terbaik.


Dan kepedihan, rasa sakit, air mata dan duka di masa lalu terbayar lunas dengan kebahagiaan yang mereka dapatkan saat ini. Dan mereka sama-sama percaya, bila kekuatan cinta mampu mengalahkan segalanya.


Aiden dan Cinta saling menatap, senyum bahagia sama-sama menghiasi wajah mereka.


Aiden menarik tengkuk Cinta dan mencium singkat bibirnya. Melalui ciuman itu Aiden ingin menyampaikan betapa berharganya Cinta dalam hidupnya.


Tidak ada yang Aiden inginkan selain Cinta dan kedua buah hati mereka, karena sesungguhnya mereka bertigalah harta paling berharga yang ada dalam hidup seorang Aiden Qin


.


.

__ADS_1


.


THE END:


__ADS_2