Nona Bar-Bar Kesayangan Tuan Muda

Nona Bar-Bar Kesayangan Tuan Muda
Bercocok Tanam


__ADS_3

Malam sudah semakin larut. Namun gadis cantik satu ini masih tetap terjaga. Dia termenung di balkon kamarnya sambil melihat jutaan manik-manik langit yang sedang memainkan sinarnya.


Udara malam yang berhembus cukup kencang membuatnya sedikit menggigil. Entah apa yang membuat Cinta tetap terjaga dan sulit untuk tidur malam ini.


Dia mencoba untuk menutup matanya meskipun hanya satu detik saja, tapi hasilnya selalu nihil.


Grepp...


Cinta terlonjak kaget saat merasakan sepasang tangan memeluknya dari belakang. Tanpa menengok pun dia sudah tau siapa yang memeluknya ini.


"Kak Ai, kenapa bangun?" Ucap Cinta tanpa merubah posisinya.


"Bagaimana aku bisa tidur, sementara kau menghilang dari pelukanku." Jawab Aiden sambil sesekali mengecup tengkuk Cinta. Membuat gadis itu menggeliat karena sensasi tak biasa ketika Aiden mencium lehernya.


"Kak Ai, hentikan. Kau membuatku geli." Ucap gadis itu setengah memohon.


"Malam ini cukup dingin bukan. Bagaimana kalau kita berolah raga sebentar untuk saling menghangatkan. Bukankah kau sendiri ingin bercocok tanam denganku? Aku rasa ini adalah saatnya."


Cinta melepaskan pelukan Aiden, kemudian berbalik. Posisinya dan pria itu saling berhadapan. Cinta mengangkat kedua lengannya dan mengalungkan pada leher suaminya.


"Kenapa tidak, aku sudah menantikannya sejak lama." Jawab Cinta lalu mengecup singkat bibir Aiden.


Aiden mengangkat tubuh Cinta bridal style dan membawanya masuk ke dalam kamar. Kemudian membaringkan tubuh gadis itu dengan perlahan sebelum akhirnya menguasai bibir Cinta sepenuhnya.


Sebelah tangan Aiden menggenggam pergelangan tangan Cinta dan meletakkan di atas kepala. Sementara bibirnya terus menginvasi bibir ranum milik gadis bermarga Asli Su tersebut.


Tangan Aiden yang satu lagi dia pakai untuk melepas semua kain yang melekat di tubuh Cinta, dan menanggalkan satu persatu. Sepanjang mereka menikah, ini pertama kalinya Aiden melihat Cinta dalam keadaan tel*njang bulat tanpa sehelai benang pun.


Melihat gundukan kembar di dada Cinta membuat Aiden semakin terbakar gairah. Sepasang matanya yang menatapnya penuh nafsu terlihat seperti kobaran api, yang berkobar ditengah kegelapan malam.


"Uhh, Kak Ai, jangan menatapku seperti itu." Ucap Cinta yang merasa risih oleh tatapan Aiden padanya. "Jangan dilihat terlalu lama, aku sangat malu, melon ku kecil dan terlihat tidak bagus!!"


"Siapa yang bilang jika melon mu kecil dan tidak bagus? Lihatlah, Sayang. Bahkan mereka sangat pas di genggamanku." Jawab Aiden dengan seringai yang sama.


"Uhh, Kak Ai." Cinta melenguh panjang ketika Aiden memasukkan dua jarinya pada lubang Miss miliknya. "Aaahhh, Kak Ai. Kau membuatku basah." Cinta terus merancau tidak jelas.

__ADS_1


Aiden menyeringai nakal. "Jangan ditahan , Sayang. Keluarkan semuanya, dan terus mendesah seperti itu." Pinta pria itu ditengah permainannya.


"Kak Ai, ahhhh.. Ini sangat, Uhh.. Luar biasa."


"Terus, Sayang. Lihatlah kau semakin basah." Ucap Aiden setengah berbisik.


Merasa tak adil jika hanya dirinya yang bulat. Cinta melepaskan semua kain yang Aiden pakai, termasuk pengaman terakhirnya.


Gluk..


Susah payah Cinta menekan saliva nya saat melihat benda asing terpampang jelas di depan matanya. Tidak seperti pisang muli yang kecil, tapi itu seperti pisang raja. Lalu pandangan Cinta beralih pada Aiden. Pria itu menyeringai.


Sekali lagi Aiden menyergap bibir Cinta dan mel*m*tnya seperti tadi. Namun lebih singkat kali ini. "Bagaimana Sayang, apa kau menyukainya?" Ucap Aiden dengan seringai yang sama.


"Kak Ai, apa itu tidak terlalu besar? Memangnya muat ya padaku?" Cinta meringis ngilu membayangkan milik Aiden yang besar memasuki dirinya.


"Tentu saja muat, aku berani menjaminnya. Dam aku pastikan kau akan siap dalam beberapa saat lagi." Sekali lagi Aiden membenamkan bibirnya pada Cinta dan mel*m*tnya seperti tadi.


Sedangkan di bawah sana milik Aiden terus mendorong masuk ke dalam Miss Cinta yang sangat sempit. Dan hal itu membuat Aiden sedikit kesulitan.


"Uhhh," sedangkan Cinta terus meringis kesakitan.


Terdengar bunyi keras ketika Aiden menembus pertahanan Cinta, sehingga mengalir cairan merah dari lubang Miss nya. Yang menandakan jika Cinta telah kehilangan Vi*gin nya.


Malam yang dingin ini akan mereka habiskan untuk saling mengisi dan melengkapi. Bukan hanya sekedar merubah nama marga, tapi Aiden baru saja memiliki Cinta sepenuhnya.


-


"Uhh,"


Cinta bangun dengan rasa sakit pada sekujur tubuhnya. Wanita itu memperhatikan sekelilingnya. Ternyata dia masih ada di dalam kamarnya, semalam dia bermimpi aneh. Dia bermimpi sedang melakukan sesuatu yang sangat luar biasa dengan Aiden.


Tapi jika itu hanya mimpi, tapi kenapa dia merasakan sesuatu yang menyakitkan di bagian Miss nya? Berarti yang terjadi semalam bukan sekedar mimpi saja.


"Nyonya Anda sudah bangun. Tuan meminta saya menyiapkan sarapan untuk Anda."

__ADS_1


"Lalu dimana Kak Ai?"


"Beliau sudah berangkat sejak pagi tadi. Ini kunci mobil Anda, Tuan membelikan mobil baru."


"Wow, Kak Ai membelikan mobil baru untukku?" Pelayan itu mengangguk.


Cinta melompat turun dari tempat tidurnya. Seketika dia merasakan sakit yang luar biasa pada bagian Miss nya. Tapi Cinta tidak peduli. Dia ingin segera melihat mobil barunya.


"Apakah yang Silver itu?"


"Benar, Nyonya. Itu mobil baru untuk Anda dari Tuan Aiden."


"Huwaa...Sangat luar biasa."


Cinta meninggalkan kamar nya dan keluar untuk mencoba mobil barunya. Bahkan dia tidak peduli dengan teriakan pelayan itu yang memintanya untuk berhati-hati.


Gadis itu, ralat..tapi wanita itu berjalan mengelilingi mobilnya. Ini adalah mobil impiannya selama ini, dan Cinta tidak menyangka jika Aiden akan membelikan mobil sebagus ini untuknya.


"Cris, lihatlah aku punya mobil baru." seru Cinta saat melihat kakak kembarnya keluar dari pagar rumah mereka.


Rumah Cinta dan Mansion Aiden berhadapan. Jika Cinta merindukan Ibu dan kakaknya, dia tidak perlu mengeluarkan uang atau bahan bakar untuk bertemu mereka.


"Omo!! Cinta, ini mobilmu?" Ucap Cris sambil menatap Cinta tak percaya. "Aiden benar-benar membelikan mobil ini untukmu?" Cinta mengangguk.


"Bukankah sangat keren? Aku harus berterimakasih pada suamiku yang super tampan dan kaya raya itu." Ucapnya.


"Astaga, ini adalah mobil impianku. Dan sialnya malah kau yang mendapatkannya. Kau membuatku iri. Boleh aku mencobanya?"


"Tidak, enak saja kau mencobanya. Aku saja yang punya belum mencobanya. Minggir, mobil baruku bisa lecet jika terus-terusan kau sentuh!!"


"YAKK!!"


Cinta menjulurkan lidahnya pada Cris. Gadis itu masuk ke dalam mobil barunya. Cinta ingin mencobanya, sedangkan Cris hanya bisa gigit jari melihat Cinta lebih dulu memiliki mobil impiannya.


"Tuhan, kenapa kau tidak adil padaku?!"

__ADS_1


-


Bersambung.


__ADS_2