Nona Bar-Bar Kesayangan Tuan Muda

Nona Bar-Bar Kesayangan Tuan Muda
Pertemuan Mengharukan


__ADS_3

Aiden membawa Cinta terbang ke America untuk bertemu dengan Ibu dan kedua kakaknya. Mereka harus tau jika sebenarnya masih hidup dan selama ini dia hanya hilang ingatan.


Cinta rasanya sudah sangat tidak sabar untuk bisa segera bertemu dengan Ibu dan kedua kakaknya, dia begitu merindukan mereka bertiga, terutama Nyonya Gita.


Sepanjang perjalanan menuju bandara. Aiden tak sedetik pun melepaskan genggamannya pada tangan Cinta. Aiden terus saja menggenggam jari-jari lentik itu dengan erat, seolah-olah dia takut jika Cinta akan menghilang jika genggamannya terlepas.


"Kak Ai, kita sudah ada di dalam pesawat. Sampai kapan kau akan menggenggam tanganku seperti ini? Dan tenanglah, aku tidak akan pergi kemana pun lagi."


"Biarkan tetap seperti ini, aku sangat senang melakukan skinship denganmu seperti ini." Aiden tersenyum, membuat sudut bibir Cinta tertarik ke atas.


Mereka pergi bukan dengan menaiki pesawat umum, tapi dengan menggunakan jet pribadi. Tidak hanya mereka berdua, Aiden juga membawa pasangan tua serta cucunya untuk ikut serta.


Mereka adalah orang yang telah berperan penting, dan berkat bantuan mereka Cinta bisa tetap hidup meskipun selama ini harus kehilangan memorinya.


Sementara itu...


Si kakek dan nenek tidak menduga jika wanita yang dia selamatkan satu tahun yang lalu ternyata adalah istri dari seorang Tuan Muda dari keluarga bangsawan.


Hidup mereka bertiga di jamin oleh Aiden, sebagai ucapan terimakasih dia memberikan sebuah tempat tinggal yang jauh-jauh lebih layak pada pasangan tua tersebut. Bahkan toko bunga mereka yang awalnya tidak terlalu besar kini sangat megah dan bergaya high class.


"Kak Ai, sebenarnya apa yang terjadi pada mata kiri mu, kenapa bisa sampai seperti ini? Apa tidak bisa disembuhkan lagi?" Cinta menatap Aiden dengan sedih.


"Sebenarnya aku mengalami kebutaan pada kedua mataku. Bola mata kiri mengalami kerusakan parah karena tertusuk pecahan kaca. Sedangkan yang kanan masih bisa diselamatkan asalkan ada donor yang tepat." Tutur Aiden menjelaskan.


"Aku tidak bisa membayangkan bagaimana keadaanmu pada saat itu. Pasti hanya kegelapan yang bisa kau rasakan sebelum ada yang mendonorkan mata itu untukmu."


"Dan apa kau tau siapa yang mendonorkan mata kanannya untukku, supaya aku bisa melihat lagi?" Cinta menggeleng. "Carel, dialah orang yang telah berbaik hati menyerahkan satu matanya untukku."


"Kakakku?" Cinta mengangguk.


"Dia sangat baik. Aku pikir seluruh keluargamu akan menyalahkan ku atas insiden hari itu. Tapi mereka justru merasa simpatik padaku. Selama aku buta, mama mu lah yang telah merawat ku dengan sepenuh hatinya. Cris yang selalu datang menghiburku di rumah sakit. Mereka sangat berjasa besar padaku."


Cinta berhambur ke dalam pelukan Aiden. Air matanya jatuh begitu saja dan membasahi wajah cantiknya. Dia tidak tau seberapa berat hidup yang dijalani Aiden selama ini. Dan pasti tidak mudah berada di posisinya.


Kali ini mereka tidak akan berpisah lagi. Cinta tidak akan meninggalkan Aiden lagi. Jujur saja, selama satu tahun ini dia juga begitu tersiksa karena tidak bisa mengingat siapa dirinya, masa lalunya dan dari mana sebenarnya dia berasal.


Tapi Cinta sangat berterimakasih pada Tuhan. Karena Tuhan telah menunjukkan arah kemana dia harus pulang, setelah tersesat begitu lama.


-

__ADS_1


Setelah melakukan perjalanan yang cukup melelahkan. Akhirnya mereka tiba di negara yang dituju, saat ini Aiden, Cinta dan keluarga baik itu sedang menuju kediaman keluarga Su yang terletak di Ibukota.


Rasanya Cinta sudah tidak sabar untuk bisa segera bertemu dengan mereka. Terutama Ibunya, Cinta sangat merindukannya.


Dua taxi yang mereka tumpangi berhenti di sebuah rumah mewah yang memiliki dua lantai. Cinta, Aiden, Nenek, Kakek dan Cucunya berjalan beriringan menuju halaman utama rumah tersebut.


Dari jarak 5 meter. Cinta melihat sang ibu yang sedang menyirami bunga di taman depan. Air matanya sudah tidak bisa dibendung lagi. Dengan cepat Cinta menghampiri wanita yang telah melahirkannya tersebut.


"Mama," panggil Cinta dan membuat perhatian wanita itu teralihkan seketika.


Selang air ditangannya terlepas dari genggamannya. Kedua matanya membelalak melihat sosok yang saat ini berdiri dihadapannya. Wanita itu menutup mulutnya dengan kedua tangannya.


"Mama." Panggil Cinta sekali lagi.


Wanita itu menghampiri sang ibu dan langsung memeluknya. Mereka berpelukan dan saling menangis. Membuat suasana menjadi sangat haru dan mengundang air mata.


"Aku merindukan, Mama." Lirih Cinta berbisik.


"Cinta, apakah ini sungguh dirimu, Nak? Cinta, jadi selama ini kau masih hidup?" Gita menatap putrinya tak percaya.


Antara yakin dan tidak yakin jika yang ada dihadapannya ini benar-benar putrinya. Karena selama ini yang Gita ketahui jika Cinta telah tiada setelah menjadi korban kecelakaan.


Gita melepas pelukannya pada Cinta lalu menghampiri pasangan tua itu. Gita menangis dan sambil memeluk mereka. Kata terimakasih saja tidak akan cukup untuk membalas kebaikan mereka, bahkan dengan menyerahkan seluruh harta yang dia miliki pun tidak akan cukup.


Dan sementara itu..


Cris dan Carel yang kebetulan memang ada di rumah langsung keluar setelah mendengar suara ribut-ribut di luar. Sontak kedua mata Cris membelalak saat mendapati sosok wanita cantik yang saat ini berdiri diantara Ibu dan adik iparnya. Dengan histeris kemudian dia berteriak.


"KYYYAA!!! SETAN!!" dan membuat semua mata kini tertuju padanya.


Cris pun langsung berlari masuk ke dalam dengan tunggang langgang, dia ketakutan saat melihat Cinta karena dia pikir itu adalah hantu. Sementara Carel justru menunjukkan sikap yang berbeda.


Pria itu menghampiri Cinta dan langsung memeluknya. Karena sebelumnya Aiden sudah memberitahunya jika Cinta masih hidup dan selama ini dia hanya hilang ingatan.


"Cinta, Kakak sangat merindukanmu."


"Aku juga merindukan, Kakak." Jawab Cinta sambil mengeratkan pelukannya.


Kemudian Cinta mengangkat wajahnya. Dia heran melihat kedua mata Cris masih utuh, bukankah yang satu sudah dia donor kan pada Aiden?

__ADS_1


"Jangan heran, mata kanan Kakak masih ada karena hanya retinanya saja yang didonorkan. Sedangkan mata kiri suamiku cacat permanen karena cidera yang sangat parah sampai harus diangkat." Ujar Carel seolah mengerti apa yang Cinta pikirkan.


"Nanti lagi saja mengobrol nya. Ayo sebaiknya kita masuk dulu."


Sebuah ide jahil tercetus di otak cerdas Cinta. Wanita itu berniat mengerjai Cris yang sudah menganggapnya hantu. Sekali-kali saudara kembarnya itu memang perlu di beri pelajaran.


-


Tokk.. Tokk.. Tokk...


Ketukan pada pintunya membuat Cris terlonjak kaget. Apalagi suara ketukannya tidak seperti biasa dan terkesan aneh. Tidak hanya satu kali saja, tapi sampai tiga kali.


Tokk.. Tokk.. Tokk..


Ketukan itu di beri jeda selama beberapa detik. Dan hal tersebut membuat Cris semakin panik dan ketakutan. Pria itu bersembunyi di dalam selimutnya setalah mendengar suara derit pintu yang di buka dari luar.


"Cris..."


Tubuh Cris gemetar hebat saat mendengar suara wanita yang memanggil namanya. Cris juga mendengar suara sesuatu seperti diketuk-ketuk kan di lantai. "Cris... Aku kesepian di sana. Temani aku Cris, aku membutuhkan teman."


"Cinta, aku mohon padamu. Jangan ganggu aku ya. Aku janji akan sering mengirimkan dupa dan kemenyan padamu. Supaya kau kenyang dan tidak kelaparan. Tapi berhenti menggangguku. Aku ini masih perjaka, belum menikah apalagi merasakan yang namanya malam pertama, jadi pergi dan jangan ganggu lagi."


"Tapi aku tidak butuh dupa dan kemenyan."


"Kalau begitu kembang 7 rupa bagaimana? Kau suka makan kembang kan, nanti aku akan mengirimkan banyak kembang plus wewangian!!"


"YAKK!!! Kau pikir aku ini apa sampai-sampai harus makan kemenyan dan dupa lalu kembang 7 rupa. Lihat kakiku masih Napak, aku masih hidup bodoh!!" Cinta yang habis kesabaran langsung membuka selimut Cris dan memberitahunya jika dia masih hidup.


"EO, Cinta kau sungguh-sungguh masih hidup?!"


"Tentu saja aku hidup. Dasar bodoh!!"


"Huaaa... Cinta aku merindukanmu!!" Cinta mendengus berat. Dia mengangkat kedua tangannya dan membalas pelukan Cris.


"Aku juga merindukanmu, Cris!!"


-


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2