Nona Bar-Bar Kesayangan Tuan Muda

Nona Bar-Bar Kesayangan Tuan Muda
Pergi Ke Villa


__ADS_3

Sebuah mobil mewah berwarna silver terlihat memasuki gerbang kampus dan melaju menuju parkiran. Dan kedatangan mobil mewah tersebut menyita perhatian banyak pasang mata yang ada di sana.


Bagaimana tidak?! Mobil itu adalah salah satu mobil termahal di dunia. Dan jika tidak salah, hanya ada 5 unit di dunia. Mobil yang menjadi impian banyak orang.


Seorang wanita cantik terlihat keluar dari mobil tersebut. Lalu dia menyapukan pandangannya, semua mata kini tertuju padanya. Menatapnya dengan berbagai tatapan.


"Kenapa kalian semua menatapku seperti itu? Memangnya ada yang salah di wajahku?" Ucapnya kebingungan.


"Cinta, boleh kami melihat mobilmu?" Seru salah satu mahasiswi yang berdiri di dekat Cinta.


"Tentu saja, tapi untuk apa?" Ucap Cinta kebingungan.


"Bagaimana kau bisa mendapatkan mobil mewah dan sebagus ini? Pasti harganya sangat mahal ya?"


"Mungkin saja, karena bukan aku yang membelinya."


"Cinta." Seru Sita yang entah dari mana datangnya tiba-tiba sudah ada disamping Cinta. Sita memeluk lengan kiri sahabatnya itu sambil tersenyum lebar. "Nanti saat pulang beri aku tumpangan, oke."


"Cih, dasar penjilat!!" Cinta melepaskan pelukan Sita pada lengannya dan pergi begitu saja.


"Yakk!! Cinta, tunggu aku!!"


-


Aiden meninggalkan kantornya dan pergi ke kampus Cinta. Tidak sendiri, Aiden membawa Max untuk ikut bersamanya. Supaya nanti ada yang membawa mobil Cinta.


Ditengah perjalanan, Aiden menghubungi Cinta dan memberitahunya jika dia akan datang. Aiden malas jika harus masuk ke dalam dan menjadi pusat perhatian. Lebih baik dia menunggu di depan gerbang.


Setelah berkendara kurang lebih dua puluh menit. Mereka tiba di kampus Cinta. Ternyata wanita itu sudah menunggunya di depan gerbang kampus. Cinta melambaikan tangannya sambil menyerahkan nama sang suami, ketika Aiden turun dari mobilnya.


"Kak Ai."


"Sudah menunggu lama?" Cinta menggeleng.


"Memangnya kita mau kemana? Sepertinya sangat spesial." Ucap Cinta sambil mengunci sepasang mata Aiden.


"Aku ingin membawamu ke suatu tempat. Tapi sebelum itu kita makan siang dulu, aku sangat lapar." Ucap Aiden yang kemudian dibalas anggukan oleh Cinta.

__ADS_1


"Kebetulan aku juga sangat lapar." Jawab Cinta. Tiba-tiba dia teringat sesuatu. "Tapi Kak Ai, lalu bagaimana dengan mobilku?"


"Biar Max yang membawanya." Jawab Aiden.


"Baiklah kalau begitu." Cinta pun segera masuk ke dalam mobil Aiden. Dia sangat penasaran kemana suaminya ini akan membawanya pergi. Cinta benar-benar sudah tidak sabar ingin segera sampai di sana.


.


Setelah makan siang. Aiden membawa Cinta ketempat yang dimaksud. Perjalanan mereka lumayan panjang dan melelahkan. Jalanan yang mereka lalui bukan lagi jalanan perkotaan, melainkan jalanan pegunungan yang sekelilingnya dipenuhi pohon Pinus.


Sebenarnya Cinta sangat penasaran kemana Aiden akan membawanya, dia sudah mencoba bertanya, tapi Aiden selalu menjawab dengan kalimat yang sama. 'Kau akan tau setelah mereka tiba di sana.' Dan tentu saja bukan itu jawaban yang Cinta inginkan.


Setelah berkendara kurang lebih 1,5 jam. Mereka tiba di sebuah Villa yang letaknya jauh dari keramaian kota. Aiden turun lebih dulu dan kemudian diikuti Cinta yang kini berdiri disampingnya.


"Huwaa. Apa ini Villa milikmu? Kak Ai, kenapa kau tidak pernah bilang jika memiliki Villa sebagus dan semewah ini?" Ucap Cinta terkagum-kagum.


"Karena kau tidak pernah bertanya, Sayang." Jawab Aiden sambil menarik ujung hidung mancung Cinta. "Ayo kita masuk." Cinta mengangguk dengan semangat.


"Kak Ai, tunggu!!" Seru Cinta dan menghentikan langkah Aiden. "Aku yakin jika kita tidak langsung pulang bukan? Lalu kenapa kita tidak membawa pakaian ganti dan keperluan lainnya?" Tanya Cinta kebingungan.


"Semua sudah tersedia di dalam. Aku sudah menyiapkan semuanya."


Cinta melepaskan pelukannya saat pintu yang menjulang di depannya tiba-tiba saja terbuka. Seorang pria dan wanita setengah baya menyambut kedatangan mereka. Mereka adalah pasangan suami-istri yang menjaga dan merawat Villa milik Aiden.


"Selamat datang Tuan Muda." Ucap mereka berdua sambil membungkuk memberi hormat.


"Ini Cinta, dia adalah Istriku, layani dia dengan baik selama di sini. Dia alergi Udang dan berbagai jenis makanan laut. Dia tidak suka acar timun, melon dan semangka. Dia benci gelap dan suka kebersihan, pastikan kamar dan tempat tidur selalu rapi setiap hari." Ujar Aiden panjang lebar.


Dan sementara itu...


Cinta yang mendengar rentetan kalimat yang keluar dari bibir suaminya hanya bisa terperangah. Bagaimana tidak, Aiden tau segala hal tentangnya baik itu yang dia sukai maupun yang dia benci. Dan hal itu membuat Cinta sangat terharu.


"Kak Ai, kau sungguh membuatku terharu." Ucap Cinta sambil menatap Aiden dengan berkaca-kaca.


"Maaf, karena sudah mencari tau segala hal tentang dirimu." Ucap Aiden sambil menepuk kepala Cinta.


Wanita itu menggeleng. "Tidak apa-apa, aku paham dan mengerti. Apalagi kita masih belum saling mengerti dan memahami satu sama lain." Tutur Cinta.

__ADS_1


"Kau pasti lelah. Ayo, aku temani kau beristirahat." Ucap Aiden yang kemudian dibalas anggukan oleh Cinta. Keduanya berjalan beriringan menaiki tangga menuju lantai dua Villa. Karana di sanalah kamar mereka.


.


"Ahhh, lelahnya."


Cinta merebahkan tubuhnya pada kasur super empuk dan nyaman yang ada di tengah-tengah ruangan. Ruangan itu sangat besar dan luas, persis seperti kamar Aiden di mansion keluarga Qin.


"EO," Cinta bangkit dari berbaring nya dan berlari menuju dinding kaca yang ada di belakang tempat tidurnya.


Cinta begitu terpukau melihat pemandangan cantik yang ada di luar sana, sangat indah dan begitu luar biasa.


"Besok pagi aku akan membawamu ke sana. Karena saat fajar tiba. Kau akan menemukan sebuah keajaiban di sana." Ucap Aiden yang entah sejak kapan sudah berdiri dibelakang Cinta.


Sebelah tangan Aiden bertumpu pada dinding kaca, sedangkan tangan satu lagi memeluk pinggang ramping Cinta. "Benarkah? Memangnya keajaiban apa yang bisa aku temukan di sana saat saat fajar?" Tanya Cinta penasaran.


"Jika aku memberitahumu sekarang, maka itu bukan kejutan lagi namanya. Kau akan mengetahuinya besok pagi."


"Kak Ai, kau membuatku penasaran setengah mati. Ayolah, beritahu aku sekarang dan jangan main rahasia-rahasia, bagaimana jika aku sampai mati penasaran?" Ucap Cinta sambil menatap Aiden dengan tatapan memohon.


"Aku tidak akan memberitahumu!! Besok kau bisa melihatnya sendiri, oke."


Cinta memanyunkan bibirnya. Dia benar-benar kesal pada Aiden. Bagaimana bisa suaminya ini main teka-teki dan membuatnya penasaran setengah mati.


"Huft, Kak Ai menyebalkan!!" Cinta beranjak dari hadapan Aiden dan pergi begitu saja. Dia membaringkan kembali tubuhnya pada kasur super nyaman itu.


Aiden menghampiri Cinta kemudian ikut berbaring disampingnya. "Kau kesal padaku?" Ucap Aiden sambil menatap wajah ayu disampingnya.


"Sedikit. Siapa suruh Kak Ai sangat menyebalkan." Jawabnya masih sambil memanyunkan bibirnya. Bukannya terlihat jelek, Cinta justru terlihat sangat menggemaskan.


"Nanti malam aku akan membawamu melihat Bintang. Sebaiknya sekarang kita istirahat dulu supaya kau tidak mengantuk saat menunggu bintang jatuh."


Sontak kedua mata Cinta berbinar. "Bintang jatuh?" Aiden mengangguk. "Kyyaaa.. Aku sangat tidak sabar. Baiklah, kalau begitu aku akan tidur sekarang juga." Ucapnya bersemangat.


Nyaris saja gendang telinga Aiden rusak karena teriakan maut Cinta. Aiden mendengus, menggelengkan kepala melihat tingkah menggemaskan istri tercintanya.


-

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2