Nona Bar-Bar Kesayangan Tuan Muda

Nona Bar-Bar Kesayangan Tuan Muda
Tuhan, Kuatkan Hatiku!!


__ADS_3

"Cinta, ini?!"


"Kak Ai, aku hamil!!"


Ingin meledak rasanya dada Aiden setelah mendapatkan kabar baik dari Cinta. Bahkan dia sampai tidak bisa menahan rasa harunya. Cairan bening mengalir dari sudut matanya.


Tanpa banyak berkata-kata. Aiden menarik Cinta ke dalam pelukannya. Dia tidak tau bagaimana harus mengekspresikan rasa bahagianya saat ini.


"Ma, kita harus merayakan kabar bahagia ini. Aku akan segera menjemput Nenek Merry dan keluarganya. Mereka tidak boleh melewatkan perayaan ini." Ujar Cris berapi-api.


Gita mengangguk. "Baiklah, segera jemput mereka."


"Segera Ma. Oke, kalau begitu aku pergi dulu. Keponakan, Pamanmu yang tampan ini pergi sebentar, oke." Cris mengusap perut Cinta.


.


Percayalah jika keajaiban Tuhan itu nyata. Apa yang mustahil bagi manusia, tentu saja tidak baginya. Karena Tuhan adalah keajaiban itu sendiri.


Di saat seorang Dokter dengan gamblangnya menyatakan jika Cinta tidak mungkin bisa memiliki anak setelah rahimnya di angkat. Tetapi Tuhan menunjukkan kuasanya dengan membuat apa yang tidak mungkin, menjadi mungkin.


Dokter bukanlah Tuhan, dia hanya bisa mendiagnosa, tanpa bisa menentukan takdir manusia itu sendiri. Karena takdir semua manusia Tuhan yang menentukannya. Dan Cinta adalah salah satu bukti dari keajaiban itu sendiri.


.


"Selamat, Sayang atas kehamilan mu. Nenek ikut bahagia untukmu."


"Tuhan maha adil, Nak. Apa yang mustahil bagi kita, tentu tidak baginya. Sehat terus Ibu dan bayinya."


"Hai, Baby. Baik-baik ya di dalam sana. Kami akan menunggu kedatangan mu dengan sabar, oke."


Cinta tidak kuasa menahan rasa harusnya saat mendapatkan ucapan selamat dari semua orang. Wanita itu menangis, bukan karena sedih, tapi karena dia bahagia.


Memiliki anak adalah salah satu impiannya sejak lama, bahkan sebelum ia dan Aiden menikah. Dan Cinta tidak menduga jika Tuhan akan memberikan anak secepat ini padanya.

__ADS_1


"Sayang, terimakasih telah melengkapi hidup Kami. Baik-baik di dalam sana ya, Nak. Papa dan Mama akan selalu menjaga dan melindungi mu. Kami menyayangimu."


Aiden mengusap perut Cinta yang masih rata, di dalam sana bersemayam hasil dari buah cintanya bersama sang istri. Dan sebagai seorang Ayah. Tentu saja Aiden akan menjaga dan selalu melindunginya.


"Sebaiknya sekarang bawa Cinta istirahat. Dia tidak boleh sampai kelelahan," ucap Gita yang kemudian di balas anggukan oleh Aiden.


Cinta dan Aiden memisahkan diri dari yang lain. Pasangan muda itu berjalan menuju kamar Cinta yang berada di lantai dua. Saat ini mereka berada di kediaman keluarga Su, Gita melarang mereka untuk pulang.


.


Aiden berlutut di depan Cinta. Jari-jari besarnya meraih tangan wanita itu lalu menciumnya. Kebahagian terlihat jelas dari Netra nya.


"Rasanya aku masih tidak percaya, jika tak lama lagi aku akan menjadi seorang ayah!!"


Cinta mengangguk. Wanita itu menyeka air mata yang menetes di pipinya. "Begitu juga denganku, aku juga sangat bahagia Kak Ai. Akhirnya Tuhan mendengarkan dan mengabulkan doa kita."


"Aku pasti akan selalu menjaga dan melindungi kalian berdua. Tidak akan kubiarkan siapapun menyakitimu dan dia. Aku berjanji."


Aiden mengangguk. "Baiklah, apapun akan aku lakukan untuk kalian berdua. Ya sudah, sebaiknya sekarang kau tidur. Jangan membantah!!" Cinta mendengus dan kemudian mengangguk.


"Baiklah, aku tidak bandel kok. Kan demi si Baby."


Aiden membantu Cinta berbaring kemudian menyelimuti tubuhnya dengan selimut sampai sebatas dada. Satu kecupan Aiden darat kan pada kening Cinta. Ciuman itu bukti betapa Aiden sangat mencintai istrinya.


-


Hari demi hari Cinta lalui dengan baik. Tidak terasa usia kandungannya saat ini sudah memasuki bulan ke 3. Tapi perutnya masih tampak rata dan belum terlalu terlihat.


Semakin besar kandungannya. Cinta semakin manja dan sering kali membuat Aiden kerepotan karena permintaan ngidamnya yang super aneh. Dan terkadang tidak masuk akal.


Malam ini contohnya. Aiden harus berkeliling kota hanya demi mendapatkan mangga setengah matang yang Cinta minta. Tapi sayangnya sudah tidak ada satu kedai buah pun yang masih buka. Semua sudah pada tutup.


Beberapa mini market dan pusat perbelanjaan 24 jam sampai Aiden datangi. Dan anehnya, mangga setengah matang yang Aiden cari ternyata tidak ada.

__ADS_1


Aiden heran, saat sedang di butuhkan, buah musiman itu tidak ada. Tapi Jika tidak dibutuhkan, mangga yang dia cari malah melimpah ruah. Dan bagaimana dia harus menjelaskan pada Cinta jika buah yang dia cari tidak ada.


.


"Kak Ai, kau dapat mangga setengah matangnya?" Cinta menatap Aiden yang baru pulang dengan antusias.


Aiden mendesah berat, pria itu menggeleng. Membuat mimik wajah Cinta berubah kecewa setelah tau buah yang sangat-sangat ingin sekali dia makan ternyata tidak ada. "Terus bagaimana? Padahal aku sangat ingin memakannya." Ucap Cinta kecewa.


"Aku membeli mangga muda dan yang sudah matang. Makan salah satunya sebagai gantinya. Aku sudah keliling kota, tapi mangga setengah matang yang kau inginkan benar-benar tidak ada. Aku istirahat dulu." Aiden melewati Cinta begitu saja.


Cinta mempoutkan bibirnya. Wanita itu ingin menangis. Tapi sayangnya air matanya tidak mau keluar. Padahal dia ingin sekali makan mangga setengah matang itu. Tapi keinginannya malah tidak keturunan.


"Hiks, aku ingin mangga setengah matang!!"


Besoknya Aiden pergi mencarinya lagi. Kali ini dia sampai pergi ke kota tetangga hanya untuk mencari buah yang ingin Cinta makan. Aiden tidak tega melihat Cinta yang semalaman menangis karena ingin makan mangga setengah matang.


Dan usaha Aiden tidak sia-sia. Dia mendapatkan mangga setengah Matang yang Cinta inginkan.


"Sayang, kemari lah dan lihat apa yang aku bawakan untukmu!!" Seru Aiden saat dia telah sampai di ruang keluarga. Cinta yang penasaran segera menghampiri suaminya. Aiden tersenyum lebar. "Mangga setengah matang yang kau minta semalam."


Cinta menggeleng. "Aku sudah tidak ingin makan mangga setengah matang lagi. Jadi buat Kak Ai sendiri saja ya." Ucap Cinta yang langsung dihadiahi sebuah tatapan nyalang oleh Aiden.


Wanita itu memanyunkan bibirnya. "Kenapa menatapku seperti itu? Aku memang sudah tidak ingin memakannya. Kalau orang ngidam, maunya saat itu juga, bukan harus menunggu besok atau lusa. Sudahlah, aku mau mandi dulu."


Aiden mengusap dadanya dan mendesah berat. Sepertinya kesabarannya benar-benar sedang di uji. Menghadapi Cinta yang sedang hamil membuat Aiden sangat frustasi.


Jika boleh memilih, lebih baik Aiden lembur sampai bermalam-malam di kantornya. Karena itu lebih baik dari pada menghadapi istrinya yang sedang nyidam.


"Cinta, sampai kapan kau akan terus menguji kesabaran ku?! Ya Tuhan, tolong kuatkan hatiku!!"


-


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2