Nona Bar-Bar Kesayangan Tuan Muda

Nona Bar-Bar Kesayangan Tuan Muda
Ledakan Di Villa


__ADS_3

Jangan lupa buat baca new Novel Author yang judulnya "GIGOLO TAMPAN PEMUAS NAFSU CEO CANTIK KESEPIAN" ya. Tinggalkan Like komen juga 🙏🙏😂


-


Cinta tersenyum lebar menatap hasil rajutannya. Meskipun masih belum memiliki lengan. Namun itu terlihat sangat sempurna. Dan rencananya sweater itu akan dia berikan pada Aiden sebagai hadiah kecil darinya.


Ting...


Perhatian Cinta teralihkan oleh sebuah pesan yang masuk ke dalam ponsel Aiden. "Kak Ai, ada pesan masuk!!!" Seru Cinta pada Aiden yang masih di kamar mandi.


"Buka saja, siapa tau penting."


Cinta membuka pesan itu. Kedua Biner Hazel nya memicing melihat sebuah foto yang dikirim ke ponsel suaminya. Dahi wanita itu mengernyit, Cinta menatap foto itu begitu lama, dia sangat penasaran dengan maksud dari foto tersebut.


Cinta menggaruk tengkuknya yang tidak gatal karena gagal paham pada foto tersebut. "Kau sudah membukanya?" Perhatian Cinta teralihkan. Wanita itu menoleh dan mendapati Aiden keluar dari kamar mandi hanya dengan balutan handuk yang melingkari pinggulnya.


Cinta mengangguk. "Sudah, tapi aneh." Jawabnya. Aiden memicingkan matanya. Dia menghampiri Cinta lalu mengambil ponsel milik nya dari tangan sang istri. "Aneh bukan? Aku sudah melihatnya berkali-kali tapi gagal paham." Ujar Cinta.


"Sial!!" Sebuah umpatan keluar dari bibir Aiden.


"Memangnya ada apa kak Ai?" Tanya Cinta penasaran.


"Cinta kita harus segera meninggalkan Villa ini. Seseorang memasang Bom yang akan meledak dalam hitungan menit lagi." Tutur Aiden.


Sontak kedua mata Cinta membelalak saking kagetnya. "Uapaaa?! Ada bom di sini?! Kalau begitu segera kenakan pakaianmu Kak Ai, ayo tinggalkan Villa ini." Cinta benar-benar panik.


Aiden menyambar sebuah celana panjang, kemeja lengan terbuka dan sebuah long Vest hitam yang ada di di belakang pintu. Dengan segera dia memakainya lalu menarik Cinta meninggalkan kamar, dan berlari menuju halaman tempat mobilnya diparkirkan.


Aiden melihat jam yang melingkari pergelangan tangannya. Hanya tersisa 5 menit lagi. "Cepat masuk dan pakai sabuk pengaman mu." Cinta mengangguk.


Tepat setelah mobil Aiden meninggalkan Villa. Suara ledakkan diiringi kobaran api yang besar terlihat dan terdengar dari jarak hampir 100 meter. Villa yang semula sangat indah dan megah kini telah rata menjadi tanah.


Tapi Aiden tidak peduli, Villa masih bisa diperbaiki dan dibangun lagi. Tapi keselamatannya dan Cinta tentu tidak bisa digantikan dengan apapun.

__ADS_1


"Kak Ai, bagaimana ini? Villanya sudah rata menjadi tanah. Lalu kita akan menginap di mana? Kembali ke kota rasanya tidak mungkin, ini sudah terlalu malam."


"Kita bermalam di hotel saja. Dua kilo dari sini ada penginapan. Dan kita menginap di sana saja." Ucap Aiden yang kemudian dibalas anggukan oleh Cinta.


Aiden menghidupkan kembali mobilnya. Mobil sport keluaran terbaru itu kembali melaju kencang pada jalanan malam yang legang. Dalam hatinya Aiden terus bertanya-tanya, kira-kira siapa yang sudah mengibarkan bendera perang dengannya.


Dan Aiden bersumpah akan menemukan orang itu secepatnya. Dia harus menerima akibatnya.


-


Kakek Qin membuka matanya yang sebelumnya terpejam saat mendengar dering pada ponselnya. Nomor tanpa nama tertera di layar benda tipis nan canggih tersebut.


"Tuan, kami sudah melaksanakan perintah Anda. Villa itu sudah hancur dan rata menjadi tanah. Dan sudah bisa dipastikan jika cucu Anda dan istrinya sudah hangus terbakar."


"Bagus sekali. Aku akan mentransfer sisa pembayarannya besok pagi."


"Baik, Tuan."


Kakek Qin tersenyum penuh kemenangan. Dia tidak menyangka jika menyingkirkan Cinta dan Aiden ternyata semudah mengembalikan telapak tangan.


-


Aiden dan Cinta tiba di hotel tempatnya menginap. Karena mereka sepasang suami-istri, maka mereka hanya memesan satu kamar saja.


Aiden merebahkan tubuhnya pada kasur hotel yang empuk dan nyaman. Sebelah tangannya memijit pelipisnya yang terasa pening. Kepalanya pusing lagi.


Dia tidak bisa berhenti membayangkan apa yang akan terjadi padanya dan Cinta jika tidak pergi dari sana dengan tepat waktu. Mungkin mereka kini hanya tinggal nama.


"Kak Ai, apa kepalamu pusing lagi?" Tanya Cinta memastikan. Wanita itu duduk disamping suaminya.


Aiden mengangguk. "Hanya sedikit. Setelah minum obat juga pasti membaik. Tolong berikan obat sakit kepalaku." Cinta beranjak dari samping Aiden, kemudian dia kembali dengan beberapa butir obat ditangannya.


"Ini, minum dulu." Pinta Cinta.

__ADS_1


Aiden mengambil beberapa butir obat itu lalu meneguknya sekali. Bukannya langsung istirahat, Aiden malah membuka laptopnya. Beruntung semua data-data dan surat penting dia simpan di dalam mobilnya. Jika tidak pasti akan beda lagi ceritanya.


Dia ingin menyelidiki dalang di balik insiden di Villanya. Dan Aiden tidak bisa menundanya kemudian membiarkan orang itu berkeliaran dengan bebas.


"Ketemu!!" Seru Aiden puas.


Cinta yang penasaran kemudian menghampiri suaminya. Matanya membelalak setelah melihat user id yang tertera di layar laptop milik Aiden. "Kakek Qin?! Jadi dia pelakunya?!" Cinta memekik.


"Sepertinya pak tua itu sudah bosan hidup. Dan aku akan memberikan sebuah kejutan kecil untuknya.",


Cinta terus bertanya-tanya, bagaimana mungkin Kakek Qin bisa Setega itu pada Aiden, yang jelas-jelas ada cucunya. Apakah karena dendam?!


Dan satu pertanyaan lagi yang mengganjal dipikiran Cinta. Bagaimana Aiden bisa melakukannya? Apakah dia membajak sebuah situs untuk mencarinya? Itu adalah teka-teki yang harus Cinta pecahkan.


"Apa yang kau pikirkan?" Tegur Aiden melihat kediaman Cinta.


Wanita itu mengangkat wajahnya lalu menggeleng. "Tidak ada, aku hanya bingung saja. Kenapa Kakek Qin tega melakukan itu padamu? Dan bagaimana kau bisa menemukan siapa dalang di balik insiden Villa?" Cinta menatap Aiden dengan serius.


Pria itu mendengus geli. "Ini adalah jaman modern, dan semua serba canggih. Jadi apa yang tidak bisa dilakukan di jaman ini? Sekarang tidak ada hal yang mustahil, Sayang." Ucap Aiden lalu mengecup bibir Cinta.


Tak puas dengan ciuman suaminya. Cinta mendorong tubuh Aiden lalu menindih suaminya. Wanita itu menyeringai nakal. Cinta mendekatkan wajahnya lalu menyergap bibir Aiden dan melum*tnya dengan keras.


Sebelah tangan Cinta bermain di lengan Aiden yang terbuka dengan gerakan sensual. Suaminya memang tidak memiliki lengan berotot yang terlalu besar seperti orang India atau Hollywood, tapi kuat ketika di sentuh.


Cinta mengangkat wajahnya dan menatap Aiden dengan sepasang Biner nya. Wajahnya tampan dan terkesan cantik, bagi orang yang melihatnya dia tidak pantas dengan karakternya yang dingin dan terkadang kejam.


Tapi Cinta lebih menyukai pria seperti Aiden. Dia berwajah putih dan halus, tidak berjenggot apalagi berewokan seperti orang luar. Lagipula milik Aiden tak kalah dari mereka, bahkan dia sangat kuat ketika di atas ranjang.


"Aku menginginkannya, Baby." Bisik Aiden setelah Cinta melepaskan ciumannya.


"Soo, kalau begitu tunggu apa lagi. Ayo kita bercinta sampai pagi."


-

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2