
"Jadi Junho itu abang lo?" Tanya Yeri.
"Bukan pacar?" Tambah Mina.
"Lo tinggal serumah dong?" Tanya Yeri lagi.
"Ini maksudnya lo udah setuju adopsi?" Tanya Lia tak mau kalah, setelah mendengar penjelasan Yoa kalau Junho adalah abangnya.
Yoa belum siap untuk cerita yang sebenarnya kepada teman-teman nya, karena ia juga masih bingung alasan ia bisa berpisah dengan keluarganya.
"Kalian nanyak nya satu-satu dong." Jawab Yoa yang merasa bingung diserang pertanyaan teman-teman nya.
"Oke-oke, mending jawab pertanyaan Lia aja." Kata Yeri.
"Iyaa bener." Tambah Mina diikuti anggukan kepala Lia.
"Iyaa gue udah setuju adopsi." Yoa terdiam sejenak yang diikuti tatapan serius dari teman-teman nya, "Dan bang Junho itu anak kedua dari orang tua yang adopsi gue." Lanjut Yoa dengan wajah yang terlihat sedikit sendu.
Yeri meraih bahu Yoa dan merangkulnya, "Apa lo baik-baik aja?"
Yoa tersenyum pada ketiga teman-teman nya yang seperti nya sedang sangat kwatir, "Sangat baik-baik aja."
"Lo bahagia?" Tanya Lia.
Yoa mengangguk mantab seolah memberitahu teman-teman nya bahwa dia baik-baik saja, walaupun masih sedikit bingung, tapi tak bisa dipungkiri ia juga sangat bahagia bisa punya keluarga, bahkan keluarga kandung.
"Tapi kok kalian kenal bang Junho?" Tanya Yoa karena walaupun dia tau akun sosial media abang nya punya banyak pengikut tapi tidak menyangka kalau teman-teman nya termasuk dalam pengikut itu.
"Astaga Yoa, siapa sihh di kota ini yang gak kenal seorang Junho Jangyong? Ganteng, kaya, udah gitu cool gimana gitu." Jawab Mina dengan senyum senyum gak jelas yang membuat Yoa sedikit menggigil geli.
"Iyaa Yo. Abang lo itu definisi pangeran yang gak bisa diraih rakyat jelata seperti kita." Timpal Lia.
"Abang lo itu juga sering liburan ke luar negeri, foto-foto nya keren-keren deh Yo." Kata Yeri.
"Kalian berlebihan deh." Jawab Yoa santai.
Tapi bener juga sihh kalau dilihat langsung bang Junho tu ganteng parah, gak salah lah kalau banyak yang suka. Gumam Yoa dalam hati.
"Jadi sekarang lo adalah Yoa Aeri Jangyong, adek nya Junho Jangyong." Kata Mina dengan senyum senyum dibuat buat manis.
Yoa menaik turun kan kepala nya, disambut tatapan ketiga teman nya.
"Adek ipar.." Kata ketiga teman Yoa serempak dengan senyum senyum yang membuat Yoa terbelalak merasa aneh.
###
Sementara di sekolah nya Junho juga mendapat serangan pertanyaan dari teman teman nya setelah menelfon Yoa.
"Berarti adek lo udah nerima?" Tanya Guan.
"Udah, kemarin tiba-tiba aja dia mintak jemput mamah." Jawab Junho.
"Jun kenalin dong, adek lo cantik banget ternyata." Kata Deka setelah melihat foto yang di upload Junho.
"Jangan macem-macem lo." Ancam Junho.
"Pelit banget sih lo. Kalau punya adek cantik tu jangan di simpen sendiri dong, bagi-bagi kek sama temen." Kata Deka.
"Emang adek gue makanan. Lagian dia masih kecil gakboleh deket-deket cowok dulu, bahaya. Terutama spesies cowok macem lo."
"Widihh serem banget sihh kakak ipar."
"Jangan panggil gue kayak gitu, jijik gue!" Ancam Junho lagi yang hanya dibalas dengan cengiran Deka.
__ADS_1
"Kayak nya gue pernah lihat adek lho deh Jun." Kata Guan yang sedari tadi sibuk melihat akun sosmed Junho.
"Mungkin lo pernah ketemu pas pemotretan, kata nyokap Yoa kerja part time jadi model baju baju online shop." Jelas Junho.
"Iyaa kali yaa." Jawab Guan sedikit tidak yakin.
"Kalau gitu body adek lo mantep dong Jun?" Celetuk Deka yang langsung dibalas dengan lemparan botol air mineral dari Junho.
"Lo mau mati yaa?"
Deka mengusap-usap kepala nya yang terkena lemparan botol, "Yaelahh, kan cuma bercanda."
"Bercanda lo gak lucu." Sela Guan yang sedikit merasa kesal juga dengan candaan Deka yang tidak pada tempatnya.
"Iyaa iyaa maaf." Jawab Deka sambil menyatukan kedua telapak tangan tanda minta maaf.
####
Yoa merasa bosan, 4 hari terakhir ini sepulang sekolah ia melihat rumah hanya ada para pekerja, karena Hendra dan Diya masih sibuk bekerja dan akan pulang ketika sore. Sedangkan Junho akan pulang jam 3. Yoa hanya keluar kamar untuk makan, setelah nya ia sibuk belajar dan menonton video kpop di laptop baru nya yang dibelikan Diya.
"Bosen banget dehh. Biasanya bisa maen sama adek-adek panti kalau lagi bosen gini." Gumam Yoa sambil rebahan di kasur nya sambil menatap langit-langit kamarnya.
"Ngapain yaa enaknya?" Yoa berfikir cara untuk menghilangkan rasa bosan nya, lalu pandangan nya tertuju pada pintu kamar gantinya, ia pun menuju kamar ganti itu dan melihat-lihat baju yang tergantung.
"Tante Diya hebat banget bisa desain baju sebanyak ini, baju-baju nya juga selera aku banget. Tapi belum aku coba satupun." Yoa berfikir sejenak, lalu tersenyum seolah baru saja mendapatkan ide cemerlang.
Yoa mencoba beberapa dress, jaket dan rok. Mencocokkan pada badan nya, melihat di cermin. Dia sangat suka melihat penampilan nya dengan baju-baju itu. Yoa memutar lagu kpop di hp nya, lalu menari-nari didepan cermin sambil menyanyi, tak lupa ia juga memakai kacamata hitam. Sangking asyik nya menari-nari dan bernyanyi Yoa tidak sadar ada yang masuk kamarnya. Junho yang baru pulang sekolah melihat sekeliling kamar Yoa, dan melihat Yoa ada di kamar ganti sibuk menari-nari dan menyanyi.
"Ya ampun adek gue gemes banget sihh, bahaya nihh kalau cowok cowok macam Deka lihat, bisa-bisa diculik nihh adek gue." Gumam Junho pelan sambil senyum senyum. Tiba-tiba Junho kepikiran mengambil hp nya dan merekam adeknya, Junho merekam sambil pelan-pelan mendekat, beberapa menit Yoa tidak menyadari keberadaan Junho, hingga membuat Junho tak bisa menahan tawa gemas nya. Saat berbalik ke arah pintu Yoa melihat Junho yang asyik merekam, Yoa pun terbelalak hingga pipinya memerah malu.
"Bang Junho?" Teriak Yoa seketika membuat Junho sedikit kaget.
"Bang Junho ngapain?" Tanya Yoa yang melihat Junho tertawa dengan hpnya.
"Abang lihat yaa barusan?" Tanya Yoa panik dan malu, seketika pipi nya merona.
"Hahaha lihat dong, bahkan abang dokumentasiin mau abang upload di sosmed, pasti banyak yang gemas sama adek abang yang cantik ini."
"NO.." Teriak Yoa langsung berlari ke arah Junho untuk merebut hp nya, tapi tidak semudah itu Junho mengangkat hp nya tinggi-tinggi hingga Yoa yang tinggi nya hanya sebatas dagu Junho tak bisa meraihnya, Yoa lompat-lompat untuk meraih hp itu, "Please, jangan bang. Kan malu, masak kayak gitu di upload."
"Hahaha gapapa kali dek, kamu tu gemesin banget barusan."
"No bang. Malu-maluin ihh. Delete please."
Yoa masih sibuk melompat lompat meraih hp Junho.
"Kalau gitu cium abang dulu."
"What?" Seketika Yoa mundur beberapa langkah menjauhi Junho. Sejak kedatangan Yoa, Junho memang ingin mencium dan memeluk adeknya itu karena rasa sayang dan bahagia nya bisa punya adek perempuan, tapi Yoa masih malu-malu karena masih belum bisa menganggap sepenuhnya kalau Junho adalah saudara sekandungnya.
"Gimana? Deal?" Kata Junho menggoda Yoa.
"Gak mau."
Junho pelan-pelan mengambil langkah menuju pintu keluar kamar Yoa, "Kalau gitu.." Akhirnya ia sedikit mendekati pintu keluar, "Abang upload yaa.." Teriak Junho sambil berlari keluar kamar Yoa.
"Bang Junhooooooo....." Teriak Yoa langsung ikut keluar mengejar Junho. Yoa melihat sekeliling mencari keberadaan Junho yang ternyata berlari menuruni tangga, Yoa pun mengejarnya sambil teriak-teriak, "Bang Junho siniin gak hp nya?"
Junho semakin berlari karena merasa dikejar dan tertawa menggoda adeknya, "Gak boleh. Ini kan hp abang."
"Yaudah hapus."
"Gak mau, kamu cium abang dulu."
__ADS_1
Diya yang baru saja sampai rumah dengan menggendong Doyon yang tertidur, melihat kedua anaknya berlarian menuruni tangga.
"Junho, Yoa jangan lari larian di tangga, bahaya." Teriak Diya dari bawah.
Junho menghampiri Diya dan bersembunyi dibelakang nya, "Adek tu mah yang ngejar."
Yoa yang sudah sampai dibawah mengejar Junho hingga mereka berlari mengelilingi Diya, "Tante, bang Junho jahat mau upload video jelek Yoa."
"Bohong mah, video nya tu adek cantik gak jelek sama sekali." Bantah Junho.
"Jelek bang."
"Cantik dek."
"Jelek."
"Cantik dek. Cantik banget adek."
"Tapi itu malu-maluin tau bang."
"Siapa bilang, gemesin tau."
Diya hanya senyum-senyum melihat kedua anaknya yang berdebat sambil mengelilinginya. Untung nya Doyon yang tertidur tidak merasa terganggu sama sekali.
Yoa menarik-narik baju Diya dengan memasang wajah cemberut, "Tante, mintain hp bang Junho."
"Jangan mau mah. Nanti abang upload terus tag adek dehh, biar follower adek makin banyak."
"Buat apa? Adek gak butuh follower. Abang siniin gak?" Kata Yoa masih berusaha mengejar Junho.
"Enggak dek."
"Junho Yoa stop. Kalian bisa membangun kan Doyon." Kata Diya menghentikan anak-anak nya yang masih kejar-kejaran mengelilingnya. Yoa pun diam melihat Doyon yang sedari tadi tidak ia sadari ada dalam gendongan Diya.
"Adek maafin kakak yaa. Jangan bangun yaa.." Kata Yoa sambil mengusap pipi Doyon lalu mencium nya.
"Adek curang ih, Doyon aja dicium." Protes Junho.
"Doyon kan masih kecil." Jawab Yoa.
"Tapi kan kamu juga adek kecil abang."
"Beda lah. Abang kan udah gede, kata bunda gak boleh cium."
Diya tersenyum menahan tawa mendengar perkataan Yoa yang sangat polos.
"Tapi abang kan saudara kandungmu, jadi gapapa lahh."
"Gak mau. Tante, bang Junho resek banget tan." Adu Yoa sambil mengerucutkan bibirnya.
"Junho berhenti menggoda adekmu." Kata Diya pada Junho.
"Junho gak godain mahh. Junho tu cuma mau upload video adek."
"Gakboleh bang. Tante?" Kata Yoa merengek pada Diya.
"Memang nya video apasih sayang? Kamu sampai kesel gitu." Tanya Diya pada Yoa.
"Video adek joget kpop mahh, gemesin banget dehh mah. Mamah mau lihat gak?" Sela Junho sambil mau memperlihatkan hpnya.
"Ohh yaa? Mana mamah lihat dong." Kata Diya justru semangat ingin melihat.
"Tante?" Teriak Yoa sedikit kesal.
__ADS_1