Nona Muda Jangyong

Nona Muda Jangyong
Episode 21 : Hacker


__ADS_3

Hari ke tiga Yoa menemani Allen belajar di perpus. 2 hari terakhir mereka hanya mengobrol hal-hal kecil, karena Yoa tidak begitu menanggapi Allen yang ternyata banyak bicara.


"Yo.." Allen memanggil Yoa yang terlihat sangat serius mengerjakan soal, hingga tidak menyadari Allen memanggilnya.


"Yoa.." Allen mengulangi nya dengan sedikit berteriak hingga membuat Yoa kaget dan tentu saja mengundang pandangan sebagian pengunjung perpus yang mendengar.


"Senior Allen kenapa sih selalu aja berisik? Kita bisa dimarahi penjaga." Kata Yoa sedikit gregetan.


"Abis lo serius banget, gue panggil gak nyaut. Dan satu lagi kemarin lo udah janji kan gak panggil senior lagi."


"Iya tapi gak pakek teriak juga dong Allen.." Jawab Yoa dengan kesal.


Allen justru tersenyum melihat Yoa tampak kesal, ditambah Yoa memanggilnya dengan nama. Ya mereka telah sepakat kalau Yoa tidak akan memanggil Allen senior, Allen juga tidak mau dipanggil kak, tentu saja setelah melewati perdebatan panjang dan Yoa yang mengalah karena tidak mau menimbulkan gaduh di perpus.


"Gue laper nihh." Keluh Allen.


"Laper makan lah." Jawab Yoa singkat dengan kembali fokus dengan buku-buku nya.


"Kantin yuk?"


"Gak laper."


"Temenin gue. Yaa?"


"Jangan gila. Di kantin rame."


"Masih aja takut. Ngapain sih mikirin orang lain, tenang aja gak bakalan ada yang berani macem-macem sama lo."


Seketika Yoa menghentikan aktifitasnya mendengar ucapan Allen.


Jadi inget kata bang Junho, gak boleh terlalu mikirin omongan orang. Dan kalau boleh sombong, aku ini anak donatur terbesar tidak akan ada yang berani ke padaku. Ya ampun mikir apasih aku ini, kayak bukan aku. Gumam Yoa dalam hati sambil menggeleng-gelengkan kepala, yang membuat Allen melihatnya aneh.


"Siapa yang takut? Lagian gak laper. Udah ke kantin sendiri aja."


"Gue traktir dimsum dehh."


Yoa langsung berdiri membereskan buku-buku nya, "Buruan keburu bell masuk."


Allen tersenyum setelah berhasil membujuk Yoa dengan jurus makanan favorite nya, yang ia ketahui saat obrolan singkat mereka. Yaa Yoa memang paling lemah kalau menyangkut mcd, dimsum dan ice cream.


Beberapa menit kemudian, akhirnya mereka berhasil duduk di kantin setelah melewati pandangan aneh dan bisik bisik yang jelas dan pasti akan jadi gosip di forum. Yoa menikmati dimsum dan jus apel nya, sementara Allen makan bakso dan jus jeruk.


"Sekali ini aja deh mau makan kek mau berangkat perang." Celetuk Yoa ditengah tengah melahap dimsum nya.


Allen cekikikan mendengar ucapan Yoa, "Lebay banget deh lo."


"Lo pikir gak risih apa dilihatin kek gitu."


"Seinget gue lo itu terkenal cuek dan gak peduli sama orang yang gak lo kenal. Ternyata itu salah."


"Apa iya lo tau nya gue kayak gitu?"


"Gue sih dengernya gitu."


"Gue juga pengen nya gitu terus."


"Yaudah sih gitu terus aja. Cuekin orang yang penting."


"Oke." Jawab Yoa singkat dengan kembali menikmati dimsum nya.


"Kayaknya emang hobi lo banget yaa suka nempelin cowok cowok ganteng dan kaya?" Celetuk Riska yang tiba-tiba datang bersama Bella.


"Allen, apakabar? Sombong yaa sekarang chat ku jarang dibales." Kata Bella dengan sok ramah.

__ADS_1


"Baik Bell, iyaa nih lagi sedikit sibuk." Jawab Allen.


"Sibuk? Maksudnya bukan sibuk pacaran kan?" Kata Bella sambil sedikit melirik Yoa yang terlihat tidak peduli dengan kedatangan mereka. Diikuti senyum sinis Riska.


"Enggak kok. Sibuk belajar buat ujian masuk sekolah." Jelas Allen.


"Iyaa Len jangan pacaran, apalagi pacaran nya sama simpenan om om, nanti bisa habis di porotin duit lo." Sela Riska.


Allen melihat Yoa yang tetap santai menikmati dimsum nya tanpa peduli ocehan Riska.


"Siapa sih Ris yang lo maksud?" Tanya Bella sok tidak tahu.


"Yaa siapa lagi Bell kalau bukan anak panti disekolah kita." Jawab Riska yang kemudian tersenyum senang.


"Yang bener lo Ris?" Tanya Bella lagi semakin terlihat dibuat-buat.


"Yaa bener lah. Malahan nihh pas gue pemotretan gue liat sendiri dia godain kak Guan, yaa lo tau sendiri lah kak Guan itu kan ganteng, model top udah gitu orang tua nya kaya, pasti gatel banget lah dia mau godain." Jawab Riska sinis.


Guan? Guan siapa? Pria strawberry bukan sihh? Gumam Yoa dalam hati yang terus mencoba tidak peduli.


"Ya ampun parah banget yaa. Allen kamu hati-hati kalau deket cewek kayak gitu." Kata Bella dengan sok manis.


Allen tersenyum sinis dengan sedikit geram mendengar ocehan Riska, "Gue sihh gak peduli yaa kalau emang itu kenyataan." Yoa seketika menatap Allen mendengar ucapan nya, "Asal dia cantik, pinter, juara 1 disekolah dan gak banyak bicara gue sih gak masalah. Soalnya gue paling jijik sama cewek yang mulutnya doang pinter, tapi otaknya gak pinter." Lanjut Allen dengan melirik Riska.


Seketika Yoa melipat bibirnya kedalam, mencoba menahan tawa mendengar Allen menyindir telak Riska yang memang tidak begitu pintar dalam pelajaran.


"Lo nyindir gue?" Bentak Riska


"Emang gue ada nyebut nama lo?" Jawab Allen.


"Lo tu harus nya terima kasih sama gue karena udah ngasih tau lo busuk nya ni cewek." Kata Riska yang langsung dengan terang-terangan menunjuk Yoa.


"Tanpa lo capek capek ngasih tau gue udah tau betul kok Yoa itu seperti apa. Yang paling gue tau sih dia gapernah ngemis-ngemis deketin cowok cowok kaya buat panjat sosial yaa." Jelas Allen langsung membungkam Riska yang sudah pasti sangat emosi.


"Udah-udah jangan berdebat. Riska cuma niat baik nolongin kamu kok Len." Sela Bella.


"Sejak kapan sih kamu jadi lo gue gini. Kamu berubah deh Len." Kata Bella kesal.


"Mending kita kayak dulu lagi deh. Gak saling kenal." Allen berdiri dan meraih tangan Yoa, "Udah selesai kan? Yuk balik." Tanya Allen pada Yoa yang sedari tadi hanya diam, mengajak Yoa pergi.


"Tunggu bentar." Kata Yoa sambil menarik tangan nya dari gandengan Allen, lalu menatap Bella dan Riska, "Gue gak tau pernah bikin salah apa sama senior Bella dan senior Riska, yang pasti gue minta maaf kalau emang pernah berbuat salah. Selama ini gue diem bukan karena takut, tapi karena gak mau ribut. Tapi kalau senior Bella dan senior Riska terus-terusan memfitnah, jangan salahin gue kalau gue beneran marah." Yoa lalu mulai berjalan pergi bersama Allen.


"Gue gak pernah fitnah lo, itu semua kenyataan. Jangan sok suci lo anak panti, gue gak takut sama lo." Teriak Riska yang tentu saja tak diperdulian kan Yoa. Bella menghentak kan kaki nya kesal.


Allen dan Yoa pun berjalan bersama menuju kelas atau lebih tepatnya Allen mengantar Yoa ke kelasnya.


"Thanks yaa lo selalu bantuin gue." Kata Yoa tiba-tiba.


Allen menoleh sejenak lalu tersenyum, "Gue gak nyangka lo bisa ngegertak mereka juga."


"Kan lo yang ngajarin."


"Dihh kapan?"


Yoa tertawa yang membuat Allen gemas melihatnya, "Hahaha. Ternyata bener kata lo, gak peduliin omongan orang itu rasanya nyaman banget." Kata Yoa.


"Gue harap sih lo bakal terus kek gitu."


"Pasti. Tapi sekarang pasti gue lagi topik utama di forum sekolah."


Allen tersenyum. Mereka berhenti didepan pintu masuk kelas Yoa, "Lo tenang aja, tidak sampai 10 menit postingan apapun itu pasti bakal hilang." Kata Allen dengan senyum mencurigakan.


"Mana mungkin." Jawab Yoa tidak percaya.

__ADS_1


"Liat nih?" Allen menunjukkan jam tangan nya, "Jam 09:50. Jam 10 pas postingan itu bakalan hilang." Lanjut Allen lalu melambaikan tangan tanda pamit untuk pergi, lalu berlalu meninggalkan Yoa yang masih bingung dengan ucapan Allen.


Yoa pun masuk kedalam kelas yang lumayan masih sepi karena jam istirahat memang belum usai. Yoa pun membuka hp nya mengirim chat pada Junho.


Yoa : Bang Junho lagi apa?


Junho : Makan. Kamu udah makan?


Yoa : Udah barusan.


Junho : Tumben chat duluan, ada apa?


Belum sempat Yoa membalas chat terakhir Junho sudah di kagetkan dengan teman-teman nya yang berlari menghampirinya.


"Ngapain sih lari-lari gitu?" Tanya Yoa yang melihat teman-teman nya mengatur nafas.


"Lo habis makan bareng senior Allen yaa?" Tanya Mina yang mulai membuka suara.


Yoa hanya mengangguk santai.


"Langsung jadi topik utama." Kata Lia menunjukkan layar hp nya yang menunjukkan forum sekolah dengan petikan obrolan, "Sial! Pangeran Allen kita makan sama anak panti" ada foto Yoa dan Allen yang ditambahkan.


Yoa mengamati obrolan itu sesaat, "Nanti juga bakalan hilang." Celetuk nya.


"Yoa lo lupa yaa? Gosip di forum sekolah itu gak mungkin bisa hilang." Kata Lia.


"Ehh tapi yang soal di kantin hilang loh." Kata Yeri.


"Gue denger juga ada yang Yoa sama senior Allen di perpus, gue belum liat tapi udah gak ada." Tambah Mina.


"Oh my god! Yang barusan juga udah hilang." Teriak Lia dengan melotot tak percaya melihat hpnya. Seketika Mina dan Yeri juga melihat hp nya.


"Beneran hilang." Kata Mina dengan melongo tidak percaya.


"Gilak! Lo hacker ya Yo?" Tambah Yeri.


"Masak sih hilang?" Kata Yoa sambil meraih hp Lia dan benar saja, postingan itu hilang.


Astaga. Allen benar. Postingan nya hilang. Dan itu..


"Padahal baru 10 menit." Celetuk Mina.


"Aneh, semua yang berhubungan sama Yoa hilang." Tambah Lia.


"Jujur deh sama kita, lo hacker yaa?" Tanya Yeri pada Yoa.


"Ngaco lo." Jawab Yoa.


"Atau jangan-jangan keluarga yang adopsi lo itu hacker yaa?" Tanya Lia dengan berbisik pada Yoa.


"Mana mungkin. Jangan ngaco." Jawab Yoa.


Yoa terdiam memikirkan ucapan Allen yang menjadi kenyataan, lalu mengambil hp nya dan mengirim chat pada Allen.


Yoa : Gue mau ketemu


Allen : Ya ampun kita baru berpisah belum ada 30 menit, lo udah kangen aja


Yoa : Jangan aneh-aneh. Lo tau apa yang mau gue omongin


Allen : Iya iya tuan putri siap


Yoa : Pulang sekolah tunggu gue

__ADS_1


Allen : Siap!


Jangan-jangan bener, Allen itu hacker. Gumam Yoa dalam hati.


__ADS_2