Nona Muda Jangyong

Nona Muda Jangyong
Episode 8 : Anak Kecil


__ADS_3

"Tenang saja, mama tidak akan memaksa Yoa pindah segera." Kata Diya karena melihat Yoa seperti belum siap meninggalkan panti asuhan tempat nya tinggal selama ini.


Mama. Rasanya aneh tapi juga menyenangkan mendengar kata mama. Tapi kenapa aku seperti kaku ingin mengucapnya.


"Bolehkah untuk sementara Yoa tetap memanggil tante Diya?" Tanya Yoa ragu-ragu.


Diya tersenyum mendengar permintaan anak perempuan nya itu, "Tentu saja sayang, apapun yang membuatmu nyaman, lakukan saja."


"Terima kasih tante. Yoa akan belajar menerima. Tolong beri Yoa waktu juga untuk pindah."


"Iyaa sayang. Kapanpun kamu siap untuk pindah, mama akan langsung menjemputmu saat itu juga."


Diya tidak bisa menyembunyikan kebahagiaan nya, dia terus tersenyum pada Yoa. Semua orang dalam ruangan itu juga turut bahagia melihat Yoa yang sudah berubah mau menerima karena tau mama nya ternyata adalah orang yang selama ini dia kenal sangat baik.


####


Diya kembali kerumah sore hari dengan perasaan yang sangat bahagia. Ia memasuki rumahnya dengan sangat bersemangat.


"Nyonya sudah kembali." Kata seorang art paruhbaya yang menghampiri Diya dari arah dapur.


"Bibi Dian, Aeri akan kembali." Jawab Diya sangat bahagia.


"Benarkah? Selamat nyonya, akhirnya nona muda kembali."


"Terimakasih Bik." Jawab Diya dengan senyum yang tidak bisa lepas dari bibirnya, "Asisten Si." Kata Diya pada Asisten Si yang ada di samping Bibi Dian.


"Iyaa nyonya."


"Kita pindah ke himalaya segera."


"Baik nyonya akan saya siapkan."


Junho terlihat menuruni tangga, berjalan menghampiri Diya, "Mama baru pulang?"


"Sayang, mama ada kabar bahagia."


"Kabar bahagia apa mah? Kalau bukan soal adek bukan kabar bahagia buat Junho."


"Tentu saja soal adek."


"Benarkah? Apa kabar bahagia nya mah?" Tanya Junho begitu bersemangat.


"Kita akan segera pindah ke rumah baru."


"Adek udah mau pulang yaa mah?" Junho begitu bahagia mendengar perkataan Diya.


"Mamah belum bisa bilang kapan nya, tapi mamah bisa pastiin itu dalam waktu dekat."


"Kalau gitu ayo kita segera pindah mah, sekarang juga lebih baik mah."


Diya tertawa bahagia melihat anaknya sangat bersemangat melebihi semangatnya.


"Sabar dong sayang, asisten Si sedang mengurusnya. Mending sekarang kamu telfon abangmu beritahu dia."


"Mamah bener, sekalian aku mau mintak game baru." Kata Junho sambil berlari menaiki tangga lagi menuju kamarnya.


"Kamu itu game mulu."


Junho hanya tersenyum menanggapi ucapan mama nya.


####


Keesokan hari nya, hari sabtu. Biasanya Yoa menghabiskan hari sabtu dan minggu nya untuk bekerja part time sebagai model beberapa pakaian online. Karena wajah cantik nya banyak pengusaha pakaian online yang menyewa nya, tak jarang agensi agensi model yang ingin merekrutnya, namun Yoa selalu menolak, karena ia hanya mencari uang bukan untuk jadi model profesional.


Pagi itu ia jalan-jalan di taman, sambil memikirkan apa dia siap kalau beneran harus pindah dari cempaka. Cempaka sudah seperti nafas baginya. Tapi kini ia bertemu nafas lain yang berhak atas dirinya. Yoa duduk di salah satu bangku melihat orang orang yang berlalu lalang, tak jarang ia melihat sebuah keluarga yang sedang jalan jalan.


Bagaimana yaa rasa nya punya orangtua? Seperti nya sangat menyenangkan. Aku juga ingin jalan jalan bersama keluarga seperti itu.


"Kakak cantik, apa kau mau membeli strawberry ku?" Kata seorang anak perempuan kecil yang tiba tiba menghampiri dan membuat Yoa tersadar dari lamunan nya.


Yoa tersenyum pada anak kecil penjual strawberry itu, "Tentu saja. Berapa harga satu kotak nya?"

__ADS_1


"Sepuluh ribu kak."


"Ambilkan 5 kotak untuk kakak yaa?"


Anak kecil itu mengambil 5 kotak strawberry dari keranjang yang ia bawa. Dan Yoa mengambil dompetnya dari tas, dan mengambil 50ribu dari dompetnya.


"Ini uangnya."


Anak itu memberikan 5 kotak strawberry yang sudah ia masukkan ke dalam kantong plastik kepada Yoa, "Terima kasih kakak cantik."


"Samasama sayang. Duduk lah disini sebentar temani kakak makan strawberry."


Anak itu terlihat sedang berfikir sebentar, "Baiklah, hanya sebentar kan kak?"


Yoa tersenyum, "Tentu saja."


Anak itu pun duduk disamping Yoa. Yoa mulai membuka kotak pertama strawberry nya, "Apa kau mau?"


"Tidak. Aku sudah sering memakan nya kak."


"Ahh benarkah?" Kata Yoa sambil mulai memakan strawberry nya.


Yoa melihat keranjang anak itu masih penuh dengan strawberry, "Berapa umurmu?"


"8 tahun. Kalau kakak?"


"Kakak 13 tahun. Kenapa kau menjual strawberry?"


"Untuk mencari uang."


"Uang? Untuk apa?"


"Membeli bunga."


"Bunga? Untuk apa bunga nya?"


"Untuk mama."


"Mama mu pasti sangat menyukai bunga."


"Tidak juga. Mama paling suka strawberry, maka nya nenek dan ayah menanam strawberry."


"Lalu kenapa membeli bunga, kenapa tidak memberi strawberry mu ini saja."


"Mama sudah tidak bisa memakan strawberry."


"Tidak bisa memakan?"


"Iyaa. Kata nenek mama sudah di atas sana" Kata anak itu sambil menunjuk langit, "Sudah pulang ke sisi Tuhan."


Deg. Yoa langsung menghentikan aktifitasnya yang sedari tadi sembari memakan strawberry.


"Kata ayah, mama akan senang kalau aku memberi bunga cantik di makamnya." Lanjut anak kecil itu.


"Benarkah? Mama mu pasti bahagia anak cantiknya memberi nya bunga cantik."


"Ayah juga bilang begitu. Walaupun kadang sedih karena tidak bisa bertemu mama lagi, tapi aku juga bahagia sudah pernah punya mama, ada teman ku tidak punya mama sejak kecil."


Yoa tertegun dengan ucapan anak kecil itu.


Apa aku sangat tidak tau diri karena tidak segera menerima mama. Sedangkan diluar banyak anak yang tidak seberuntung aku yang masih punya keluarga lengkap.


"Apa kakak punya mama?"


Yoa tersenyum mendengar pertanyaan anak itu, "Punya. Kakak baru bertemu dengan nya."


"Benarkah? Kakak pasti sangat bahagia."


"Ya. Kakak sangat bahagia dan beruntung bisa bertemu mama kakak."


Anak itu tersenyum pada Yoa, lalu mulai berdiri dari kursi, "Kalau begitu aku jualan dulu yaa kak?"

__ADS_1


"Tunggu. Hitunglah berapa sisa strawberry mu."


"Strawberry ku? Tadi aku membawa 25 kotak, kakak orang pertama yang membeli, jadi masih ada 20 kotak."


"Kalau begitu bungkuslah, akan kakak beli semua nya."


"Kakak serius?" Tanya anak itu begitu senang.


"Tentu saja serius."


Anak itu tersenyum bahagia, lalu mulai memasukkan strawberry nya ke dalam kantong plastik. Yoa membuka dompetnya dan melihat isi dompet nya yang hanya sisa satu 50 ribuan dan dua 2 ribuan.


Astaga. Aku lupa kalau aku hanya membawa sedikit uang. Bodoh sekali kamu Yoa.


"Eemmmm.. Apa kau mau menunggu kakak sebentar."


"Kakak mau kemana?"


"Itu kakak mau ke atm sebentar, uang kakak kurang."


"Tidak apa-apa secukupnya uang kakak saja."


"Tidak bisa begitu, kan kakak sudah bilang mau beli semua."


Tiba-tiba ada seorang laki-laki tinggi tampan yang menghampiri mereka, "Berikan strawberry itu padaku."


"Kakak ganteng?" Jawab anak itu saat melihat laki-laki yang ia kenal.


"Kau jahat sekali mau menjual semua strawberry bagian ku." Kata laki-laki itu.


"Maaf kak. Tapi kakak cantik ini sangat baik, dia mau membeli semua strawberry ku." Jawab anak kecil itu.


"Berikan strawberry itu dan ini uangmu." Kata laki-laki itu mengambil kantong kantong strawberry dan memberi kan uang pada anak kecil itu.


"Terima kasih kakak ganteng."


"Sekarang pulanglah, nanti ayahmu kawatir."


Anak kecil itu mengangguk, lalu menatap Yoa yang sedari tadi hanya diam, "Kakak cantik terima kasih yaa, aku pulang dulu. Daadaa kakak cantik, daadaa kakak ganteng." Kata anak itu sambil melambai pada Yoa dan laki-laki itu, lalu pergi.


Laki-laki itu terlihat akan pergi juga.


"Tunggu." Kata Yoa menghentikan laki-laki itu, "Terima kasih."


"Terima kasih untuk apa?" Tanya laki-laki itu


"Untuk sudah membantu membeli strawberry anak kecil tadi."


"Gue beli karena memang sering beli, bukan buat bantu lo."


Cihh! Dia memang ganteng, tapi dingin banget macem es balok. Gumam Yoa sambil menatap sebal pada laki-laki itu.


"Lo lagi ngatain gue yaa?"


"Lo cenayang yaa?"


"Keliatan dari muka lo."


Yoa meraba-raba muka nya sendiri. Laki laki itu tersenyum melihat tingkah Yoa.


Menggemaskan. Gumam laki-laki itu, yang kemudian berlalu pergi.


"Pokoknya terima kasih. Terima kasih pria strawberry." Teriak Yoa pada laki-laki itu yang terlihat mulai menjauh.


Laki-laki itu tersenyum kembali mendengar teriakan Yoa.


Yoa kembali duduk setelah melihat pria itu mulai tidak terlihat. Ia kembali ingat perkataan anak kecil itu.


Sebaiknya aku segera kembali pada keluargaku. Sebelum terlambat dan aku menyesal.


Yoa pun beranjak meninggalkan taman.

__ADS_1


__ADS_2