Nona Muda Jangyong

Nona Muda Jangyong
Episode 15 : Curhat


__ADS_3

Hanse tidak berhenti tertawa setelah melihat video di hp yang diberi kan oleh Ferdy.


"Ini beneran adek ku bukan sih Fer?" Tanya Hanse pada Ferdy dengan masih diselingi tawa.


"Tentu saja itu adek anda tuan." Jawab Ferdy dengan ekspresi datar.


"Kayaknya bukan deh Fer."


Lalu apakah nona adek saya tuan? Gumam Ferdy dalam hati.


"Dia itu kayaknya malaikat deh, bukan adek ku."


Terserah anda tuan.


"Bagaimana bisa dia diam saja setelah dihina seperti itu." Lanjut Hanse.


"Nona muda memang berhati baik tuan."


"Tapi abangnya tidak sebaik dia." Celetuk Hanse dengan ekspresi licik.


Tolong jangan menyuruh saya membereskan nya tuan.


"Bagaimana kalau kau hilangkan saja mereka berdua Fer?"


Jangan gila tuan. Mereka hanya anak kecil.


"Kalau nona muda tau bahaya tuan." Jawab Ferdy.


"Apa kau sebodoh itu sampai adekku bisa tau?"


"Maaf tuan."


"Cari tau tentang mereka."


"Baik tuan."


####


Sepulang sekolah Yoa hanya berjalan keluar kelas bersama Yeri, Lia ijin pulang karena sakit perut sehabis makan ceker pedas semalam dan Mina mengantarnya.


"Yo kayaknya lo harus minta maaf dehh sama senior Allen." Kata Yeri sambil berjalan bersama Yoa.


"Gue sihh juga mikir gitu daritadi." Jawab Yoa yang sebenarnya merasa tidak enak pada Allen.


"Benerkan gue bilang, dia itu masih naksir lo tau Yo." Ledek Yeri.


"Apaan sih lo."


"Yeee buktinya dia bantuin lo tadi."


"Iyaa dia emang bantuin gue, tapi bukan berarti naksir juga kan?"


"Mana ada kali Yo orang mau bantuin tanpa ada alasan nya."


"Yaa mungkin.." Yoa sedikit bingung menjawab Yeri, karena batinnya mengatakan mungkin Yeri ada benernya, "Dia lagi iseng kali."


Sontak Yeri tertawa mendengar jawaban Yoa, "Hahaha Yoa Yoa, ada ada aja lo, kalau semua orang isengnya macem senior Allen, bisa sepi neraka."


Yoa mengerucutkan bibirnya mendengar ledekan Yeri.


"Pokoknya besok lo harus minta maaf sama senior Allen."


"Iyaa iyaa." Jawab Yoa pasrah.


Mereka pun larut dalam obrolan hingga sampai gerbang depan sekolah, mobil jemputan Yeri sudah datang, ia pun langsung berpamitan meninggal kan Yoa sendiri. Yeri, Mina dan Lia memang anak orang berada, namun Yoa tidak pernah minder berteman dengan mereka, karena mereka selalu bersikap sederhana dan tidak bermewah mewahan layaknya anak orang kaya lainnya. Karena itu lah Yeri tau merk jaket Yoa, sejak Yoa bercerita Junho abangnya, teman-teman nya sudah bisa menebak kalau orangtua yang mengadopsi Yoa adalah desainer terkenal Diya Jangyong dan pengusaha terkaya Hendra Jangyong yang dikenal sebagai orangtua kandung Junho


Yoa menunggu mobil jemputan nya yang mungkin masih menjemput Junho karena mereka janjian untuk pulang bersama.


Apa aku terlalu mencolok yaa sampai senior tau kalau aku anak orang kaya, ehh bukan, mereka bilang aku dibeli, hiks jahatnya. Apa aku terlihat semurahan itu? Lagian mobil yang menjemputku kan mobil orangtua ku, mereka kan juga selalu dijemput mobil orangtua nya.

__ADS_1


Gimana yaa besok aku mintak maafnya ke senior yang ngebela aku tadi? Aku kan sudah mengancamnya, huuwaa malu banget dong.


"Nona muda?" Panggil seorang laki-laki tegap berpakaian serba hitam yang seketika membuyarkan lamunan Yoa.


"Ehh iyaa pak? Sudah datang?" Kata Yoa menatap laki-laki yang ternyata adalah salah satu sopir dirumahnya.


"Mari non, tuan muda Junho sudah menunggu di mobil."


"Iyaa pak." Yoa pun menghampiri mobil mewah dan memasuki nya setelah sopir membuka kan pintu.


"Adek." Sambut Junho setelah Yoa masuk dan duduk, Junho langsung menyambar mencium kening Yoa, membuat Yoa yang masih sibuk memasang seatbelt terkaget.


"Abang ihh." Teriak Yoa sambil mengusap bekas ciuman Junho di keningnya.


"Hehe peace." Jawab Junho dengan senyuman manis.


Yoa seketika memasang wajah cemberut, kesal nya bertambah karena kejadian dikantin.


"Mau ke mcd dulu gak?" Kata Junho dengan nada seperti merayu karena melihat adeknya cemberut.


Yoa pun sedikit mulai tersenyum mendengar kata mcd, tempat makan favoritenya, "Mau." Jawab Yoa mantab.


"Oke. Pak Mcd dulu yaa." Perintah Junho pada sopir yang seketika membuat mood Yoa sedikit membaik.


"Baik tuan." Jawab sopir itu dengan mengangguk.


Sebenar nya Yoa tidak benar benar ngambek karena ciuman Junho, karena ia sudah menerima dan tidak risih lagi dengan ciuman Junho sebagai tanda sayangnya sebagai abang.


30 menit perjalanan, mobil mulai memasuki tempat parkir mcd. Sebelum keluar Junho terlihat sibuk memakai topi hitam dan masker.


"Abang ngapain dehh pakek topi sama masker gitu, emang gak gerah apa?" Tanya Yoa yang terlihat bingung.


"Ini tu demi keselamatan kita tau."


"Hah? Keselamatan? Kayak oppa oppa korea aja." Tanya Yoa dengan kekehan kecil karena merasa Junho seperti artis korea yang menyamar untuk menghindari fans nya.


"Lebih ganteng abang kali dari pada oppa korea mu itu."


Junho menatap gemas pada Yoa setelah mendengar perkataan Yoa, "Adekku sayang, coba deh sekali sekali kamu liat sosmed abang, berapa banyak followers abang."


Oiya, bang Junho kan selebriti sosmed. Yeri, Mina sama Lia aja tau bang Junho.


"Udah yuk keluar." Ajak Junho yang kemudian keluar setelah sopir membuka pintu untuknya.


Sementara Yoa juga keluar setelah pengawal membuka pintu untuknya. Junho dan Yoa memang selalu diantar jemput dua pengawal, yang satu sebagai supir yang satu untuk berjaga. Awalnya Yoa merasa sirih tapi ia berusaha membiasakan karena memang itu kehidupan barunya, pikirnya lumayan juga ada yang melindungi nya karena ia masih selalu dibayangi pengalaman buruk di masa lalu nya yang berusaha ia lupakan.


"Kamu mau apa dek?" Kata Junho setelah mereka sampai depan konter pemesanan.


Yoa melihat sekeliling, semua pengunjung menatap mereka dengan tatapan penuh tanya siapa yang datang sampai diikuti dua pengawal.


Yoa pun berbisik pada Junho, "Bang, gimana kalau kita take away aja?"


"Kenapa?" Tanya Junho bingung.


"Aku risih dehh di lihatin orang-orang. Tau gini aku pakek masker juga kayak abang."


Junho tersenyum dibalik maskernya. Paham apa yang dirasakan Yoa, Junho mengisyaratkan dengan matanya agar dua pengawal nya menjauh. Pengawal itu pun paham, mereka membungkuk pada Junho dan Yoa lalu berlalu keluar.


"Udah kan?" Kata Junho pada Yoa, "Sekarang kita cuma berdua."


Yoa masih terdiam dengan melihat sekeliling. Junho yang menyadari itu pun merangkul bahu Yoa.


"Udah gak usah dipikirin lagi, mending kamu pesen sekarang. Lagian ini kan pertama kali nya kita makan berdua di luar, siapa tau kamu ada yang mau di curhatin ke abang."


Bener juga. Mending aku ceritain ke bang Junho dehh siapa tau ada saran.


Yoa mengangguk lalu menunjuk pesanan nya.


Setelah mengambil pesanan Junho memilih duduk ditempat paling pojok agar Yoa tidak merasa risih lagi. Beberapa saat Junho sibuk memakan kentang goreng dan menyruput cola dingin nya, sementara Yoa seperti biasa pesanan favorite nya burger dan milo ice.

__ADS_1


Junho sibuk dengan hpnya, Yoa sesekali melihat Junho dan akhirnya mulai membuka suara, "Bang."


"Hmm.." Jawab Junho masih fokus dengan hp nya.


"Yoa mau nanyak deh."


Junho langsung menatap Yoa, lalu meletakkan hp nya, "Iyaa nanyak aja."


Cerita gak yaa? Kalau cerita gini artinya aku lagi ngadu gak sih? Kok kesannya jadi kayak anak sd. Dulu kan aku gakpernah bilang bunda kalau ada senior yang iseng.


"Dek..?" Kata Junho sambil melambai-lambaikan tangan diwajah Yoa, "Kok malah ngelamun."


"Hah?" Yoa terkaget dari lamunannya, "Maaf bang."


"Ada masalah? Cerita aja."


"Itu bang, di sekolah.."


"Ada yang jahatin kamu? Siapa? Bilang sama abang." Sela Junho.


"Bukan bang. Enggak ada yang jahatin aku."


Astaga. Bang Junho cenayang yaa? Kok bisa bener gitu.


"Terus?"


"Yoa kan sekarang sering dianter jemput mobil mewah, terus pakek barang-barang mahal.."


"Ada yang ngatain kamu yang enggak-enggak?" Sela Junho lagi.


"Bukan ngatain bang."


Serius nih Bang Junho cenayang?


"Terus?"


"Yaa aku takut nanti anak anak mikir aneh-aneh. Apalagi mereka kan gak tau kalau sekarang aku udah bertemu keluarga baru ku." Jelas Yoa.


"Kamu takut kalau nanti mereka mikir aneh-aneh atau mereka udah bilang yang aneh-aneh jadinya kamu takut?"


Fiks Bang Junho cenayang.


"Bang Junho cenayang ya?" Celetuk Yoa dengan nada sedikit tinggi yang membuat sebagian pengunjung menoleh kearah mereka. Yoa merasa malu dan langsung menutup mulut nya.


Junho tertawa terbahak-bahak melihat adek nya yang sangat polos, "Hahaha kamu gemas banget sihh dek."


Yoa mengerucut kan bibir, cemberut melihat Junho menertawakan nya, "Bang Junho kok malah ketawa sihh, emang bener yaa bang Junho cenayang?"


"Hahaha mana mungkin sihh dek, ada ada aja sihh kamu ini."


Junho menghentikan tawa nya, lalu menyruput cola nya sedikit, mulai memasang wajah serius, "Jadi bener disekolah ada yang ganggu kamu?"


Yoa diam sejenak, dia bingung bagaimana menjawab pertanyaan Junho, dia takut salah bicara.


"Sebenarnya Yoa gak ngerasa terganggu sih bang. Yoa cuma takut merusak nama baik tante Diya dan om Hendra."


Junho tersenyum mendengar penjelasan Yoa, "Gini yaa dek, mama sama papa itu gak akan peduli sama nama baiknya kalau hal itu justru buat kamu sakit hati. Orangtua mana sih yang masih mikirin nama baik dan membiarkan anaknya diganggu oranglain? Abang yakin kalau mama sama papa tau mereka pasti gak akan diam saja."


"Terus Yoa harus gimana bang?"


"Gampang." Jawab Junho dengan senyum.


"Gampang? Maksud bang Junho?" Tanya Yoa bingung.


"Jalani aja hidup kamu yang sekarang, pakai semua fasilitas dari mama papa, gak perlu memikirkan omongan oranglain."


"Apa boleh seperti itu bang?"


"Tentu saja boleh dek. Kamu gak tau yaa papa itu donatur terbesar di sekolah kamu, dan kamu itu Yoa Aeri Jangyong anak kandung Hendra Jangyong, jadi kalau ada yang ganggu kamu, udah habisin aja." Kata Junho di akhiri dengan sedikit tawa yang membuat Yoa tersenyum.

__ADS_1


"Abang ihh, emang makanan dihabisin."


"Tapi abang serius dek. Jalani aja hidup kamu yang sekarang. Masalah omongan orang cuekin aja, kan kamu sendiri yang bilang kamu gak ngerasa terganggu."


__ADS_2