Nona Muda Jangyong

Nona Muda Jangyong
Episode 2 : Berdiam Diri


__ADS_3

Sekolah Menengah Pertama 3 Kota X


Di salah satu kelas murid tahun kedua. Yoa duduk berdiam diri di bangku nya sejak ia sampai di kelas pagi pagi sekali. Ia sengaja berangkat sangat pagi untuk menghindari Bu Dewi dan Bunda nya. Yoa menatap kedepan kosong, hari ini mood nya sangat tidak baik. Walaupun dia telah membuka buku di depan nya pikiran nya melayang kemana-mana. Kata 'Orang Tua Kandungmu' 'Keluarga Kandungmu' terus berputar di kepala nya.


"Yoaaa?" Kata teman nya berdiri disamping Yoa sambil melambaikan tangan.


Yoa terkaget dan tersadar dari lamunan nya, "Ehh, Yeri udah datang."


"Lo masih pagi udah nglamun aja sihh." Kata Yeri yang kemudian duduk di bangku depan Yoa. Lalu membuka tas nya dan mengambil handphone.


"Siapa yang nglamun, orang aku lagi belajar." Kata Yoa mencoba berdalih sambil membalik balik buku nya.


Yeri seperti mengingat sesuatu, "Atau jangan-jangan..." Yeri yang tadi memunggungi Yoa langsung berbalik menghadap ke arah Yoa, "Lo mikirin yang di forum sekolah yaa?" Lanjutnya sambil menatap Yoa.


"Forum sekolah?" Yoa menatap Yeri bingung.


"Iyaa forum sekolah." Jawab Yeri penuh penekanan membulatkan mata nya.


Tiba-tiba 2 murid perempuan berlari ke arah bangku Yoa, "Guys guys udah lihat forum sekolah yang terbaru belum?" Kata salah satu murid itu dengan heboh menatap Yoa dan Yeri bergantian.


"Iyaa, gue sama Lia langsung tancap gas kesini abis buka forum sekolah." Imbuh murid satu nya gak kalah heboh, yang bernama Lia mengangguk membenarkan.


"Emang yang terbaru apaan? Gue baru mau aktifin hp tadi pagi batrei nya habis, gara gara semalem gue asyik stalking." Kata Yeri jadi ikut ikutan heboh.


"Bukak sekarang buruan." Perintah Lia sambil nunjuk nunjuk hp Yeri.


Yoa bingung melihat ketiga teman nya yang sangat heboh, menatap satu persatu teman nya yang sibuk melihat handphone masing masing.


"Emang ada apaan sihh di forum?" Tanya Yoa dengan polos nya.


"Lo beneran gak tau?" Kata ketiga teman Yoa bersamaan, yang tanpa dikode bisa langsung merespon. Mereka bertiga menatap Yoa dengan gemasnya. Semua murid yang juga sudah datang menatap ke arah Yoa dan ketiga teman nya.


Yoa menghindari pandang ketiga teman nya dengan beralih ke buku di mejanya, "Emang sepenting itu sampek gue harus tau? Palingan juga gosip berkencan lagi."


Yeri menyentuh punggung tangan Yoa, "Lo serius gak tau?" Kata Yeri sedikit berbisik. Yoa menggelengkan kepala nya sambil menatap Yeri.

__ADS_1


"Astaga Yoa, lo tu jangan mikirin belajar sama kerja mulu dong." Kata Mina sedikit gemas dengan Yoa.


Lia mengarahkan hp nya ke wajah Yoa, "Nihh lihat."


Dalam hp Lia yang menunjukkan forum sekolah, ada petikan obrolan : "Senior Hendry dan Senior Bella berkencan"


"Bahkan sudah ada foto nya pagi ini." Imbuh Lia sambil menggeser layar hp nya untuk beralih slide menunjukkan foto seorang siswa laki-laki dan perempuan sedang bergandeng tangan.


Yoa hanya menunjukkan ekspresi datarnya, "Terus apa hubungan nya sama gue?"


Ketiga teman nya saling melempar pandangan. Mereka sangat tau sejak tahun pertama, Yoa sangat dekat dengan senior Hendry karena keluarga Hendry adalah salah satu donatur di panti asuhan tempat Yoa dibesarkan. Jadi mereka sering bermain bersama sejak kecil. Bahkan sempat ada gosip kalau mereka berkencan, tapi sebenarnya Yoa hanya menganggap Hendry sebagai kakak saja, tanpa tau perasaan Hendry yang sebenarnya.


"Lo yakin ini gak ada hubungan nya sama lo?" Kata Yeri menatap Yoa serius, Mina dan Lia juga tak kalah serius menatap Yoa.


Yoa menyadari tatapan serius ketiga temannya, kemudian ia menghela nafas, lalu menghembuskan nya perlahan "Yeri, Mina, Lia, bukan nya tanpa gue jelasin lo pada udah tau banget gimana hubungan gue sama Kak Hendry?"


Yeri, Mina, Lia mengangguk perlahan dengan yakin.


"Tapi lo yakin lo gapapa?" Tanya Lia


"Yaa enggaklah, tapi kan..." Kata kata Mina terpotong suara bell tanda masuk kelas.


"Udah bell, duduk-duduk" Ucap Yoa sambil mendorong Mina dan Lia menuju bangku nya, bangku Mina ada di samping Yeri dan bangku Lia di samping Yoa, "Sekarang waktu nya belajar, jangan bergosip lagi" tambah Yoa.


Mina dan Lia pun duduk di bangku mereka sambil masih menatap Yoa aneh, Yeri juga sudah membalikkan tubuhnya ke arah depan.


Yoa sejenak terdiam, ia tidak memikirkan ucapan teman teman nya. Pikirannya hanya terfokus pada ucapan Bunda. Ia kembali membayangkan kejadian kemarin malam saat Bunda nya bercerita.


"Kamu bukan akan di adopsi sayang, tapi kamu akan kembali pulang." Ucap Bunda sambil membelai lembut rambut Yoa yang tidur di pangkuannya.


"Kembali pulang? Rumah Yoa di cempaka, Yoa hanya akan pulang ke cempaka." Jawab Yoa dengan pandangan kosongnya.


"Tidak sayang, kamu harus pulang kerumah mu, bukan di cempaka tapi di keluarga yang telah menunggu mu sangat lama." Jelas Bunda membuat Yoa bingung.


"Keluarga? Menunggu? Maksud Bunda?"

__ADS_1


"Mereka tidak mengadopsi mu, tapi mereka menjemputmu kembali ke rumah sayang."


"Tidak Yoa tidak mau." Bantah Yoa sambil bangun dari pangkuan Bunda.


"Kamu harus mau sayang, jika tidak ada mereka kamu tidak mungkin ada disini."


"Bagaimana mungkin? Mereka hanya oranglain, tidak ada hubungannya dengan Yoa."


"Tentu saja ada."


"Tidak!" Yoa mulai kesal karena benar dugaan nya bahwa Bunda nya tidak mendukung nya seperti biasa.


"Yoa dengarkan Bunda." Bunda mengambil tangan Yoa dan membelainya, "Kamu percaya kan Bunda akan selalu mendukungmu?"


Yoa langsung menatap Bunda nya, "Yoa selalu percaya pada Bunda, tapi sepertinya Bunda sedang tidak mendukung Yoa."


"Bukan begitu sayang."


Yoa kembali membuang muka nya, tidak mau menatap Bunda. Ia berdiam dengan airmata yang terus mengalir.


"Bunda juga tidak rela putri kesayangan Bunda harus pergi, tapi ini demi kebaikan Yoa. Karena mereka adalah keluarga Yoa."


"Yoa hanya punya keluarga cempaka, mereka bukan keluarga Yoa" jawab Yoa sesekali mengusap airmatanya.


"Mereka keluargamu sayang..." Ucap Bunda tertahan, lalu menghela nafas dan menghembuskan nya pelan, "Keluarga kandungmu."


Deg


Mata Yoa membulat, ia langsung menoleh menatap Bunda, ia tidak bisa berkata-kata tapi Bunda seolah tau arti tatapannya.


"Benar sayang, mereka adalah orangtua kandungmu, keluarga kandungmu yang sudah terpisah lama."


Yoa tetap terdiam seolah mulutnya menjadi bisu. Ia sangat kaget dan tidak menyangka apakah ini benar atau tidak. Bunda menarik Yoa dalam pelukannya.


"Bunda tau kamu pasti kaget dan tidak percaya, nanti akan bunda kasih lihat bukti bukti nya sayang, Pak Ahmad akan menceritakan nya pada mu."

__ADS_1


Tangis Yoa makin pecah, jantungnya berdetak lebih cepat, dia bingung harus sedihkah atau bahagia?


__ADS_2