
Senin pagi Yoa sudah bersiap sangat pagi yaitu pukul setengah 6, padahal biasanya ia akan keluar kamar pukul setengah 7. Yoa pun menuju dapur untuk sarapan.
"Pagi.." Sapa Yoa pada semua art yang ada di dapur termasuk Pelayan Si dan Bibi Dian.
Semua art yang tau kedatangan Yoa pun langsung membungkuk, "Pagi nona muda."
"Tumben jam segini nona sudah bersiap, apa nona butuh sesuatu?" Tanya Pelayan Si.
"Tidak. Aku ada perlu disekolah jadi harus berangkat pagi." Jawab Yoa lalu mengarahkan pandangan ke arah Bibi Dian yang sibuk memasak, "Bibi Dian apa sarapan nya sudah matang?"
Bibi Dian pun menatap Yoa dengan sopan, "Sudah beberapa non, apa nona mau sarapan sekarang?"
Yoa melihat jam tangan nya sejenak, "Tidak Bi, bolehkah Yoa bawa bekal saja?"
"Tentu saja boleh non." Jawab Bibi Dian.
"Kalau begitu biar saya yang siap kan nona." Kata Pelayan Si.
Yoa hanya mengangguk dengan tersenyum, "Terima kasih pelayan Si, Bibi Dian."
"Samasama nona." Jawab Pelayan Si dan Bibi Dian hampir bersamaan dengan menunduk kan kepala sedikit.
####
Beberapa menit kemudian Yoa telah sampai disekolah, ia pun langsung menuju lapangan basket dengan masih memakai ransel dan menenteng bekal makan nya.
"Gilak masih sepagi ini dan udah serame ini?" Gumam Yoa yang melihat banyak siswa yang didominasi perempuan sedang menonton anak-anak basket latihan.
Yoa pun berjalan mendekat mencari sesosok manusia yang membuat nya rela berangkat sepagi ini. Setelah menemukan yang dicari Yoa berjalan mendekati siswa laki-laki yang sedang berdiri memainkan bola basket sambil bergurau dengan teman-teman nya yang sedang duduk istirahat di lantai lapangan basket.
"Senior Allen." Sapa Yoa setelah sudah berada di belakang siswa yang dicari.
Allen pun membalikkan badan nya menghadap sumber suara.
"Boleh bicara sebentar?" Tanya Yoa setelah Allen sudah menghadapnya.
"Bicara apa yaa?" Jawab Allen pura-pura cuek.
Yoa melihat sekeliling merasa semua pandangan mengarah kepadanya, dan ia merasa risih, "Gimana kalau kita ke pinggir lapangan sebentar, sebentar aja." Pinta Yoa.
Allen memandangi Yoa yang sebenarnya merasa gemas dengan tingkah Yoa yang clingak clinguk gak jelas, tapi Allen masih pura-pura cuek, "Gue sibuk. Nanti aja istirahat temui gue lagi." Kata Allen sudah membalikkan badan lagi membelakangi Yoa.
Yoa merasa lega Allen memberi ide itu, "Oke." Kata Yoa lalu mulai melangkah kan kaki pergi.
Haduhh, gue berasa jadi daging di tengah kadang singa, bisa habis nihh gue kalau diserang. Bodoh banget gue lupain perkataan Yeri kalau senior Allen banyak fans nya. Gumam Yoa sambil berjalan dan menerima tatapan kebencian dari hampir semua siswa perempuan yang ada di lapangan.
"Heh anak panti, ngapain lo nyamperin Allen?" Kata salah satu siswa perempuan.
Yoa yang merasa mereka mengajak nya bicara pun berhenti.
"Lo mau godain kak Allen yaa?" Kata suara lain.
"Gak cukup apa jadi simpenan, masih mau deketin cowok lain." Kata suara lain yang menurut Yoa perkataan nya paling menusuk.
"Apa? Simpenan? Maksud.." Bantah Yoa tapi terpotong karena tiba-tiba ada yang meraih telapak tangan nya, dan menggandenganya menjauh, yang tentu saja membuat tatapan para siswa perempuan itu makin geram karena pemilik tangan yang menyelamatkan Yoa adalah laki-laki pujaan mereka.
"Lepasin gue.." Bentak Yoa menarik tangan nya setelah mereka berada jauh dari lapangan basket.
"Kayaknya lo itu emang gak pernah bisa mengucap kata terima kasih yaa?"
"Bukan gitu. Tadi kan gue masih nanyak, apa maksud mereka bilang kayak gitu."
"Bukan nya lo biasanya cuek aja dipanggil kayak gitu?"
"Tapi tadi ada yang bilang gue simpenan, gue cuma mau nanyak atas dasar apa mereka bilang gue kayak gitu."
"Udah lah cuekin aja. Pasti mereka juga ngomongnya ngasal."
"Gak bisa gitu dong."
Allen mendadak mulai melangkahkan kaki pergi mendengar ucapan Yoa, tapi Yoa segera menahan tangan nya.
"Kok malah pergi sih." Tanya Yoa.
"Bukan nya lo nyari gue mau bilang terima kasih? Tapi kayaknya lo gak berminat bilang itu lagi deh. Jadi buat apa gue disini?" Kata Allen yang sebenarnya hanya ingin menggoda Yoa.
"Iyaa iyaa sorry." Kata Yoa merasa bersalah.
"Terus lo mau bicarain apa sama gue?"
__ADS_1
"Gue mau minta maaf."
"Buat?"
"Yang waktu itu di kantin, harusnya gue bilang terima kasih, karena udah di bantuin."
"Gue maafin lo. Tapi ada syaratnya." Kata Allen sambil menyeringai yang membuat Yoa curiga.
"Apa syaratnya?"
Allen pun tersenyum mendengar jawaban Yoa, "Lo suka baca kan?" Yoa hanya mengangguk, "Seminggu ini kita ke perpus bareng, lo temenin gue belajar."
"Lo gila yaa? Mau bikin gue diserang cewek-cewek tadi?" Kata Yoa merasa terkejut mendengar syarat Allen.
"Ini yang katanya murid pintar yang dapat beasiswa." Kata Allen sambil mengacak-acak rambut Yoa, yang membuat Yoa seketika cemberut, "Kita kan bisa ketemu di perpus, gak perlu masuk perpus barengan."
"Tapi diantara mereka kan pasti ada yang ke perpus juga."
"Gampang, nanti gue cariin tempat yang paling aman."
Yoa tampak berfikir sejenak.
"Gimana?" Tanya Allen.
"Tapi gue udah dimaafin kan?"
"Asal lo terima syarat gue."
"Oke." Jawab Yoa singkat.
"Siniin hp lo." Kata Allen sambil menengadahkan telapak tangan nya, tapi Yoa malah menatapnya aneh, "Catet nomer gue, biar gampang nyarinya."
Yoa pun mengangguk pelan lalu memberikan hp nya. Allen pun memencet nomernya, lalu melakukan panggilan singkat, agar nomer Yoa masuk ke hp nya, lalu mengembalikan kembali hp Yoa.
"Yaudah gue pergi." Pamit Yoa.
"Oke, nanti gue chat."
Yoa hanya mengangguk lalu berlalu pergi. Allen tersenyum senang menatap punggung Yoa yang mulai menjauh.
####
Junho sudah berada dikelas. Sedang sibuk chat dengan Yoa, karena ia merasa kesal Yoa tidak bilang kalau berangkat lebih dulu.
Yoa : Lagian abang masih tidur tadi
Junho : Kamu kan bisa bangunin
Yoa : Gak sempet. Buru-buru
Junho : Pasti kamu janjian sama cowok yaa?
Yoa : Apasih itu mulu yang dibahas
Junho : Abang gak ijinin kamu pacaran yaa
Yoa : Siapa juga yang mau pacaran
Junho : Kamu juga gak boleh deket-deket cowok sembarangan
Yoa : Serah abang, udah yaa, aku kelas dulu
"Kenapa lo? Pagi-pagi udah kesel gitu muka lo." Celetuk Deka yang tiba-tiba datang bersama Guan.
"Gapapa." Jawab Junho cuek.
"Sabtu ini jadi kan? Kemarin lo gak dateng banyak yang nyariin." Kata Deka.
"Nyariin gue? Palingan manusia-manusia yang mau pansos itu kan?" Kata Junho makin merasa kesal.
"Hahaha yaa gapapa kali Jun, seru tau ngelihatin manusia pengemis followers itu, sekalian ajakin adek lo." Bujuk Deka.
"Gue juga penasaran pengen ketemu adek lo." Celetuk Guan tiba-tiba yang langsung membuat Junho dan Deka menoleh ke arah nya penuh tanya.
"Wow wow ada apa nihh seorang Guan Wijaya pengen ketemu cewek." Kata Deka sambil senyum menggoda, "Ati-ati lo Jun mesti jagain adek lo."
"Lo naksir adek gue Gu?" Tanya Junho serius.
"Gue penasaran aja pengen ketemu langsung, wajah nya kayak gak asing, kayak pernah ketemu." Jelas Guan.
__ADS_1
"Halah alasan aja tu Jun, bilang aja lo naksir adek nya Junho." Kata Deka.
"Mending adek gue sama Guan daripada sama playboy macam lo."
"Wahh nuduh lo yaa, gue ini jomblo terhormat tau." Bantah Deka.
"Oke dehh, gue ajak adek gue. Kasihan juga dia kayaknya belum pernah main selama pulang kerumah." Jelas Junho.
"Oke, gue bikin story ig dulu." Kata Deka sambil mulai mengambil hp nya.
"Gak usah." Teriak Junho dan Guan bersamaan yang membuat Deka seketika tak berkutik.
####
Bell istirahat pun berbunyi, sebagian siswa berhamburan keluar kelas.
"Gue gak ikut ke kantin yaa?" Kata Yoa sambil memasukkan buku-buku nya ke dalam tas.
"Kenapa?" Tanya Yeri yang ada didepan Yoa sambil membalikkan tubuhnya menghadap Yoa.
"Gue mau ke perpus." Jawab Yoa.
Mina menghampiri Yoa, "Lo gak jadi ketemu senior Allen?" Tanya Mina sedikit berbisik.
Lia juga ikut menghampiri Yoa, "Iyaa mending pas waktu istirahat."
"Maka nya gue ke perpus sekarang." Jawab Yoa.
"Maksud lo?" Tanya Mina bingung.
"Dia mau maafin gue, dengan syarat nemenin dia belajar di perpus seminggu ini." Jelas Yoa.
"Jadi lo ke perpus sama senior Allen?" Tanya Lia sedikit berteriak, yang seketika membuat Yoa membulatkan mata dan langsung refleks membungkam mulut Lia dengan telapak tangan nya.
"Kebiasaan banget yaa lo." Kata Yoa lalu melepaskan telapak tangannya dari mulut Lia.
"Hehe sorry." Kata Lia.
"Serius lo ke perpus sama senior Allen?" Tanya Yeri.
Yoa mengangguk lalu mulai beranjak pergi, "Udah yaa, gue duluan."
Yeri, Mina dan Lia saling pandangan lalu tersenyum senang melihat Yoa yang mulai dekat dengan Allen.
Allen sudah sampai di perpus lebih dulu dan sudah duduk di tempat paling pojok dekat jendela. Yoa terlihat berjalan mendekat setelah mendapat beberapa buku yang ingin ia baca. Yoa pun duduk didepan Allen yang sedang asyik membaca.
"Gak nyangka yaa idola sekolah suka membaca juga." Celetuk Yoa tiba-tiba.
"Memang nya hanya peringkat 1 sekolah saja yang boleh membaca." Goda Allen.
Yoa hanya tersenyum lalu mulai membaca bukunya. Beberapa saat mereka larut dalam buku masing-masing. Tiba-tiba Allen mengalihkan pandangan nya dari buku ke arah wajah Yoa yang tampak serius didepannya.
Yoa menyadari ada sepasang sorot mata yang memandangi nya, "Yang dibaca itu buku bukan wajah gue." Celetuk Yoa tanpa mengalihkan pandangannya dari buku.
Allen tersenyum mendengar ucapan Yoa, "Kalau dilihat dekat gini, lo cantik juga yaa."
Yoa langsung menghentikan membaca buku nya, lalu menatap Allen aneh, "Senior Allen bener-bener mau bikin gue punya banyak musuh yaa?"
"Tenang aja, asal selalu di dekat gue gak akan ada yang berani deketin lo."
"Dihh, memang nya senior Allen siapa?"
"Gue? Gue anggota YFC."
"YFC? Yoa fans club? Kirain Yeri, Mina sama Lia doang yang ngarang gituan."
"Itu beneran ada. Gue anggota nya." Kata Allen sambil nyengir yang menurut Yoa aneh.
"Jangan aneh-aneh dehh, udah buruan belajar nya keburu bell." Kata Yoa kembali fokus membaca.
"Tapi beneran lo itu cantik. Lo punya pacar gak sih?"
"Gak punya dan gak pengen punya." Jawab Yoa cuek dengan tetap memandang buku nya.
"Iyaa sih sekarang lo terlalu kecil, nanti kalau udah SMA pacaran sama gue aja yaa?"
"Senior Allen jangan bicara lagi atau gue tinggal keluar."
Allen seketika diam dan mengerucutkan bibirnya.
__ADS_1
Dasar cowok. Semudah itu bilang 'pacaran sama gue' kek ngajak main gundu aja. Gerutu Yoa dalam hati.