
"Hah? Siapa yang mau jodohin kamu?" Tanya Diya bingung.
"Kamu bener-bener punya pacar yaa dek?" Celetuk Junho.
"Apasih bang Junho daritadi pacar mulu yang dibahas." Jawab Yoa kesal.
"Lah itu kamu nanyak-nanyak jodoh."
"Siapa juga yang nanyak jodoh, orang aku nanyak apa tante mau jodohin aku."
"Kamu itu masih kecil yaa mana mungkin mamah jodohin kamu. Bilang aja kamu mau pac.."
"Sudah-sudah." Sela Diya memotong perkataan Junho, "Kenapa kalian jadi berdebat sih? Mamah pusing nihh dengernya."
"Bang Junho tan yang mulai." Kata Yoa mulai cemberut.
"Kok nyalahin abang." Bantah Junho.
"Udah stop. Yoa, sekarang kamu bilang sama mamah siapa yang bilang kamu mau dijodohin."
Yoa mengarah kan pandangan pada laki-laki tinggi yang berjalan mendekat pada mereka sambil menahan tawa.
Lohh kok jadi berdua? Tadi cuma satu orang dehh. Gumam Yoa yang melihat Hanse berjalan mendekat dengan Ferdy dibelakangnya membawa 2 paper bag.
"Om itu tan." Kata Yoa sambil menunjuk Hanse.
Diya langsung menoleh kearah Yoa menunjuk, Hanse langsung mengangkat kedua tangan nya tanda menyerah setelah mendapat tatapan tajam dari Diya dan Junho.
"Bang Han?" Kata Junho.
"Hanse?" Kata Diya sambil sedikit berjalan mendekat.
Hanse menghampiri Diya dan langsung memeluk nya, "Apakabar nyonya besar Jangyong?"
"Kamu kenapa gak bilang kalau pulang sekarang?" Tanya Diya sambil melepas pelukan nya.
"Surprise." Jawab Hanse lalu melirik Yoa yang ada sedikit dibelakang Diya sambil tersenyum menggoda, "Kan mau memberi kejutan buat calon istri, sekalian ketemu mama mertua yang makin cantik ini."
Diya bingung dengan ucapan Hanse, sedangkan Yoa makin kesal mendengar ucapan Hanse.
Junho yang menyadari rencana Hanse menghampiri Yoa lalu merangkul pundaknya, "Ohh jadi bang Han yang bilang kalau adek cantik ku ini mau dijodohkan?"
Diya menyadari ucapan Junho, "Hanseee.." Sentak Diya langsung menjewer telinga Hanse.
"Haduhh mah sakit mah, ampun." Keluh Hanse sambil melepaskan tangan Diya dari telinganya.
"Kamu itu yaa baru datang udah ngisengin adekmu." Kata Diya yang seketika membuat Yoa terkaget.
Adek? Hanse? Ahh iyaa abang pertama ku kan namanya Hanse Jangyong. Bodoh! Kenapa aku bisa gak ngenalin sihh.
"Ampun mahh. Sekali-sekali pengen lihat kepolosan adek ku yang cantik ini, ternyata benar-benar menggemaskan, jadi pengen peluk." Kata Hanse sambil menatap Yoa yang mulai cemberut, lalu mendekati nya.
"Stop." Kata Yoa menghentikan langkah Hanse dengan mengarahkan telapak tangan kanan nya kedepan, "Gak boleh peluk. Enak aja abis ngerjain mau peluk."
"Jangan ngambek dong dek. Kan abang cuma bercanda." Pinta Hanse.
"Abang sama aja kayak bang Junho resek." Kata Yoa ngambek sambil menyedekapkan kedua tangan nya didepan dada.
"Kok jadi abang ikut disalahin." Bantah Junho.
"Emang abang kan resek banget." Jawab Yoa ketus.
Diya senyum senyum melihat ketiga anaknya, "Sudah sudah mending kita masuk dulu." Kata Diya sambil merangkul Yoa mengajaknya masuk.
Hanse pun juga merangkul pundak Junho sambil berjalan masuk, "Makin ganteng aja lo curut, gimana sekolah?"
"Baik lahh. Mana pesanan gue?"
"Inget aja lo kalau begituan." Jawab Hanse sambil menonyor kepala Junho pelan.
Mereka pun memasuki rumah, disambut pelayan Si, "Tuan muda Hanse selamat datang dirumah." Kata pelayan Si sambil membungkuk.
Hanse hanya membalas dengan senyum. Mereka pun duduk di ruang tamu, Yoa duduk di samping Diya dengan Junho didepan nya dibatasi meja, Hanse duduk di sofa single yang berada diujung dengan Ferdy yang berdiri disampingnya.
"Buatkan minuman Si." Perintah Diya.
"Baik nyonya." Kata pelayan Si sambil menunduk lalu pergi menuju dapur.
__ADS_1
Hanse menatap Yoa yang masih terlihat kesal, "Jadi ngambek nihh sama abang?" Kata Hanse pada Yoa.
"Sayang, ini abang Hanse, abang pertama kamu." Jelas Diya.
"Iya tan." Diya hanya menjawab singkat.
"Wahh beneran ngambek nihh mah kayaknya." Kata Hanse sedikit menggoda.
Yoa makin menekuk wajahnya.
"Abang sihh bercandanya aneh-aneh. Emang gitu dek, bang Han itu jahil." Celetuk Junho.
"Sama aja kayak bang Junho." Jawab Yoa yang membuat Junho terdiam tidak berani menjawab karena melihat Yoa makin ngambek.
"Sudah jangan ngambek lagi, abang mu cuma bercanda kok." Bujuk Diya, Yoa hanya terdiam.
Hanse tersenyum gemas melihat Yoa yang ngambek, "Fer.."
Benar kata tuan, nona muda sangat menggemaskan. Haduh tangan ku gatal ingin mencubit pipi nya, nona muda sangat cantik dilihat secara langsung. Gumam Ferdy sambil menatap Yoa hingga tidak sadar Hanse memanggilnya.
"Berhenti menatap adekku seperti itu Fer.." Celetuk Hanse yang membuyar kan lamunan Ferdy, membuatnya langsung menatap Hanse.
"Maafkan saya tuan."
"Berikan itu." Perintah Hanse meminta paperbag yang dibawa Ferdy.
"Iyaa tuan." Ferdy menyerah kan 2 paperbag itu pada Hanse.
"Itu game baru bang?" Kata Junho bersemangat.
"Enak aja. Gak ada game lagi, minggu lalu kan udah abang kasih 10juta." Kata Hanse yang membuat Junho langsung menatap Diya sambil menyatukan kedua telapak tangan nya tanda minta maaf.
"Junhoo.." Kata Diya sambil melotot ke arah Junho yang sedang senyum senyum sok manis, "Kamu itu jangan menuruti Junho terus Han." Kata Diya pada Hanse.
"Iyaa mah, sekarang mau nuruti adek cantik dulu nihh." Kata Hanse sambil berdiri menghampiri Yoa, lalu duduk disampingnya, "Jangan ngambek lagi dong dek." Kata Hanse memelas pada Yoa.
Yoa hanya diam membuang muka ke arah Diya yang tersenyum pada nya seolah memberi isyarat untuk memaafkan Hanse.
"Nihh bang Han bawain hadiah buat Yoa." Kata Hanse sambil meletakkan 2 paperbag dipangkuan Yoa.
Yoa melihat paperbag itu, lalu menatap Hanse yang sedang memasang wajah seolah memelas, "ini buat Yoa?" Kata Yoa mulai bersuara.
Yoa pun mulai membuka paperbag pertama, lalu mengeluarkan sebuat box. Yoa pun membuka nya, seketika mata nya berbinar melihat isi box itu, "ini kan sepatu yang aku pengen. Kok abang bisa tau?" Ucap Yoa bersemangat sambil menatap Hanse.
"Iyaa dong, apasih yang gak abang tau dari kamu." Jawab Hanse.
"Waduh mamah kalah nihh, kemarin mamah cari sepatu itu susah banget." Celetuk Diya yang bahagia melihat Yoa mencoba barang yang ia inginkan.
"Bang Han curang, main nya nyogok gitu." Keluh Junho.
Hanse hanya menjulurkan lidah mengejek Junho. "Pas kan?" Tanya Hanse pada Yoa yang berdiri mencoba sepatu nya.
"Pas banget, makasih bang Han." Kata Yoa setelah melihat lihat sepatu yang ia coba, lalu kembali duduk.
"Buka yang satu nya dong." Perintah Hanse seperti tidak sabar.
Yoa hanya mengangguk sambil tersenyum, lalu mulai membuka paper bag kedua yang ternyata isinya juga sebuah box yang seperti pernah ia lihat, Yoa pun mengeluarkan nya dengan bersemangat.
"Hah? Serius nihh?" Kata Yoa dengan senyum seperti tidak percaya dengan apa yang ada di depan nya, tanpa menunggu lama Yoa membuka box itu, "Beneran Lucas Doll?" Teriak Yoa yang membuat semua yang ada diruang tamu tersenyum gemas melihat tingkah polos nya.
"Suka?" Tanya Hanse.
"Banget." Jawab Yoa dengan mengangguk mantab, lalu langsung menghambur memeluk Hanse, "Makasih Bang Han."
Hanse membalas pelukan Yoa sambil mengusap rambut Yoa, "Samasama."
"Adek curang nihh, baru ketemu bang Han langsung mau dipeluk, sama abang harus dibujuk beberapa hari." Keluh Junho.
"Biarin." Jawab Yoa sambil melepaskan pelukan lalu menjulurkan lidah mengejek Junho.
####
Malam hari nya Diya sedang mengobrol dengan Hanse di ruang kerja.
"Sepertinya wanita itu belum bergerak mahh." Kata Hanse.
Wajah Diya tampak takut dan kwatir, "Kalau dia diam seperti itu mamah justru takut."
__ADS_1
"Mamah tenang saja, serahin ke Ferdy, mamah tau sendiri mendengar nama Ferdy saja dia pasti menggigil."
"Tetap saja Han, baru mama kasih 2 pengawal saja adekmu itu sudah sering protes, mamah tidak tega kalau tidak menuruti keinginan nya."
"Aku justru kwatir dengan teman-teman nya."
"Maksudmu masalah yang kemarin di kantin?"
"Iyaa. Han ingin membereskan nya, tapi Ferdy melarang."
"Ferdy benar, mereka cuma anak kecil, abaikan saja, lebih baik fokus sama wanita itu."
"Justru karena mereka hanya anak kecil bisa sangat bahaya mah, apalagi aku dengar adek tidak mengadu kan?"
"Kau tau dari Junho?"
Han mengangguk, "iyaa mah."
"Anak itu, sudah mamah bilang jangan cerita padamu. Kalau begitu kita pancing saja Yoa, kalau dia mulai mau mengadu masalah disekolahnya baru kita bertindak."
"Baiklah kalau itu mau mamah, tapi aku akan tetap mencari tau mereka."
"Kemarin oma mu menelfon ingin buru-buru bertemu Yoa, mamah belum siap Han."
"Biar Han yang ngomong sama oma besok."
"Terus bagaimana dengan adekmu?"
Belum sempat menjawab pertanyaan Diya terdengar suara ketokan pintu.
Tok tok
"Siapa?" Teriak Diya ke arah pintu.
"Ini Yoa tante, ada yang mau Yoa bicarain."
"Masuk saja sayang."
Yoa pun membuka pintu setelah mendapat ijin, ia pun berjalan mendekat ke arah Diya dan Hanse duduk.
"Bang Han disini? Apa Yoa mengganggu?"
"Mana mungkin adek kecil abang mengganggu." Kata Hanse sambil bergeser sedikit, lalu menepuk-nepuk tengah-tengah nya dan Diya, "Sini, duduk sini."
Yoa tersenyum dan mengangguk, lalu duduk di antara Hanse dan Diya.
"Ada apa sayang?" Tanya Diya.
"Itu, Yoa mau mintak ijin."
"Ijin? Kamu mau kemana?"
"Gak kemana mana kok tan, cuma Yoa kan sebelum nya kerja part time jadi model, ada kontrak pemotretan yang harus Yoa selesaikan." Jelas Yoa.
"Ohh gitu. Kapan pemotretan nya? Biar mamah anter." Kata Diya bersemangat.
"Besok tan. Yoa seneng kalau tante mau nganter." Jawab Yoa tak kalah bersemangat.
"Besok yaa?" Diya tampak berfikir sejenak, "Mamah besok cek pabrik. Kalau gitu biar mamah batalin aja." Kata Diya sambil mengambil hp nya.
"Ehh tidak usah tan. Tante ke pabrik saja, biar Yoa sendirian gapapa."
"Tapi mamah pengen lihat kamu pemotretan." Kata Diya sedikit sedih.
"Kapan-kapan saja kalau tante ada waktu senggang."
"Kalau gitu biar abang Han saja yang mengantar adek cantik." Kata Han yang sedari tadi hanya mendengar percakapan Yoa dan Diya.
"Iyaa sama abang kamu aja. Kalau perlu Junho juga." Kata Diya memberi ide.
"Memang nya bang Han gak sibuk?" Tanya Yoa pada Hanse.
"Tidak. Kalau buat adek kecil abang yang cantik ini abang gak pernah sibuk." Jawab Hanse sambil mengusap lembut rambut Yoa.
Yoa membalas Hanse dengan senyuman, "Kalau bang Junho seperti nya gak bisa deh tan, katanya besok ada turnamen game."
"Anak itu game terus hidupnya. Yaudah kamu sama bang Hanse aja." Jawab Diya.
__ADS_1
Yoa mengangguk sambil tersenyum.