Oleh-oleh Dari Suamiku

Oleh-oleh Dari Suamiku
Bab 13 Rencana


__ADS_3

Kediaman Darwys Agapius semakin hari semakin dingin. Suasana hangat menghilang ketika mulut Grace tertutup bisu.


Pekerjaan administrasi yang selalu Grace kerjakan adalah semata mata hanya untuk mengalihkan rasa perihnya terhadap Darwys. Rutinitasnya kini hanya dikamar ia mengurung diri dengan kesibukan pekerjaan. Bunga yang ia tanam diurus oleh para asistennya.


"Nyonya Tuan Darwys memanggil nyonya makan malam, " Siti datang membawakan pesan dari Darwys.


Sebenarnya Grace enggan menemui suaminya, bahkan ia sempat menghembuskan nafas kasar karena teringat perkataan Darwys saat acara ulang tahunnya. Namun disisi lain ia masih menjadi istri sah Darwys Agapius yang harus melayani sang suami.


Suara hening diruang makan terasa menusuk telinga. Semenjak Grace diam para pelayanpun ikut diam. Terlihat duduk dua sejoli yang kini sedang dimabuk asmara tengah suap suapan. Wanita bernama Sarah kini semakin mendekati sang tuan rumah sang lumpur yang sudah membuat kotor dan berat perahu rumah tangga Grace.


Berkali kali Grace membuang dan menghembuakan nafas berusaha untuk menenangkan dirinya. Melangkah mendekati meja panas itu.


"Mah kamu semakin hari semakin kurus, makanlah yang banyak. Jangan sampai orang menilainya aku tidak bisa memberi nafkah kedua istriku, " Kali ini Darwys yang mengambilkan makanan kepada istrinya.


Sarah yang kini berpakaian lebih rapih dan elegan bisa terlihat setara dimata orang lain. Ia belajar cukup keras mempelajari kehidupan sosialita pada umumnya.


Sudah berhari-hari berlalu namun rasa sakit masih begitu terasa. Setiap melihat kedekatan Darwys dan Sarah hati Grace terasa perih.


"Ini ada undangan ulangtahun tetua di kediaman keluarga Sukmo, hari sabtu esok. " Grace mengeluarkan kartu hitam dengan bingkai dan tulisan latin berwarna emas.


"Kenapa kamu baru memberikannya sekarang mah, itu sehari lagi loh. Kita belum menyiapkan kado.. " Wajah kesal terpancar diwajah Darwys


Setelah selesai makan Grace meninggalkan Suami dan selingkuhannya di ruangan itu. Terdengat suara Sarah yang merajuk karena Darwys harus membatalkan janjinya untuk berlibur keluar negeri.


"Kan mas sudah janji sabtu mau ajak Sarah ke Singapore.. " Tampak wajah Sarah yang merah dengan bibir mungil yang dimainkan.


"Kita tunda dulu jalan jalannya ya, Pak Atmaja Sukmo adalah pendiri perusahaan farmasi terbesar di negara ini.. " Seru Darwys pada calon istrinya itu.


***


Sabtu pagi.

__ADS_1


Bastian Tertawa kecil sementara ia menyiramkan air dingin kewajah dan lehernya, mencuci bersih sisa-sabun cukur. Ia bangun pagi-pagi, sesuatu yang tidak biasa dilakukannya.


Saat mencukur, ia hanya memikirkan Sang Mawar nona dihatinya yang berparas cantik kan lembut sifatnya dan peristiwa-peristiwa tak disangkanya malam itu saat dia menemani istri orang berkunjung Ke Panti asuhan. Setelah mengeringkan wajah, ia memakai kemeja putih yang sudah disetrika mengancingkan kemejanya menyisakan mata kancing paling atas.


"Anak bunda dari tadi senyum-senyum, lagi jatuh cinta ya.. " Tiara datang menyikut lengan anaknya dengan senyum gemas.


"Ah bunda tahu aja heheh.. Nanti bunda akan lihat perempuan yang aku suka bun di hari ulang tahun kakek. " Sambil merapihkan kerahnya didepan cermin dan tersenyum lebar, Bastian yakin sang ibunda juga pasti akan takjub melihat wanita yang ia cintai sejak dinegeri paman sam.


Lusi telah menceritakan sedikit tentang Grace kepada Bastian malam itu, tetapi ia ingin tahu lebih banyak lagi tentang wanita yang telah mencuri hatinya. Wanita itu membangkitkan rasa ingin tahunya. Bukan karna hanya kisah hidupnya bersama Darwys. Juga bukan hanya karena wanita itu melibatkannya dalam salah satu hal yang menarik tentang anak-anak panti. Sesuatu hal tersebutlah yang membuat Bastian mengambil keputusan menyangkut kesejahteraan Grace yang mana ia yakin bahwa Grace akan menggugat cerai suaminya itu.


"Bunda jadi penasaran. Siapa sih wanita itu Nak? " Mimik muka Tiara semakin terlihat Jahil mengingat Bastian anaknya yang selama ia kenal adalah sosok anak yang jauh dari yang namanya kaum hawa kecuali ibundanya sendiri.


***


Grace berjalan ke jendela kamarnya dan melihat ke taman-taman dan halaman luas di depan kamarnya. Hujan dipenghujung musim panas telah nyuburkan semua bunga yang ia rawat. Mengenakan gaun putih gading dengan aksesoris bunga mawar berbahan payet berada di pundaknya di sambung dengan payet yang memanjang hingga mata kaki. Rambut yang tertata rapi dengan dengan jepitan bunga dandelion pada rambutnya. Kalung dengan permata berwarna biru laut menggelayut di leher jenjangnya menampilkan kesan seksi dan elegan.


Hujan telah berhenti ia sudah berjanji akan menghadiri acara ulangtahun pendiri perusahaan farmasi itu bersama Mega sahabatnya. Jangan ditanya Darwis dimana? Ia sudah tahu bahwa suaminya membawa gadis desa itu di genggaman tangannya.


"Nyonya.. Madam Mega sudah datang dan sedang menunggu di ruang tamu. " Ucap Tia kala itu mengagetkan lamunannya.


Setibanya di kaki tangga, ia berpapasan dengan Darwys dan pasangan belum sahnya itu. Wanita itu mengenakan Dress merah muda dengan berbagai aksen kerlap-kerlip disetiap sudut baju. Dengan gaya rambut gelombang ter urai dengan aksesoris bunga sebesar kepala bertengger diatas rambutnya. Darwys yang mengenakan kemeja putih dan jas hitam rapihnya tak lupa dasi kupu-kupu yang terselip diantara kerah.


"Kamu yakin sayang mau berangkat bareng Mega?" Darwys berusaha mencairkan suaranya dingin dengan istrinya.


"Iya pah tak masalah. Lagian Mega juga tidak ada teman berangkat. Ya sudah nanti kita bertemu disana saja" Grace meyakinkan Darwys untuk tidak memaksanya berangkat bertiga dengan selingkuhan suaminya didalam mobil yang sama.


"Oh ya jangan lupa saputangan nya pah. " Grace mengambil saputangan putih dengan pinggiran emas ia rapih kan lalu memasuakannya kedalam kantong jas suaminya sehingga terlihat hanya ujung saputangan seperti bunga kincup.


***


Sehari yang lalu saat Darwys menerima undangan dari Tuan Atmaja lewat Istrinya ia sempat berfikir siapa yang memberikan undangan tersebut jika istrinya yang menerima langsung pasalnya para asisten pelayan dan satpam penjaga gerbang tak ada yang merasa menerima kertas tersebut.

__ADS_1


"Saya tidak menerima tamu atau menerima undangan orang lain selama seminggu ini tuan. " Ucap Gani kepala keamanan di rumahnya.


"Hanya membukakan gerbang saat nyonya pulang dari acara ulang tahun waktu itu, " Sambung Gani.


"Grace pulang dengan siapa pak? " Raut muka penasaran Darwys menelisik mata Gani.


"Dengan seorang pria tuan, tapi saya kurang jelas melihat wajahnya pasalnya saat berhenti didepan pos terlihat ada nyonya didalamnya, hanya mengantar sampai depan rumah tidak sampai bertamu tuan. Mungkin itu Tuan Amor. " Gani berbicara jujur ia tahu konsekuensi nya jika berbohong kepada majikannya itu.


Ah mungkin itu dari ayah mertua, kan ayah teman mendiang pak Adi anaknya tuan Atmaja


pikir Darwys kalau itu.


***


Jalanan basah sehabis hujan nyatanya tidak membuat henti aktivitas orang-orang di luar sana. Jalanan yang cukup lancar tanpa ada banjir menggenang.


"Kemarin kamu bilang digroup katanya tidak mau datang Grace. " Kalimat pertama yang keluar dari mulut Mega.


"Iya sebenarnya sudah rencana tidak akan datang apalagi sudah tau kalo Darwys bakal menggandeng wanita lain, ah malas sekali aku jadinya. " Grace menyandarkan punggungnya menatap sisa gerimis diluar jendela mobil.


"Lalu tiba-tiba mutusin buat datang? Dan bawa dua hadiah? " Mata Mega melihat sepion yang mengarah ke kursi penumpang.


"Oh itu paperbag yang besar berisi Jas cucunya Tuan Atmaja" Tanpa menoleh akhirnya Grace menceritakan kejadian malam itu.


"Apa mungkin dia suka sama kamu kali Grace, salah satu kandidat pengganti Darwys nih ceritanya hahaha.. "


"Apaan sih cerai aja belum, do'ain aja secepatnya proses ya."


"Iya pasti ku do'ain lancar proses dan sidangnya. Oh ya Bastian yang kaya apa sih kok aku baru denger yah. Bukannya semua cucunya sudah menikah ?" Mega kembali melihat wajah Grace yang tampak tidak semangat.


"Entah lah nanti coba kamu lihat sendiri orangnya, " Grace mengangkat kedua pundaknya.

__ADS_1


Grace kembali mengingat saat dia berkunjung ke Panti asuhan malam itu. Dalam kondisi sekarang kondisi dimana ia sedang sadar ingatan itu membuatnya malu,


Bisa-bisanya aku pergi dengan lelaki yang bahkan aku tidak kenal, nanti aku akan coba berterimakasih dengan benar dan meminta maaf karena lancang sudah memintanya mengantarkanku ke Panti, kalau kutahu dia cucu Tuan Atmaja pasti tidak akan aku Terima tumpangannya.


__ADS_2