
Bastian berdiri di depan jendela berkusen putih di dalam kamar tidurnya, dengan segelas kopi panas ditangannya. Ia sedang menatap derasnya air hujan yang membasahi taman, tapi sebenarnya ia sedang tidak benar-benar melihat hujan itu. Yang ia lihat adalah bayangan sebuah wajah yang cantik, senyum yang terbingkai dengan rona bibir memikat.
Ia seharusnya tidak menemui Grace Ola Amor kemarin. Ia seharusnya tidak mendekatinya sama sekali. Grace masih menjadi istri orang lain, tapi hati Bastian tidak bisa berbohong jika ia benar-benar mencintai istri orang. Tapi setelah melihat nasib rumah tangga Grace hatinya tergerak, keputusan untuk merayunya adalah keputusan termudah yang Bastian ambil dalam usaha mendekati Grace.
Bastian sudah sangat lama tidak menginginkan sesuatu, benar-benar menginginkan sesuatu untuk dirinya sendiri. Ia menginginkan Grace untuk menjadi istrinya tak perduli jika yang ia nikahi berstatus janda.
Belum habis kopi yang ia minum Tiara mengagetkan nya "Ayo jangan melamun terus, nanti telat. Masa pemimpin perusahaan telat dihari pertama kerja. "
"Ah iya bun ini aku sudah siap berangkat" Bastian lekas menyambar tas dan kemejanya yang sudah disiapkan.
Senyum Bastian tak pernah luntur selama perjalanannya ke kantor, wajah Grace masih terbayang di setiap kedipan matanya.
Lain halnya dengan Darwys, hari berikutnya ia dipertemukan dengan sepupu jauh dikantornya. Dia adalah Rama cucu dari adik kakeknya yang baru menyelesaikan studinya diluar negeri.
"Nak Rama mulai hari ini untuk sementara waktu tinggal bersama Darwys, rumahnya terlalu besar jika cuma diisi 3 orang" Daniel menepuk punggung Rama.
"Lebih baik aku ijin langsung saja dulu ke Ka Darwys om" Rama melirik kearah Darwys.
"Oh ya tidak masalah Ram, kamu tinggal disini sesukamu anggap rumah sendiri. Sudah ada asisten menyiapkan kamarmu" Balas Darwys.
Ia tidak mempermasalahkan kehadiran Rama, malah sejujurnya Rama nanti lah yang akan menggantikan pekerjaan Grace di kantornya.
"Oh ya tadi kata om ada 3 orang memangnya siapa saja? Apa ka Darwys udah punya penerus?" Tanya Rama dengan nada bingung.
"Belum Ram, kakamu berniat menikah lagi untuk mendapatkan keturunan. Nanti biar kakamu sendiri yang mengenalkan calonnya"
Darwys yang tidak berfikir sampai situ baru teringat, dengan umur yang masih muda dan wajah yang rupawan tubuh tinggi yang menambah kegagahan Rama cukup bisa masuk kedalam jajaran 10 lelaki tertampan dinegaranya.
"Nanti malam akan ku kenalkan Sarah calon kaka ya.. " Berharap nanti Sarah tidak terpincut pesona Rama maka Darwys berencana mengenalkan nya saat ada dirinya.
"Pagi pak, akan ada meeting di Mega Farmasi nanti pukul 1 siang. Inti pembahasan dan hal-hal yang diperlukan sudah dikirim melalui e-mail dan berkas sudah disiapkan " Sekertaris mengingatkan darwys yang sedang mengobrol dengan ayah dan sepupunya itu.
Sambil mengecek e-mail tak luput ia membaca para anggota yang datang "Ah cukup berani juga untuk anak yang baru besar memegang perusahaan superior.. "
"Ya sudah, Intan tolong antarkan Pak Rama ke ruangan kerjanya sementara beliau akan menggantikan pekerjaan Ibu Grace."
"Baik Pak, mari.. "
__ADS_1
Rama meninggalkan Ayah dan anak itu.
"Kapan rencanamu menikahi Sarah ?" Daniel menatap serius anak semata wayangnya.
"Secepatnya pah."
"Secepatnya kapan? Jangan buat keluarga malu Wys dengan berita miring diluar sana harus segera kamu tuntaskan. "
"Kemungkinan sebulan lagi pah. Mamah tidak mau memiliki menantu yang kurang pendidikan. Sarah akan dididik tentang segala pelajaran termasuk urusan kerjaan dikantor pah."
"Baiklah jangan terlalu lama.. Papah juga akan kembali ke kantor" Daniel berdiri dan melangkah meninggalkan ruangan Darwys.
***
"Nyonya hari ini anda diperintah tuan untuk mengajari Nona Sarah." Tia datang dan memberitahu jadwal Grace hari itu.
"Baiklah bawa dia keruanganku.. "
"Entah apa yang direncanakan suamiku, sudah untung aku memberikan restu yang didapat secara terpakasa. Sekarang aku juga yang harus berhadapan dengan wanita itu huft.. " Grace menarik panjang nafasnya dengan tangan yang memainkan penanya.
"Tidak bisa Ti, biarlah saya ajarkan semua yang saya bisa. Lagian nanti saya akan keluar dari rumah ini. "
Pandangan jauh melihat foto potrait pernikahannya dengan Darwys menggunakan gaun putih bergaya Eropa kembali mengingatkan masa dimana ia harus terpaksa mencintai teman bermainnya yang berujung berhasil memiliki rasa cinta yang nyata tanpa paksaan.
Ketukan pintu mengagetkan lamunan Grace, Sarah masuk diikuti Tia dan Nela.
"Kenapa tidak kaka saja sih yang ke kamarku?"
Pertanyaan pertama yang membuat semua asisten yang ada disitu memelototkan mata.
"Kenapa pada kaget begitu?" Tanya Sarah.
"Duduk lah saya tak ingin membuang waktu untuk hal yang tidak penting" Jawaban ketus keluar dari mulut Grace.
Atmosfer terasa tegang, bayangkan saja ada istri sah mengajari selingkuhan suaminya untuk menjadi terlihat pantas menjadi istri sah ke 2. Ah gila sekali.
"Apa yang ingin kau pelajari terlebih dahulu?" Tanya grace tenang.
__ADS_1
"Ah..ya ada satu pertanyaan yang mengganjal di benak saya, dirumah ini banyak sekali pegawai yang harus mas Darwys beri upah dan kakak tau sendiri Mas sibuk lalu siapa yang menggaji semua pelayan?"
"Hmmmm... Pertanyaan yang langsung masuk kedalam inti. "
Suasana kembali hening sejenak.
Grace berdiri dan mengambil file dilaci yang terkunci.
"Ini akan penting untukmu mengurus rumah tangga nantinya.. Semua kebutuhan pengeluaran keuangan diurus oleh Pak Andre, tetapi semua uang yang diterima dan dikeluarkan Andre akan dilaporkan ke saya. Termasuk jatah nafkah yang saya terima." Grace menyodorkan file kepada Sarah.
"Setiap bulan akan ada hasil rekapitulasi yang diserahkan, jika ada pengeluar diluar data yang sudah ada maka itu menggunakan dana pribadi" lanjut Grace.
Sarah ternganga melihat jumlah fantastis yang diterima Grace setiap bulannya.
Ini 5milyar setiap bulan diberikan ke Grace?
Melihat mata Sarah yang tidak berkedip melihat angka-angka, Grace paham apa yang ada dipikiran perempuan itu, "kamu juga akan mendapatkan nilai yang sama jika menjadi istri sah Darwys."
Sarah yang langsung salah tingkah langsung menutup file tersebut.
"Lusa akan ada acara Arisan Gold Women, jika kau jadi mengikuti siapkan uang yang sudah jadi kesepakatan. Itung-itung akan jadi pelajaran untukmu mengenal kehidupan sosialita."
"Saya ikut ka, saya pasti siapkan uangnya"
Mati anak ayam, aku lupa jika harus minta uang ke Mas Darwys
"Selebihnya tata krama kuserahkan kepada Nela" Grace menatap Nela yang mengangguk mengiyakan.
"Satu hal lagi saya ingin bertanya ka, apakah anda akan benar-benar bercerai dengan Mas Darwys? Kumohon jangan..saya yakin kita bisa akur seperti kaka dan adik. " raut mata berbinar menyiarkan rasa permohonan yang minta dikabulkan.
Grace kembali memandang jauh keluar jendela, ia yakin Sarah hanya berbicara manis berbeda dengan niat aslinya.
"Itu bukan urusanmu. Hari ini cukup sampai disini.. Keluarlah, "
Sarah dan Nela sudah pergi dari ruangan. Grace beranjak dari tempatnya duduk mengambil file dilaci samping tempat tidurnya yang sudah ia siapkan berisi formulir syarat mengajukan perceraian.
Biarlah semua berjalan apa adanya, berlalu dengan semestinya dan berakhir dengan seharusnya.
__ADS_1