Oleh-oleh Dari Suamiku

Oleh-oleh Dari Suamiku
Bab 6 Anggota Baru


__ADS_3

" Mohon maaf, Nyonya dipanggil tuan di kamar utama. " Andre membisiki telinga Grace.


" Bu Ibu maaf yah saya tinggal dulu sebentar, silahkan dimakan dulu kudapan seadanya dari gubuk saya. " Grace berpamitan dengan teman temannya.


Dari pintu samping Sarah nampak masih dengan sarapannya. Grace berlalu melewatinya tanpa menengok apalagi menyapa.


Membuka pintu dengan hati-hati.


" Papah memanggil mamah? "


" Iya, duduk dulu. "


" Langsung pada intinya saja pah. " Grace duduk.


" Kenapa tidak mau berbasa basi? Tidak ingin berlama-lama denganku? "


" Bukan begitu. Hmmm ya sudah terserah papah saja maunya gimana. "


" Mah, papah serius dengan rencana papah. Barangkali lewat Sarah kita bisa.. "


" Bisa punya anak maksudmu pah? "


Belum selesai bicara Grace memotong ucapan Darwys.


" Sudah lah pah jika mau membahas ini nanti saja. Sekarang bukan waktu yang tepat. Temanku sudah menunggu. "


Saat menemui teman-temannya kembali ternyata Sarah sudah berusaha bergabung dengan perkumpulan Gold Women . Teman temannya yang terlihat saling pandang akan kehadiran Sarah merasa risih. Grace berdiri memperhatikan dari pintu samping melihat apa yang sedang Sarah coba bicarakan.


" Emmm halo perkenalkan saya Sarah. Calon istri kedua Mas Darwys. Saya harap teman teman Ka Grace juga bisa menjadi teman temanku. Boleh kah saya bergabung ke group arisan ini? "


" Boleh-boleh saja tapi ada syaratnya. " Esme berbicara mewakili semua anggota.


" Apa syarat nya? " Sarah masih berdiri.


" Pertama, ini arisan yang pasti punya uang untuk menyetor. " Lauren berbicara.


" Kedua, tidak punya riwayat tindakan kriminal. " Lissa menyambung.


" Ketiga, harus bisa sekelas dengan kita-kita. " Mega ikut angkat bicara. Mega ini janda kayaraya.


" Baik saya akan penuhi semua syarat yang diminta. Jadi sekarang saya anggota group ini? "


Sarah menyanggupi semua syarat masalah uang ia mempunyai Darwys, penampilan Darwys juga sudah memenuhi kebutuhannya, untuk tindakan kriminal? Yang tahu masalalu nya adalah dirinya sendiri.


" Eits tunggu Grace ketuanya. Keputusan ditangan ketua. " Lissa mengingatkan yang lainnya.


Grace datang menghampiri kawan-kawannya langsung duduk dengan kaki ditumpang satu.


" Bu Grace gimana ini, ada yang mau gabung sama group kita. " Lauren mengedipkan mata kepada Grace.


" Siapa? " Tanya Grace pura-pura tidak tahu.


" Itu calon adikmu hahaha. " Esme menunjuk sambil tertawa.


" Jadi gimana Ka Grace boleh saya gabung? " Tanya Sarah.


" Entah lah saya pikir pikir dulu. " Jawab Grace tanpa memandang orang yang bertanya.


Tanpa persetujuan yang lainnya Sarah menyuruh Nela membawakan kursi tambahan untuk dirinya.

__ADS_1


'Akhirnya aku bisa punya teman yang kaya raya, para sosialita yang hidupnya hedon. Tidak sia-sia aku belajar dengan Nela tentang tata krama' suara hati Sarah dengan bibir tersenyum.


" Eh ya Darwys mau menikah lagi? Memangnya apa kurangnya Grace sampe Darwys memilih perempuan seperti kamu ? Grace cantik, pintar, elegan, dermawan perfecto." Mega penasaran dengan kedatangan Sarah yang tiba tiba hadir di keluarga sahabatnya itu.


" Itu karena Ka Grace tidak bisa memiliki anak. Maka dari itu Mas Darwys ingin menikahiku dan memiliki anak. " Jawab Sarah santai sambil menyeruput tehnya.


Lain halnya dengan Grace yang tersedak tehnya sendiri, terkejut oleh ucapan Sarah. Sampai tega Sarah berkata se menyakitkan itu.


Hati Sarah tertawa melihat tingkah Grace, ia merasa berhasil telah mempermalukan Grace didepan temannya sendiri.


Setelah mendengar ucapan Sarah, teman teman Grace merasa tidak enak akan jawabanya. Tak lama dari itu mereka semua berpamitan pulang.


Di waktu bersamaan dengan pengenalan Sarah, Darwys sedang berdiskusi dengan asistennya.


" Tuan yakin mau menikahi Nona Sarah? "


" Yakin Pak. Saya sudah berjanji bahwa Sarah akan menjadi istri kedua saya. "


" Bagaimana dengan Nyonya Grace? Apakah beliau setuju? "


" Nah itu dia Pak Andre. Grace belum memberikan Jawabannya. Harusnya Grace setuju. "


" Coba Tuan diskusikan dahulu dengan Nyonya. "


" Saya akan menikahi Sarah dan mempunyai keturunan. Yang pada akhirnya nanti anak Sarah menjadi anak Grace juga. Pasti dia bahagia jika mempunyai anak. "


" Tetapi jika Nyonya memutuskan untuk cerai bagaimna Tuan? "


" Grace tidak bisa menceraikan saya. Jika dia meminta cerai maka saya akan menolaknya. "


" Baiklah Tuan. Jika itu keputusan anda tapi alangkah lebih baiknya jika Nyonya menyetujuinya. "


BRUG!!!


Terdengar suara badan menghantam tanah atau sejenisnya. Darwys dan Andre berlari menuju balkon samping melihat kebawah mencari sumber suara. Terlihat Sarah sudah bersimpuh dilantai taman yang agak timbul. Tak jauh darinya berdiri Grace yang tidak bergerak melihat Sarah terjatuh.


Darwys berlari menghampiri Sarah disusul Andre.


" Sarah. Sarah kamu tidak apa-apa? "


" Aduuhhhh, sakit mas lutut Sarah sakit. "


Darwys membopong badan mungil Sarah.


" Apa yang sebenarnya terjadi sampai kamu terjatuh? "


" Itu tadi Mas Ka Grace mendorongku. Dia tidak ingin aku ikut perkumpulan nya. Dia mengancamku jika aku ikut perkumpulan itu. "


" Mamah tidak mengancam ataupun mendorongnya pah. Dia jatuh sendiri. "


Melihat Majikannya disalahkan Ita dan Siti membela Grace. " Iya tuan Tadi non Sarah terpeleset sendiri. Jika tidak percaya lihat CCTV saja. "


Terpancar muka panik Sarah dia tidak tahu bahwa ada CCTV yang terpasang. "Aduh mas perih sekali. Darah di lututku banyak. Hiks hiks" Sarah mengaduh kembali mengalihkan perhatian Darwys soal CCTV.


" Alah cuma ke gores doang itu mah Non. " Sambung Siti.


" Sudah diam semua. Andre tolong kerahkan semua pekerja dirumah ini untuk menyikat lantai di taman sampai dengan dekat kolam pastikan tidak ada yang licin lagi. Terkecuali Nela, ikuti saya. "


Kejadian yang sebenarnya.

__ADS_1


" Ka Grace izinkan aku ikut arisan. "


" Kamu ada uang untuk menyetor nya? "


" Memang seberapa banyak sih, palingan cuma 5 juta. Gampang nanti aku minta ke Mas Darwys. "


" Setorannya 200 juta. Sudah 2 kali berjalan jika sanggup setoran 400 juta besok. " Grace melipat tangannya dibagian diafragma.


Sarah tidak menyangka jika arisannya akan menyetor uang sebanyak itu. Jika iya bagaimana caranya dia meminta uang kepada Darwys.


" Jika sanggup saya tunggu besok uangnya atau kamu bisa kasih langsung ke Bu Esme. "


Saat Grace bejalan ke arah pintu Sarah pun ikut mengejar karena ia menggunakan heels dan belum terbiasa ujung sepatunya menginjak kerikil yang ada dilantai ia pun terjatuh kearah depan menghadap Grace.


Darwys membopong sampai kamar Sarah, meletakan di tempat tidur dengan sangat hati-hati.


" Pak Andre tolong panggil Dokter keluarga ya, saya takut Sarah kenapa-kenapa. "


" Baik Tuan. " Andre keluar ruangan.


" Aduh mas sakit sekali Hiks hiks. " Sarah menangis kencang.


" Sabar ya sayang nanti dokter kesini mengecek lukamu. "


" Mas. Mas disini saja temani Sarah hiks hiks " Sarah merangkul lengan Darwys.


Tidak lama Dokter datang.


" Dok tolong Cek kondisi Sarah " Pinta Darwys.


Dokter pun langsung mengeceknya. Karena Sarah merengek keras dokter pun menyuntik annya obat penenang.


" Pak Darwys. Bu Sarah baik baik saja hanya ada luka gores sudah saya obati agar tidak infeksi. Beliau masih shock biarkan Bu Sarah istirahat dulu."


" Terimakasih Dok. " Darwys mengelus rambut Sarah yang mulai terlelap.


" Baik kalau begitu saya permisi. "


Satu jam Sarah masih tertidur. Darwys meninggalkannya bersama Nela. Ia pun menuju kamar pribadi Grace.


Diketuk pintu tanpa ada jawaban dari dalam kamar.


" Tuan makan siang sudah siap. Kali ini yang memasak Nyonya. Tuan sudah di tunggu dibawah " Siti menghampiri Darwys yang sedang mengecek kamar Grace.


Dimeja makan terhidang masakan ayam rica-rica kesukaan Darwys. Sudah lama Grace tidak memasak kali ini ia ingin menghidangkannya sepesial untuk suaminya.


" Kamu yang masak mah? Tumben sekali. "


" Kan dari dulu aku ingin memasak yang melarangku memasak kamu pah. Katanya biar tangan mamah tetap lembut. " Grace menyendokan nasi dan lauk kehadapan Darwys.


Darwys memakan dengan lahap, memang betul masakan istrinya adalah yang ter nikmat.


" Pah mamah mau bicara. "


" Iya mah bicara saja. "


" Nanti malam kita coba buat lagi ya pah. Mamah pengin punya anak dari perut mamah sendiri. " Wajah Grace tertunduk malu karena meminta hal seperti itu di meja makan.


Darwys terdiam cukup lama.

__ADS_1


" Baiklah mah. Dandan yang cantik dan pakai parfum kesukaan papah yah." Darwys menggenggam tangan Istrinya.


__ADS_2