
"Aku tidak percaya bahwa mamah gampang sekali dihasut oleh Grace, Sejahat itu dirinya kepada aku dan anak yang sedang ku kandung. " Sarah masih mengumpat pada Grace dan calon ibu mertuanya itu.
" Sabar sayang. Mamah nanti juga luluh jika anak kita lahir. Sekarang kita fokus ke anak kita dan ke pernikahan kita nanti. "
"Jangan sampai diundur lagi ya mas. " Tangan Sarah mengelus paha Darwys yang sedang menyetir. Darwys hanya membalas senyuman.
Sesampainya Darwys dirumah dirinya disambut oleh Andre dan Jiang yang berdiri persis di belakang Andre.
Saat Sarah turun, betapa terkejutnya melihat Jiang lelaki berumur 50 tahunan itu ada dihadapannya, begitu pun juga Jiang yang terkejut melihat ada Sarah yang keluar dari mobil yang sama dengan majikannya. Sarah yang mengenakan setelan rapih serta rambut tertata dengan tangan yang menjinjing sebuah tas mewah tidak lupa dengan perhiasan yang bertengger pada jemari dan lehernya. Sekilas Jiang tidak bisa mengenali Sarah namun dengan ekspresi terkejut Sarah, Jiang bisa mengenali Sarah yang ia kenal.
"Sarah! " kata yang terucap pertama kali saat melihat ekspresi sarah yang juga terkejut.
Sarah mundur satu langkah dan sedikit menunduk.
"Ju-juragan! "
"Kalian saling kenal? " Tanya Darwys bergantian memandang antara Jiang dan Sarah.
"Iya kita kenal, Sarah adalah... "
Belum sempat Jiang melanjutkan ucapannya Sarah sudah memotong kata selanjutnya yang akan Jiang ucapkan.
"Sarah dulu mantan karyawan Juragan Mas. Dulu aku pernah kerja bersama beliau. "
Sarah memelototkan matanya kepada Jiang, berharap Jiang tidak membeberkan identitas aslinya.
"Ah ya benar, Sarah mantan pekerja saya tuan, " Jiang menyengir lebar melihat kearah Sarah.
__ADS_1
Sarah mengambil nafas panjang mendengar jawaban Jiang.
'Kenapa tua bangka ini ada disini!?'
"Oh begitu rupanya. Sarah calon istriku, kebetulan sebentar lagi kami akan menikah. "
"Istri? Pantas saja rumahnya yang didesa sudah terlihat kosong ternyata Sarah sudah pindah kesini. " Jiang masih dengan senyuman lebarnya menatap Sarah yang kembali melotot kearahnya.
Ucapan Jiang bisa menjadi bom waktu yang bisa meledak kapan saja, Sarah berfikir sangat keras agar bisa membungkam Jiang.
"Iya dia sudah berada disini kurang lebih sebulanan. Kapan Pak Jiang akan mulai bekerja? "
"Senin besok tuan. Training sudah selesai. " Jelas Andre.
Sarah yang sudah tidak betah berada diantara 3 orang itu ijin memasuki kamarnya dulu.
Dikamar, Sarah membanting tas yang ia tenteng ke atas kasur dan teriak. "Aagghh! Baru rasanya aku bisa merasa bahagia dengan menyingkirkan Grace kini datang lagi penghalang lain. Sial! "
"Bisa-bisanya Darwys merekrut lelaki tua itu untuk dipekerjakan seperti tidak ada yang lebih andal lagi selain dirinya. "
"Aku harus cari cara agar Jiang segera dipecat oleh Darwys. Aku harus bisa Mengontrol Jiang, mulutnya sangat berbahaya. "
"Benar! Jiang harus ada dibawah kendali ku! " Sarah tersenyum lebar dihadapan cermin besar menyombongkan diri.
Lain halnya dengan isi pemikiran Jiang.
"Ternyata kau kabur kesini ya ******! Lihat saja permainan apa yang akan kamu lakukan terhadapku. Matamu saja seperti mau copot saat melihatku. Hahahahah. " Jiang tertawa didalam mobil Darwys saat memarkirkannya kedalam garasi.
__ADS_1
"Haruskah aku memberitahu kan ke Ayu? ya! aku harus bertahu istriku. Karena sebentar lagi aku akan menjadi kaya raya. Hahahahah" Jiang kembali tertawa keras didalam mobil kedap udara itu.
Dear Readers tercinta ♡´・ᴗ・\`♡
Terimakasih atas dukungan kalian terhadap karya ini. Namun Author menyayangkan suatu hal, Author bingung mau melanjutkan cerita ini atau kita tamatkan secara terpaksa. ٩(๑꒦ິȏ꒦ິ๑)۶
Masih banyak misteri yang belum terungkap , tapi author galau sama pihak app nya ˚‧º·(˚ ˃̣̣̥⌓˂̣̣̥ )‧º·˚ Jumlah retensi semakin menurun membuat author tidak semangat.
untuk karya ini author anggap pelampiasan hobi saja karena tidak ada royalti yg masuk ᕕ( ཀ ʖ̯ ཀ)ᕗ
Kita sambung Bab selanjutnya dilain waktu yaa.. maaf harus tamat sebelum waktunya. Nanti akan ada Novel baru buat nerusin novel ini.
( ⚈̥̥̥̥̥́⌢⚈̥̥̥̥̥̀)
__ADS_1