Oleh-oleh Dari Suamiku

Oleh-oleh Dari Suamiku
Bab 33


__ADS_3

Jumat telah tiba sehari sebelum Grace dan Darwys bertemu untuk mediasi. Herra datang menemui Grace tanpa sepengetahuan Damian dan Darwys dijam istirahat.


"Ada apa mamah jauh-jauh datang kesini mah? "


Suara riuh jam makan siang cukup membuat bising telinga. Herra memang sengaja mengajak temu menantunya karena hatinya tidak tenang dengan pilihan anaknya meski perjalannya cukup memakan waktu untuk menemui Grace.


Tanpa berbasa-basi Herra berkata, "Grace anaku sejujurnya mamah tidak ingin Darwys menikah lagi. Maafin Darwys ya nak. Bisakah kamu tetap bertahan ? biar nanti mamah yang urus manita itu agar bisa lepas dari Darwys. "


Grace menggeleng lembut.


"Maaf mah, kesalahan yang dibuat Darwys tidak dapat dibenarkan. Aku bisa memaafkan namun tidak untuk bertahan mah."


Tangan Herra menggenggam kedua tangan Grace diatas meja mengelus nya dengan lembut.


"Mamah mohon Grace. Ba-bagaimana jika kalian coba lagi program bayi tabung. " Herra menggenggam lebih erat dengan mata berbinar yang hampir meneteskan bulir air.


"Mau mencoba berapa kali lagi mah sudah 4 kali kita mencoba tapi semua gagal. Dokter pun sudah angkat tangan menyerah. "


Bulir air dimata Hera menetes meringis sedih atas kenyataan yang sudah terjadi.


"Apa mamah tau hasil tes kesuburan saat aku dan Darwys mencoba memakai program bayi tabung? "


Herra menggeleng sambil mengusap airmatanya.


"Dari hasil tes itu Darwys dinyatakan tidak subur mah. "


Bagai disambar petir disiang bolong, Herra merasakan sesak didadanya mengetahui jika selama ini anak yang dia banggakam ternyata dia yang tidak bisa memberikan benih kepada Grace. Herra masih nampak tidak percaya dengan apa yang Grace ucapkan.


"Tidak Grace, Darwys itu lelaki sehat. Tidak mungkin hasilnya seperti itu, mungkin itu salah dokter yang memberikan uji labnya."


"Tidak mah, aku masih punya bukti surat dokternya. "

__ADS_1


"Darwys tahu tentang ini? "


Grace menggigit bibirnya dan menggeleng pelan.


"Darwys tidak tahu hasilnya? "


"Lebih tepatnya belum, karena surat ini aku juga temukan saat pindahan kemarin. Aku juga tidak menyangka tapi itulah kenyataannya. "


"Maafkan mamah jika itu benar ya nak, mamah selalu menuntut kalian cepat memiliki momongan. " Tangisan Harga pecah.


"Tidak apa-apa mah, aku anggap wajar permintaan mamah. Tapi maaf dengan sangat tolong jangan meminta ku kemabli kerumah itu." Mata Grace ikut berkaca-kaca.


"Kita harus cek kedokter lagi barangkali sudah berubah ya Grace. " Herra mengangguk-angguk mengajak Grace agar setuju.


Grace kemabli menggelengkan kepalanya, "meskipun berubah aku akan tetap bercerai dengan Darwys mah. "


"Grace mamah sudah menganggapmu sebagai anak perempuan mamah, bagaimana kamu tega melakukan ini kepada mamah mu nak. " air mata heran mengalir deras, hingga beberapa pengujung menengok kearahnya karena suara Herra yang lumayan kencang.


"aku akan tetap menjadi anak mamah sampai kapanpun, tapi mamah jangan anggap aku lagi sebagai menantu mamah yah. " Grace mengusap tangan halus Herra yang sudah mulai mengeriput.


Grace kembali bergeleng, dan menengok jam tangannya.


"maaf mah aku harus pergi sekarang, aku ada janji dengan orang lain setelah ini. "


Grace pergi meninggalkan ibu mertuanya yang sudah dia anggap sebagai pengganti ibu kandungnya sendiri. Kebaikan Herra selama ini tidak akan perna luntur meski anaknya telah menghancurkan hatinya. Baginya Herra adalah ibu sambung yang terbaik.


***


Rasa pusing kepala sarah membuat perutnya terasa sangat mual seperti saat dirinya pertama kali menaiki mobil Darwys dulu.


"Non tidak apa-apa? kalau Non Sarah cape istirahat saja dulu kita lanjut baca buku materi nya lain waktu lagi. " Andre sedang menemani sarah belajar tentang segala macam bentuk ilmu. Karena Sarah hanya lulusan SMP, Andre sangat sulit mengajarinya. Namun semangat Sarah lumayan tinggi untuk belajar mengenai hal rumit itu.

__ADS_1


"Iya mungkin aku kecapean, kita lanjutkan lagi ya pak. Saya harus terus belajar agar Nyonya Herra mau menerimaku selayaknya menantu idaman. "


"Baiklah kalau begitu Non. Saya permisi dulu. Semoga Nona Sarah lekas membaik. "


Nela mendekati Sarah dan mencoba memijit punggungnya, namun Sarah berdiri dan berlari kearah kamar mandi karena sudah tidak bisa menahan rasa mualnya itu.


"Non tidak apa-apa? saya akan ambilkan minyak angin sekarang. "


Neka berlari dan kembali membawa minyak angin dan baskom lalu memapah Sarah kembali keatas ranjangnya. Dibukanya minyak angin itu hendak ia balurkan ke leher Sarah namun baru baunya tercium Sarah kembali hendak muntah. Diambil baskom dan ia berikan kepada Sarah.


"Apa perlu saya telpon Tuan Non? "


Sarah menggeleng melarang Nela. "Jangan Nel, besok Tuan sudah pulang jangan buat dia khawatir. aku hanya masuk angin saja. "


Rama yang tidak sengaja mendengar suara Sarah sedang muntah saat melewati kamarnya berhenti sejenak, dan menekan telinganya ke pintu agar bisa mendengar apa yang sedang Sarah bicarakan.


"Saya akan coba istirahat dulu, kamu boleh kembali kebawah. "


Nela mengangguk dan meninggalkan majikannya beserta baskom yang kosong. Saat membuka pintu dirinya kaget karena ada Rama menghadang dan langsung menutup pintu itu agar Sarah tidak melihatnya.


"Dia kenapa ? " Rama menunjuk menggunakan mukanya kearah pintu dengan suara yang lirih.


"tidak tahu Tuan, katanya pusing dan mual-mual. tapi tadi saya mau coba kerok punggungnya dia mual-mual lagi padahal baru buka tutup. "


"Oh begitu, ya sudah tinggalkan dia istirahat dan saat makan malam tiba antarkan saja makannya. "


"Baik tuan. Kalau begitu saya permisi. "


Rama kembali melanjutkan jalannya menuju kamar.


'Ah aku baru melakukannya minggu kemarin, terlalu cepat untuk dia hamil anaku, jika hamil pasti itu anak Darwys. atau mungkin hanya masuk angin biasa. ya kalaupun hamil anaku aku tidak peduli. Hah.'

__ADS_1


'Kenapa malah aku jadi peduli padanya, lebih baik aku mencoba mendekati mantan calon iparku saja. Grace Ola Amor wanita dewasa yang cantik juga menawan. '


Rama menyunggingkan senyum menatap foto Grace di gawainya saat mengenakan gaun pengantinya dulu.


__ADS_2