
[Pagi Mawar, apa kamu siap untuk hari ini. Ingin rasanya aku menemanimu, tapi pasti akan kamu larang. Kudoakan agar urusanmu cepat selesai tanpa hambatan lagi. ]
[Aku tahu kamu tersenyum melihat pesanku, saat kamu tersenyum itu disitulah rasa sukamu terhadap ku sudah mulai tumbuh. Peluk jauh dari pangeranmu yang tampan Bastian ლ(◉❥◉ ლ) ]
Grace tersenyum menerima pesan di pagi hari dari Bastian dan wajahnya menjadi merona.
Sabtu ini memang jadwalnya mediasi dengan Darwys, setelah semua berkas dia siapkan Grace turun menuju ruang makan untuk sarapan. Jadwal pertemuan pukul 10 pagi Grace ditemani Noah untuk ke pengadilan ayahnya tak ikut karena Grace tidak ingin Tuan Amor bersedih lagi.
"Aku akan diantar Kak Noah, ayah tidak perlu ikut."
"Kenapa? "
"Ayah istirahat saja, ayah cukup datang saja besok dipersidangan. Tidak apa kan yah? " Grace berbicara santai seolah perceraian itu adalah sesuatu yang didambakan. tanpa air mata lagi kini Grace sudah siap menyandang status janda.
Tuan Amor hanya mengangguk setuju.
Jam 9 Noah dan Grace bertolak menuju pengadilan, cuaca cerah dengan langit yang bersih tanpa ada awan
"Kenapa kamu senyum-senyum sendiri seperti itu? " Tanya Noah sambil mengemudi.
"Entahlah, aku hanya merasa sebentar lagi bebas. " Grace kembali tersenyum lebar.
Gawainya bergetar ada pesan masuk dari Group Gold Women dan dari Bastian. Ia membuka pesan dari Bastian yang berisi foto tangan sedang menenteng belanjaan yang sangat banyak tanpa keterangan. dan pesan dari group berisi penyemangat untuk dirinya.
'kenapa dia kirim foto barang belanjaan. Hmm mungkin dirinya salah kirim?'
Karena jarak pengadilan terbilang dekat dari rumahnya Grace masih harus menunggu jadwal dan tampaknya Darwys pun belum datang.
****
Darwys pulang membawa Jiang beserta anak dan istrinya. Jiang dan istrinya membelalakan mata saat sampai dirumah Darwys rasa kaget dan kagum terkumpul jadi satu.
Darwys pun mempersilahkan Jiang dan keluarganya masuk untuk menunggu diruang tamu. Cat warna putih dengan ornmaen emas cukup membuat mata Ayu bersinar, "Nih pah rumah tuh kaya gini. Mewah. "
Jiang menyikut istrinya yang berbicara dengan suara yang cukup keras.
"Pagi tuan. " Sapa Andre kepada Darwys.
"Pagi, rumah sepi. Ini masih jam sarapan, apa semuanya sudah sarapan? " Darwys tampak menengok kearah meja makan.
Pak Andre mendekati Darwys dan berbisik, "Non Sarah sedang sakit, sudah 2 hari tidak makan dibawah tuan. " Andre kembali melangkah mundur.
"Sakit? Sakit apa? saya akan segera mengecek kondisinya! tolong Pak Andre bawa keluarga Pak Jiang untuk pergi sarapan dulu. "
Jiang dan istrinya tampak berpandangan karena calon majikannya tampak sedang cemas. Kemudian mereka diarahkan oleh Andre untuk makan diruang makan yang terletak di dapur kotor kusus untuk para asisten dirumah itu makan disana.
Darwys bergegas lari menuju kamar Sarah, mengetuk dan langsung membuka pintunya.
"Gimana kondisi Sarah Nel? "
"Non sudah dua hari mual-mual tuan, semalam demamnya sudah turun namun pagi ini demamnya kembali naik. "
Darwys menempelkan telapak tangannya diatas jidat Sarah yang masih terlelap mengecek suhu badannya. Sarah yang tampak lemah lesu dan pucat pun merintih.
"Kenapa tidak menelpon ku kemarin! "
__ADS_1
"Anu Non Sarah tidak ingin tuan terganggu pekerjaan disana, jadi Non Sarah melarang saya atau Pak Andre untuk mengabari tuan. "
Darwys masih tampak mengelus rambut halus Sarah.
"Sudah panggil dokter keluarga? "
Nela menggeleng, "belum tuan. "
"Suruh Pak Andre menghubungi dokter untuk datang kesini sekarang. "
Nela mengangguk dan meninggalkan kamar.
Darwys yang dikejar-kejar waktu bingung antara memilih menemani Sarah atau bertemu Grace. Ia kembali melihat jam tangannya, jarum jam menunjukan pukul 9 lebih 10 menit.
Darwys merogoh gawainya dan menghubungi Herra.
"Hallo mah. Mah bisa datang kerumah tidak? penting mah. "
"Mamah tidak perlu ikut, Darwys bisa menangani Grace sendiri. Mamah kesini saja, tolong mamah temani Sarah. Dia saat ini sedang sakit. Jika aku tinggal dia bersama mamah aku akan tenang pergi menemui Grace. "
"Baik mah, akan aku usahakan."
Telepon ditutup, Darwys lalu pergi meninggalkan kan Sarah sendirian.
"Pak Andre tolong tunggu mamah datang dan nanti jika dokter tiba langsung diarahkan kekamar Sarah. "
"Baik tuan. "
"Oh ya satu lagi, setelah mamah datang tolong Pak Andre antar Keluarga Jiang ke rumah yang saya beli minggu kemarin. Saya pergi dulu. "
Darwys melangkah tergesa-gesa menuju mobilnya.
"Aku harus bisa meyakinkan Grace sebelum masuk ruang mediasi. Aku harus bilang kepadanya jika aku akan berpisah dengan Sarah. " Darwys mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi berharap bisa membujuk Grace sebelum masuk keruangan mediasi.
****
Dokter datang sebelum Herra sampai, Andre langsung mengantarnya kekamar Sarah. 10menit kemudian Hera datang berjalan dengan santai.
"Merepotkan saja, pake acara sakit segala. Untuk apa coba aku sampai harus menjaga perempuan itu. " desah Herra.
"Nyonya sudah sampai, Dokter sudah ada didalam nyah. "
Herra hanya mengibaskan tangan kepada Andre dan langsung memasuki kamar Sarah.
"Wanita merepotkan! harusnya aku menemani anaku ikut ke pengadilan agar berhasil membujuk menantu kesayangan ku. " Pandangan jijik tetuju kepada Sarah yang masih terpejam.
"Sakit apa dia dok? " dengan terpaksa Herra menanyakan hal tersebut.
"Begini bu, Ibu Sarah harus segera dibawa ke UGD beliau sudah dehidrasi parah. Dan setelah dilakukan pemeriksaan sepertinya Bu Sarah tengah mengandung. "
Herra membelalakan matanya tak percaya.
"Hamil dok? "
"Ibu bisa langsung bawa ke UGD saja karena Bu Sarah sudah sangat dehidrasi. "
__ADS_1
"Baiklah. Kalau begitu. "
Perasaan antara kaget, bahagia dan sedih campur jadi satu di hati Herra. Bagaimana dia bisa anaknya kembali dengan Grace jika Sarah sedang mengandung cucunya. Pikirannya kini sangat kalut.
Andre datang setelah dipanggil Nela, dan langsung membopong tubuh kecil Sarah yang masih lemah diikuti Herra di belakangnya.
Jiang melihat dari arah dapur jika ada keributan di lantai dua, dirinya melihat Pak Andre yang tadi sesang mengobrol dengannya kini sedang membopong seorang perempuan yang terlihat lemah, Andre berjalan sangat cepat sehingga Jiang tidak melihat wajah orang yang sedang sakit itu.
Herra ikut berlari kecil mengekor Andre sembari berusaha menelpon Darwys yang tidak kian tersambung.
[Nak, Sarah dibawa ke UGD RS Pelita. Dokter Yon bilang jika Sarah tengah hamil. ]
pesan terkirim.
Darwys yang merasa terganggu dengan bunyi gawainya akhirnya menepi dan melihat pesan masuk dari Herra.
"Hamil? "
"Sarah hamil, aku harus segera bertemu Grace. Dia pasti akan luluh dengan kabar ini. "
10 menit kemudian Darwys tiba dan berlari menuju ruang tunggu, benar saja Grace sedang menunggu dirinya. Darwys tiba langsung menggenggam tangan Grace, "Grace sayang, kumohon padamu tetaplah bersama ku."
Noah yang melihat Darwys dari arah toilet datang langsung memberikan pukulan bogem yang mendarat ke pipi Darwys.
BUGH
Noah mencengkram kerah kemeja Darwys, "Berani-beraninya kau muncul dihadapan adiku untuk mengemis agar kalian tidak bercerai. Aku kakaknya tidak akan merestui kalian berdua untuk yang kedua kalinya! "
BUGH!
Tinju kembali melayang. Darwys pasrah dan Grace berusaha melerai kakanya.
"Tenang kak ini dipengadilan, tahan emosi kakak. "
Noah melepas cengkraman nya dan berkacak pinggang menunggu Darwys berbicara.
"Grace apa kamu sudah tahu kalau Sarah tengah hamil. Aku-aku berjanji akan meninggalkan Sarah asalkan kamu masih mau hidup denganku dan anakku yang sekarang ada diperut Sarah. Kita akan menjadi keluarga yang lengkap. " Darwys berlutut dan memegangi lutut Grace.
Grace yang tahu akan kenyataan yang sedang ia rahasiakan mengurungkan niatnya untuk memberitahu Darwys apa yang sebenarnya terjadi pada Darwys.
'jika memang itu anak kandung Darwys maka Tuhan sedang memberikan mukiijatnya'
Pikir Grace.
"Nikahilah Sarah secara sah, cukup hatiku yang kamu sakiti jangan ada perempuan lain yang harus merasakan sakit. Mamah pasti senang mendengar kabar jika Sarah hamil. "
"Tapi... "
Belum selesai melanjutkan bicaranya, namanya dan Grace dipanggil untuk memasuki ruangan.
Satu jam bekelut dalam lisan antara Grace dan Darwys akhirnya Darwys menyerah dengan keputusan Grace. Sidang perceraian akan dilakukan esok pukul 2 siang.
◌⑅⃝ᵐᶦˢˢ(꜆˘͈ෆ˘͈꜀)ʸᵒᵘ⑅⃝◌
Teruntuk Readers tercinta mohon suportnya dengan follow, like dan komen dan juga Gift jika berkenan xixixi˙˚ʚ(´◡`)ɞ˚˙. Bantu Author semangat berkarya dengan selalu setia menemani kisah Grace hingga tamat yaaa jangan loncat loncat bacanya. (≚ᄌ≚)ℒℴѵℯ❤
__ADS_1