Oleh-oleh Dari Suamiku

Oleh-oleh Dari Suamiku
Bab 8 Undangan Ulangtahun


__ADS_3

Hari-hari terus berlalu Kehidupan Grace yang selama ini damai kini mulai goyah diterpa ombak. Iya menjadi dingin bahkan ketika makan ia hanya ingin makanannya diantarkan kekamar. Ketika tidur ia memilih pisah, jika Darwys dikamar utama maka ia akan tidur dikamar pribadinya. Ia berusaha menghindar tidak ingin lagi mendengar tentang Sarah lagi ditelinganya.


Flashback on


Malam itu adalah malam terakhir Grace melayani sang suami bercumbu. Pasalnya setelah pagi menyingsing Grace berbisik ditelinga suaminya bahwa sebentar lagi ulang tahun Darwis akan tiba dihari sabtu minggu ini.


"Pah sabtu besok papah ulang tahun, mau dirayakan seperti biasa?"


Dengan senyum lebarnya Darwys menjawab "Iya pasti mah, bahkan papah mau minta yang lebih meriah lagi."


"Papah mau minta hadiah apa dari mamah?" Tangan Grace mengelus bulu dada Darwys.


"Jika kamu mau mengabulkan.. Permintaanku mudah mah. Aku hanya mau kamu merestui aku untuk menikahi Sarah, " Darwys menatap langit-langit kamarnya.


Sontak Grace lansung bangun menegakan punggungnya menutup bagian dadanya dengan selimut dan menoleh, Grace bertanya dengan tegas "Pah apa mamah tidak cukup memuaskan papah? Apa mamah kurang cantik? Kurang pintar? Atau kurang apa? Papah bilang apa yang kurang dari mamah sampai-sampai papah memaksa untuk menikahi Sarah. "


Tidak sadar air mata Grace kembali mengalir deras berbeda dengan sebelumnya. Sekarang ia menunjukan linangan air mata tepat di hadapan Darwys menatap tajam mata suaminya.


"Mah, tenang dulu. Papah menikahi dia juga penuh pertimbangan mah. Papah yakin.. papah bisa memberi nafkah kalian berdua. Papah yakin bisa adil, " Darwys ikut duduk menatap mata Grace.


"Jika nanti Sarah punya anak dari papah, mamah juga akan senang. Mamah bisa anggap anak itu anak mamah juga," Sambung Darwys.


Semakin hancur hati Grace dihujani kata-kata Darwys,


"Bukan masalah nafkah pah, ini adalah masalah hati. Apa kamu tidak tahu sakitnya perasaanku? Apa kamu pikir aku bisa bahagia jika aku ikut mengasuh anak Sarah? " Bergetar suara Grace pecah sudah tangisnya.


"Akankah pernikahan kita akan hancur karena orang ketiga pah? " isak Grace semakin menjadi.


"Sarah bukanlah orang ketiga, jangan kamu pikir aku seperti lelaki bejat diluar sana ya! Aku yakin kamu bahagia. Anak Sarah anak kamu juga mah."


"sudah cukup Pah! Jika itu keputusanmu lebih baik kau ceraikan aku!" Grace berdiri meninggalkan Darwys sendiri.


"Jaga ucapan kamu Grace! Sampai kapanpun kamu tidak akan aku ceraikan! " Teriak Darwys.


Grace melangkah kedalam kamar mandi dan menangis terisak dibawah jatuhan air shower.


Flasback off

__ADS_1


****


Hari itu sudah berlalu. Sikap Grace terhadap Darwys semakin dingin. Ia sudah tidak peduli lagi dengan apa yang terjadi kedepannya. Hati yang sudah retak tidak bisa dilem kembali menjadi sempurna.


Dikamar pribadinya Darwys memandang taman cantik ditumbuhi bunga yang terawat.


"Hallo Pak Andre, bisa kekamar saya sekarang? "


Tidak lama dari panggilan telepon itu suara ketukan pintu terdengar.


"Masuk" Darwys mengira jika itu asistennya.


"Lho Sarah, kenapa kesini sayang? " tanya Darwys.


"Aku bosan dikamar mas, Mas Darwys juga sekarang jarang main kekamar Sarah," rajuk Sarah.


Tok.. Tok..


Andre yang memasuki ruangan berhenti seketika saat melihat Sarah sudah berada di kamar pribadi majikannya itu.


"Maaf, jika mengganggu tuan. Jika tuan masih sibuk, tuan bisa memanggil saya kembali, " Andre hendak berbalik badan tak ingin mengganggu privasi Darwys.


"Baik tuan" Melihat kearah Sarah berharap Sarah keluar dari ruangan itu karena ia akan membahas agenda Darwys yang biasanya hanya ia dan majikannya yang tahu.


"Tidak apa Pak Andre, Sarah tetap disini. Acara nanti akan ada kaitannya dengan Sarah. " Sambil menyesap kopi dicangkirnya.


Sabtu hari ulang tahun Darwys yang ia rencanakan akan mengundang para pengusaha sukses dan pejabat berpengaruh dikotanya.


"Siang ini Undangan akan segera dikirim tuan" Ucap Andre.


"Oke bagus, saya ingin acara ini dihadiri para tamu kita nanti dan saya berencana akan memperkenalkan Sarah keduania luar, " Darwys menggenggam tangan Sarah dan memandang mata indahnya.


"Apa sebaiknya Nyonya Herra dan Tuan Damian akan diberitahu dahulu tuan agar tidak kaget mendengar berita tentang Nona Sarah,"


"Justru saya ingin berita kedatangan Sarah menjadi Surprise untuk semua tamu dan keluarga besar pak, terutama mamah dan papa. "


"Baiklah jika begitu Tuan."

__ADS_1


"Saya yakin mamah akan setuju" Menatap serius mata asistennya.


Sarah yang sedari tadi bingung tentang pembahasan Darwys ikut bertanya, "Mas Darwys ulang tahun? "


"Iya Sayang, mas juga mau ngenalin kamu ke orang-orang dan keluarga mas," Darwys tersenyum sembari mengelus kepala Sarah.


"Sarah harus beli hadiah dong mas, Sarah belum punya uang,"


"Kamu hadir dihidup mas sudah termasuk hadiah luar biasa Sarah," Telunjuknya mencubit ujung hidung sarah.


"Akan banyak orang penting yang hadir. Kamu bisa belajar dengan Nela apa saja yang harus kamu lakukan," Darwys kembali tersenyum.


Darwys sudah memberikan arahan kepada Nela asisten Sarah agar mengajari Sarah segala macam attitude elegan. Darwys belajar dari pengalaman saat Sarah dulu ikut makan malam bersama. Setidaknya acara besar nanti Sarah juga akan dihormati oleh para tamu undangan.


Selepas Sarah pergi ke kamarnya diskusi antara Andre dan Darwys kembali disambung. Darwys yang sudah bingung dengan tingkah Grace selama tiga hari ini membuat bagian dari sisinya merasa kehilangan. Sesak didadanya pertanda ia tidak ingin ditinggalkan.


"Nyonya Grace bagaimana tuan? Apa sudah tahu? " Tanya Andre mendahului.


"Itu dia yang ingin saya tanyakan Pak, saya sudah memberi tahu Grace tentang rencana ini. Tetapi dia tetap tidak merestui," Jawab Darwys.


"Padahal jika saya menikahi Sarah dan Sarah hamil mengandung anak saya, ketika lahir itu juga akan menjadi anak Grace," sambung Darwys.


"Tuan sudah berusaha membujuknya?"


"Sudah Pak, tetapi Grace memilih bercerai.... Atau sebaiknya menikahi Sarah untuk saya ambil anaknya dan setelah itu Sarah saya lepaskan pak?" Darwys memijat keningnya sendiri.


Bagaimanapun Grace adalah cintanya meskipun dia juga menyayangi Sarah, ia sadar lebih baik meninggalkan Sarah daripada harus melepaskan Grace.


"Jika tuan hanya berniat mengambil anak Sarah sepertinya nyonya juga tidak akan setuju, sifat nyonya bukanlah orang yang tega memisahkan anak dari ibunya, " Andre menjelaskan tentang sifat bijak Grace.


"Lalu saya harus bagaimana Pak, saya juga tidak ingin menceraikan Grace," suara darwis menunjukan keputusasaan.


Darwys mengacak rambutnya sendiri, berpikir keras mencari cara agar ia tetap menikahi Sarah tanpa menceraikan Grace.


"Tuan ,, bagaimana jika tuan meminta tolong Nyonya Herra, Beliau pasti bisa membujuk Nyonya Grace," Andre memberi saran yang lumayan masuk diakal.


Dengan tatapan seriusnya Darwys tersenyum sangat lebar, "benar juga.. Kenapa tidak bilang dari tadi Pak Andre. Memang tepat jika keluarga Antonius menjadi asisten keluarga ini hahaha. "

__ADS_1


Siang hari semua undangan sudah terkirim termasuk undangan untuk keluarga Amor. Darwys juga berniat mengundang keluarga Grace ia tidak ingin menyembunyikan tentang Sarah lagi pada siapapun termasuk mertuanya.


__ADS_2