
*WARNING, MENGANDUNG KEJADIAN TRAUMATIK. JIKA READERS MEMPUNYAI TRAUMA DENGAN SEORANG PASANGAN HARAP TIDAK MEMBACA BAB INI, DAN BISA SKIP KE BAB SELANJUTNYA. TERIMAKASIH. *
Rama memapah Darwys yang sempoyongan karena hujan lebat membuat mereka berdua basah kuyup ketika keluar dari mobil. Rama di telepon oleh pihak restoran karena Darwys sudah mabuk parah dan belum ada yang menjemputnya sampai restoran akan tutup.
sarah belari kearah dia lelaki itu, "yaampun Mas Darwys kenapa Ram? "
"Dia mabuk tolong panggilkan Pak Andre. "
Pak Andre pun datang dan menolong Rama dengan memapah sebelah sisi Darwys.
"Bawa ke kamar utama saja pak" ucap Rama.
Sesampai dikamar Pak Andre diizinkan pergi oleh Sarah. Karena dia yang akan menggantikan baju Darwys. Rama berdiri membelakangi Sarah yang sedang membuka kancing kemejanya satu persatu dan pergi mengambil pakaian ganti dilanjut membuka celana karena semua yang Darwys kenakan basah kuyup. Sarah tidak sadar jika Rama masih berada disana saat ia sudah membuka semua pakaian Darwys.
"Kau puas dengan itu? ku pikir miliku lebih baik. "
Sarah terperanjat saat akan membawa baju basah Darwys ke kamar mandi. baju yang ia bawa jatuh dan meninggalkan noda basah di pegunungan Sarah. Nampak jelas didepan mata Rama pemandangan indah yang dirinya lihat saat ini.
Rama dengan kasar mencengkram lengan Sarah dan menempelkannya ke dinding.
Sarah berbicara lirih,
"Hey kamu tidak bisa seperti ini. "
"kenapa tidak? aku akan meminta bunga pinjaman mu kapan saja aku mau sampai kamu bisa melunasi nya. "
"Tapi kita baru saja melakukannya kemarin malam. "
"aku tidak perduli. "
"jangan disini, kumohon. Nanti jika Mas Darwys bangun bagaimana. "
"Dia tidak akan bangun, mabuknya sudah sangat berat. Lagian siapa suruh kamu mengenakan pakaian tanpa dalaman seperti ini. Sama saja menggoda harimau lapar. " Rama berbisik hingga mengenai telinga Sarah membuat Sarah bergetar seketika.
Badan basah Rama berhasil menunjukan otot-ototnya dibalik kemeja basah dan wangi nya tercium sangat menggoda. Rambut basahnya menambah efek kegagahan dalam tubuh Rama.
"Ganti pakaian ku karena bajuku juga basah. "
Sarah yang sudah pasrah akhirnya mengikuti keinginan Rama, Saat membuka pakaian bagian bawah timbul sebuah pedang yang siap untuk bertarung.
__ADS_1
"apa kau puas dengan milik Darwys? " Rama menoleh melihat Darwys yang hanya ditutupi oleh selimut. Sarah diam tidak berbicara, memang harus diakui milik Rama lebih gagah dibanding milik Darwys. Namun orang yang Sarah incar adalah Darwys, ia ingin menjadi penguasa rumah ini. Setelah ia berkuasa Rama pun akan tidak bisa berkutik lagi terhadapnya.
"ayo kita lakukan disini saja, aku sudah tak tahan. " Rama menyeringai licik. Sarah hanya bisa menelan air liurnya, pasrah dengan apa yang akan mereka lakukan.
adegan demi adegan sarah terima, pukulan pukulan kecil yang ia terima dari arah belakang membuat Sarah tidak bisa menahan suaranya. Dirinya sudah dibuat kacau oleh Rama.
"Oh punyamu yang terbaik Ram. Ah.. "
Kini Rama membawa Sarah persisi dihadapan Darwys yang terlelap.
"Jangan disini kumohon, nanti Mas Darwys bangun. " Sarah bersusah payah berbicara saat perang masih berjalan.
"tidak akan. " Rama semakin membara, ia menambah kecepatannya saat berperang.
"maafkan aku Mas Darwys" Sarah berbicara lirih.
"aku akan menang sayang. uhhh. " Rama mengeluh panjang. Puncak itu dilakukan tepat dihadapan Darwys yang terpejam. Tak sadar air mata Sarah menetes ia sangat sedih kenapa dirinya harus mendapat nasib seperti ini.
Rama pergi meninggalkan Sarah untuk membersihkan diri serta mengganti pakaiannya dengan kaos yang Darwys miliki.
"Tetaplah dikamar ini sampai besok pagi. Jika Darwys melihat apa yang kita lakukan, kau cukup bilang kalianlah yang melakukan dan yang Darwys lihat hanyalah mimpi. Paham? "
Sarah mengangguk sambil menangis lirih. Rasanya badannya sudah hancur tidak berharga lagi dan ia takut jika Darwys mengetahui kebenarannya. Sarah pergi membersihkan diri dikamar itu dan tidur disamping Darwys tanpa mengenakan sehelai benang.
"Grace sayangku jangan tinggalkan aku, aku pastikan menikahi Sarah hanya sebentar hanya ketika dirinya memiliki anak dari keturunanku. hemmh. "
"aku memang menyukai Sarah tetapi aku lebih mencintaimu Grace, kumohon kembalilah. "
Sarah mendengar semua rancauan Darwys yang membuatnya marah.
"Cih Grace Grace dan Grace. Tak akan ku biarkan Ia kembali lagi. Kau hanya miliku aku sudah cukup berkorban demi mendapatkanmu Mas Darwys. Kita lihat Saja siapa yang akan menang. "
****
Saat pagi hari Darwys lebih dahulu bangun. Ia melihat badannya tidak karuan dan melihat Sarah disampingnya hanya tertutup selimut.
"Akhh kepalaku sakit sekali. Apa semalam aku berhubungan dengan Sarah sampai aku melakukannya tanpa kesadaran. " Darwys mengusap kasar wajahnya.
Darwys pergi kekamar mandi untuk membersihkan diri. Saat kembali Sarah sudah terbangun dan mengenakan pakaiannya.
__ADS_1
"Sayang apa semalam aku bermain denganmu? "
Sarah yang masih teringat rancauan Darwys memasang muka masamnya.
"iya dan kamu selalu memanggil nama Grace saat bermain Mas. Sakit sekali aku mendengarnya. "
"Benarkah? maafkan aku, aku sungguh minta maaf sayang. " Darwys meraih tangan Sarah dan mengecup keningnya.
"Aku tidak suka saat kamu melakukannya saat mabuk Mas. "
"Baiklah aku janji, lainkali aku akan melakukannya secara sadar. Sebagai permintaan maafku bagaimana kalau hari ini kita pergi jalan-jalan. "
Sarah mengangguk meng-iyakan, "baiklah."
Pintu kamar diketuk, Andre membangunkan majikannya. Mereka keluar dari kamar dan sarah langsung menuju kamarnya untuk membersihkan diri.
"Non hari ini jadwal nya arisan bersama Group Gold Women. " Nela mengingatkan Sarah sembari menyisir ramutnya.
"Ah aku lupa! padahal aku sudah meng-iyakan ajakan Mas Darwys pergi hari ini. " Sarah bingung dan tanpa sadar menggigiti kukunya.
"berhenti melakukan kebiasaan itu non. Lebih baik non bilang dulu ke Tuan Darwys karena sudah ada rencana, ini demi kehidupan sosial non sendiri. "
"Baiklah nanti aku bilang ke Mas Darwys. Tolong siapkan tas merah yang ada dilemari ya. "
Sarah turun ke lantai bawah untuk menemui Darwys. Dirinya melihat Darwys tampak sedang makan dan berbincang dengan Rama dan sesekali tertawa kecil.
"Mas hari ini aku lupa ternyata ada arisan yang diadakan oleh Kak Grace. "
"hmm baiklah kita pergi lain waktu saja. "
"Maaaass... "
"Aku tidak bisa ikut perkumpulan wanita seperti itu Sarah. "
"Tapi bisakah kamu mengajukan diri menawarkanku untuk mengantarku kesana. "
"baiklah lah, tapi aku hanya mengantar aku tak ingin Grace melihatku. "
Sarah sesekali melirik kearah Rama, ya Rama tampak biasa saja tidak tampak sesuatu hal terjadi semalam.
__ADS_1
****
Pagi ini Grace sudah berdandan rapih dengan dres pendek merah marunnya dan blazer tebal berwarna hitam menutupi hingga lutut. Matanya sedikit bengkak karena semalaman menangis. Ia berencana akan merahasiakan tentang keadaan Darwys hingga ada waktu yang tepat untuk mengungkapkan semua kebenarannya.