Oleh-oleh Dari Suamiku

Oleh-oleh Dari Suamiku
Bab 20 Bunga 500 juta


__ADS_3

Sarah berhasil mengalihkan perhatiannya sepanjang sore itu. Ia melihat Rama pulang sendirian karena Darwys ijin pulang malam karena ada acara makan malam bersama rekan kerjanya. Tapi ketika waktu makan malam sudah semakin dekat, iya sangat menunggu-nunggu saat di mana ia bisa melihat Rama yang tampan. Ia befikir jika Rama lebih pantas menjadi pasangannya namun kekayaan Rama jauh dibawa Rama, buktinya Rama sebatas Karyawan perusahaan yang Darwys pimpin.


Tidak ketika memikirkan Rama masuk kedalam tuang makan saja membuat darahnya berdesir.


Sialan. Ini tidah boleh dibiarkan. Ada kemungkinan Rama tidak akan turun untuk makan malam bersama dengannya. Hanya ada satu solusi untuk dilema yang sedang dirasakannya sekarang ini, dan ada beberapa tempat dimana ia bisa menemukan solusi dan mengelabuhi Darwys.


Sarah dengan berani menegetuk kamar Rama.


Tok.. Tok..


"Siapa? " Sahutan dari kamar itu.


"Ini aku, makan malam sudah siap mari makan bersama. " Sarah masih berdiri di depan pintu tanpa membu pintunya.


Cek lek!


Suara pintu dibuka, Terlihat jelas Rama yang masih menggunakan handuk dengan rambut yang basah wangi sabun yang semerbak membuat Sarah menelan air liur nya. Sarah menatap dada yang berotot itu dan dihiasi bulu halus yang menawan.


"Ada apa? Aku tidak mendengarmu dengan jelas tadi. "


Sara berusaha menelan ludahnya kembali.


"Ma.. Makan mari makan bersama, Mas Darwys pulang telat malam ini. "


Rama tersenyum licik, "ya baiklah, aku akan memakai baju dulu. "


Rama pergi tanpa menutup pintu. Sarah mematung sengaja melihat badan Rama yang kembali masuk.


"Ah ya! Boleh aku minta tolong. Tolong tutup pintunya ya sebelum kamu pergi. Sebentar lagi aku akan menyusul. "


Sarah sebenarnya gemas masih ingin melihat bahkan ingin masuk ke kamar Rama, namun ia hanya membuang nafas kasar dan menutup pintu itu kembali.


***


" Rama apakah kau masih lajang? "


"Ya, aku belum menikah. "


"Pacar? "


"Belum ada lagi, yang terakhir putus 3 bulan lalu. "


"Hmmm begitu. " Sarah mengangguk-angguk sambil melahap makanannya.


Ruang makan itu cukup sepi hanya ada mereka berdua yang sedang makan, entah kemana semua pelayan yang biasanya beberaih didapur.

__ADS_1


"Sarah, menurut ku kamu adalah wanita yang cantik. Apa kelebihan Darwys sampai-sampai kau mau dengannya. "


"Entahlah aku pun tidak tahu, serasa terhipnotis saja saat dulu ia merayu aku untuk menemani malamnya. "


"Ram boleh aku minta bantuanmu? "


"Bantuan apa? "


"Aku ingin memastikan bahwa Mas Darwys tidak akan lagi kembali dengan Grace, aku lihat calon mertuaku sangat menyayangi wanita itu. "


"Aku bisa kasih saran tapi resikonya sangat besar dan perlu biaya banyak. "


"Tak masalah jika membuat Mas Darwys tidak berpaling kembali ke Grace, soal biaya aku kemarin di transfer 300juta jika aku meminta dalam waktu dekat mungkin mas Darwys akan curiga. "


"300juta mana cukup sarah, minimal 1 milyar. itu baru minimal jika ingin berhasil harusnya lebih dari itu. "


"Saran apa yang kamu usulkan sampe habis lebih dari 1 milyar? " Sarah terbelalak mendengar nominal yang fantastis.


"Setelah makan pergi ke kamarku kita bicarakan disana, disini tidak aman. "


Sarah hanya mengangguk setuju.


Yang sebenarnya terjadi adalah Rama menyogok salah satu pelayan agar pada sore itu mereka tidak berada di dapur maupun ruang makan, dengan alasan yang simple ia katakan, "Malam ini yang makan dirumah hanya Sarah, buat makanan sedikit saja lalu kalian beristirahat lah lebih cepat. "


Dari aksinya itu Rama berhasil menyusun awal rencana.


***


Sarah yang mengenakan piyama malam lumayan transparan, pundaknya ditutupi setelan jubah dari piyama tersebut.


"Jadi.. Saran apa yang akan kamu beri kepadaku Ram? "


"Rencananya mudah, kamu hanya harus mempunyai banyak teman. Kalau bisa teman itu adalah yang orang yang mengenal Grace. "


"Bagaimana bisa aku dekat dengan mereka, kehadiranku saja masih jadi bahan tontonan. "


"Jangan berkecil hati, Zaman sekarang adalah zaman uang, kau punya uang kau berkuasa. kamu bisa membeli teman temanmu dengan uang. Tapi ya itu, minimal kamu harus keluarkan 1 milyar untuk mereka mendukungmu. "


"Uang sebanyak itu aku dapat dari mana, aku akan mendapat jatah ku setelah menikah kata Pak Andre. "


"Hem.. Sulit, jika terlalu lama mungkin saja Grace akan kembali ke sini. Pernikahanmu saja entah kapan dilaksanakan. "


"Jangan sampai itu terjadi! Lalu bagai mana ini, berilah saran yang tidak memerlukan biaya. "


" Tidak ada, hanya itu cara satu-satunya yang tercepat dan efektif. Dengan memiliki teman yang berstatua sosial tinggi maka Nyonya Herra pun akan mengakuimu sebagai menantunya. "

__ADS_1


"Kamu benar juga Ram, tapi soal uang itu apakah kamu bisa juga membantuku?"


"Aku? aku tentu saja punya uang. Tetapi aku tidak bisa memberimu percuma. " Rama melihat badan sarah dari atas kepala sampai ujung kaki lalu menggaruk dagunya yang tidak gatal menggunakan jempol.


"Aku akan berhutang kepadamu, jika aku menikah nanti aku akan cicil sampai lunas. "


"Hemm.. Boleh saja. Tapi ada bunganya dan aku ingin kau memberiku bunga itu diawal. "


"Berapa? "


"500juta. Sanggup atau tidak? " Rama kembali tersenyum licik.


"Ha! gila aku hanya punya uang 300 juta dan itupun akan aku pakai 200 untuk ikut arisan. "


"Hemm.. bagaimana jika bunga itu kamu? "


"Maksudmu? "


Sarah meremas jarinya berusaha mencari keputusan yang tepat, ia bukan anak kecil yang tidak paham dengan ucapan Rama. Namun jika iya menyetujui bagaimana jika Darwys tahu.


Seperti seorang cenayang Rama bisa membaca mimik muka Sarah yang kebingungan.


"Tenang saja aku akan menutup rapat mulutku tentang hutangmu atau bunganya. "


"Ta.. Tapii jika Mas Darwys memergoki kita bagaimana? "


"Tidak mungkin, dia akan pulang larut malam. dan sekarang masih pukul 9 malam. Jika tidak mau tak apa aku pun tidak bisa membantu mu. "


Isi kepala Sarah berkecamuk, dadanya terus berdebar kencang antara takut dan gugup. Ia menjual tubuhnya sendiri seharga 500juta.


Rama jalan menuju ranjangnya dan membuka kaus yang sedang ia kenakan.


"Apakah badanku tidak sebagus badan Darwys? percayalah padaku, aku akan tutup mulut. "


Sarah menoleh dan langsung melihat dengan jelas perut bergaris kotak-kotak itu.


Sarah mendekati badan kekar Rama hingga wangi rambut Sarah bisa tercium di hidungnya.


"kurasa kamu menyetujui persyaratan tadi. "


Rama menurunkan jubah yang menutupi pundak Sarah, kulit yang halus dan harum membuat gairah Rama mulai memuncak.


Terdengar deru nafas hangat di dada Rama, darah yang berdesir membuat suhu tubuh Sarah mengahangat.


Rama yang tidak merasa ditolak pun, membopong dan meletakan Sarah di tempat tidurnya. Mata Sarah menutup tak ingin melihat wajah Rama yang sedang menjamah nya.

__ADS_1


"Badanmu sungguh indah dan sudah terbiasa dengan sentuhan. aku menyukai bunga yang satu ini."


Suara-suara yang ingin dikeluarkan mulut Sarah tertahan sengaja ia menutup mulutnya hingga akhir transaksi selesai.


__ADS_2