Oleh-oleh Dari Suamiku

Oleh-oleh Dari Suamiku
Bab 7 Mawar dan Lebah


__ADS_3

Saat petang semakin larut menuju gelap. Grace telah mengenakan piyama putih bergaya Eropa dengan lengan panjang yang menerawang dan pada bagian dadanya sedikit terbuka. Sehingga menampilkan dua gundukan gunung keharmonisan.


Parfum dengan wangi mawar kesukaan suaminya sudah tersemprot sempurna di bagian-bagian intim yang menggairahkan. Grace sudah bersiap untuk melewati malam panas dengannya.


Diwaktu yang sama Darwys sedang menyuapi calon istrinya makan malam.


"Mas, nanti kamu tidur di sini, ya? Temani aku," rengek Sarah. Dengan binar matanya yang bercahaya bak benderang bintang kala tersorot lampu tidur yang membuat kulitnya semakin berkilau alami.


"Malam ini, aku tidak bisa. Kamu tidur ditemani Nela dulu ya ... Mas ada janji dengan Grace," pinta Darwys sedikit tegas.


"Aaah ... Tapi, Mas Darwys itu sebenarnya adalah obat kesembuhanku yang paling mujarab. Tidur di sini ya .. kumohon," Sarah memasang wajah dengan sorot mata memelas


" Ya sudah nanti Mas bicara dulu dengan Grace untuk membatalkan janji. " Darwys meletakan piring makannya diatas nakas.


Ponselnya yang sedari tadi bergetar melihat nama kontak Istrinya yang menelepon. Tidak enak hati Darwys menerima panggilan itu didepan Sarah. Bagaimanapun ia harus menjaga perasaan calon istrinya itu.


Sesaat sebelumnya.


Saat makan malam tadi Nela tidak sengaja mendengar percakapan antara Nyonya dan Tuannya. Ia pun memberitahukan ke Sarah soal rencana Grace yang ingin memiliki bayi itu.


"Hmmmm tidak bisa seperti itu, mau bagaimanapun yang harusnya memiliki anak terlebih dahulu itu aku," gerutu Sarah keasistennya.


"Apapun caranya harus aku gagalkan rencana mereka," dengan senyuman liciknya Sarah mulai merancang strategi.


Darwys yang sedang mencuci tangan di wastafel ikut memikirkan bagaimana caranya menolak permintaan istrinya untuk malam ini. 'Grace pasti akan paham kondisi calon saudarinya' pikir Darwys.


"Sarah cantik mas akan menemui Grace sebentar. Nanti mas kesini lagi untuk menemanimu tidur," ucap Darwys.


"Mas tidak usah menemui Kak Grace cukup beritahu Tia untuk menyampaikan pesan mas saja"


"Mas sudah janji. Jika tidak bicara langsung nanti Grace marah"

__ADS_1


'cih masih saja dia mengkhawatirkan nenek peyot itu' di dalam hati Sarah memaki Grace.


"Mas takut Kak Grace Marah?? Kan kepala rumah tangganya Mas Darwys, jangan takut. Jika aku jadi Kak Grace pasti aku perbolehkan Mas untuk menemani orang yang sedang sakit," Sarah memutar bola matanya.


"Hmmm...benar juga. Nela tolong panggilkan Tia kesini."


"Baik tuan."


Tia membuka pintu perlahan menunduk menanyakan keperluannya dikamar itu.


"Tia tolong katakan ke Grace kalo saya tidak bisa tidur dikamar utama. Suruh dia tidak usah menunggu saya"


"Alasannya tuan? nyonya pasti menanyakan alasan tuan tidak tidur di kamar Utama," Tia masih menunduk.


"Alasannya kan kamu bisa lihat sendiri. Sarah masih sakit dia butuh penjagaan extra," bentak Darwys.


"Baik tuan." Tia meninggalkan ruangan itu.


Tia sudah memberitahu Grace tentang Darwys yang mengingkari janjinya. Grace pun menyusun rencana untuk membuat Darwys meninggalkan si gadis desa itu. Dia tidak kehabisan akal untuk mendapatkan Darwys kembali seutuhnya. Grace memutuskan memposting foto dirinya yang masih mengenakan pakain piyama bergaya Eropa itu di laman Instagram nya. Pose duduk kaki ditekuk kesamping sambil memeluk selimut menutupi undukan gunung miliknya, gaya sexy namun terlihat elegan seperti model penjualan piyama atau bedcover yang profesional. Ditulis caption


Tanpa dilihat lagi isi komentar yang mulai menyerbu postingannya itu Grace berencana untuk memulai aktingnya.


***


Pukul 1 dini hari Darwys yang menemani tidur Sarah terbangun mendengar notifikasi dari Group Whatsapp Pejantan Tangguh yang terus berdenting. Membuka aplikasi itu dengan malas men-scroll topik pembahasan yang sedang dibicarakan. Mendownload foto hasil screenshot layar, jarinya memperbesar gambar di layarnya itu. Terbelalak mata melihat kecantikan istrinya sendiri jadi bahan perbincangan kawannya.


[ Darwys lagi main api nih. Kalo cerai aku mau antri buat nampung Grace jadi istri kedua ku hahahah] pesan dari Liev.


[ Calon istri idaman nih yang kaya begini] Aldad menimpali.


[ emang Lissa mau dimadu sama kau Liev? ] Davis membalas komentar Liev.

__ADS_1


[ Lissa mah gak papa katanya kalo punya saudara kaya Grace bisa nambah omset perusahaan hahaha] Liev berbicara blak-blakan.


Membaca semua percakapan kawannya itu membuat hati Darwys panas iya berfikir untuk apa istrinya memposting fotonya. Ia pun membukan aplikasi berlogo kamera itu, foto istrinya langsung muncul dilayar. Ada beribu komentar yang tidak satupun Grace balas. Setahunya Grace jarang sekali memposting di aplikasi itu. Ada satu komentar yang membuatnya berhenti sejenak dan menerka arti komentar,


Jika taman disana sudah tidak subur, tumbuhlah ditamanku. Merawat mawar tidak seharusnya dengan rumput nanti nutrisi tanah tercuri habis. Bukan mawar yang merekah melainkan ilalang yang meninggi.


Darwys langsung menuju kamar Utama tanpa membangunkan Sarah.


Pintu terbuka sangat kencang matanya tertuju pada punggung istrinya yang sudah tertidur. Meski sebenarnya Grace hanya pura pura tertidur. Didekati nya Istri cantiknya. Ia menelan ludahnya menghembuskannafas kasar menyesal telah mengingkari janjinya. Mengurungkan niatnya untuk memarahi perbuatan Grace. Wangi mawar masih menempel di tengkuk dan punggung grace membuat hasrat gairah Darwys terpancing.


"Sayang maafin aku ya malam ini. Aku janji tidak akan ingkar lagi. Sebagai gantinya mari kita lanjutkan rencana malam ini," Darwys membisikan kalimat itu mendekati cuping telinga bahkan ujung hidung menempel di telinga Grace membuat hembusan nafas terasa hangat.


Grace membuka mata perlahan membalikan badan melihat wajah suaminya sudah mendekat. Grace tersenyum lebar lengannya merangkul leher lelaki itu untuk lebih mendekat. Terpautlah bibir mereka menghasilkan deru nafas yang memanas. Darwys tanpa menolak mengikuti permainan Grace tangannya pun ikut bermain bersama badan istrinya itu menjelajah kesetiap lekukan. Malam terlampau larut sepasang suami istri ini mabuk dalam gelora asmara.


jika anak adalah alasan membuatmu memaduku maka aku akan lebih berusaha lagi untuk kita membuatnya. Tapi jika kamu masih memilihnya mengharapkan keturunan darinya makan aku akan pergi dari hidupmu.


***


Dibenua lain diwaktu yang sama saat disana siang hari. Sepasang mata tajam terus memandangi wajah dilayar ponselnya, tersenyum manis terpesona oleh sosok yang ia pandangi sekarang. Meski tak mengenal Grace tetapi ia tahu bahwa keluarga Agapius merupakan salah satu pemegang saham dan banyak melakukan kerja sama dengan perusahaan yang kakeknya bangun.


Lebah mana yang sampai tidak ingin bersamamu mawarku.


Mengangkat telepon yang terus bedering mengusik khayalan manis yang sedang ia rajut.


[ Tuan sudah saatnya anda pulang ] suara dari sebrang telefon memasuki otaknya.


[ Apakah Kakek dan Ibu yang menyuruhku pulang Pak Pras? ]


[ Iya tuan, Beliau menunggu kedatangan anda. Perayaan ulang tahun Tuan Atmaja Sukmo dua minggu lagi. Beliau ingin Anda bersamanya saat pemotongan kue. ]


[ Baiklah saya akan segera pulang. ]

__ADS_1


Perasaannya senang bercampur sedih entah akan lama atau hanya sebentar di tanah airnya. Ia bersumpah untuk bisa menemui sang mawar. Bertolak dari tempatnya duduk meminta sekertaris nya membelikan tiket pesawat pulang.


Dibuka lagi ponsel miliknya memandang wajah dipostingan terbesit di benaknya untuk mencoba mengomentari foto itu, mungkin sewaktu-waktu akan ada balasan dari si wanita mawar.


__ADS_2