
Senin sudah tiba cuaca cerah untuk mulai beraktivitas, Grace memulai hari pertamanya untuk bekerja di rumah sakit yang ayahnya pimpin. Mendisiplinkan diri untuk menjadi lebih baik lagi.
"Nanti ada meeting jajaran direksi, semuanya akan berkumpul disana. Dan ada juga beberapa perusahaan penyokonh yang akan datang. Kamu bersiap-siaplah dan jangan gugup. " Tuan Amor berbicara setibanya di Rumah sakit.
"Akan aku usahakan yah. "
Rumah sakit tampak ramai hari itu. Tuan Amor sudah sibuk dengan beberapa tindakan operasi yang harus ia jalani. Grace mempelajari dokumen-dokumen yang sudah disediakan karena ini meeting pertamanya yang harus membuat para koleganya yakin atas kepemimpinannya untuk menggantikan sang ayah.
Sekitar jam 10 ruang meeting sudah disiapkan, "Bu beberapa tamu sudah datang. " Leticia bawahan Grace yang sebelumnya adalah asisten ayahnya. Wanita berumur 28 tahun itu mengajak Grace untuk memasuki ruangan.
Beberapa jajaran direksi sudah menunggu di ruang meeting, Mereka tampak mengangguk saat melihat Grace memasuki ruangan .
" Siapa yang belum datang " tanya Grace kepada Leticia .
" ada dari perusahaan penyokong belum ada yang datang PT Mega farmasi , PT Elektronik medical dan PT MH accounting belum sampai Bu . "
Grace kembali membuka lembaran-lembaran kertas yang ia bawa. dirinya sengaja datang lebih awal agar semua direksi yang diharuskan hadir tidak mangkir.
Tidak berselang lama masuklah Rama dari PT Elektronik medical yang bukan lain adalah adik sepupu Darwys. Saat melihat Grace duduk di kursi utama Rama sedikit bingung, memang ia tahu bahwa Grace adalah anak Tuan Amor namun dirinya tidak tahu jika Tuan Amor merupakan CEO dari rumah sakit yang bekerja sama dengan perusahaan Darwys pimpin. Rama dan beberapa kolega sebenarnya lebih mengetahui jika Tuan Amor adalah Dokter hebat ya sebatas Dokter bukan CEO.
Mata Grace berpapasan dengan mata Rama saat sedang melihat satu persatu tamunya. Rama tersenyum dan Grace pun membalas senyuman kecil. Memang Rama adalah sepupu Darwys namun diantara mereka tidak pernah ada masalah. Rama dimata Grace adalah lelaki berbadan kekar selayaknya pria yang hobi berolahraga namun saat bekerja Rama nampak pemalu ditambah karena kacamata persegi panjangnya yang membuatnya seperti lelaki kutu buku.
Tak berselang lama Bastian dan perwakilan dari PT MH accounting datang bersamaan. Bastian tersenyum lebar kepada Grace namun Grace hanya membalas seyum kecil.
Rapat pun dimulai dari perkenalan siapa Grace dan untuk apa dirinya ada disana saat ini.
"Ya mungkin belum banyak yang tahu jika ayah saya Tuan Amor adalah pemimpin Rumah Sakit ini, saya memohon maaf mewakilkan beliau karena jarang bertemu sapa dengan rekan sekalian. Beliau lebih memilih menyelamatkan nyawa seseorang tetimbang duduk di kursinya. Jadi saya ditunjuk oleh Tuan Amor untuk menggantikan beliau duduk disini dan menggantikan segala macam pekerjaan beliau yang berkaitan dengan data, saham, perkembangan external lainnya. Jika ada yang ini di tanyakan saya persilahkan. "
"Apa dengan begitu kepemimpinan akan sepenuhnya ditangan Bu Grace? " Tanya seseorang kepada Grace.
"Belum, lebih tepatnya nanti Tuan Amor akan mengumumkan secara resmi di pertemuan selanjutnya. Pertemuan kali ini lebih ke perkenalan saya kepada rekan sekalian. Jika ada ketidak sukaan rekan terhadap saya, nanti saat Rapat besar bersama Tuan Amor bisa diutarakan. Dan beberapa data bulan ini internal maupun eksternal sudah saya pegang dan pelajari saya juga akan menindak tegas untuk data atau info yang mengganjal atau belum terselesaikan. "
Semua rekan dan tamu tampak mengangguk bersamaan dan tersenyum puas atas pengenalan pertama Grace.
__ADS_1
Grace merasa puas dengan respon para tamu, ditambah terlihat Bastian bertepuk tangan kecil dan tersenyum lebar mengapresiasi Grace atas hari ini.
****
Saat beberapa tamu bubar, Rama menghampiri Grace menyalaminya. Grace yang bingung pun bertanya, "untuk apa? "
"Untuk memberimu selamat karena bisa memimpin rumah sakit sebesar ini. "
"Belum diresmikan. Oh ya bagaimana kabarmu? ku kira kamu kerja diluar kota. "
"hmmm baik dan masih lajang. Aku sekarang kerja di perusahaan Kak Darwys dan maaf akulah yang menggantikan dirimu disana. "
"Tidak perlu minta maaf, lagipula aku bukan siap-siapa lagi disana kecuali masalah kerjaan aku adalah rekan kalian. "
"Jadi kapan sidang cerainya dilaksanakan? "
"Minggu depan, tapi sabtu besok ada pertemuan diskusi dulu. Ya doakan saja lancar. "
"Hmm ya semoga lancar. Dan tolong jangan benci aku karna aku sepupu calon mantan suamimu. pada dasarnya aku kurang dekat dengannya. "
"Ya itu karena ada kamu. " Rama tersenyum lebar.
Mata Bastian tidak lepas dari pandangan Grace yang napak akrab dengan lelaki selain dirinya. Dada Bastian terasa panas saat melihat Grace tersenyum kepada pria lain. Ia pun mendekati Grace.
"Ayo makan siang, tadi kamu sudah janji mentraktir ku. " lengan kanan Bastian menarik pundak kanan Grace sampai pundak kirinya menyentuh dada Bastian.
"Eh... " Grace yang bingung pun menjadi canggung pasalnya dirinya tidak menjanjikan apa-apa kepada Bastian bahkan berkirim pesan pun tidak.
"Kalian tampak akrab. " Rama berkomentar sinis karena obrolan bersama wanita yang ia suka malah terganggu oleh orang lain.
"Ah-ya kenalin ini Tuan Bastian cucu Tuan Atmaja pendiri Mega Farmasi. "
Rama hanya mengangguk dan mau tak mau harus meninggalkan Grace yang tengah dirangkul pundaknya oleh orang lain.
__ADS_1
"Kamu apa-apa an si Bas. Kan sudah aku bilang, kita harus jaga Jarak. " Grace melepaskan diri dari rangkulan Bastian.
"Aku sudah berusaha jaga jarak tapi ada pria yang mendekatimu melebihi jarakku ya ku jaga. "
Grace memejamkan mata dan menarik nafas panjang.
"Dia itu adik sepupu Darwys, jika apa yang dia lihat tadi diadukan kepada Darwys bagaimana? "
"Aku hanya merangkulmu selayaknya rekan mengajak makan, bukan menciumu. Lagian biarkan saja dia adukan memangnya kamu takut Darwys cemburu dan menggagalkan perceraian mu."
"Bukan begitu aku takut nanti malah di perberat proses perkaranya. Aku tidak ingin ada tudingan ingin berserai karena aku yang selingkuh. paham? "
"Baiklah-baiklah aku akan hati-hati. Hmmm sudah hampir jam makan siang, ayo makan di resto terdekat. Kumohon jangan tolak ajakan makan ini anggap saja aku rekan kerja. "
"Ya ya ya baiklah. "
Grace dan Bastian beranjak pergi ke restoran yang pernah ia kunjingi bersama saat itu.
***
"Sial!!! baru saja akan aku ajak makan bersama tapi sudah didahului orang lain"
"Cerai saja belum sudah menggaet pria lain. Tak akan aku biarkan. "
Rama tampak memukul-mukul stir kemudi nya karena rasa kesalnya.
Gawainya begetar ada pesan masuk dari Darwys.
[Selesai rapat cepatlah balik ke kantor. Ada yang ingin aku bicarakan. ]
Gawainya kembali bergetar pesan masuk dari Sarah.
[aku belum memiliki teman, kamu sudah janji membantuku mencari teman yang layak dan bisa membuatku menandingi Grace.]
__ADS_1
Rama mengacak rambutnya dan tertawa licik.