OSHUN

OSHUN
Menjalani Hukuman


__ADS_3

Sementara itu, Avram dan Damon dibawa menuju ruangan yang letaknya agak jauh dari aula Istana langit.


Ruangan itu tidak begitu luas namun masih bisa dibilang megah, karena terdapat ukiran-ukiran indah yang sebagian besar hampir memenuhi dinding ruangan yang menjulang tinggi itu.


Terdapat setidaknya 5 sampai 6 buah pilar berwarna abu-abu terang yang menopang langit-langit ruangan itu, dan lantainya juga dihiasi oleh guratan indah. Hanya terdapat empat orang pengawal yang menjaga pintu, selain itu tidak ada siapapun di sana.


Saat pertama kali pintu megah itu dibuka, dapat dilihat satu singgasana yang langsung tersorot oleh mata. Selain itu, terdapat juga tiga pasang kursi lainnya yang terletak di sisi kanan dan kiri singgasana itu.


Sepertinya itu adalah ruangan khusus, atau sebut saja ruangan rahasia, karena tidak ada siapapun didalamnya dan sangat tertutup.


Kaisar Ou berjalan lalu duduk di singgasana, lalu ia mempersilahkan Avram dan Damon untuk duduk.


"Beraninya merusak pertemuan pentingku. Aku minta penjelasanmu Dewa Avram" Ucap Kaisar dengan tetap tenang.


Meskipun sudah pasrah dan sudah menduga hal buruk akan segera terjadi padanya, Avram tetap saja merasa takut, bingung, dan gelisah, karena ternyata masalah ini sampai melibatkan Kaisar Agung dan Dewa Damon.


Ia benar-benar tidak tahu harus bilang apa mengingat masalah ini datang bukan dari dirinya, melainkan dari keponakan tersayangnya. Namun ia juga tidak ingin kalau keponakannya harus dihukum berat dengan cara Istana Langit, karena hukumannya pastilah sangat berat.


Ia lebih memilih untuk memberi pelajaran pada bocah itu dengan caranya sendiri.


"Maafkan saya Kaisar. Saya sangat ceroboh ..." Ucap Avram spontan sambil berusaha menahan rasa gugupnya yang terlihat jelas.


"Kau gugup karena kesalahanmu atau gugup karena hal lain?" Tanya kaisar lagi.


Percuma saja aku menutupinya. Dewa yang dihadapanku ini bukan Dewa sembarangan. Tapi aku juga tak ingin Oshun sampai kenapa-kenapa. Batin Avram


"Hukumlah Saya Kaisar, karena saya sudah merusak segalanya ..." Pintanya sambil tersimpuh di hadapan Ouranos.


"Siapa Oshun? Kenapa Putera Mahkota Asterix sampai repot-repot mengirimkan gulungan surat resmi padanya?" Tanya Kaisar lagi.


Mendengar nama Oshun diucapkan oleh Kaisar, Avram semakin gugup dan benar-benar tidak tahu harus bagaimana untuk melindungi keponakannya.


"Dia tidak ada hubungannya dengan ini semua Kaisar. Saya sangat ceroboh karena membawa gulungan yang tertukar." Jawab Avram yang masih bersimpuh di hadapan Kaisar.


Kaisar Ou terdiam sejenak.

__ADS_1


"Baiklah. Tapi Dewa Avram, karena perbuatanmu ini suku Zoi sampai menanggung malu, bahkan Dewa Athan pemimpin sukumu yang tidak bisa hadir, jadi harus ikut menanggung malu karena perbuatanmu. Aku pasti akan menghukummu dengan berat agar kejadian ini tidak terulang lagi. Tetapi Dewa Athan berjanji lebih dulu bahwa kesalahan apapun yang terjadi karena kaumnya, ia sendiri yang akan bertanggung jawab." Jelas Ouranos.


"Jujur saja, aku merasa kecewa saat mendapati Kerajaan Zoi membuat masalah. Karena dirimu juga aku harus memikirkan cara untuk menghukum Dewa Athan karena janjinya. Kau membuatku dalam situasi sulit." Sambung Ouranos lagi dengan tatapan yang tidak pernah berpaling dari Avram.


Suasana ruangan itu kini terasa dingin dan sedikit mencekam.


"Maafkan Hamba Kaisar, Dewa Avram juga tidak pernah menyangka bahwa dirinya akan menggantikan Dewa Athan untuk datang ke acara besar ini. Ini mungkin yang pertama kali untuknya. Lagi pula mengakui kesalahan adalah suatu perbuatan yang mulia, tolong ringankanlah hukuman untuknya Kaisar." Ucap penguasa Asterix itu pada Kaisar.


"Kau benar Raja Damon. Tetapi menutupi kesalahan orang lain juga adalah kesalahan besar. Pengorbanan, dan menutup-nutupi kesalahan orang lain adalah hal yang berbeda, jangan pernah menyamakannya. Menutupi kesalahan orang lain akan membuat orang yang dilindunginya semakin tak bertanggung jawab, dan kedepannya akan terus lari dari kesalahannya." Jelas Ouranos.


Mendengar penjelasan Kaisar barusan, Avram spontan membulatkan matanya. Ia menyadari bahwa Kaisar ternyata telah mengetahui niatnya yang ingin melindungi Oshun.


"Maksud Kaisar?" Tanya Damon yang bingung mendengarkan penjelasan ambigu dari kaisar.


"Raja Damon, kau boleh pergi dan beristirahatlah dulu. Aku sudah tahu apa yang harus aku lakukan. Maaf telah merepotkanmu ..." Kata Kaisar pada Damon.


Sebelum pergi dari ruangan itu, Damon pamit dengan menunduk hormat pada Kaisar Ou dan juga pada Avram. Lalu pergi meninggalkan mereka berdua.


.


.


Meskipun Kaisar sudah mengetahui kebohonganku, aku tetap akan melindungi Oshun. Kaisar, maafkan aku ... aku takkan membiarkan harta Zoi yang berharga kau hukum dengan berat, karena aku juga tahu kau adalah seorang yang tega dan tak punya hati. Batin Avram


"Maafkan aku Kaisar, aku tidak mengerti apa maksud Kaisar." Jawab Avram dengan suara yang sedikit bergetar.


Mendengar jawabannya itu, Kaisar Ou menghelakan napasnya. Ia tampak sudah kehilangan kesabaran namun tetap berusaha menahannya.


"Baiklah kalau begitu ... Kau yang memintanya sendiri. Aku tak akan segan-segan melakukan hal buruk padamu Avram." Kata Kaisar Ho.


"Penjaga, tahan Avram Zoi di sel keputusasaan sampai Dewa Athan sendiri yang akan datang untuk menjemputnya." Perintah Ouranos.


Penjaga yang berada di luar ruangan yang mendengar perintah Kaisar segera menjalankan perintah itu. Begitu seorang penjaga masuk, Kaisar langsung pergi keluar dari ruangan itu.


Sementara Avram yang masih bersimpuh sujud, sudah tak bisa menahan kesedihannya, hingga membuatnya meneteskan air mata. Meskipun saat ini Avram adalah seorang tahanan, ia tetap dikawal dengan hormat oleh seorang penjaga menuju sel keputusasaan yang letaknya lumayan jauh dari ruang rahasia itu.

__ADS_1


Sel keputusasaan adalah sebuah sel tahanan tempat mereka yang berbuat kesalahan. Sel itu adalah sel penyiksaan yang kejam setelah tempat pemurnian Mogui.


Avram akan disiksa oleh panasnya suhu di dalam sel itu, belum lagi semak duri beracun yang menyelimuti setiap sudut sel.


Namun racun dari semak duri itu hanya akan membuat keram otot selama dua atau tiga jam saja, ada hukuman cambuk, dan belum lagi kekuatan dewa milik Avram akan dihilangkan untuk sementara waktu, dengan memakaikannya gelang khusus.


Avram akan dibebaskan dari hukuman, sampai ia mau membuat sebuah pengakuan yang sebenarnya, atau sampai Pemimpin Zoi sendiri yang datang menemuinya.


.


.


.


"Permisi, sebelum aku dimasukkan ke dalam sel, bolehkah aku menulis pesan singkat untuk saudaraku? Ini tidak akan lama, tolonglah ..." Pinta Avram pada pengawal yang membawanya.


"Baiklah kau boleh menulis pesan."


"Terimakasih." Balas Avram tersenyum kelu.


Pria itu pun mulai menuliskan pesannya yang sebenarnya ditujukan untuk Oshun. Ia menuliskan pesan yang singkat itu di atas sebuah kertas gulungan dengan peralatan tulis yang memang sudah tersedia di tempat itu.


Setelah itu, salah seorang pengawal membantu Avram mengirimkan gulungan surat itu menggunakan burung pengirim pesan milik Istana langit.


Oshun, Paman harap kali ini kau patuh pada Paman ... Batinnya sambil menatap kepergian burung pengantar pesan itu.


Dan tibalah saatnya Avram menjalani hukumannya. Ia memakai gelang khusus pengunci kekuatan Dewa sebelum memulai proses penghukumannya, lalu masuk ke dalam sel. Saat baru masuk pun Avram sudah dihantam oleh semak-semak duri yang begitu banyak.


Ia terus melangkah maju berusaha mencapai titik tengah sel agar terhindar dari semak duri. Duri-duri itu kini menancap di kulit pria itu, hingga kini tubuhnya dipenuhi luka gores dan darah segar yang mengalir dari luka-luka itu.


Avram menutup rapat-rapat matanya sambil meringis kesakitan, karena efek racunnya sudah mulai terasa. Untunglah setelah dua langkah berikutnya akhirnya ia sampai di tengah sel yang bersih dari semak duri.


Namun setelah sampai ditengah, Avram sudah tidak bisa lagi bergerak, karena efek racunnya sudah benar benar kuat, ditambah panasnya suhu di ruangan sel itu yang seakan menyayat-nyayat luka goresan di tubuhnya.


Tanpa sadar air mata keluar dari matanya yang masih terpejam, dengan wajah yang menahan rasa sakit yang luar biasa.

__ADS_1


"Ahg ... s-sial ..." Avram merintih kesakitan dengan tubuh yang meringkuk kaku.


......................


__ADS_2