
Pandangan Mantis kemudian terarah pada sosok yang terlihat begitu kesakitan di sana. "Ouranos!" Teriaknya menghampiri.
"Hei, Apa yang terjadi?! Kau kenapaa??!" Tanya pria itu bertubi-tubi. Kepanikan itu tak dapat disembunyikannya ketika melihat sahabatnya sangat kesakitan.
"Hei Ouranos jawab aku! Jangan diam saja!!" Teriaknya lagi sambil mengguncang-guncang tubuh Sang Kaisar Langit. Namun Kaisar merasa terganggu dengan Mantis, jadi Ia menepis tangan pria itu yang seenaknya menyentuh dirinya.
Apa yang— Oshun hanya bisa terdiam melihat situasi tak terduga itu. Bagaimana tidak, sosok yang paling kuat di Alam Semesta ini, sekarang terlihat sangat memprihatinkan di hadapannya.
Ia sebenarnya khawatir dengan Kaisar Ou, namun karena kerjaannya yang hanya bisa mengacau, wanita itu lebih memilih diam.
Ouranos tampak menggigit bibir pucatnya. Ia menggigitnya keras, hingga bibir pucat itu mengeluarkan darah segar.
"Hei Apa sebenarnya yang terjadi?!" Mantis berteriak panik sendirian.
"Diamlah, ke-kepalaku sakit sekali. Suaramu makin membuatku kesakitan..." Ouranos berucap sambil menahan rasa sakit.
"K-kau sedang tidak bercanda kan? Apa kau hanya berpura-pura di depan Dewi itu?" Bisik Mantis tersenyum canggung.
Seketika lirikan tajam dilayangkan padanya. Itu cukup membuktikan bahwa Ouranos benar-benar kesakitan saat ini.
"A-apa Anda baik-baik saja?" Oshun memberanikan diri bersuara. Meski hanya pelan, namun suara lembutnya masih dapat didengar oleh kedua pria di hadapannya itu.
Yang benar saja, dia masih bertanya setelah melihat Ouranos begini? Mantis berbicara pada dirinya sendiri. Ia merasa jengkel melihat kekonyolan Oshun.
Tidak menjawab. Ouranos masih mengatur napasnya yang sudah terasa memberat. Pandangannya juga tak sejernih biasanya. Ia semakin mengeratkan genggamannya pada pegangan kursi yang ia duduki, namun sama sekali tak mengurangi rasa sakit yang dirasakannya. Bahkan sekarang pegangan bangku yang sangat kokoh itu sudah retak kemana-mana.
"Ouranos, kalau begitu kita ke ruanganmu saja! Apa kau masih bisa berdiri?" Tanya Mantis yang semakin khawatir melihat sosok yang tak pernah terlihat selemah itu.
Ouranos tak menjawab. Lebih tepatnya, tak punya tenaga untuk menjawabnya.
Apa... aku harus apa? Ayo berpikirlah Oshun...!!! Otak cerdas, berfungsilahh!! Batin Oshun sambil menarik kuat rambut panjangnya. Ia hampir menangis saat ini. Apalagi ia tambah panik ketika melihat dahi Ouranos yang mulai memperlihatkan urat-uratnya. Sebegitu sakitkah?
"Sialan! Hector!! Hectorr!!!" Teriak Mantis memanggil pelayan pribadi Ouranos.
Tak membutuhkan waktu lama, Hector pun tiba dari balik portal yang terbuka. Ia berlari menghampiri Mantis dan Ouranos dengan ekspresi sama paniknya. Ia terkejut melihat Tuannya yang entah kenapa jadi serapuh ini.
"Ayo kita pindahkan Ouranos ke ruang pribadinya! Panggil Dewa penyembuh dari suku Bintang!" Perintah Mantis.
"Si-siapa yang melakukan ini pada Kaisar?"
"Aihh.. nanti saja tanya-tanyanya. Cepat!"
Tetapi belum sempat memapah Ouranos untuk membantunya berdiri dan berjalan, pria itu malah sudah terkulai lemas di kursi yang didudukinya.
"Ouranos? Heii OURANOS!" Teriak Mantis memukul-mukul pipi pria itu.
Dengan sigap, Hector memeriksa aliran energi dan napas dari Kaisar Ou.
__ADS_1
"Kaisar hanya pingsan." Ucapnya. Lalu dengan lihai, ia menggendong tubuh kokoh itu di punggungnya. Lalu ia membuka portal menuju ruangan Kaisar. Dan mereka pun memasukinya.
Sementara Hector menempatkan Ouranos di tempat tidurnya, Dewa Mantis segera memanggil Dewa pengobatan dari suku Perbintangan, yaitu Dewa Elenio.
.
.
.
"Kenapa Kaisar bisa seperti ini?" Tanya Elenio, Dewa penyembuhan dari Suku Perbintangan itu.
"Kami juga tidak tahu Dewa Elenio." Jawab Mantis. Ia duduk di sisi lain ranjang Kaisar.
Hector dan Mantis, begitu fokus mengamati kegiatan yang tengah dilakukan Elenio. Ia begitu lihai dan kelihatan begitu profesional dalam menangani pasiennya itu.
"Apa ia baik-baik saja?" Tanya Mantis. Ia bingung dan ingin memastikan keadaan Ouranos. Biasanya pasien yang pingsan tidak memakan waktu selama ini untuk ditangani.
"Ma-maafkan aku Dewa Mantis, aku juga tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi. Harusnya ini hanya pingsan biasa." Ucap Elenio yang juga bingung. Mereka bertiga menghela napas.
"Haruskah aku memanggil Yang Mulia Damon?" Usul Mantis pada kedua orang itu.
"Maafkan aku Dewa Mantis. Kurasa lebih baik begitu." Sahut Elenio menyetujui.
"Kalau be—"
Pandangan matanya menajam, terarah pada satu titik di ruangan itu. Elenio dan Mantis yang penasaran dengan sikap Hector pun jadi ikut melihat ke arah yang sama.
Cring
Secepat kilat, Hector melemparkan benda tajam yang dialiri oleh sihirnya ke arah sekat yang terdapat di ruangan itu.
"Aakkkhh..." Teriak seseorang dari arah yang sama, saat pisau Hector berhasil menembus sekat itu.
"Suara wanita?" Gumam Mantis. Segera ia dan Hector berteleportasi ke balik sekat itu, sebelum seseorang itu kabur.
"Anda?" — "Dewi Oshun?" Ucap mereka berdua bersamaan saat melihat seseorang di balik sekat itu ternyata adalah Oshun.
Oshun juga terkejut dengan kehadiran dua pria itu yang tiba-tiba. Mulutnya ia dekap sendiri dengan kedua tangannya, untuk menahan suara teriakannya tadi.
"Siapa yang mengizinkan Anda masuk ke ruangan pribadi Kaisar?" Tanya Hector menatap tajam pada Oshun.
"A-aku..."
"Dewi, ini adalah kesalahan fatal. Anda seharusnya tidak masuk ke sini. Kalau Kaisar tahu Anda masuk ke tempat ini, Ia akan membunuh Anda." Jelas Mantis.
Karena perkataan Mantis itu, tubuh wanita itu jadi terasa kaku. Ia seolah seperti membeku membayangkan jika yang diucapkan Mantis itu benar-benar terjadi padanya.
__ADS_1
"Kenapa Anda ikut masuk? Apa tujuan Anda? Apa jangan-jangan..." Tanya Hector bertubi-tubi dengan tatapan mengintimidasi. Ia mencurigai wanita cantik di hadapannya itu.
Dengan cepat Oshun melambai-lambaikan kedua tangannya sambil menggeleng cepat. "Ti-tidak, aku hanya diam saja di sana. Aku tidak melakukan apapun." Jelasnya gugup.
Kemudian Mantis mendekati Hector, dan memegang bahu pria itu. "Kalau soal itu, Dewi ini memang tidak melakukan apa-apa tadi. Aku juga ada di sana saat kejadian." Ucap Mantis mengklarifikasi ucapan Oshun.
"Kalau Anda ada di sana, kenapa Anda tidak langsung bertindak?" Tanya Hector mengernyit heran pada Dewa di sampingnya itu.
"Ah, kukira dia mengerjaiku tadi. A-aku juga terlalu panik." Jawab Mantis tersenyum kaku.
Hector kemudian menghela napasnya kasar.
"La-lalu kenapa tidak Anda saja yang membawa Kaisar ke tempat ini? Seharusnya tadi masih sempat..." Ucap Oshun pelan, namun ternyata masih dapat didengar oleh kedua pria di dekatnya itu.
"Itu karna Ouranos benci disentuh olehku, Dewi. Bisa-bisa aku sekarat di tempat itu." Jelas Mantis.
"Itu lebih baik." Gumam Oshun pelan.
"APA?!" Mantis meninggikan suaranya pada wanita itu. Ia tak habis pikir kenapa wanita itu sangat berani padanya.
"Sudahlah. jaid, apa tujuan Anda ikut masuk ke sini? Kalau sampai Anda membocorkan kejadian ini..." Ucap Hector.
"Ti-tidak, saya tidak punya niat buruk. Saya hanya ingin membantu. Saya sepertinya bisa membantu Kaisar." Ucap Oshun gugup. Ia tak tahan dengan aura mengintimidasi dari pria yang disebut tangan kanan Kaisar Ou itu.
Eng... lebih tepatnya karena aku merasa ini adalah kesempatan Emasku untuk membebaskan Paman. Batin Oshun.
"Bagaimana caranya?" Tanya Hector.
"Sa-saya adalah keturunan langsung dan pewaris dari suku Zoi. Saya pernah diajarkan salah satu teknik rahasia penyembuhan dari suku saya." Jawab Oshun.
"Ternyata Anda dari suku kehidupan ya. Kalau begitu lakukan." Ucap Hector mengizinkan.
Hector dan Mantis pun mempersilakan Dewi Oshun untuk ikut ambil bagian dalam proses penyembuhan Kaisar. Elenio yang sejak tadi mendengarkan percakapan ketiga orang itu, tanpa bertanya lagi langsung bergeser dari tempatnya, mempersilakan Oshun untuk memulai penyembuhan.
Setelah nyaman dengan posisinya, Oshun mulai memusatkan dan mengalirkan energinya. Ia gerakkan tangannya dengan lihai, lalu diarahkannya telapak tangannya menghadap Kaisar Ou yang tengah pingsan. Seketika cahaya berwarna biru kehijau-hijauan keluar dari telapak tangan Dewi cantik itu.
Hector, Mantis, dan Elenio, takjub melihat hal itu. Mereka tak henti-hentinya memuji Dewi itu dalam hati. Oshun tampak begitu anggun dan hebat ketika melancarkan aksinya. Dan benar saja, tak beberapa lama kemudian ada pergerakan dari Kaisar Ouranos.
Jari-jemari Kaisar Ou yang tadinya terkulai lemas, kini bergerak dan mengatup membentuk kepalan. Selain itu alisnya juga tampak mengernyit.
"Sepertinya Ouranos sedang kesakitan." Bisik Mantis pada Hector yang berdiri di sampingnya.
"Kita lihat saja Dewa. Tanganku cukup ringan kalau Kaisar sampai kenapa-napa" Balas Hector sambil menatap lekat ke arah Oshun dan Ouranos.
"Tidak, saya yakin Kaisar akan baik-baik saja." Elenio ikut berbisik, menimbrungi pembicaraan Hector dan Mantis.
...****************...
__ADS_1