OSHUN

OSHUN
Akhirnya Bertemu!


__ADS_3

"Dimana dia?" Gumam Oshun pelan sambil mulai melangkah mengikuti instingnya.


Dengan mata yang waspada dan langkah yang hati-hati, ia menyusuri tiap sudut ruangan itu.


"Tidak ada siapa pun di sini." Ucapnya pelan pada diri sendiri.


"Sedang cari siapa Dewi?"


Oshun tersentak kaget karena tiba-tiba suara itu terdengar dari belakangnya. Susah payah ia menelan salivanya sangkin gemetarnya ia saat ini.


Dengan perasaan gugup yang berusaha disembunyikannya, ia berbalik ke arah sumber suara itu.


'Si-siapa dia?'Tanya Oshun dalam hati saat melihat pria di hadapannya.



"Dewi sedang mencari siapa?" Tanya Mantis lagi.


'D-dia tahu aku bukan seorang pelayan?' Batin Oshun gugup.


"K-kau tahu kalau aku bukan pelayan Istana?" Tanya Oshun yang masih gugup.


"Tentu saja saya tahu, Dewi. Saya melihat Anda masuk ke ruangan ini dengan sihir menembus ruangan milik Anda. Tidak ada pelayan Istana yang memiliki kekuatan seperti itu." Jelas Mantis sambil tersenyum tipis.


"Kalau sudah tahu, kenapa Anda tidak langsung menunjukkan diri dan menemuiku?" Tanya Oshun yang sudah mulai sedikit tenang.


"Karena Saya melihat Anda jalan dengan begitu hati-hati, jadi saya curiga Dewi berniat mencuri sesuatu dari tempat ini. Lalu ingin menangkap basah Anda—Tapi lupakan saja. Sepertinya Dewi mau menemui seseorang ya?" Tanya Pria itu.


"Ya, saya ingin menemui Dewa Mantis. Apakah Anda orangnya?"


"Tepat sekali Dewi, sayalah orangnya. Bukankah saya terlihat keren dengan gaya kemunculan seperti tadi?" Mantis menaikkan satu alisnya sambil berpose di depan Dewi cantik itu.


Menanggapi tingkah dan ucapan pria narsis itu, Oshun hanya tertawa kecil sambil mengangguk pelan. Ia melakukan respon itu karena tidak tahu harus bilang apa.


"Baiklah, kenapa Dewi ingin mencariku?" Mantis bertanya dengan gayanya yang ramah menyambut tamu.


"Itu... saya ingin bertanya pada Anda dimana Kaisar Ouranos saat ini, karena saya ingin membahas tentang sesuatu dengannya."


Tiba-tiba mata pria itu melebar karena teringat akan perkataan Kaisar Ou sebelum meninggalkannya di ruangan itu.


"Jika ada yang mencariku, katakan aku ada di ruang senjata."


'Jadi Dewi ini orang yang dimaksudnya? Ada apa ini? Tumben dia meluangkan waktu pada seorang wanita. Apakah sakitnya itu sudah membaik? Tapi kenapa ketemuannya di ruang senjata? Apa wanita ini sudah membuat kesalahan?' Batinnya memikirkan banyak hal tentang Kaisar dan wanita yang tengah berdiri di hadapannya itu.


"Apa Anda telah melakukan kesalahan?" Tanya Mantis untuk memastikan.


"Iya, tampaknya begitu. Saya telah melakukan kesalahan besar." Balas Oshun yang kini tampak murung.


'Wah, Ouranos itu memang tidak punya hati. Wanita cantik seperti ini pun mau di hajarnya di tempat itu?' Batin Mantis.


"Memangnya apa yang Anda lakukan sampai Kaisar semarah itu? Anda tidak sampai... melakukan i-itu kan...?"

__ADS_1


"Ng? Tentu aku sudah melakukannya. Makanya aku ingin menemuinya untuk meminta maaf, dan bertanggungjawab." Mendengar ucapan Oshun, Mantis membulatkan matanya dengan mulut yang ternganga.


'Sulit dipercaya! Baru wanita ini yang berhasil. Tapi, apa saat itu Ou sedang dalam keadaan mabuk? Ini benar-benar sulit dipercaya.' Batin San.


'Tapi ini benar-benar lucu. Kenapa jadi wanita yang bertanggung jawab, dan prianya menuntut pertanggung jawaban ya?'


Oshun tak mengerti kenapa pria di hadapannya malah tertawa sekarang ini. Oshun baru menyadari hal lainnya dari Dewa Mantis. Selain narsis, ramah, dia juga sudah... gila.


"Ah.. maaf, maafkan aku Dewi. Aku bukannya ingin menyinggungmu. Tiba-tiba saja aku memikirkan hal gila." Ucap Mantis sambil berusaha menahan tawanya. Oshun hanya tersenyum kecut.


Ya, meski pembicaraan mereka nyambung, namun isi kepala mereka berbeda.


"Jadi... bolehkah saya bertemu dengannya?" Tanya Oshun lagi. Ia tak ingin membuang-buang lebih banyak waktu dengan Dewa yang menurutnya gila itu.


Mantis menarik napas, lalu menghembuskannya kasar. Ia ingin segera menghentikan tawanya, karena wanita di hadapannya ini sepertinya mulai merasa terganggu. "Ah, tentu saja. Mari ikut saya..."


Dengan sihirnya, Mantis menciptakan lingkaran cahaya putih yang ukurannya lumayan besar. Itu adalah pintu teleportasi menuju ke tempat dimana Kaisar Ouranos berada.


Dengan sopan, Mantis mempersilakan Oshun untuk masuk lebih dulu, lalu diikuti oleh dirinya.


Hanya sepersekian detik mereka sudah berada di tempat yang berbeda. Tempat itu tidak kalah megahnya dengan tempat sebelumnya. Ruangan yang menjulang tinggi, dengan banyak pilar yang menyangga langit-langitnya.


Ruangan itu didominasi oleh warna putih dan abu-abu. Ada banyak senjata-senjata unik dan keren yang terletak di setiap sisi ruangan. Jumlahnya tak terhitung.


Oshun berjalan mengamati sekelilingnya. Untuk sesaat dia lupa apa tujuannya datang ke tempat itu, hingga tak menyadari orang yang harusnya menuntunnya malah berjalan di belakangnya.


Mantis berdehem lumayan keras.


"Ah, ma-maaf..." Ucap Oshun tersenyum canggung, lalu berbalik dan berjalan cepat mengikuti Mantis yang sudah berjalan lebih dulu.


Tap Tap Tap


Terdengar suara langkah kaki mereka yang menggema di ruangan itu.


'Sebenarnya sampai kapan dia akan menuntunku berjalan?' Batin Oshun.


Tiba-tiba Mantis menghentikan langkahnya, sehingga membuat Oshun menabrak punggung pria itu. "Aww.." Ringisnya pelan sambil memegang kepalanya.


"Salam Kaisar." Ucap Mantis sedikit membungkuk.


Degg


Mata Oshun melebar setelah mendengar kata "Kaisar." Dia tidak dapat melihat ke depan karena pandangannya dihalangi punggung besar Dewa Mantis. Dengan gugup, Oshun menggerakkan kakinya untuk sedikit bergeser dan mengintip pujaan hatinya.


Ia sangat penasaran dengan sosok pujaan hatinya itu. Sosok yang banyak digilai kaum wanita di Alam Semesta, sosok yang gagah, kuat, dan perkasa.


Dan benar saja, saat dilihatnya pria yang tengah berdiri di depan sana, hatinya terasa meleleh. Padahal baru bagian belakangnya saja yang diperlihatkan, karena Kaisar memang sedang membelakangi mereka. Tetapi itu sudah cukup membuat jantung Oshun berdetak sangat-sangat cepat saat ini.



'Ahh... lihat betapa indah rambut panjangnya itu. Punggungnya sangat lebar dan terlihat kokoh, apalagi posturnya yang bahkan lebih tinggi dari Dewa Mantis.' Ucap Oshun mengagumi sosok yang dilihatnya saat ini.

__ADS_1


Tatapannya terpaku melihat ke arah sosok itu.


"Ehekhmm... Anu, Kaisar, saya membawa seseorang yang katanya ingin bertemu dengan Anda." Ucap Mantis yang membuat Oshun seketika memutus pandangannya ke arah Kaisar, lalu ikut berdehem pelan.


"Ada perlu apa menemuiku?" Suara baritonnya bergema di ruangan itu.


Ouranos bertanya hal yang telah diketahuinya. Ia hanya ingin terlihat seolah semua ini tak direncanakan sebelumnya.


"I-itu... ini soal Pamanku." Gumam Oshun pelan sambil menunduk.


"Sstt.. Dewi, bukankah Anda harus memperkenalkan diri dulu?" Bisik Mantis pada Oshun.


Oshun juga baru menyadarinya. Ia panik, lalu ia menunduk sedikit lebih rendah lagi dari posisinya semula.


"Ah, ma-maafkan saya Kaisar. Saya tidak sopan. Saya Dewi Oshun dari suku Zoi. Saya datang untuk bernegosiasi mengenai Paman saya."


'Ah... jadi dia Oshun, pantas saja. Dia memang sangat cantik. Eh, tapi kukira wanita ini telah melakukan yang tidak-tidak pada Ouranos.' Mantis bermonolog sambil menatap sosok wanita cantik di sebelahnya, yang baru ia sadari adalah wanita tercantik nomor dua di Alam Semesta.


Di saat yang bersamaan, Kaisar yang membelakangi mereka saat ini tersenyum menyeringai. Baginya, kata "negosiasi" untuk situasi ini sangat menggelitik.


Bagaimana mungkin orang yang berbuat kesalahan malah meminta negosiasi? Begitulah yang dipikirkan Ouranos.


"Ho? Apa yang membuatmu percaya, bahwa aku mau bernegosiasi denganmu?" Tanya Kaisar Ou.


Sesaat setelah mengatakan itu, ia berbalik menghadap dua orang itu. Tepat ketika Kaisar Ou berbalik, Oshun juga menegakkan kepalanya,


'L-luar biasa... dia sangat tampan!' Batin Oshun dengan tatapan penuh kagum.


Oshun terus memandanginya hingga akhirnya tatapan mereka bertemu. Mereka saling memandang untuk beberapa saat, sampai...


Degg


"Icarus, kemarilah... aku punya sesuatu untukmu."


Suara dan bayangan wanita yang tersenyum terlintas di kepala Ouranos. Ia merasa kepalanya sedikit sakit sekarang. Sedikit nyelekit.


Ia mengernyitkan alisnya tanda ada suatu yang salah tengah dirasakannya.


"Icarus, maafkan aku... Aku harus melakukan ini."


Kini bukan bayangan wanita yang tengah tersenyum bahagia yang dilihatnya. Ada banyak darah dimana-mana. Dan wanita itu, dia juga mengeluarkan darah dari mulutnya.


Ouranos yang melihat bayangan itu di kepalanya, dan mendengar suara lirih yang entah memanggil siapa, membuatnya semakin merasakan sakit yang teramat di kepalanya.


Bukan hanya sakit kepala, napasnya kini memburu. Ia merasakan sesak. Ia tak sanggup berdiri lagi, kakinya mulai terasa lunglai, sehingga Ia menjatuhkan dirinya ke tempat duduk di dekatnya.


Tangannya tampak meremas pegangan tempat duduk itu dengan sangat kuat, hingga urat-urat tangannya tercetak sempurna di kedua tangannya.


"Ka-Kaisar." Oshun memanggil Kaisar Ou saat menyadari sesuatu yang aneh padanya.


Sementara Mantis, ia baru menyadari keadaan Ouranos yang kini terlihat sangat kesakitan itu, karena sibuk memperhatikan Oshun.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2