
"Dasar anak nakal, beraninya mengancam paman sendiri! Sudahlah. Apa pertanyaanmu tadi?" Tanya Avram dengan sangat terpaksa mengikuti alur ribet keponakannya itu.
"Siapa yang paling kusukai di Alam Semesta ini?" Ucap gadis itu sambil menaik-turunkan alisnya.
Pria itu mendecak kesal mendengar pertanyaan tak berguna keponakannya itu. Seketika ia menyesal karena mau meladeni tebak-tebakan Oshun.
"Dengar ya, aku ini bukan Ibundamu. Mana kutahu apa dan siapa yang kau sukai."
Mendengar itu, Oshun kemudian melangkah kecil mendekati Pamannya itu dan langsung merangkul tangan kanan Pamannya dengan sangat erat.
"Ayolah Paman... Coba Paman ingat-ingat lagi." Ucap Oshun sambil membulatkan matanya.
Aku tahu maksudmu adalah Kaisar. Tapi aku tak mau mengambil resiko. Batin Avram tanpa berpikir lama.
"Karena aku tidak bisa menjawab, bagaimana kalau permintaan lainnya?" Ucapnya.
"Tidak, aku tidak memiliki permintaan lain selain ini." Balas Oshun sangat cepat.
"Eumm.. karna Paman memang tidak bisa menjawab, maka akan kuganti pertanyaannya. Baiklah, siapa orang yang paling kuat di alam semesta ini?" Tanya Oshun lagi.
Avram mengernyitkan alisnya mencoba mencari arah pertanyaan Oshun.
Beberapa menit kemudian, Avram pun menyadarinya. Ia sadar, jika ia menjawab "tidak tahu", maka itu akan menjadi penghinaan untuk Kaisar Ou. Karena hanya Ouranoslah yang terkuat di Alam Semesta ini. Selain itu, jawaban itu hanya akan mempermalukan dirinya sendiri.
Namun, jika Avram menjawab "Kaisar Ouranos", pastilah maksud permintaan gadis itu akan berkaitan dengan Kaisar. Dan Avram tak mau itu terjadi.
Avram menghela napasnya panjang,
"Kaisar Ou." Jawabnya singkat dengan segala keterpaksaan.
"Betul sekali!! Maukah Paman mempertemukan aku dengan Kaisar di rapat nanti?" Pinta Oshun dengan wajah memelasnya.
Tangannya masih merangkul erat tangan pamannya itu.
"Mempertemukan? Terus terang saja itu hal yang mustahil. Lebih baik permintaan lain saja." Ucap pria itu, berharap untuk tidak menyeretnya ke dalam masalah besar
"Bagaimana kalau bawa aku saja hanya untuk melihat Kaisar? Paman bantu aku menyamar menjadi tangan kanan Paman saja, atau jadi apa pun itu asal bertemu kaisar. Dengan begitu Kaisar tidak akan mengenaliku, dan aku juga tidak perlu bertatap wajah dengan Kaisar kan? Bagaimana?" Tawar Oshun pada Pamannya.
Tawaran itu membuat bibir Avram terlalu kelu dan sulit menjawabnya. Ia berusaha untuk kembali memikirkannya matang-matang.
Hahh... sepertinya permintaan yang ini tidak masalah. Tapii... Batin Avram.
"Tapi Kaisar Ouranos tidak mengenalimu kan?" Tanya pria itu memastikan.
__ADS_1
Dengan yakin, Oshun bergeleng cepat.
"Jadi bagaimana Paman? Setuju atau tidak?" Tanya Oshun.
Avram terdiam sejenak, lalu mulai bersuara setelahnya,
"Aku terpaksa setuju, mau bagaimana lagi? Ini kulakukan demi harga diriku." Jawab Avram yang memang sudah pasrah dan tidak mau ambil pusing lagi.
Mendengar itu Oshun langsung melepas tangannya yang sedari tadi merangkul tangan pamannya itu. Lalu ia loncat kegirangan mengitari ruangan yang tidak terlalu luas itu sambil tertawa senang.
Melihat tingkah keponakannya, Avram spontan tersenyum lebar. Sebenarnya ia merasa sangat sayang pada keponakan satu-satunya itu.
"Sudahlah, aku akan kembali ke ruanganku. Lebih baik persiapkan dirimu. Oh ya, langsung kutinggalkan jika kau terlambat bangun besok pagi!" Ucapnya sambil melangkah pergi keluar ruangan itu.
Oshun benar-benar sangat senang. Dia mulai membayang-bayangkan wajah Kaisar, yang konon katanya sangat tampan dan berhati lembut itu.
Oshun tidak bisa tertidur malam ini karena sibuk memikirkan tentang pertemuan hierarki besok. Lebih tepatnya, pertemuan antara dirinya dan Kaisar besok.
Ya, bukan pikiran seorang Dewi muda namanya kalau tidak memikirkan sang pujaan hati. Apa yang dilakukannya sekarang, apa yang dimakan, apa dia bisa tertidur malam ini atau tidak, dan hal lainnya.
Bolak-balik ia mengatur posisi tidurnya agar nyaman, sesekali terlentang, tengkurap, menghadap ke kiri, dan ke kanan, namun sepertinya hal itu tidak membantunya untuk tertidur.
Hati dan pikirannya menolak untuk itu. Akhirnya Oshun merasa penat sendiri dengan keadaannya.
"AH... " Celetuk Oshun kesal sambil menendang selimutnya dan bangun dari kasurnya.
Wanita itu berpikir untuk mengambil kesibukan malam ini dengan harapan merasa kelelahan, lalu akhirnya bisa tertidur.
Dengan wajah gelisah, Oshun beranjak pindah ke depan cermin melihat keadaan wajahnya yang benar-benar sudah tampak kelelahan.
"Bagaimana ini..? Wajahku benar-benar tampak kelelahan, tapi sepertinya sesuatu dalam diriku menolak untuk tidur. AAHhgg..." Cetus Oshun kesal dengan rengekannya sambil memukul-mukul pelan kedua pipinya.
Tidak, ini tidak baik. Aku hanya akan membuat diriku terlihat jelek besok. Batinnya.
Oshun kemudian duduk di kursi empuk di depan cermin. Ia mulai memikirkan cara bagaimana supaya bisa tertidur malam ini, selain beraktifitas keras yang hanya akan membuatnya terlihat buruk besok.
Ditatapnya lekat-lekat cermin di hadapannya itu untuk membantunya berfikir.
Bagaimana kalau aku menggunakan sihirku supaya aku bisa tidur lelap malam ini? Eumm... tidak, aku baru mempelajari jurus ini. Mana ku tahu kapan sihirnya akan hilang. Bisa-bisa aku ditinggalkan Paman besok. Batin Oshun
"Aahh.. menyebalkan!!" Teriak Oshun kencang lalu bangun dari kursinya dan beranjak lagi ke kasurnya.
Rupanya teriakan Oshun tadi didengar oleh pelayan istana yang kebetulan lewat di depan kamar Oshun.
__ADS_1
"Apa semuanya baik-baik saja Nona?" Tanya salah seorang dari mereka dengan tekanan suara yang lembut.
"Y-yaa. Aku baik-baik saja." Sahut Oshun dengan intonasi seperti orang yang benar-benar kelelahan.
Oshun memaksa untuk tertidur lagi, dan mencoba memejamkan matanya lagi dan lagi.
Setelah lama sekali mencoba untuk bisa tertidur, akhirnya mata Oshun mulai terasa berat sekali, dan akhirnya ia benar-benar tertidur.
.
.
.
Istana Langit
Sementara itu di Istana Langit , ruang pertemuan sudah dipersiapkan dengan baik. Persiapannya memang harus dilakukan dengan cepat mengingat rapat ini adalah rapat besar yang teramat penting.
"Salam Kaisar, maaf mengganggu Anda. Seluruh persiapan sudah selesai dengan baik, apakah ada yang perlu dipersiapkan lagi Kaisar?" Tanya Hector, seorang pelayan setia Kaisar Ou.
"Tidak ada, kau boleh pergi." Jawab Ouranos sambil melihat ke luar Istana dari jendela kaca besar di hadapannya.
Namun Hector tampak tak mengindahkan perintah Kaisar Agung dihadapannya itu. Ia masih berdiam di tempatnya dengan kepala tertunduk.
Ia tampak ragu-ragu untuk menyampaikan pesan penting lainnya kepada Kaisar. Karena ia tau mungkin pesan ini akan merusak suasana hati Kaisar, tetapi tidak mungkin juga pesan ini diabaikannya begitu saja.
"Ada apa? Apa ada yang masih ingin kau sampaikan?" Tanya Ouranos sambil berbalik ke arah pelayan setianya itu.
Dengan tangan mengatup di dada dan kepala tertunduk, Hector memberanikan diri untuk menyampaikan pesan lainnya kepada Kaisar Ouranos.
"Begini Kaisar, ini mengenai adik Kaisar, Dewi Alena. Saya sudah meminta Dewi Alena untuk tidak datang ke Istana Langit hari ini, berhubung karena besok akan diadakan pertemuan besar. Namun Dewi Alena menolak dan bersikeras melakukan perjalanan ke Istana Langit. Dan kabarnya mungkin akan tiba besok pagi-pagi sekali." Jelas Hector panjang lebar dengan suara lantangnya.
Setelah Hector menyampaikan pesan itu, Kaisar hanya diam. Hanya terdengar suara langkah kaki Kaisar yang sedikit diseret berjalan menuju tempat duduknya, dan mulai duduk.
Ia bertingkah menyibukkan dirinya dengan membuka beberapa gulungan surat yang semalam baru sampai.
Hector sudah menduga reaksi Kaisar pasti akan begini. Kaisar Ou itu sangat tidak suka dengan orang yang tidak patuh, dan ia benar-benar malas meladeninya.
Sesekali Hector memberanikan diri mengangkat kepalanya melihat ke wajah Kaisar. Ia ingin tahu bagaimana ekspresi tuannya itu saat ini.
Ternyata hanya datar dan terlihat sangat tidak peduli. Hector bingung harus bagaimana agar Kaisar menanggapinya, apa lagi kepala dan tangannya sudah mulai kelelahan.
Karena tidak tahan lagi, ia memutuskan untuk memberanikan diri lagi bertanya pada Kaisar dan meminta tanggapannya.
__ADS_1
...
......................