Overgear

Overgear
Bab 10


__ADS_3

Keesokan paginya.


Satria bangun pagi-pagi dan mulai berolahraga, walaupun tidak banyak gerakan yang dilakukannya.


“Aku harus mempersiapkan diri agar fisik ini lebih kuat di dalam game. Aku juga harus belajar ilmu berpedang, menggunakan skill Mystical Wind saja tidak cukup,” gumamnya sambil menyeka seluruh keringat di sekujur badannya.


Kemudian dia langsung masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Semua sarapan pagi telah disiapkan. Agar pagi ini Satria tidak telat seperti biasanya.


Berhubung sudah punya uang, Satria memesan ojek online agar lebih cepat sampai ke kampus. Biasanya dia menaiki angkot ke kampus dan itu yang membuatnya selalu terlambat.


Di dalam perjalanan menuju kampus, Satria melihat kanal Youtube mencari informasi mengenai perkembangan game Overgear. Semua kanal yang berhubungan dengan game Overgear semuanya membicarakan tentang dirinya.


“Dasar, ini terlalu berlebihan!” gerutu Satria dan mematikan ponsel pintarnya dengan mengerucutkan bibir.


“Kenapa mas?” tanya sang driver ojek online karena mendengar keluhan Satria.


“Tidak apa-apa pak. Ini game Overgear lagi heboh mengenai kemunculan pemain pemula yang terlalu digembor-gemborkan. Padahal menurutku pemain baru itu biasa saja,” jawab Satria yang telah menilai diri sendiri buruk.


“Mas, sudut pandang setiap orang berbeda. Kita tidak bisa memaksakan sudut pandang kita ke orang lain ataupun sebaliknya. Intinya sih, coba kita pahami bagaimana orang lain memandang kita dan posisikan kita seperti orang itu. Maka kita akan mengerti dengan sudut pandang mereka,” sergah sang driver ojek online sekaligus memberikan nasihat pada Satria. “Mas, sudah sampai.”


“Terima kasih pak. Pembayarannya via aplikasi ya pak.” Satria pun langsung turun dan berlari masuk ke arah pintu gerbang. Dia memberikan tips sebesar 50.000 untuk sang driver ojek online, sebab telah memberinya pencerahan.


Lagi asyik-asyiknya berpikir mengenai nasihat dari sang driver ojek online, Satria langsung ditarik kerahnya oleh Vincent. “Kepala kangkung, mau kemana kau?”


“Gak kemana-mana kaisar. Aku hanya-hanya ingin masuk ke kelas.” Satria menangkupkan tangan dengan gestur tubuh memohon agar tidak ditindas lagi oleh 4E. “Aku mohon!”

__ADS_1


“Sampah!” Vincent melayangkan pukulan yang kuat ke pipi kanan Satria dan membuatnya terjungkal ke belakang hingga tubuhnya menghantam tong sampah.”Sampah busukmu sepertimu memang pantas masuk tong sampah, hahaha ….”


Kira masih belum puas setelah Vincent menghajar pipi kanan Satria. Dia segera melayangkan tendangan menyapu dari atas ke bawah dan sasarannya adalah kepala Satria. Dia ingin membuat Satria gegar otak dengan tendangan kakinya.


BAM!


Tapi tendangan itu tidak berhasil mengenai kepala Satria, karena tiba-tiba Safira muncul dan langsung melakukan tendangan menyamping mengenai pinggang kiri Kira.


“Tidak di game tidak juga di dunia nyata. Kalian selalu saja bikin onar, sampah!” hardik Safira dengan tatapan tajam seperti manik mata Elang.


Safira yang saat ini menegakan badan Satria, bukan seperti yang kemarin Satria kenal. Ini seperti satu orang yang sama dengan kepribadian ganda.


“Awas kau! Kami akan memburumu di game dan membuat levelmu sampai 0, hahaha …,” tunjuk Arven ke arah Safira sambil berjalan mundur dengan tertawa jahat. Lalu keempat anggota Geng 4E membalikan badan serentak dan berjalan cepat ke arah kelas karena segera karena dimulai.


Pipi kanan Satria lebam dan Safira memapahnya untuk dituntun ke arah kelas. Tidak ada yang berani macam-macam dengan geng 4E, sampai para dosennya pun jika mereka berbuat onar hanya mendiamkan saja.


Tapi sekarang di depan mata mereka, Safira malah memapah Satria yang terkenal dengan julukan si Iblis Bau.


"Nona Safira! Apa anda tidak muntah memapah si Iblis bau itu?" tunjuk salah satu rekan Satria bernama Jiko yang sering membully Satria bersama geng 4E.


“Bau?” Safira mengendus-endus raunga di sekitarnya dan tidak menemukan bau yang dianggap oleh Jiko. Karena bau badan Satria sudah berubah menjadi bau wangi yang semerbak. “Tidak ada tuh. Aku rasa hidungmu perlu diperiksakan ke Dokter THT.”


Semua rekan-rekan Satria tertawa, kecuali Jiko, dan anggota 4E yang menatap tajam Safira dan Satria.


Beberapa saat kemudian, dosen pria yang bernama Pak Milky masuk dan bersiap memulai pelajaran. tapi sebelum belajar, Safira dipersilahkan untuk mengenalkan diri pada semua mahasiswa dan mahasiswi yang akan menjadi rekan kelasnya.

__ADS_1


***


7 jam kemudian.


Suara bel pulang pun berbunyi dan semua mahasiswa bergegas pulang termasuk Satria dan Safira yang akan masuk ke dalam game di tempat yang berbeda. Safira masuk dari rumahnya, sedangkan Satria dari kontrakannya.


Safira pun tergolong baru memainkan game Overgear. Tapi berkat dirinya punya akses VVIP dan masuk Guild Versaxus via orang dalam, reputasinya naik drastis. Tidak ada yang tidak mengenal pemain yang bernama Sylya yang dijuluki 'Queen Of Destruction.'


Akira masuk ke Terminal Navigator dan melihat Safira sedang berjalan menuju outlet yang menjual ramuan nutrisi. Dia ingin membeli beberapa ramuan nutrisi, heal potion dan demon potion.


Ya, ras yang dipilih oleh Safira adalah ras Demon dengan job summoner yang belum berevolusi ke level selanjutnya karena baru sampai ke level 20.


Satria yang melihat Safira langsung bersembunyi di belakang robot sistem A.I. di wilayah Terminal Navigator. Menunggu Safira masuk ke dalam game, baru dia keluar dari ruangan salon untuk membeli beberapa keperluan seperti heal potion.


Tetapi, Satria kesulitan karena energinya bukan menggunakan MP, AP, ataupun DP tapi SP. Pastinya SP sangat sulit didapatkan di outlet Nexus Enterprise manapun. Bisa dikatakan jika SP merupakan potion langka.


Setelah membeli heal potion 10 botol dan menghabiskan uang Rp,500.000. Satria yang terus menggerutu karena harg heal potion yang terlalu mahal, langsung menekan jam tangannya untuk masuk ke dalam dunia cermin.


Pas sekali, ketika Satria sampai di Katedral. Sudah ada Safira yang menggunakan tubuh aslinya, hanya berbeda warna rambutnya saja yang berwarna ungu cerah.


Safira ditugaskan Prigya untuk mencari informasi mengenai keberadaan pemain Regalia di Kerajaan Servin.


Untung saja Satria sudah memakai topeng cyborg predacon. Jika tidak, Safira akan mengenalinya dan membuat Satria di dunia nyata akan sangat kerepotan.


Satria segera berlari ke arah Trial Tower yang berdampingan gedungnya dengan Akademi Lunar untuk menyelesaikan misi khusus dari Tessa yang tersisa waktu dua hari di dalam game.

__ADS_1


Satria sudah berada di depan pintu masuk Trial Tower dan bersiap masuk dengan tatapan waspada. Kemudian dia mengeluarkan Bloodfallen dari inventaris sistem.


__ADS_2