Overgear

Overgear
Bab 45


__ADS_3

"Divine Primordial!"seru Satria dan mengepakkan sayapnya dengan cepat melesat ke arah Hyper Orc. Kemudian menembakan siluet-siluet pedang merah ke arah Hyper Orc.


TRANG! TRANG!


Keenam tentakel tersebut membentuk dinding di depan tubuh Hyper Orc, untuk menangkis setiap siluet pedang merah yang ditembakkan oleh Satria.


Pria berzirah cyborg merah marun tersebut melemparkan Bloodfallen dan mengendalikannya dengan skill telekinesis agar terbang memutar seperti gasing.


Dua tentakel melesat ke arah Bloodfallen untuk menerkamnya dengan kedua mulut Naga tersebut.


Namun saat berarak kurang dari 10 cm, Satria menggerakkan jarinya agar pedang katana itu berbelok melengkung menghindari terkaman mulut kedua kepala Naga dari ujung tentakel tersebut.


“Rasakan ini!”


Satria mengayunkan tangan kanannya dari atas ke bawah untuk mengendalikan Bloodfallen agar berputar lebih cepat dan memotong kepala Naga yang berhasil dilewati Bloodfallen tersebut.


SLASH! SLASH!


Siluet garis putih tercetak jelas di kedua tentakel dan bersamaan itu pula kepala Naga yang berada di ujung kedua tentakel tersebut terpenggal.


[Super critical hit terpicu!]


[Monster Hyper Orc terkena efek Bleed]


[-3000]


[-3000]


[... ….]


Satria mengernyit melihat panel hologram yang menunjukan efek berdarah dari tubuh Hyper Orc. Ternyata efe Bleed atau berdarah tersebut, poin HP-nya kerusakannya lebih besar ketimbang dari serangan biasa.


Hyper Orc masuk dalam mode mengamuk dan membuat keenam tentakelnya yang masih tersisa bergerak cepat memburu ke arah Satria.


PSSH!


Kedua tentakel melepaskan gas hitam beracun dari kedua mulut Naganya dan membuat pandangan Satria terhadap tubuh Hyper Orc terhalang.


Saat itu pula keluar dua tentakel lain dan menggigit kedua bahu Satria menyuntikan racun yang menyerap poin HP miliknya.


[-3000]


Akan tetapi, semua racun yang disuntikan melalui kedua kepala Naga yang menggigit pundak Satria tersebut tidak berguna. Sebab Satria telah dilindungi oleh skill pasif glory of predacon yang bisa menahan segala jenis racun atau efek apapun.


Satria memang merasa kesakitan, tapi dia punya kesempatan untuk memotong kedua tentakel milik Hyper Orc dengan menggerakkan Bloodfallen untuk berputar cepat ke arahnya.


SLASH! SLASH!


[Super critical hit terpicu!]


[Monster Hyper Orc terkena efek Bleed]

__ADS_1


[-3000]


[-3000]


[... ….]


Hyper Orc meraung keras semakin marah dan tubuhnya diselimuti aura merah yang berkobar-kobar. Keempat tentakel yang terpotong ujung kepala Naganya menyusut ke punggung Hyper Orc.


“Groaaaar …!”


Hyper Orc meledakan diri dengan mengeluarkan energi berwarna ungu dari dalam tubuhnya. Membentuk bola cahaya berwarna ungu pekat dan terus menyebar menghanguskan apapun yang dilewatinya.


SWUSH!


bola energi itu terus menyebar seperti gelombang kejut. Satria terbang secepat mungkin untuk menjauh dari energi yang akan menghanguskan nya. Disela-sela dirinya kabur, dia masih bisa memulihkan poin Hp yang telah berkurang 60% dengan minum 2 botol cairan hijau.


Atap Orc Tempel pun hancur berkeping-keping dan poin HP milik Hyper Orc menurun 50% dan tersisa 20000 poin HP.


Untung saja Satria terbang sangat cepat. Jika tidak, dia sudah dikirim ke Katedral untuk dibangkitkan kembali.


Bola cahaya itu hanya menyebar sejauh radius 500 meter dan Satria tebang menjauh sejauh 700 meter.


[Monster Hyper Orc terkena efek Slow, Confucius, dan Paralyze selama 1 menit]


Satria segera terbang dengan kecepatan penuh menuju Hyper Orc yang terkena efek debuff. Dia harus memaksimalkan kesempatan ini untuk membuat poin HP Hyper Orc menyentuh angka nol.


Sesampainya di depan Orc, Satria menyerang dengan bertubi-tubi dan menyeru, “Divine Primordial!”


Mulai dari menembakkan proyektil air, menembakan siluet pedang merah, menebas cepat bertubi-tubi ke tubuh Hyper Orc, dan terakhir menembakan bola-bola cahaya sampai poin SP yang dimilikinya habis.


[Super critical hit terpicu!]


[Monster Hyper Orc terkena efek Bleed]


[-3000]


[-3000]


[... ….]


Sampai pada akhirnya, poin HP milik Hyper Orc menyentuh angka nol. Satria segera menyerap tubuh Hyper Orc untuk menyerap semua kemampuan yang dimilikinya.


[Selamat, pemain Regalia telah berhasil menggabungkan tubuh Hyper Orc. Mendapatkan skill Rage Of Extinction. Semua skill tersebut telah digabungkan ke skill Divine Primordial]


[Selamat, pemain Regalia mendapatkan 6000 poin pengalaman karena telah membunuh monster rank Lord]


Akhirnya harta karun yang diceritakan di forum-forum game Overgear itu memang nyata. Walaupun harta karun yang dituliskan di forum tersebut hanya sebuah tulisan isapan jempol belaka. Di depan matanya melayang sebuah kotak emas dengan ukuran lebih besar.


Saat dibuka, Satria melebarkan mata dengan menjatuhkan rahang. Dia mendapatkan 5 juta koin gold dari kotak emas tersebut.


Tubuh Satria segera di teleportasikan ke luar wilayah Orc Temple dan kebetulan Arven yang memiliki job Fighter dan sudah dievolusikan sampai tahap akhir, yakni Job Emperor sedang berada di depan lingkaran teleportasi di depan gapura Orc Temple.

__ADS_1


Pria berambut merah yang Emperor set armor tersebut melongo melihat Satria yang baru muncul di lingkaran sihir teleportasi. Dia coba mengingat-ingat sesuatu, karena cyborg armor suit yang dipakai Satria sudah berubah menjadi warna hitam kecoklatan.


Arven baru ingat setelah melihat topeng predacon, “Dia Satria, serang!” teriaknya.


Satria panik dan langsung mengaktifkan skill terbarunya yang didapat dari penggabungan tubuh Hyper Orc, “Divine Primordial!”


Tubuh Satria meledakan energi berwarna ungu pekat membentuk pilar energi dan menjulang sampai ke langit. Lalu membentuk siluet bola cahaya dan menyebar sejauh 500 meter dengan cepat.


SWUSH!


[Critical Hit terpicu]


[Pemain Regalia dikurangi poin HP-nya 25%]


[Pemain Arven, Miki, Song, July Rakya , Veril, Mustafa, Gio, Zalem, Hans, Hana, Jomanji dan Juen terkena efek Confucius, Bleed, dan Poison selama 5 detik]


[-3200]


[... ….]


“Stealth!”


Satria segera membuat dirinya transparan agar tidak dapat dilihat oleh mereka. Sebab tak mungkin jika dirinya melawan 11 pemain berlevel 40 sendirian.


Maka dari itu, Satria langsung kabur dengan terbang secepat mungkin dari wilayah Orc temple menuju pusat Kerajaan Servin.


Tentu saja yang dituju adalah Katedral. Satria sudah sangat lelah dan ingin keluar dari game untuk beristirahat.


Sesampainya di Katedral, pria berzirah cyborg hitam itu segera keluar menuju Terminal Navigator untuk menukarkan 5 juta koin gold di Nexus Outlet menjadi mata uang rupiah.


Satria tak mau berhutang pada Safira dan sesegera mungkin melunasinya. Dia terus bersikap dan menatap waspada. Takutnya, anak buah Maxwell akan kembali memburunya di Terminal Navigator.


Setelah merasa aman, Saria segera masuk ke outlet Nexus dan melakukan transaksi dengan resepsionis wanita di outlet Nexus.


Untung saja saat ini agak sepi dan lengang dari pemain yang setiap hari lalu lalang. Jika ramai, para pemain game Overgear bisa muntah darah Satria menukar 5 juta koin gold ke Outlet Nexus hanya dalam sekali transaksi.


Transaksi selesai dan Satria mendapatkan uang pas 100 juta atau setara 5000 evo. Wajahnya terpancar penuh cahaya dengan maa berbinar-binar bisa mendapatkan uang 100 juta dari raid dungeon.


Dia pun langsung keluar dari Terminal Navigator menuju markas guild Eterna atau tepatnya ruko milik Hera.


Suasana di ruko sangat sepi. Tidak ada orang satupun, karena Safira, Zenia dan renata sedang mengurus pendaftaran guild Eterna di pusat kota Bandung, atau tepatnya kantor Nexus Enterprise cabang Provinsi Jawa Barat.


***


Keesokan paginya, gerbang Kampus ITB.


Satria dan Zenia keluar dari angkot berwarna hijau dan berjalan perlahan dengan senyum merekah juga mata berbinar-binar.


Pasalnya, pengajuan guild Eterna disetujui dengan cepat. Kurang dari 24 jam pengajuan tersebut disetujui, karena melihat yang mengajukan ada Zenia dan Renata serta syaratnya memang terpenuhi semua.


Zenia dan Satria terus ditertawakan sepanjang lorong menuju kelas. Terutama Satria yang kalah oleh Nion. Video rekamannya sudah beredar di semua kanal media nasional maupun internasional.

__ADS_1


Akan tetapi, Arven Kira dan Vincent justru tidak menertawakan mereka berdua. Justru kebalikannya,mereka bertiga menatap tajam dengan rahang mengeras. setelah anggota dalam party guild 4E dibuat kena mental oleh skill milik Satria.


Arven, Kira, dan Vincent tak menyangka, kalau Satria punya banyak kartu as yang bisa mengancam kedudukan guild 4E. Untuk itu mereka terus meningkatkan kekuatan tempur guild supaya jika bertemu lagi dengan Satria di dalam game, mereka tidak lagi dipermalukan.


__ADS_2