Overgear

Overgear
Bab 43


__ADS_3

"Untuk surat kontrak. Biar aku yang urus!" Renata mengacungkan tangan.


"Untuk biaya pendirian guild. Aku yang urus!" timpal Safira juga ikut mengacungkan tangan.


"Aku yang akan mengurus berkas-berkas surat untuk pengajuan syarat pendaftaran guild sekaligus yang akan pergi ke kantor cabang provinsi Nexus Enterprise," timpal Zenia.


"Baiklah." Satria menekan tombol Overdrive untuk memunculkan kode QR pertemanan. "Silahkan pindai yang belum berteman."


Hanya Raven yang memindai kode QR milik Satria, karena memang belum berteman dengannya.


Selanjutnya, Satria mengirimkan satu orang 1 kotak platinum, 1 orb stone infinity dan surat rekomendasi pada Luna serta Raven.


Mereka berdua belum menyentuh tahap akhir evolusi job masing-masing. Raven masih di tahap pertama job spell knight dan Luna masih di tahap pertama job Magician.


“Terima kasih.” Safira, Zenia, Luna, Renata, dan Raven tersenyum sumringah.


“Ya sama-sama. Sementara kita sembunyikan nama guild ini dari dunia luar. Agar jangan sampai diendus oleh guild yang memusuhi kita. Setelah level dan job kita sudah mumpuni, baru kita rencanakan balas dendam pada semua guild yang telah menekan kita,” jelas Satria.


“Siap, Guild Leader,” balas serentak Safira, Zenia, Luna, Renata, dan Raven.


Safira, Zenia, dan Renata bekerja sama segera mengurus surat kontrak dan surat pengajuan guild. Sedangkan Luna bersama Raven masuk ke dalam game untuk melakukan pendaftaran evolusi job dan akan melakukan penggerebekan bersama di Gaikoz Castle.


“Lebih baik aku hajar semua bos monster tersembunyi sekaligus mengumpulkan gold. Untuk membayar semua kontribusi mereka,” gumam Satria dan langsung masuk ke Terminal Navigator. Kemudian diteruskan masuk ke dalam game.


Satria tiba di depan Katedral dan langsung menuju Kerrie Beach untuk berburu. Walaupun tidak mendapatkan poin pengalaman jika melakukan leveling di Kerrie Beach, tapi tujuan Satria adalah menyerap boss monster tersembunyi dan mengumpulkan koin gold.


Satria berlari secepat mungkin dan menggunakan skill stealth agar tak dapat dideteksi oleh semua anggota guild yang memusuhinya.


“Eagle Vision!” seru Satria menerapkan persepsi pandangan mata Elang, supaya dapat melihat semuanya dari atas melalui topeng predacon.


Dari persepsi pandangan mata elang, Satria melihat banyak anggota luar 4E, Ambroxol dan Helios bersebunyi sepanjang wilayah yang terhubung menuju Kerrie Beach.


Namun semuanya tidak masalah, karena Staria sudah mengantisipasinya dengan skill Stealth dan skill Eagle Vision.


Satria sampai di Kerrie Beach dan langusng berburu mengeluarkan Bloodfallen.


“Aku akan mencoba skill yang baru milik Mgea Orc. Divine Primordial!”


Satria membayangkan lingkaran sihir pemanggilan untuk memanggil monster. Muncul lingkaran sihir yang cukup besar di permukaan pasir pantai.


Memunculan Orc setingggi 3 meter dengan kulit merah dan memakai zirah cyborg lengkap berwarna hiam kemerahan dengan motif garis retakan lava di sekujur tubuh.


Mereka adalah pasukan Mega Orc. Ada yang membawa pedang dan perisai, pedang besar, dan tombak. Ada pula Orc yang ukurannya lebih besar dengan helm ziah bertanduk dan dipunggungnya banyak duri lava. Serta ada ang memakai pakaian penyihir berwarna seperti zirah cyborg dengan keempat tanduk kecil.


“Maju!” Satria menjentikan jari untuk meberi perintah pada pasukan Mega Orc dan membantai setiap monster yang mereka temui di Kerrie Beach.


Blue Slime, Croocked, dan Harpy dibantai satu persatu tak tersisa. Setiap monster yang berhasil dibunuh itu menjatuhkan 10 gold per monster. Satria tak sungkan lagi segera menyimpannya ke dalam ransel inventaris sistem slot 1 dan mendapatkan 1000 gold.


Mega Orc army hilang dari pandangan Satria setelah membantai 100 monster yang berada di Kerrie Beach.


[Ding! Terdeteksi Boss monster]

__ADS_1


¤—-----------¤—------------¤


[Nama Monster: Harpy Queen]


[HP: 10.000]


[Level: 10]


[Rank: Chief]


[Poin pengalaman: -]


¤—-----------¤—------------¤


Seorang perempuan seksi setinggi 5 meter, memiliki tangan berbentuk sayap berwarna merah, memakai gaun berwarna ungu yang sangat sesuai dengan lekuk tubuhnya dan mahkota emas di atas kepalanya, muncul di atas ketinggian 100 meter.


“Divine Primordial!” seru Satria membayangkan bola-bola cahaya menembak ke arah Harp Quen.


BOOM! BOOM!


Suara rentetan ledakan disertai kepulan cahaya muncul di udara. Tepatnya Harpy Queen yang sedang melayang terbang.


[Super Critical hit terpicu]


[-5000]


[-5000]


[... ….]


Satria segera menyimpannya dan mendapatkan 100 gold dari setiap kotak emas. Lalu menyimpannya di ransel inventaris slot 1.


Hal yang ditunggu oleh Satria muncul, yakni lingkaran sihir berwarna hitam dan menteleportasikannya ke sebuah pulau kecil seluas 200 meter.


[Ding! Terdeteksi Boss monster tersembunyi]


¤—-----------¤—------------¤


[Nama Monster: Dragon Girl Queen]


[HP: 30.000]


[Level: 30]


[Rank: Lord]


[Poin pengalaman: 5000]


¤—-----------¤—------------¤


Muncul seorang wanita yang memiliki kaki dan tangan seperti cakar Naga berwarna merah, helm kepala Naga merah dan kedua sayap Naga berwarna merah dengan bagian dalam sayap berwarna hitam, serta ekor Naga berwarna merah juga.

__ADS_1


Dragon Girl Queen mengibaskan kedua sayapnya dan terbang untuk menembakan siluet–siluet bulu berwarna merah darah ke arah Satria.


Dengan sigap dan reflek yang cepat, Satria mementalkan setiap siluet bulu ke berbagai arah. Lalu menyerang balik dengan tembakan proyektil-proyektil air berwarna ungu dengan kekuatan penuh dan tepat sasaran mengenai dahi Dragon Girl Queen, “Divine Primordial!”


JLEB! JLEB!


[Super Critical hit terpicu!]


[-1000]


[-1000]


[... ….]


Poin Hp milik Dragon Girl Queen menurun drastis tersisa 10.000 poin. Gadis Naga tersebut menarik katana di pinggangnya dan terbang melesat cepat ke arah Satria untuk menebasnya secara acak.


TRANG! TRANG!


Satria berhasil menangkis setiap lesatan tebasan yang dilancarkan oleh Dragon Girl Queen, hingga kedua bilah katana yang bergesekan tersebut memercikkan percikan api.


Pria berzirah cyborg merah tersebut tidak berhenti hanya untuk bertahan. Dia menunggu celah untuk menyerang balik dan celah itu muncul setelah Satria menangkis tebasan terakhir yang dilancarkan Dragon Girl Queen, Mystical Wind!”


SLASH!


[Super Critical hit terpicu!]


[Dragon Girl Queen terkena efek Bleed selama 5 menit]


[-1000]


[-500]


[-500]


[... ….]


Poin HP milik Dragon Girl Queen menyentuh angka nol dan langsung diserap oleh Satria, "Divine Primordial!"


Zirah Satria berubah memiliki sayap berwarna merah marun dan semua bagian zirah cyborg armor tersebut juga berubah menjadi warna merah marun.


[Selamat, pemain Regalia telah berhasil menggabungkan tubuh Dragon Girl Queen dan mendapatkan skill Dragon Fly, Fly Sword, serta Hyper Move. Semua skill tersebut telah digabungkan ke skill Divine Primordial]


[Selamat, pemain Regalia mendapatkan 500 poin pengalaman karena telah membunuh monster rank Lord]


[Selamat, pemain Regalia telah naik ke level 30 dan membutuhkan 19000 poin pengalaman untuk naik ke level 31]


[Selamat, pemain regalia mendapatkan 20 pecahan Arc Of Life]


Tubuh Satria berkedip dan teleportasikan kembali ke bibir pantai Kerrie Beach. “Divine Primordial!” seru Satria mengaktifkan 3 skill sekaligus dari hasil penggabungan tubuhnya dengan Dragon Girl.


Sayap merah marun itu mengepak dan mengangkat tubuhnya. Lalu terbang dengan kecepatan gila-gilaan menuju Orc Temple.

__ADS_1


Satria memang puas mendapatkan zirah cyborg baru dan 3 skill dari Dragon Girl Queen. Tapi tidak puas dengan koin gold yang didapatkannya di wilayah Kerrie Beach, sebab hanya mendapatkan 2000 koin gold.


__ADS_2