
Markonah mengetuk pintu kontrakan Satria dan beberapa kali memanggilnya, “Sat! Satria! Ini ada gadis yang mencarimu!” panggilnya dan tidak mendapat sahutan.
Rupanya Satria tertidur kelelahan bermain game Overgear dan mendapatkan hadiah dari Tessa setelah menyelesaikan misi khususnya.
“Sepertinya dia sudah tidur. Tapi aku sudah datang kemari dan pantang pulang sebelum mendapatkan apa yang aku inginkan,” gumam Safira di belakang tubuh Markonah karena sudah dibukakan pintu gerbangnya oleh Sijem.
“Bu, maaf. Biar aku coba mengetuknya. Mungkin saja Satria sedang di kamar mandi,” pinta Safira dan dianggukan oleh Markonah. Kemdian dia mengetuk pintu kontrakan Satria, “Sat! Satria! Ini aku Safira. Maaf menggangumu malam-malam begini. Bisakah kita bicara?”
Satria yang sedang asyik-asyik bermimpi mantap-mantap dengan Safira pun terbangun. Dia mengerjapkan mata, “Hoaam …. Siapa malam begini mengetuk pintu kontrakanku? Ganggu saja mimpi indahku, sial! Jika yang mengetuk intu ini Safira, aku akan menciumnya untuk melanjutkan kisah cintaku didalam mimpi, sial-sial!”
Satria pun bankit dengan menucek matanya dan berjalan agak limbung menuju pintu kontrakanya dan membuka pintu itu. Alangkah terkejutnya Satria dengan mata membola melihat gadis di dalam mimpinya ternyata benar dan ada di depan pintu kontrakannya, “Sa-safira?! A-ada apa malam-malam begini?!”
“Bisakah kita bicara penting dan kita pergi menggunakan mobilku ke suatu tempat?” pinta Safira dan membuat detak jantung Satria berdegup kencang tak beraturan.
“Aduh, ada apa ini? Bicara hal penting. Jangan-jangan …. Ah, tidak mungkin,” pikir Satira dengan melebarkan mata.
Tangan Satria langsung ditarik oleh Safira menuju mobilnya, tapi sebelum jauh, Satria mengunci kontrakannya terlebih dahulu.
“Cie-cie Satria dapat pacar yang sangat cantik,” goda Markonah sambil bersiul ria dan membuat seisi kontrakan yang lainnya keluar melihat apa yang terjadi.
“Selera anak zaman sekarang sudah kebalik ya.”
“Benar-benar hebat si bocah bau itu.”
__ADS_1
“Mantul coy! Satria memang hebat bisa memiliki pacar secantik itu. Lah, aku kapan? Haaa!”
Semua tetanggga Satria bergosip ria membicarakan Satria yang dijemput oleh Safira dan kabar itu segera menyebar seperti Si jago Merah membakar rumah penduduk.
Safira dan Satria masuk mobil yang terlalu mewah menurut Satria. Dia sedikit rendah diri dan tidak pantas mobil tersebut. Pria gendut itu juga tak menyangka dibalik kesederhanaan Safira di waktu pertemuan pertama kali dengannya, ternyata gadis itu gadis yang sangat kaya melebihi ekspektasi Satria.
“Nona Safira, maaf. Sebenarnya apa yang ingin Nona —?”
“Jangan terlalu formal Regalia. Aku tahu itu kamu, baumu itu sungguh khas di kedua lubang hidungku dan tidak ada pria yang bisa menyamai baumu. Jadi jujur saja jika kamu pemain Regalia dan katakan semuanya padaku!” potong Safira dengan agak memaksa.
“Kalau memang aku pemain Regalia. Apa yang ingin kamu lakukan? Merekrutku dan memanfaatku? Terus kalau aku menolak kalian akan memburuku?” geram Satria dan langsung menjawab apa yang ingin dijawab dari pertanyaan Safira.
Safira menekan tombol rem dan membuat mobil hypercar tersebut berhenti mendadak.
“Jadi kamu?! —”
“Ya, aku udah menyelidiki semua informasi tentangmu. Aku tidak akan bertanya lagi tentang bagaimana dirimu mendapatkan Overdrive? Aku berjanji padamu tidak akan membuka rahasia ini, aku janji.” Safira mengangguk tegas dan tak menarik lagi tubuhnya.
“Baiklah, aku mempercayaimu. Lalu apa rencanamu?’ tanya Satria yang mulai luluh dan percaya dengan ketulusan Sahati Safira.
“Tiga hari lagi game Overgear akan mengadakan kompetisi dungeon party minimal satu party dua orang pemain. Tapi menurut kabar bocoran dari GM keseluruh 10 guild teratas kompetisi pertarungan bebas dengan tema event War Sengoku. Syarat level pemain bebas tapi ada syarat tambahan yakni harus mempunyai pet,” jelas Safira dengan raut muka serius.
“Lalu bagaimana cara mendapatkan pet itu? Dengan levelku yang masih level empat aku bisa ikut. Aku harus ikut kompetisi ini dan memburu anggota geng 4E di dalam game,” tanya Satria dengan raut muka penasaran.
__ADS_1
“Jam 12 nanti setiap ada pembaruan untuk melangsungkan event. Notifikasi gacha akan muncul setelah selesai pembaruan sistem terbaru dan gacha itu membutuhkan Orb Stone dan hanya bisa didapatkan dari monster yang telah dibunuh atau ‘Drop item’.”
“Ada tiga jenis Orb Stone, warna hijau bisa untuk satu kali putaran gacha, kuning bisa untuk 5 kali putaran gacha dan warna merah untuk 10 putaran gacha,” jelas Safira.
“Maksud Safira batu merah ini?” Satria menekan tombol jam tangannya dan memunculkan hologram batu merah di atas jam tang. Itu proyeksi gambar dari inventaris sistem miliknya.
"Apa?! Darimana kamu mendapatkan Orb Stone ini?" Safira melebarkan mata melihat Satria memiliki banyak Orb Stone di inventaris sistemnya.
Padahal Orb Stone hijau saja sudah didapatkan dan berada di dataran Archmedeia dan hanya bisa dimasuki oleh pemain minimal level 50 ke atas.
"Aku mendapatkannya dari Trial Tower,'' jawab Satra datar dan merasa seperti biasa saja. "Aku jual saja batu ini padamu, bagaimana? Saat ini aku membutuhkan uang untuk membeli motor."
"Satria, jika kamu bertingkah polos seperti ini aku bisa saja memanfaatkanmu. Tahukah kamu jika Orb Stone itu lelang bisa mendapatkan minimal 5 Evo itu yang level A atau Orb Stone hijau," terang Safira dan membuat Satria menjatuhkan rahang. "Kita tunggu saja jam 12 malam. Lalu kita masuk ke terminal Navigator untuk melakukan gacha tersembunyi di outlet milik ayahku."
Satria terdiam dan membuatnya sungguh-sungguh bodoh. Untung saja Safira memberitahunya tentang Orb Stone, jika tidak pasti akan membuangnya atau menjualnya murah ke outlet Nexus Enterprise untuk ditukarkan menjadi gold.
Mereka terus berbincang memikirkan strategi untuk selanjutnya agar bisa menduduki posisi teratas dalam event 'War Sengoku' tiga hari kemudian dan itu setara 3 bulan kemudian di dunia cermin game Overgear.
Suara pemberitahuan pembaharuan sistem terdengar di Overdrive milik Satria dan Safira. Lalu mereka berteleportasi ke Terminal Navigator. Hanya ada para pemain dari 10 guild teratas yang bersiap berburu Orb Stone dengan melakukan raid dari dataran terendah sampai dataran tertinggi di game Overgear.
Satria juga melihat Arven, Zenia, Kira dan Vincent sedang melakukan pembelian di outlet Nexus. tetapi, keempat musuhnya itu tidak melihatnya.
Satria yang ditarik tangannya oleh Safira tiba di sebuah bar bertuliskan Versaxus. Mereka berdua masuk dan banyak anggota guild Versaxus sedang berbincang dan bercengkrama sambil minum-minum.
__ADS_1
Mereka hanya melontarkan senyum pada Safira dan sebaliknya gadis berambut coklat lurus tersebut membalas hanya dengan senyuman.