Overgear

Overgear
Bab 32


__ADS_3

“Aku akui kau memang hebat bisa mengimbangi kecepatanku. Tapi itu belum seberapa. Psycho teleportation!” seru Zenia dan tubuhnya hilang dari pandangan mata Satria.


“Scarlet Emperor!” Satria menangkis tusukan Highlander yang dilesatkan Zenia ke arah tengkuknya. “Secepat apapun aku tetap bisa membaca pergerakanmu!”


“Iya kah? Explosion Trap!” Zenia melompat mundur sambil menjentikkan jari untuk mengaktifkan lingkaran sihir di bilah Bloodfallen yang telah dipasang sebelumnya ketika bilah Highlander berbenturan dengan bilah katana hitam itu.


BOOM!


[-1000]


Tubuh Satria terkena ledakan dan terlempar. Dia mencoba menyeimbangkan badan yang terus terpundur sejauh 50 meter.


“Benar-benar pintar,” gumam Satria dengan raut muka meringis kesakitan dari balik topengnya. “Divine Primordial!”


Setelah tubuhnya berhenti, Satria masuk dalam mode mengamuk dan menusukan bilah Bloodfallen ke permukaan tanah untuk memunculkan ribuan bilah pedang Bloodfallen dalam radius 300 meter.


“Ethereal Assassin Weapon: String!” Zenia menembakan dari telapak tangan kirinya sebuah kawat tajam ke salah satu batang pohon. Lalu menarik kawat tersebut agar dia bisa menghindari tusukan ribuan bilah pedang yang keluar di bawah telapak kakinya.


Disaat tubuh Zenia melayang dan akan menggapai salah satu dahan pohon, Satria menembakkan proyektil-proyektil air ke arahnya.


JLEB! JLEB!


[-100]


[-100]


Zenia terkena proyektil air secara beruntun karena tidak mampu mengelak, walaupun berhasil mendarat di salah satu dahan pohon yang terikat oleh kawat miliknya.


Salah satu pedang ninjato sepanjang 80 cm dikeluarkan Zenia dari dalam inventaris sistem. Dia mulai merasa kesal karena Satria mampu membalas serangannya.


“Multiple Clone!” seru Zenia dan menciptakan banyak duplikat dirinya. Skill ini hanya bisa digunakan oleh pemain yang memiliki jon Psycho Assassin.


“Stealth!” Satria tidak mau kalah dan membuat dirinya hilang dari pandangan Zenia.


Tubuhnya tidak mampu dideteksi oleh skill pendeteksi apapun, karena tidak ada suara, dan aura energinya tidak terbaca.

__ADS_1


“All Seing Eye: White Eye!” seru Zenia mengedarkan persepsi pandangan 360 derajat dan pandangannya mampu menembus apapun.


Sayangnya, kemampuan mata tersebut tak mampu mendeteksi keberadaan posisi Satria saat ini.


SLASH! SLASH!


Satu persatu tubuh duplikat Zenia yang sedang kebingungan mencari Satria lenyap menjadi partikel biru.


Mata Zenia terus berkeliling dengan mata kiri berwarna putih memindai setiap sudut wilayah hutan. Satria benar-benar tidak bisa dideteksi dan membuat Zenia frustasi.


“Trap Field!” Seru Zenia melemparkan pedang ninjato bernama Enerkyl tersebut ke permukaan tanah dan bersinar. Lalu memunculkan lingkaran sihir berwarna hitam seluas 300 meter.


Gadis dengan dua manikmat berbeda tersebut membentengi dirinya dengan jebakan yang dipasang pada seluruh permukaan tanah, pohon dan batu yang berada dalam radius 300 meter.


“Kita lihat apakah kau mampu menghindarinya?” gumam Zenia dengan tersenyum licik.


BOOM! BOOM!


Cahaya ledakan, sulur akar, udara yang membeku, bambu runcing muncul di seluruh permukaan tanah dalam radius 300 meter.


[-500]


[-500]


“Sial! Dia lebih pintar dan cepat. Bagaimana aku bisa menentukan posisinya? Tapi dengan begini pun aku pasti menang. Karena skill Trap Field akan terus beregenerasi, hahahaha ….” Zenia tertawa puas melihat poin HP milik Satria terus menurun dari status PVP miliknya.


Walau jumlah angka poin HP Satria tidak dapat dilihat, tapi tapi garis poin HP yang berwarna hijaunya masih bisa dilihat jelas. Apalagi mereka berdua menggunakan fitur PVP yang disediakan oleh sistem Overgear jika para pemain ingin menantang pemain lain tanpa melakukan PK.


"Benar-benar menyebalkan. Zenia memang memiliki strategi yang hebat untuk melawanku daan bisa membaca situasi dengan cepat. Jika terus seperti ini maka hanya ada satu cara yakni menyerang jarak jauh," gumam Satria yang sudah menjauh dari wilayah yang sudah ditandai oleh Zenia dan bersembunyi untuk memulihkan poin HP miliknya.


[Skill Divine Blood Regeneration diaktifkan dan memulihkan 2000 poin HP pemain Regalia]


Zenia membulatkan mata melihat garis hijau milik Satria kembali penuh dengan sangat cepat. Hal ini membuatnya bertambah kesal.


Padahal dalam pertandingan PVP ini, kedua belah pihak baik Zenia maupun Satria sama sekali tidak diperbolehkan membawa heal potion.

__ADS_1


Satria mengganti senjatanya dengan Syverian Dagger. Bloodfallen tidak bisa digunakan jika melawan target dalam kondisi seperti ini, yakni menguasai wilayah dengan jebakan dalam radius 300 meter.


“Divine Primordial!” seru Satria melemparkan kedua Syverian Dagger ke arah Zenia. Walaupun sangat jauh, kedua belai tersebut tetap bisa melesat karena dikendalikan oleh pikiran Satria dari jarak jauh.


Kedua belati tersebut diselimuti aura biru dan terbang dengan berputar seperti gasing. Zenia melihat kedua belati tersebut datang dari arah tenggara dan langsung melesat ke arah tenggara karena dia menduga Satri ada disana.


Kedua belati tersebut terus mengejar Zenia dengan putaran yang lebih cepat. Saat Zenia masuk dalam jarak serang Satria, yakni radius 100 meter, “Arc Of Weapon: Rain Sword!” seru Satria.


Di ketinggian 50 meter muncul lingkaran sihir berwarna merah darah seluas 100 meter dan menjatuhkan ribuan siluet pedang merah.


JLEB! JLEB!


“Aaakh! Sialan!” pekik Zenia terkena hujan pedang dan bertubi-tubi. Dia tidak bisa berlari karena Satria memaksimalkan semua SP poin untuk menghabiskan ppoin HP mlik Zenia.


[-100]


[-100]


[...]


“Tidak, aku tidak mungkin kalah! Aaaakh!” teriak Zenia dan tubuhnya langsung berubah menjadi partikel-partikel gelembung pelangi karena poin HP miliknya telah sampai ke angka nol.


Satria berlutut lemas karena kehabisan tamin dan poin SP, "Hanya ras predacon yang bisa menggunakan skill dan membuat poin SP sampai habis untuk memaksimalkan satu skill. Huff … huff …."


Pria yang memakai cyborg armor suit putih tersebut menekan tombol jam tangan Overdrive untuk keluar dari dalam dunia cermin menuju Terminal Navigator, dilanjutkan keluar menuju kelas.


Sudah ada Zenia yang duduk di bangkunya dengan raut muka kesal dan nafas tak beraturan. Dia segera meminum ramuan nutrisi untuk menghilangkan efek sakit dari serangan yang dilesatkan Satria. Ramuan nutrisi merah berukuran botol kecil berfungsi menormalkan kondisi mental pemain.


Belum ada satu mahasiswa pun yang datang di dalam kelas. Hanya ada mereka berdua yang bertemankan sepi, karena mereka hanya saling menatap tajam dan bungkam seribu bahasa.


Satria mengawalinya, “Kamu sudah kalah Zenia. Tapi aku ingin suatu akan nanti bisa bertarung denganmu lagi. Untuk itu, kau harus menepati janjimu,” tunjuknya pada muka Zenia.


“Baiklah, aku akan menepati janjiku! Hmph!" Zenia menggembungkan pipi dan memalingkan muka. Tetap saja dia masih kesal dan benci pada Satria, bukan karena masalah sebelumnya, tapi karena Satria dua kali mengalahkannya.


Zenia sebenarnya gadis yang sangat baik dan tak pernah mau menindas Satria. Tapi Arven, Kir dan Vincent selalu memaksanya untuk menindas Satria. Jika tidak dituruti, maka mereka akan melaporkan pada ayah mereka bertiga untuk menarik investasi dari perusahaan ayahnya.

__ADS_1


Keputusan Zenia sudah bulat, makanya dia mau menerima tantangan Satria dengan segala konsekuensinya dan sudah tak memperdulikan lagi kondisi perusahaan kedua orang tuanya. Toh, mereka juga tidak peduli pada Zenia dan hanya mementingkan terus perusahaan.


__ADS_2