Overgear

Overgear
Bab 42


__ADS_3

“Kenapa kamu ada disini?” tanya Safira dengan perasaan lega, karena Satria baik-baik saja.


“Aku minta maaf atas sikapku sebelum-sebelumnya. Aku salah dalam bersikap padamu,” jawab Satria membungkuk hormat pada Safira.


“Tidak usah dipermasalahkan. Aku mengerti dan paham dengan kondisimu. Aku yang terlalu memaksamu. Aku harap kita bisa berteman baik untuk selanjutnya —-”


“Tentu,” potong Satria dan menyodorkan tangannya ke arah Safira. Gadis berambut coklat tersebut menyambut tangan Satria dengan kedua pipi merona.


“Aku melihat dirimu dikalahkan Nion. Maaf aku tidak bisa membantumu.” Safira melepaskan jabatan tangannya dan menggantinya dengan menjulurkan kelingking, “Tapi aku berjanji membalaskan dendammu pada Nion dan Guild Helios.”


Satria menyambut kelingking Safira dengan menautkan kelingkingnya, “Terima kasih. Aku juga sudah membentuk party bersama Zenia dan Renata.”


“Apakah aku bisa ikut party denganmu?” mohon Safira dengan mata berkaca-kaca.


“Tentu, mari kita buat guild bersama,” balas Satria dengan penuh tekad.


***


2 jam kemudian. Ruko Hera Arcamanik Residence.


“Aku pulang!” teriak Satria dengan raut wajah sumringah.


Renata dan Zenia yang sedang duduk sambil melihat statistik status masing-masing langsung melebarkan mata.


Satria masuk membawa Luna, Safira, Revan dan sembilan rekan temannya, “Ada apa ini?” tanya Zenia heran.


“Kita rapat perdana sebagai anggota guild sekaligus ruko ini akan menjadi markas guild kita,” kata Satria yang sudah tidak ada kerut di wajahnya.


“Dasar, mentang-mentang udah baikan jadi langsung memutuskan seperti ini. Ya, sudah kita mulai.” Zenia mematikan panel hologram di jam tangan Overdrive.


Akan tetapi, setelah melihat Raven di langsung menunduk pasrah dan mendekatinya lalu membungkuk hormat, “Aku sangat menyesal dan meminta maaf pada kalian semua. Aku hanya berharap kak Raven dan rekan-rekan mau memaafkanku.”

__ADS_1


“No-nona Zenia?!” Raven dan kesembilan rekannya melebarkan mata, karena tiba-tiba Zenia meminta maaf dengan membungkuk hormat padanya.


“Sudahlah, nona. Kami juga sudah melupakannya dan tidak dimasukkan ke dalam hati.”


“Terima kasih kak Raven.” Zenia langsung memeluk lutut Raven dan pria berumur 28 tahun tersebut menegakan badan Zenia.


“Terima kasih Zenia. Aku tak menyangka kamu bisa berubah menjadi lebih baik,” batin Satria dengan mata yang berkaca-kaca, sebab melihat Zenia berubah sangat drastis menuju ke arah yang lebih baik.


Setelah pertemuan yang mengharukan tersebut. Luna, Safira, Satria, Renata, Zenia, Raven dan sembilan rekannya duduk memutari meja.


“Mohon maaf, aku masih pemula. Tapi izinkan aku memulai rapatnya.” Satria bangkit berdiri lalu membungkuk hormat. Lalu duduk dan berkata, “Aku ingin mendirikan guild. Tapi jika ada yang kurang setuju bisa meninggalkan ruangan ini.”


Kesembilan rekan Raven langsung berdiri dan meninggalkan ruangan sambil berkata serentak, “Kami tak tertarik lagi dengan guild. Kami hanya akan dijadikan sapi perah seperti sebelumnya.”


Satria menghela nafas panjang. Apalagi Raven yang sudah bersama mereka dalam waktu yang lama, baik suka maupun duka.


“Baiklah, aku bukan orang yang munafik. Apa yang bisa kau berikan pada kami, supaya kami tertarik dengan guild yang ingin kamu dirikan?” tanya Luna dengan memicingkan mata.


“Baiklah, aku hanya seorang pemula dalam game ini. Tapi aku bisa memberikan sesuatu yang menarik pada rekan-rekan disini.” Satria menuliskan 3 kata dalam secarik kertas dan menunjukan pada Luna, Safira, Zenia, Renata, juga Raven.


“Orb stone infinity gacha rate 99%?!”


“Teknik rahasia serangan selalu critical hit?!”


Luna, Safira, Zenia, Renata, juga Raven, raut muka mereka dipenuhi tanda tanya besar tentang 3 hal yang dituliskan oleh Satria di kertas yang telah ditunjukkannya.


“Ya, pertama surat rekomendasi yang digunakan untuk evolusi job tercepat. Renata, Safira, Zenia, bukankah kamu sudah mengetahuinya?” tanya Satria melirik dengan tersenyum licik ke arah mereka satu persatu.


“Ya, aku sudah merasakannya. Aku baru bermain kemarin dan sudah berada di level 35 dengan job tingkat akhir itu berkat surat rekomendasi khusus yang diberikan oleh Satria,” jawab Renata dan ditimpali oleh Safira dan Zenia dengan menganggukan kepala.


Respon Luna dan Raven malah lebih ekstrim. Mereka berdua menjatuhkan rahang dengan mata membola, karena saking terkejutnya dengan penuturan Renata dan memperlihatkan statistik statusnya pada Luna dan Raven, “Ti-tidak mungkin?!”

__ADS_1


Pasalnya mereka sudah bermain game Overgear selama 6 bulan dan level mereka berdua masih berada diatas level dua puluhan saja.


"Kedua aku akan memberikan satu anggota guild satu Orb stone Infinity yang bisa 10 putaran kali gacha 99%. Sebagai bonus tambahan aku akan memberikan satu orang satu kotak platinum,” tambah Satria dan membuat mereka tambah kejang-kejang.


Kotak platinum adalah barang yang sangat langka seperti halnya Orb stone infinity dan tak bisa ditemukan di sembarang dungeon. Wajar saja Luna, Safira, dan Raven matanya membola mendengar hal kedua yang akan diberikan pada anggota guild yang belum ditentukan namanya tersebut.


“Ketiga, teknik rahasia critical hit adalah saat melakukan serangan apapun, eratkan tangan pada senjata yang dipilih, walaupun itu senjata sihir seperti sarung tangan atau sebuah buku.”


“Selanjutnya, teknik super critical hit adalah saat akan menyerang longgarkan sekejap pegangan tangan lalu dieratkan tangannya,” tambah lagi Satria mengakhiri sesi pemberian hadiah pada anggota baru guild yang akan dibentuk olehnya.


“Pantas saja kau selalu melesatkan serang dengan efek critical hit disertai efek. Rupanya begitu,” sahut Safira dengan mengerucutkan bibir, karena sedikit kesal pada Satria yang selalu menyerang dengan efek critical hit.


“Aku ikut! Berikan surat kontraknya!” Raven langsung mengacungkan tangan dengan raut wajah antusias.


“Aku juga.”


“Cih, tentu saja aku ikut. Kapan lagi mendapatkan langka seperti ini.”


“Tentu saja aku ikut.”


“Apalagi aku yang sudah berhutang banyak pada Satria, hehehe ….”


Safira, Luna, Zenia dan Renata juga mengacungkan tangan tanda setuju masuk ke dalam guild yang dibentuk oleh Satria.


“Aku menamai guild ini Eterna,” tegas Satria dan melanjutkan, “Beri aku kesempatan untuk menjadi Guild leader Eterna.”


"Kami menyetujuinya dan segera kami akan menandatangani kontrak dengan guild Eterna. Apakah surat kontraknya sudah siap?” tanya Luna, Safira, Zenia, Renata, juga Raven serentak.


“Apakah mendirikan guild membutuhkan surat kontrak dan biaya?” jawab Satria dengan bertanya balik.


“Hadeuh!” Luna, Safira, Zenia, Renata, dan Raven menepuk jidatnya sendiri melihat Satria yang begitu polos malah menanyakan dua hal yang paling penting dalam membentuk guild dalam di dunia cermin game Overgear.

__ADS_1


“Satria, untuk membentuk guild kita harus mendaftarkan guild kita ke kantor cabang Nexus tingkat Provinsi dalam suatu negara. Harus ada surat kontrak dengan yang sudah ditandatangani oleh semua anggota guild dan biaya pendaftarannya 100 juta,” jawa Zenia.


Satria langsung kejang-kejang mendengar penuturan jawab Zenia. Rasanya ingin memuntahkan darah saat itu juga.


__ADS_2