
Melihat kesepuluh duplikat dirinya telah lenyap dan rencana pengecohnya sempurna. Zenia berpindah tempat ke belakang tubuh Meijin, “Psycho Teleportaion!”
Lalu menyerang dengan tebasan yang tak bisa dilihat oleh mata Meijin, bahkan bisa menghentikan waktu beberapa detik, “Spacial Divide!”
SLASH!
[-100]
[-100]
[....]
Skill Demolish Shield Milik Meijin yang membuatnya tidak dapat kehilangan poin HP tersebut telah nonaktif. Skill tersebut sangat merepotkan karena tak mampu diserang dengan skill apapun, tapi hanya bisa bertahan selama satu menit dan waktu jeda 15 menit.
“Aku sudah tahu kelemahanmu Meijin. Skill milikmu itu hanya bertahan satu menit. Maka membusuklah di neraka, Final Chaser Strike!”
Zenia melakukan serangan lanjutan, sebab waktu penghentian waktunya telah berhenti. Untuk membuat serangannya lebih efektif, maka Zenia melakukan tebasan cepat dan bertubi-tubi secara horizontal ke punggung Meijin.
SLASH! SLASH!
[-200]
[-200]
[....]
Siluet garis-garis putih secara acak muncul di punggung Meijin dan membuat poin HP milik terus menurun drastis, hingga tersisa 1000 poin.
Mainin kena mental karena diserang bertubi-tubi oleh Zenia menyebabkan dirinya terkena efek confucius dan paralyze disaat bersamaan.
Serangan Zenia tdak menimbulkan dua efek tersebut, tetapi karena mental Meijin yang ambruk tidak bisa menahan rasa sakit yang disebabkan oleh serangan Zenia dan menyebabkan dirinya sendiri terkena kedua efek tersebut.
Gadis berambut hitam tersebut tidak membuang kesempatan dan langsung melancarkan serangan lanjutan untuk menghabiskan semua pion HP milik Meijin, “Silet Vanish!”
Zenia melompat mundur tiga langkah dan mengalirkan energi mana ke bilah Highlander dan juga Enerkyl, hingga bilah tersebut terselimuti aura ungu pekat. Lalu melesat sambil menebas silang dan menembus badan Meijin.
SLASH!
[-1500]
Siluet garis berbentuk huruf X tercetak jelas di punggung Meijin dan membuat dirinya menjadi gelembung partikel jiwa, sebab poin HP miliknya telah mencapai angka nol
[Pemenang pertandingan PVP antara Zenia VS Meijin dimenangkan oleh Zenia]
Tubuh Zenia berkedip berpindah tempat ke Terminal Navigator dan dilanjutkan keluar menuju outlet Nexus dengan tersenyum sinis mengejek Maxwel.
“Kecewa sekali. Masa level 50 bisa dikalahkan oleh level 40,” ejek Zenia.
“Kau?! —”
“Sudah Guild Leader, aku kalah dan harus kita lepaskan Overdrive Silver yang terakhir itu.” Meijin menunduk pasrah, lalu menepuk sahabat karibnya itu dengan berbisik, “Kita akan memburu mereka di dalam game dan membuatnya mati pun segan dan hidup pun tak mau.”
__ADS_1
“Oke.”
Maxwel pun pergi dengan menoleh tajam ke arah Satria, Zenia, dan Renata. Disusul oleh Meijin bersama ketiga rekannya untuk keluar dari dalam outlet Nexus dengan perasaan dendam yang menggebu-gebu.
“Kamu hebat Zenia.” Renata dan Satria mengacungkan jempol ke arah Zeia dan membuatnya tersipu malu.
Gadis berambut hitam itu belum pernah dipuji oleh siapapun. Walaupun dia selalu berhasil menyelesaikan setiap misi atau tantangan di dalam game sewaktu masih bersama Guild 4E. Tapi didalam party yang tidak jelas yang dibuat oleh Satria, dan menemukan kehangatan hati dan senyum yang tulus.
Satria pun melakukan transaksi pembelian Overdrive Silver yang akan digunakan Renata. tentu saja membuat renata senang bukan kepalang setelah diberikan Overdrive Silver yang memiliki hak VVIP.
Diantaranya mendapatkan banyak paket potion dan juga dalam pembaharuan game kali ini, pengguna akun Overdrive Silver berhak memilih job khusus yang tak bisa digunakan oleh pengguna Overdrive White maupun Black.
Renata memakai jam tangan Overdrive dan Zenia membantunya untuk memberikan informasi apa saja kegunaannya. Setelah Renata mengerti, mereka berdua mengajaknya untuk membuat karakter di salon Terminal Navigator.
Renata ditemani Zenia mengatur karakter avatarnya di dalam game. Satria kurang paham dengan kekurangan job dan ras pada game Overgear. makanya dia menyuruh Zenia yang lebih pintar darinya untuk membantu Renata mengatur ras, job dan bentuk tubuhnya di dalam game sesuai keinginan Renata.
Ada satu job yang membuat Renata tertarik dan belum diketahui informasinya oleh Zenia. Karena merupakan job terbaru dan baru muncul setelah pembaharuan sistem game kemarin.
Dia memilih job terbaru tersebut dengan ras rekomendasi sesuai dengan job tersebut, yakni ras Highlander.
Alasan renata memilih ob tersebut karena bisa berguna diwaktu pertempuran dan bertahan. Karena Job tersebut bisa menciptakan senjjata dana zirah serta memperkuatnya. Tentu saja Zenia sangat setuju dengan keputusan renata memilih job Rune Caster.
Renat sudah mendesain avatar karakternya, dengan rambut biru lurus menjuntai sampai ke bahu dan kedua bola mata yang berbeda warna bawaan dari job Rune Caster, yakni mata kanan berwarna merah dan mata kiri berwarna biru.
Mereka bertiga langsung masuk ke dalam game untuk membantu Renata menaikan level atau leveling.
Namun Satria memberikan ide agar dia bisa membereskan semua boss monster tersembunyi di semua dungeon yang berada di wilayah daratan Servin.
“Jangan bercanda Satria. Sama saja itu menyusahkan Renata yang masih level 0,” potong Zenia menolak ide dari Satria.
“Apa kamu lupa ada pengawal yang siap membereskannya.” Satria menepuk dadanya sendiri dengan penuh kebanggaan.
“Eleh!” Zenia menoyor kepala Satria dan sekarang dia mulai akrab dengannya. “Nanti kalau susah tahu rasa.”
"Sudah gampang, ayo!"
Mereka bertiga pun pergi menuju portal yang menuju dungeon Outer Wall Servin yang berada di sebelah barat luar dinding pembatas kota.
Hanya dalam 15 menit sampai melewati banyak pemain yang sekarang jumlahnya lebih padat dari sebelumnya.
[Ding]
[Status pemain]
¤—-------¤—-------¤
[Nama: Regalia]
Level: 30 (0/20.000)]
[HP: 3000/3000(+2000)]
__ADS_1
[SP: 300/300(+2400)]
[Blood Orb: 0]
—-----------------------
[Umur: -]
[Ras: Predacon]
[Skill:
(aktif)
Divine Primordial level 1+
Fusion level 1+
Mystical Wind Max
(pasif)
Blood Divine Regeneration Max
Glory Of Predacon max]
[Job: Bloodles Strike]
[Inventaris: 110 Orb Stone, 18 heal potion s, 8 kotak silver, 10 kotak platinum]
[Saldo Evo:-]
[Saldo Gold: 0 gold]
Saldo rupiah:Rp,4.300.000]
[Poin skill: 0]
¤—-------¤—-------¤
“Aku punya hadiah untuk Renata, jika kamu bisa menyelesaikan dungeon ini dengan berusaha sendiri —”
“Lalu untukku mana?” potong Zenia menyodorkan telapak tangan kanannya ke depan muka Satria.
Satria membalas dengan mengerucutkan bibir, “Kamu kenapa minta hadiah lagi? Bukannya aku sudah memberikannya padamu beberapa saat yang lalu?”
“Kamu gemesin tau!” Zenia malah membayangkan jika Satria dalam bentuk tubuh aslinya yang memiliki pipi kenyal seperti mochi dan Zenia menarik-narik pipi Satria yang sudah tirus tersebut.
Tubuh aslinya sudah jauh berbeda 180 derajat dengan karakter tubuhnya di dalam game.
"Dasar gadis manja," batin Satria saat dirinya dicubit pipinya dan dimainkan seenaknya oleh Zenia. Kemudian dia melirik sinis pada Zenia, “Apakah kamu sudah puas?”
__ADS_1