Overgear

Overgear
Bab 55


__ADS_3

[Ding! Misi utama berhasil diselesaikan]


¤—------------¤—-----------¤


[Deskripsi: Pemain Regalia merupakan reinkarnasi dari Light Nicolaz karena telah menyerap tubuhnya. Untuk mengembalikan kejayaan ras predacon habisi semua ras asmodian dan rebut Arc Of Life dari jiwa-jiwa mereka]


[Misi: Bunuh dan rebut 100 pecahan Arc Of Life dari ras Asmodians]


[Batas waktu: 6 bulan]


[Pencapaian waktu: 4 bulan dan 100 pecahan Arc Of Life]


[Hukuman: Selama satu tahun, pemain Regalia tidak mendapatkan poin pengalam walau telah membunuh monster dari rank apapun]


[Hadiah: Skill Full Bloom dan War Dance]


¤—------------¤—-----------¤


[Memulai pemasangan skill Full Bloom dan skill War Dance. dimulai dalam 3 … 2 … 1 ….]


[0% … 25% … 50% … 75% … 100%]


[Pemasangan skill Full Bloom dan skill War Dance berhasil]


Satria tidak memperdulikan panel hologram yang memberikan deskripsi kedua skill tersebut. tapi malah langusng trbang menuju Kerajaan Servin untuk menyerahkan 100 batu logam Vanadium kepada Harold, supaya misinya cepat mendapatkan hadiah.


Pria berzirah hitam tersebut terbang dengan sangat cepat setelah keluar dari dalam lingkaran sihir hitam menuju pusat Kerajaan Servin.


Hanya dalam satu jam, Satria sampai di pintu gerbang Kerajaan Servin damn membayar biaya masuk kota sebesar 1000 gold.


Namun, karena Satria yang sudah tahu cara menaikan persentase poin relationship agar meningkat lebih cepat dengan para NPC. Dia memberikan masing-masing 5000 koin gold pada kedua penjaga tersebut.


Para pemain lain menganggap Satria gila, karena membagi-bagikan koin gold yang secara cuma-cuma dalam jumlah yang cukup besar kepada para NPC. Padahal, setelah pembaharuan sistem, sekarang koin gold sangat susah didapatkan di dungeon manapun.


Satria sekarang sudah tidak takut lgi jika dirinya akan diburu di dalam kota oleh para anggota guild Ambroxol, 4E dan juga Helios. Dia sudah merasa percaya diri untuk melawan mereka.


Satria sudah sampai di dalam toko Blacksmith Harold dan langsung disambut ramah oleh pria paruh baya dengan badan kekar tersebut. Dia langsung mengeluarkan 100 batu logam Vanadium dan menaruhnya di atas meja Harold.


[Ding! Misi tersembunyi telah berhasil diselesaikan]


¤—-------------¤—----------¤


[Misi: Kumpulkan 100 buah batu logam Vanadium di dungeon Gorgos Dungeon, Elven Forest, Gorge Of Oath, Forsaken Barrows, dan Forgotten City]


[Batas waktu: 7 hari]


[Hadiah: ???]


[Hukuman: Poin relationship dengan Harold menurun 90%]


¤—-------------¤—----------¤


Harold tersenyum lebar setelah menerima 100 batu logam Vanadium dan langsung memberikan kotak yang sudah ditransfer ke ransel inventaris sistem slot 1.

__ADS_1


[Ding]


[Status pemain]


¤—-------¤—-------¤


[Nama: Regalia]


Level: 42 (6000/32.000)]


[HP: 4200/4200(+2000)]


[SP: 2000/2000(+2400)]


[Blood Orb: 0]


—-----------------------


[Umur: -]


[Ras: Predacon]


[Skill:


(aktif)


Divine Primordial level 1+


Rend Soul level 1+


Mystical Wind Max


War Dance +1


Full Bloom +1


(pasif)


Blood Divine Regeneration Max


Glory Of Predacon max]


[Job: Bloodles Strike]


[Side Job: Gladiator]


[Inventaris: 205 Orb Stone, 12 botol HP s 100 Veredium, 4 SP potion XL, 2 kotak platinum, 1 kotak khusus]


[Saldo Evo:-]


[Saldo Gold: 599.000 gold]


Saldo rupiah: Rp,4.000.000]

__ADS_1


[Poin skill: 0]


¤—-------¤—-------¤


Setelah mendapatkan kotak khusus dari Harold, dia langsung keluar dari game menuju Terminal Navigator. Lalu keluar menuju markas guild Eterna untuk beristirahat.


***


Keesokan paginya.


Satria bangun lebih pagi dari semua anggota guild yang lain untuk latihan pedang Naga terbang yang ingin dia aplikasikan ke game Overgear. Walaupun masih tingkat pertama, tapi teknik pedang Naga terbang cukup kuat untuk melawan monster level 40.


Buktinya saja Satria bisa mengimbangi kecepatan skill Hyper Move yang dikombinasikan skill Hyper Sonic Step yang membutuhkan reflek gerakan yang sangat cepat.


Zenia, Renata dan Raven yang masih tertidur, tiba-tiba tersentak kaget setelah mendengar suara Satria yang sedang berteriak sambil mengayunkan pedang kayunya.


"Hya …! Hya …! Hya …!" teriak Satria dengan suara berapi-api.


Mereka langsung bergegas bangkit dan berlari ke arah sumber suara yang berada di rooftop lantai dua ruko.


Namun ekspresi mereka bertiga berubah setelah melihat Satria yang sedang mengayunkan pedang berkali-kali dan sangat bertenaga, hingga bulir-bulir cairan bening membasahi sekujur tubuhnya dan membuat kaos yang dipakainya basah kuyup.


“S-satria?!” gumam serentak Renata, Raven, dan Zenia dengan melebarkan mata.


Raven mendekat Satria dan menyapanya, “Guild Leader, kamu terlalu bersemangat sekali.”


“Oh, ya kak Raven.” Satria menyudahi ayunan pedangnya yang sudah melebihi standar minimal latihan yang diberikan oleh Byakta, yakni 1000 ayunan pedang.


“Sat, kamu cepat sekali belajar modul teknik Naga terbang. Padahal aku dan Nevan saja belum mampu untuk mengayunkan pedang kayu sebanyak itu,” kata Renata dengan perasaan pesimis.


“Entahlah, aku juga tidak paham. Sepertinya otakku ini yang dahulu udah kaya bongkahan lemak sekarang sudah mencair kaya tahi ayam, hahahaha …. Jadi aku mudah untuk mempelajari modul teknik Naga Terbang yang diajarkan oleh ayahmu,” balas Satria sambil terkekeh pelan dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


“Guild leader, bagaimana kalau kita membeli peralatan Gym dan kita taruh disini. Agar semua anggota guild bisa melatih tubuhnya,” kata raven memberikan usul.


“Ide bagus kak Raven. Aku akan mempersiapkan semuanya. Aku juga berencana mulai membuat potion, armor dan senjata. Tapi jika harus membuatnya di toko Blacksmith itu terlalu boros,” balas Satria dengan mengangguk.


Renata menepuk dadanya dan berkata, “Untuk senjata serahkan padaku. Aku punya skill yang bagus, tapi aku punya masalah dengan batu logamnya.”


“Tidak masalah. Aku selalu punya barang bagus, hehehe …,” balas Satria dengan menggaruk kepalanya yang tidak gatal lalu terkekeh pelan. Kemudian dia melanjutkan, “Sore nanti kita akan mengadakan rapat lagi. Untuk hari ini semua anggota berada di luar game saja.”


“Baik, Guild Leader,” sahut Zenia, Renata dan Raven serentak.


Satria segera menukarkan 500.000 koin Gold ke Terminal Navigator sebelum berangkat kuliah dan mendapatkan uang 10 juta. Lalu memberikannya pada Raven untuk membeli alat game yang bisa dibeli dengan harga 10 juta.


Namun Raven menolak dengan uang tersebut, sebab Satria belum mengadakan rapat guna menentukan biaya anggaran yang dibutuhkan Guild untuk membeli peralatan Gym.


Satria sebenarnya tidak mau lagi merepotkan mereka lagi untuk mengumpulkan uang guna membeli peralatan Gym. Makanya Satria hanya memberikan Raven uang 10 juta dan membeli alat gym seadanya saja.


Satria dan Zenia sudah memakai pakaian yang rapi. Mereka berdua akan menuju kampus ITB menaiki angkot.


“Nia, apa kamu tidak kangen rumah?” tanya Satria pada Zenia yang sudah beberapa hari tidak pulang ke rumahnya.


“Tidak, aku pergi dari rumah saja orang tuaku tidak mencariku. Mereka hanya sibuk dengan bisnis mereka,” jawab Zenia dengan air mata yang menggenang di kedua kelopak matanya dan akhirnya sudah tak tertahankan lagi untuk mengalir menuruni kedua pipi Zenia yang begitu imut.

__ADS_1


“Sudahlah. Mereka berjuang juga demi kamu.” Satria menyeka bulir-bulir bening yang membasahi kedua pipi Zenia dan melanjutkan, “Aku memang tidak terlalu kenal dengan kedua orang tuaku. Sejak kecil aku diurus oleh pak Rion. Tapi perasaan kedua orang tua terhadap anaknya akan tetap sama.”


__ADS_2