
Setelah menjenguk Wiryawan dan berbicara dengan Hera. Satria meminta Zenia untuk masuk ke dalam game untuk melakukan party penggerebekan dengan tujuan mengumpulkan gold agar bisa ditukar dengan mata uang Evo. Lalu dikonversikan ke mata uang Rupiah.
Akan tetapi, Zenia tidak menyetujuinya, “Aku memang tidak dapat membantu dengan kondisiku saat ini. Tapi aku punya rencana untuk mendapatkan uang lebih mudah tanpa harus memainkan game Overgear.”
“Apa itu?” tanya Satria dengan raut muka penasaran.
“Melelang barang yang memang cukup langka yang didapatkan dari game di suatu tempat lelang rahasia di Terminal Navigator,” jawab Zenia dengan raut muka dingin tapi hatinya sangat peduli pada Satria.
Dia peduli karena Satria membuatnya mengerti, bahwa hidup bukan hanya mengenai diri sendiri dan keegoisan diri, tapi hidup tentang menolong orang lain dan membahagiakan orang lain serta melindungi orang lain.
Zenia menekan tombol jam tangannya dan berpindah tempat masuk ke dalam Terminal Navigator. Satria yang penasaran pun ikut masuk juga.
Zenia terus berjalan menyusuri jalanan utama di dalam wilayah Terminal Navigator dan Satria mengekor di belakangnya.
Mereka berdua menuju tempat pelelangan tersembunyi milik Twins Brother. Kedua Orang yang pernah Zenia tolong di masa lalu, tepatnya saat game Overgear baru diluncurkan.
Tempat pelelangan tersebut hanya Zenia yang tahu dan selama ini merahasiakannya dari Arven, Kira dan Vincent.
Mereka berdua tiba di sebuah gang yang dipasangi banyak CCTV tersembunyi. Gang itu memiliki 7 tiang yang memiliki 7 lampu yang berbeda warna di sisi kanan dan kiri gang.
Zenia memukul pelan 3 tiang berwarna merah, kuning dan hijau. Itu adalah sebuah sandi untuk masuk ke dalam tempat pelelangan rahasia, lebih tepatnya bertemu langsung dengan Twins Brother.
Setelah Zenia melakukan hal tersebut, muncul dua orang memakai jubah hitam menutupi semua tubuhnya, hanya terlihat ujung rambut berwarna biru.
“Bos muda,anda datang,” sapa Riko yang berada di depan dan sebelah kanan Zenia.
__ADS_1
“Kamu datang harus membawa barang langka. Itu peraturannya bukan?” timpal Riki yang berada di depan dan sebelah kiri Zenia.
“Temanku punya. Bukannya kalian sudah tahu berita tentangku?” Zenia tersenyum sinis pada Riki dan Riko.
“Ya,” jawab singkat Riki dan Riko serentak. “Ayo masuk!”
Mereka berdua pun masuk mengekor di belakang Twins Brother yang memiliki job thief di dalam game dan juga memiliki job sampingan Misterius Merchant atau disebut MM.
Banyak pemain yang mencari keberadaan MM di dunia game, karena barang atau item yang mereka jual selalu langka dan mempunyai efek yang ajaib. Tentu saja barang yang dijual oleh MM sangat mahal sesuai dengan kualitasnya.
Mereka tiba di suatu bar kecil milik Twins Brother dan tanpa pengunjung, bar tersebut lebih mirip jacuzzi ketimbang bar.
“Apa yang kau punya?” tanya Riki langsung pada intinya sambil menuangkan teh manis pada gelas yang berisi es.
“Terima kasih.” Satria mengambil gelas tersebut dan menenggaknya sampai habis. “Orb Stone.”
Zenia yang sudah duduk di kursi yang berada di samping kursi Satria pun meminum jus jeruk yang disediakan oleh Riki.
“Orb Stone rank SSS,” jelas satria dengan raut muka dingin.
“Uhuk-uhuk!” Zenia,Riki dan Riko pun serentak tersedak kaget mendengar penuturan Satria. Kemudian mereka bertiga melanjutkan dengan mata melebar, "Orb Stone rank SSS?!"
Satria menekan tombol jam tangannya dan mengeluarkan pane hologram yang memiliki gambar batu berwarna merah dengan logo kepala Naga.
Riko dan Riki langsung tercengang dan menjatuhkan rahangnya, “Kamu gila. Ini buka Orb Stone biasa atau rank SSS. Ini Orb Infinity yang memiliki rate gacha satu batu saja 99%.”
__ADS_1
“Rate gacha 99%?!” Zenia melebarkan mata selebar-lebarnya seperti kedua kelopak matanya tersebut ingin keluar dari sarangnya.
“Baiklah, agar pasar termonopoli dengan baik oleh MM. Aku beli 10 batu 200 juta atau setara 2000 evo per batu,” tawar Riko dengan tersenyum simpul.
“Uhuk-uhuk!” Satria yang sekarang tersedak kaget dan merasa sedih karena dia menjual ke Safira juga Luna hanya 100 Evo. Dia memegangi dadanya agar batuknya mereda dan melanjutkan, “Deal. tapi aku mau uang cash saja 200 juta. jika masih membutuhkan Orb Stone, aku masih punya 110 buah Orb Stone.”
“110 buah Orb Stone Infinity?!” Zenia, Riki, dan Riko membulatkan mata mendengar kembali penuturan Satria yang tak masuk akal tersebut. “Baiklah, untuk harga mengulur pasar kami hanya menerima 10 buah Orb Ston dahulu. Jika habis maka kami akan menghubungimu lagi.”
“Baik, aku paham. Semakin bagus dan langka suatu barang maka harganya akan terus melambung naik. Itu kan maksudnya?” Satria tersenyum licik pada Riko dan Riki.
“Alright, man.” Riko menekan jam tangan Overdrive miliknya untuk memunculkan panel hologram berisi kode QR yang khusus dibuat untuk bisnis, yakni kode QR bertuliskan logo MM TB. “Ayo, lakukan transaksi secepat mungkin!”
Satria pun langsung melakukan pemindaian kode QR untuk segera bertransaksi dengan Riko dan setelah berteman dengan MM TB. Riko dan Satria langsung melakukan transaksi serentak, Riko mengirimkan uang 200 juta dan Satria mengirimkan 10 batu Orb infinity ke jam tangan Overdrive masing-masing.
“Ayo!” Zenia langsung menarik tangan Satria untuk keluar dari dalam tempat milik Twin Brother tersebut. Karena mereka berdua tidak boleh berlama-lama di dalam tempat tersebut, maksimal 5 menit.
Setelah keluar dari pintu bar Twins Brother, pintu itu menghilang dan keduanya langsung berpindah tempat kembali ke rumah sakit Medika Arcamanik.
Satria langsung menemui Hera dan memberikannya uang 100 juta. Hera juga diminta Satria menghubungi para penagih hutang tersebut agar hutangnya cepat diselesaikan saat ini juga.
Hera menangis haru melihat ketulusan Satria untuk membantunya dan dua kali Satria telah membantu Hera. Sebagai gantinya, Hera memberikan salah satu ruko yang berada di kawasan Arcamanik State untuk Satria tinggali. Tentu saja Satria menerimanya dan bersiap untuk pindah.
“Dengan begini aku bisa membelikan Renata Overdrive Silver,” guam Satria dengan tersenyum puas. lalu mengirim pesan pada Renata untuk menemuinya di Nexus outlet di Mall PVJ Bandung.
Awalnya Renata merasa sungkan dan menolak karena akan dibelikan oleh Satria Overdrive, tapi Satria memaksa dan mau tidak mau Renata menerimanya.
__ADS_1
"Satria, kamu terlalu baik. tapi di dalam game kamu sama sekali orang lain. seperti dua sisi yang berbeda antara dunia game dan dunia nyata," batin Zenia menatap punggung Satria dengan tatapan kagum karena mampu menyelesaikan setiap masalah dengan baik.