
Mereka sudah masuk ke dalam portal Outer Wall Servin. Di dalam dungeon tidak jauh berbeda dengan keadaan saat berada di luar dinding pembatas kota Servin.
Perbedaannya hanya satu, banyak monster Goblin berkeliaran di dalam dungeon.
Renata mengeluarkan senjata yang hanya berupa buku sihir yang disebut Grimoire. Lalu membuka buku tersebut dan mengalirinya dengan energi mana yang jauh lebih pekat dari keumuman ras yang menggunakan mana sebagai energi mereka.
Dalam pikirannya terdapat banyak pengetahuan semua skill dari job Rune Caster.
“Mana Shield!” seru Renata dan menyelimuti dirinya dengan aura biru yang membentuk lingkaran sihir di keempat arah tubuhnya. “Land Mine Protection!”
Renata membuat banyak lingkaran sihir berwarna biru yang memunculkan ranjau dalam radius 50 meter untuk melindungi dirinya dari serangan para Goblin.
Satria melesat ke arah kawanan goblin,Hobgoblin dan Orc yang sedang mondar-mandir di hutan Trial Forest bagian luar. Lalu menghujani mereka dengan siluet pedang merah, “Arc Of Weapon: Rain Sword!”
Hujan pedang itu tak ada satupun yang mengenai kawanan Goblin, Hobgoblin, dan Orc. Satria sengaja melakukan serangan tersebut untuk memprovokasi mereka dan menuntunnya ke arah Renata.
Renata meneguk salivanya dalam-dalam melihat gerombolan monster berlari cepat ke arahnya, keringat dingin bercucuran di wajahnya begitu deras. Dia takut sekaligus gugup, sebab pertama kali bermain game yang menurutnya terlalu nyata.
Zenia berdiri di belakang Renata sejauh 100 meter untuk mengingatkannya agar fokus dalam mengatur energi, “Hati-hati Renata! Jangan terlalu gegabah dengan mengeluarkan semua skill milikmu! Apalagi skill yang menguras banyak MP, DP, atau AP.”
“Terima kasih senior. Mohon bimbingannya,” balas Renata dengan tatapan tajam ke arah gerombolan monster yang sudah masuk dalam lingkup ranjau darat yang sudah dipasangnya. “Summon: Cannon Ball Turret!”
Goblin yang kecepatannya paling cepat diantara ketiga monster itu, sudah tiba dalam lingkup ranjau darat yang dipasang oleh Renata.
Satu persatu terlempar oleh ranjau darat yang diinjak kakinya dan mengeluarkan pusaran angin yang sangat kuat.
SWUSH!
[-10]
[-10]
[....]
Namun ada pula yang berhasil melewati ranjau darat tersebut. Renata menjentikkan jari agar mesin meriam yang keluar dari lingkaran sihir berwarna biru dan berada di samping kirinya menembakan bola meriam api untuk membombardir para Goblin yang berhasil lolos dari jebakan ranjau darat.
BOM! BOM!
[-15]
[-15]
[....]
Serangan tembakan meriam memang berhasil mengenai para Goblin. Tapi poin HP mereka hanya berkurang sedikit saja dan berhasil mencakar-cakar tubuh Renata.
SLASH! SLASH!
__ADS_1
[-10]
[-10]
[....]
“Aaakh!” Renata menyilangkan tangan sambil memekik kesakitan. Kulitnya serasa ditusuk ribuan jarum dan hampir saja menurunkan mentalnya. “Aku harus kuat. Aku harus kuat! Super rocket jump!”
Renata mengaktifkan roket di bawah telapak kakinya dan membuatnya melesat terbang ke udara lalu menjatuhkan berbagai macam bom, mulai dari bom kejut listrik, bom gravitasi dan terakhir bom nuklir.
BOOM! BOOM
Suara rentetan ledakan yang disertai lubang hitam gravitasi, aliran listrik biru dalam radius 100 meter dan bola-bola cahaya silih berganti muncul dalam radius 100 meter membombardir gerombolan Goblin, Hobgoblin dan Orc yang akan menyerang Renata secara serentak.
Suar sistem Renata terus berdenting, karena berhasil membunuh kawanan Goblin yang berjumlah 20 ekor.
[Critical hit terpicu!]
[-150]
[-250]
[-150]
[....]
Di udara Renata melayang dan bersiap membombardir kawanan Hob Goblin dan Orc.
“Gila! Sungguh gila?!” Satria dan Zenia yang melihat renata melemparkan banyak jenis bom hanya bisa melebarkan mata dengan perasaan kagum.
Renata bermain sudah seperti pemain profesional dan dia belajar dengan sangat cepat untuk menentukan strategi yang tepat untuk menghabisi kawanan goblin tersebut.
Setelah naik level, tentu status yang tak pernah dimunculkan pada fitur status seperti serangan, pertahanan, kecepatan, stamina dan kecerdasan, serta keberuntungan milik Renata langsung naik sangat signifikan.
“Sekali lagi! Super Rocket Jump!”
Renata terbang melesat meutari kawanan Orc dan Hobgoblin dengan menghujani berbagai jenis bom ke arah mereka.
BOOM! BOOM!
[Critical hit terpicu!]
[-200]
[-200]
[....]
__ADS_1
Namun serangan tersebut tidak terlalu mempan pada Orc dan Hobgoblin yang memiliki kulit setebal baja dan poin darah atau HP yang terlalu banyak.
Hobgoblin melempari kapak yang berada di kedua tangannya ke arah renata yang sedang terbang. Mau tidak mau, Renata harus menjauh agar tak terkena lemparan kapak-kapak itu.
Satria dan Zenia sudah benar-benar gila membiarkan renata berjuang sendirian. Mereka berdua hanya duduk santai di atas dahan pohon berdampingan seperti dua insan yang sedang berpacaran menonton film bioskop.
Karena level mereka berdua sudah 30 dan 40, maka setiap kali Renata berasilemmbunuh monster di dalam dungeon Outer Wall Servin, semua poin pengalamannya tidak terbagi ke Zenia dan Satria.
Oleh karena itu, Satria dan Zenia hanya menjadi penonton yang melihat Renata berjuang melawan monster di dungeon Outer Wall Servin. Jika Renata terdesak, baru keduanya turun tangan.
Skill Mana Shield yang menyelimuti tubuh Renata sudah berakhir. Tapi dia masih terus terbang melewati kapak-kapak yang terus dilemparkan oleh para Hobgoblin yang berjumlah 10 ekor.
“Apa yang harus aku lakukan? Aku menemui jalan buntu kali ini. Stance change!”
Renata mengorbankan 10% poin HP miliknya untuk memanggil mesin nano berbentuk persegi lima seukuran bola baseball berwarna biru.
"Arcane Star! Arcane Buster! Arcane Fall!”
Mesin nano tersebut dilempar ke arah gerombolan Orc dan mengeluarkan energi berbentuk siluet bilah shuriken yang sangat besar.
SLASH! SLASH!
Bola mesin nano tersebut memotong kedua tangan lima monster Orc dan membuatnya terjungkal ke permukaan tanah.
Saat itu juga, bola mesin nano bercahaya, lalu meledak mengeluarkan gelombang kejut berbentuk bola biru transparan dan enyear seluas 100 meter.
BOOM! BOOM!
Serangan Renata tidak berhenti disitu, poin HP miliknya terus menurun hingga tersisa 30%. Bola nao mesin itu terbang ke udara dan menggandakan diri menjadi sangat banyak dengan menghujani Orc serta kawanan Hobgoblin dengan sinar laser biru.
SWUSH! SWUSH!
Sinar laser itu terus menyerang dari ujung bola nano mesin bertubi-tubi sampai menguras poin HP milik Orc dan Hobgoblin menjadi angka nol. Bersamaan itu pula poin HP milik renata tersisa 5%.
[Critical hit terpicu!]
[-1000]
[-100]
[-100]
[....]
Dentingan suara pemberitahuan sistem terdengar di kedua telinga Renata dan membuatnya bahagia dengan senyum khasnya.
"Yeay! Aku berhasil," ujarnya dengan raut wajah yang sumringah dan Renata berhasil naik ke level 10.
__ADS_1
Kelebihan dari Job Rune Caster adalah mempunyai status pertahanan yang tinggi dan tidak mempan terhadap serangan sihir, tapi lemah terhadap serangan fisik. Maka dari itu Renata terus menjauh dari Goblin, Hobgoblin dan Orc karena mereka menggunakan serangan fisik untuk menyerang targetnya.